Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Nyonya Kabur!!
Setelah keluar dari kamar Su Wanwan, Hu Zheng langsung menemui Shen Yuzhi dan Bai Rongxin. Ia menceritakan tugas yang nyonya berikan kepada mereka.
Bai Rongxin secara pribadi langsung berinisiatif ingin ikut berpartisipasi dalam tugas, dan Shen Yuzhi pun tidak mempermasalahkan kondisi tubuhnya dan menyatakan kesiapannya-- jika dia sudah baik-baik saja.
Akhirnya setelah rapat sebentar mereka memutuskan untuk Shen Yuzhi bertugas mencatat dan keuangan, Bai Rongxin bagian hubungan masyarakat desa dan Hu Zheng bertugas berbelanja dan mengatur pasokan.
Siang ini juga mereka resmi sibuk, Bai Rongxin dan Shen Yuzhi bertugas turun langsung ke masyarakat desa dan membahas ganti rugi. Sementara Hu Zheng pergi kota untuk membicarakan perihal pembangunan rumah.
Untuk mempermudah, Shen Yuzhi meminta bantuan kepala desa untuk mengumpulkan warga desa di depan alun-alun tempat biasanya warga desa rapat.
Semua orang saling berbisik-bisik dengan suara yang tidak pelan, melihat kehadiran Shen Yuzhi dan Bai Rongxin bisikan mereka semakin menjadi dan mengaitkan hal ini dengan Su Wanwan.
"Lihat, untuk apa dua pelayan Su Wanwan disana? Apakah menurut mu terjadi sesuatu?"
"Mungkin saja nyonya mereka membuat keributan besar lagi."
"Cih, Labao bilang Su Wanwan sudah berubah menjadi lebih tenang. Tapi apa ini? Kalau menurutku itu semua hanya bohongan."
"Hey, menurutku ya... Apa mungkin mereka sudah muak dengan majikan mereka dan ingin minta bantuan kita?"
"Minta bantuan apa? Berurusan dengan nya sedetik pun aku tidak sudi, hmph!"
Di hadapan warga desa, di dataran tanah yang sedikit lebih tinggi dari pijakan mereka. Li Zheng berjalan sedikit ke depan dan berseru tegas agar semua orang tenang. "Semuanya diam!"
Setelah para warga mulai tenang dan tidak berisik, Li Zheng melanjutkan. "Hari ini Shen Yuzhi dan Bai Rongxin ada sesuatu hal penting yang ingin di sampaikan."
Setelah Li Zheng mempersilahkan mereka maju untuk berbicara, Bai Rongxin dan Shen Yuzhi pun berjalan hingga berdiri sejajar dengan Li Zheng.
"Bai Rongxin, Shen Yuzhi. Apakah Wanwan melakukan sesuatu pada kalian? Jika terjadi sesuatu, datanglah ke rumah bibi. Bibi pasti akan menjaga kalian." Ucap Su Weiwei yang baru mereka sadari ia berdiri di paling depan.
Setelah ucapan Su Weiwei yang di dengar oleh semua orang, suasana pun kembali kurang kondusif. Bibi-bibi dan paman-paman itu mulai berspekulasi dengan bisikan-bisikan yang berubah menjadi seruan.
"Semuanya tolong perhatikan!" Teriak Bai Rongxin keras, membuat orang-orang seketika terdiam karena terkejut.
Setelah orang-orang diam, Bai Rongxin tersenyum dengan ramah. "Terimakasih atas perhatiannya, tapi tolong dengarkan kami dulu. Jangan terus berpikir yang tidak-tidak atau kita akan terus berdiri di sini."
Semua orang merasa ucapan Bai Rongxin masuk akal dan mereka pun mengangguk-angguk setuju. Akhirnya mereka pun diam dan mulai kondusif mendengarkan.
"Warga desa semua, kami disini ingin menyampaikan pesan dari nyonya kami. Nyonya bilang ia sudah sadar akan kesalahannya selama ini, ia menyesali semua kesalahannya dan ingin mulai menjalani kehidupan yang harmonis dengan warga desa."
"Apa?!"
"Nani?!"
"HAH!?"
Pernyataan ini lebih mengejutkan dari kejutan ulang tahun yang sudah di ketahui, reaksi warga desa hampir semuanya sama--- menunjukkan keterkejutan seperti di sambar petir di malam hari.
Bahkan Li Zheng sendiri hampir jantungan dan fakta tersebut, ia mencari kayu untuk sandaran agar tidak terjatuh dan untungnya putranya ada di sebelah nya.
"Mustahil..."
"Semuanya, meskipun tabib ini tidak yakin sepenuhnya. Namun sepertinya ucapan mereka tidak berbohong, kemarin Nyonya Su berobat dan membayar tabib ini 50 tael perak, ia bilang ia meminta maaf untuk kesalahan masalalu."
"Apa?! 50 tael perak!!?"
"50 tael!! Sebanyak apa uang itu!?"
"Tabib Sun, apakah kau masih butuh istri muda?"
Tabib Sun. "Enyah!"
"Lalu kenapa? Apakah dia akan memberikan 50 tael juga untuk kita yang pernah dia peras?!" Teriak seorang pria.
Bai Rongxin menggeleng. "Tidak, namun kami akan membayar untuk segala kerugian yang nyonya kami lakukan untuk Kalian serta tambahan biaya mental 50% untuk setiap kerugian yang kalian dapatkan dari nyonya kami."
"A-apa...?"
"Kalian yang merasa pernah di rugikan oleh nyonya silahkan antri di sini." Ucapan Bai Rongxin seperti sebuah jarum yang melesat ke tumpukan balon, membuat suasana seketika riuh seperti ledakan suara.
"Namun..." Ucapan Bai Rongxin yang menekan seketika langsung dapat mengontrol suasana yang ramai, mereka seketika diam mendengarkan. "Jangan harap bisa memanfaatkan situasi untuk meraup banyak untung, semuanya telah di tulis jelas oleh nyonya kami. Jika tidak sesuai ataupun nama kalian tidak ada di dalam buku, maka siap-siap untuk berurusan dengan nyonya kami~"
Ucapan Bai Rongxin yang terlihat ramah dan baik hati itu sebenarnya membuat warga merinding sebadan-badan, alasannya tentu karena kata berurusan dengan Su Wanwan.
"Nama Wang Daniu, nyonya pernah memeras dua ayam betina, lima butir telur tiga potong kue. Ingin di kembalikan dengan barang atau uang?"
"B-bisa dengan uang?"
Shen Yuzhi mengangguk. "Bisa, di hitung sesuai harga pasar saat ini. Semuanya 94 Wen, di tambah biaya mental jumlahnya 141 Wen."
Selanjutnya...
"Zhao Fugu, dua anak babi usia satu bulan..."
"Bisa dengan anak babi kembali?"
"Bisa, namun harus menunggu besok."
"Aku ingin anak babi saja, apakah biaya mental juga bisa di pakai untuk anak babi sekalian?"
"Bisa"
Semua orang berbaris dengan rapi dan teratur, beberapa orang yang semulanya merasa diri mereka adalah orang yang beruntung karena tidak berurusan dengan Su Wanwan seketika merasa agak menyesal. Mendapatkan ganti rugi mental dari setengah kerugian, betapa sakitnya hati mereka saat melihat tetangga mereka mendapatkan ratusan Wen namun mereka tidak.
Antrian terus berlanjut sampai akhirnya matahari terbenam barulah selesai, Shen Yuzhi dan Bai Rongxin segera pulang ke rumah mereka. Sebelum sampai masuk ke dalam halaman, mereka mendengar suara kereta kuda dan tak lama kemudian kereta yang Hu Zheng naiki telah sampai di halaman.
"Bagaimana? Apakah berjalan lancar?" Tanya Bai Rongxin.
Hu Zheng turun dari kereta dan mengangguk. "Lancar, mulai besok bahan bangunan akan datang dan lusa tukang akan datang. Besok kalian bisa sekalian merekrut para pegawai bangunan dari warga desa."
Bai Rongxin mengangguk. "Siap laksanakan"
"Kompensasi ganti rugi uang sudah selesai, ini catatan untuk warga yang menginginkan kompensasi berupa barang semula..." Shen Yuzhi menjelaskan nama-nama orang dan barang-barang agar Hu Zheng bisa lebih mudah saat berbelanja nanti.
Tidak ingin menunggu mereka membahas pekerjaan, Bai Rongxin memilih mengerjakan urusan nya sendiri. "Hari ini aku akan memasak daging panggang lagi untuk nyonya, nyonya pasti sudah lapar..." ia berlari ke dalam rumah.
Namun, baru beberapa detik setelah Bai Rongxin masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba...
"Kakak Hu, Kakak Shen, Nyonya Kabuuuurrr!!"