[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11
Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?
***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?
Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu
Cek lanjutannya...
Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.
#My Third Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghilang
☆ Clean Bandit ft. ⋮☰
* Jess Glyne - Rather Be *
━━━━━━━⬤──────────
01:25 03:44
⇄ ❘◁◁ ❙❙ ▷▷❘
_____________________________________________
"Rose, i do everything for you! (Rose, aku melakukan semua ini untuk kamu!)" ucap pria itu
"Ada apa ini?" tanya Louis
"Tidak ada apa-apa Louis, kamu kembali saja." ucap Zora
"Tidak bisa, saya ditugaskan untuk melindungi nona!" ucap Louis
Sepertinya Zora bukan orang biasa - Batin Jennie
"Hei, minta maaflah pada temanku!" bentak Jennie
"Oh maaf, aku tidak sengaja! Im Bryant" ucap pria itu
"Aku Zora," ucap Zora
Louis membantu Zora berdiri, baru ingin berbicara lagi Jennie sudah menarik tangan Zora untuk pergi.
"I warn you, don't disturb me or I'll never go home! (Aku peringatkan kau, jangan ganggu aku atau aku tidak akan pernah pulang!)" tegas Jennie
"Rose.. Rose.. Rose... this is not good (ini tidaklah bagus)" teriak Bryant
Jennie menarik Zora pergi, Zora pergi dengan perasaan bingung dan Louis mengikutinya dari belakang.
*****
Di Kantin
"Louis kau bisa pergi," ucap Zora
"Tentu nona, jika ada apa-apa panggil saya!" ucap Louis
"Tentu Lou," ucap Zora
Louis pergi meninggalkan Zora dan Jennie. Jennie membeli obat merah karena tangan Zora lecet saat tadi terjatuh.
"Oh apa ini sakit?" tanya Jennie
"Im okay Jen," ucap Zora
"Oh syukurlah, maafkan aku! Aku tidak bermaksud untuk melibatkan kamu!" ucap Jennie
"Its okay Jen, tapi tadi siapa?" tanya Zora
"Um itu anu.. Oh kelas sudah mau mulai, ayo pergi." ucap Jennie gugup
"Jen, aku bukan orang pintar tapi aku tau kalau kau menutupi sesuatu!" ucap Zora
"Huh baiklah, nanti aku menceritakan semuanya padamu saat kelas selesai!" ucap Jennie
"Baiklah, aku senang kau mempercayai aku sebagai sahabat." ucap Zora sambil tersenyum
"Ayo ke kelas!" ajak Jennie
Mereka pergi ke kelas, setelah berjam-jam mengikuti kelas seni mereka kembali ke kantin untuk berbagi cerita.
"Jadi apa tadi Jenn?" tanya Zora
"Aku bukan dari sini, aku asli Inggris. Dan dia kakakku! Aku kabur dari rumah karena hendak dijodohkan, come on ini jaman modern. Mana mau aku dijodohkan! Dan sebenarnya aku sudah lama mengenalmu!" ucap Jennie
"Mengenalku lama? Kapan? Kenapa aku baru tau?" tanya Zora
"Yah, kita dulu satu kampus saat di London!" ucap Jennie
"Oh benarkah? Tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu?" tanya Zora
"Yah kau selalu di ruang lukis setiap hari. Aku jarang kesana, dan kita beda kelas!" ucap Jennie
"Oh benarkah?" tanya Zora
"Iya, aku pindah ke sini 2 tahun yang lalu! Dan aku tak punya teman, mereka pikir logatku aneh dan lebay karena sok inggris-inggris gitu. Hanya para pria yang mau berteman denganku, para gadis pikir aku menyebalkan dan tidak mau berteman denganku. Aku tidak menyangka kalau akan bertemu denganmu disini!" ucap Jennie
"Oh begitu, tapi bagaimana kau bisa mengenalku padahal aku tidak mengenalmu?" tanya Zora
"Hey miss, who doesn't know about you on campus? Your painting is the most beautiful on campus! (Hei nona, siapa yang tidak tau tentangmu di kampus? Lukisanmu itu yang paling bagus di kampus!)" ucap Jennie
"Ah jangan begitu!" ucap Zora
"Oh iya, aku tanya sekarang! Siapa kamu sebenarnya? Kenapa ke kampus diikuti bodyguard?" tanya Jennie
Zora melirik Louis yang ada didekatnya. Lalu mengalihkan perhatian.
Jika aku ceritakan, pasti Louis akan laporkan pada pria itu. Haih benar-benar merepotkan - Batin Zora
"Tapi sepertinya aku tidak bisa cerita," bisik Zora
"Oh begitu? Aku menganggapmu sebagai sahabat dan kau tidak bahkan tidak percaya padaku?" tanya Jennie yang marah
"Jennie bukan begitu, aku.." ucap Zora
Zora menarik tangan Jennie agar Jennie berbalik lalu menyalakan hpnya.
"Jen lihat foto ini, bagus tidak?" tanya Zora
"Foto?" tanya Jennie bingung
Zora mengetik pada hpnya untuk menyampaikan semuanya agar Louis tidak curiga.
Ayo kita keluar agar aku bisa cerita! Aku tidak bisa bicara leluasa saat Louis disini!
Lalu Jennie juga mengetik jawaban di ponsel Zora.
Dimana? Bagaimana caranya?
Ayo pergi ke Nyoklat, lalu kita kecoh Louis dan pergi sendiri!
"Ayo!" ajak Jennie
"Kemana?" tanya Zora basa-basi
"Nyoklat, sama pengawalmu boleh kan?" tanya Jennie
"Lou, aku mau pergi beli minum. Kau tidak usah ikut ya!" ucap Zora
"Tidak bisa nona, saya ditugaskan agar selalu mengikuti anda!" jawab Louis
"Hah baiklah, tapi kamu tunggu diluar! Jangan ikut ke dalam! Nanti aku disangka orang aneh," ucap Zora
"Baik nona," jawab Louis
Louis mengantarkan Zora dan Jennie pergi ke kedai Nyoklat, setelah pesan, membayar lalu pergi diam-diam. Saat Louis tidak memperhatikan mereka, Zora dan Jennie pergi diam-diam, berlari agak jauh dan setelah tidak melihat Louis mereka pesan taksi dan pergi ke mall.
"Kenapa nona lama sekali?" bingung Louis
Louis akhirnya menyadari dan mencari Zora ke segala tempat. Setelah lama tak menemukan Zora, akhirnya Louis menelfon Gavin.
Louis: Halo tuan maaf mengganggu, tapi Nona Zora menghilang
Gavin: Apa hilang!
Louis: Iya tuan, saat ia pergi ke tempat minuman dia menghilang
Gavin: Dasar tidak berguna! Sudah kau pulang saja, aku yang akan mengurusnya!
Gavin melacak lokasi Zora dari ponsel Zora yang telah disadap Gavin. Ia melihat Zora ada di mall.
"Haih apa yang dilakukan gadis ini! Macam-macam saja!" kesal Gavin
Tok... Tok.. Tok...
"Masuk!" ucap Gavin
"Maaf mengganggu tuan, tapi sampai saat ini saya belum menemukan keberadaan Tuan Leon dan Nona Viola," ucap asisten Gavin
"Sialan! Kenapa kakak beradik ini membuat kepalaku pusing!" kesal Gavin
"Tapi saya menemukan data pribadi Nona Viola tuan," ucap asisten Gavin
"Lihat!" ucap Gavin
Gavin memeriksa semua data diri Viola. Ia melihat mata Viola secara seksama.
"Andy, tidak perlu cari Viola lagi!" ucap Gavin
"Kenapa tuan?" tanya asisten Gavin
"Dia bukan gadis yang ku cari," ucap Gavin
"Baik tuan, saya pergi dulu!" ucap asisten Gavin
*****
Di Mall
"Huh lari dari Louis membuatku benar-benar kehabisan tenaga!" ucap Zora
"Iya kau benar, aku ini anak seni bukan pelari maraton!" ucap Jennie
"Kita pesan minum dulu bagaimana?" tanya Zora
"Aku tidak punya uang, keluargaku hanyalah orang biasa!" ucap Jennie
"Aku yang bayar," ucap Zora
"Kau memang baik," ucap Jennie
Jennie dan Zora memesan minuman dan beberapa camilan sambil bercerita.
"Jadi bagaimana?" tanya Jennie
"Aku sudah menikah dengan orang yang berkuasa, tapi pernikahan kami hanyalah kesalahan! Kami tidak saling cinta, kini ia marah padaku dan tidak membiarkan aku bebas sama sekali!" ucap Zora
"Oh hidupmu sepertinya menderita," ucap Jennie
Zora menceritakan semua sifat Gavin tanpa memberi tahukan identitas Gavin karena takut Gavin akan mengetahuinya. Tidak terasa mereka sudah di mall sampai langit hampir gelap.
"Sepertinya langit mulai gelap," ucap Jennie
"Ya sepertinya aku juga harus segera pulang!" ucap Zora sambil memandang jam
"Tapi apa kau baik-baik saja? Bagaimana jika suamimu marah?" tanya Jennie
"Tidak apa, aku bisa mengatasinya!" ucap Zora
"Yakin?" tanya Jennie
"Tentu, aku pulang dulu ya!" ucap Zora
"Hati-hati Ra!" ucap Jennie
Benar juga tapi, nanti kalau pria itu marah gimana? - Batin Zora yang sedikit takut
*****
Di Villa Gavin
Zora masuk diam-diam ke kawasan villa Gavin. Ia membuka pintu perlahan sambil celingukan melihat kanan dan kiri.
Semoga dia belum pulang kerja seperti biasanya - Batin Zora
Melihat situasi yang terlihat aman dan sangat sepi, Zora perlahan melangkahkan kaki masuk ke dalam dan berjalan ke kamarnya.
"Dari mana?" tanya Gavin
"Oh astaga!" kaget Zora
Perlahan Zora berbalik dan berharap itu bukan suara Gavin.
"Ga Gavin..." gugup Zora
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Happy reading:)
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡