Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemanan Baru
"Maaf silahkan kalian mencari tempat lain,mohon untuk tinggalkan taman ini"
Vivian mendekati salah satu bodyguard itu,"Apa?memangnya siapa kalian seenaknya pada kami,ini kan tempat umum siapapun boleh bermain disini"
"Maaf nyonya tapi tuan muda kami sudah menyewa taman ini untuk acara khusus"
Willy mengangguk,vivian tahu bahwa willy tipikal orang yang tidak suka membuat suasana semakin rumit.Alhasil mereka semua terpaksa mengalah dan pergi meninggalkan taman itu.
Anak itu menyeringai pada ariana dan alveric,alveric seperti biasa dia bersikap acuh sementara ariana meledek kesal pada anak itu.
"Ariana tandai muka mu itu,hm"
Ariana menghentakan langkah kaki nya,selayaknya anak seusianya dia marah dan kesal karna sedang asyiknya bermain namun merasa terganggu begitu saja.
"Huh apa kak alveric tidak kesal pada anak itu?seenaknya mengusir kita dari sana"
"Biarkan sajalah"
"Tante ayo kita bermain disana lagi",bujuk ariana pada vivian.
Ditarik nya tangan vivian,ariana berusaha membujuk agar mereka semua mau kembali ke tempat yang seharusnya menjadi sarana umum.
"Ariana kita mencari tempat lain saja ya,tempat yang tadi itu terlalu ramai untuk alveric hehe" jelas willy.
''Ayah cukup.."
"Kak alveric bagaimana jika kita bermain petak umpet"
"Tidak tertarik"
"Ayolah kak,sebentar saja ya ya?",ariana memohon matanya berkedip sebisa mungkin dia berusaha merayu alveric agar mau bermain dengannya.
"Sudahlah alveric turuti saja,ibu dan ayah tunggu akan menunggu disini"
Willy dan vivian duduk di sebuah kursi yang letaknya tak jauh dari taman yang tadi dia datangi.Alveric dan ariana memulai permainannya.Dimana alveric yang menjadi penjaga dan ariana yang harus bersembunyi.
Alveric menghitung 1 sampai 10 dimana saat hitungan terakhir dia harus mencari ariana.
Sementara itu di sebuah salon.Zein yang menyimpan rasa curiga terhadap adi terpaksa mengesampingkan dulu rasa penasarannya.
Rambut merah menyalanya itu membuat dia tidak percaya diri,zein memutuskan mengganti warna rambutnya karna setiap dia berkaca lalu melihat bayangan dirinya di cermin,"Aku tidak ingin menjadi seperti ayah".
Zein mengganti sepenuhnya warna rambutnya menjadi hitam,dia tahu bahwa akan ada masalah baru jika orangtua nya mengetahui apa yang dia lakukan sekarang.
"Tuan muda bagaimana jika ayah anda mengetahui ini,beliau pasti sangat marah"
"Aku tau resikonya seperti apa, jadi aku sudah pikirkan ini semua"
Pegawai salon yang melihat perubahan penampilan zein tak berhenti memuji Zain dengan warna rambut barunya, tak sedikit orang yang memuji kepanampilannya sekarang.
"Wah tampan sekali kamu adek kecil,sebenarnya salon ini tidak mengizinkan anak se usiamu mengecat rambut"
"Maaf ya kak,nanti aku membayar lebih"
Zein tersenyum menyipitkan kedua matanya dia memberikan cek senilai 10 juta untuk pegawai salon nya.Kaget dengan nominal yang diberikan zein awalnya pegawai itu tentu saja menolak karna dia rasa anak kecil itu berani melakukan memberikan uang tutup mulut yang besar.
"Ini semua untuk ku?"
"Ambil saja kakak,tapi jangan beritahu siapapun bahwa aku pernah kesini ya"
Zein beranjak dari duduk nya,tak lupa dia memberikan kode pada pegawai itu untuk diam dan jangan berisik.
"Tuan muda apa tidak apa apa anda melakukan ini?ayah anda pasti akan sangat marah"
"Sudahlah aku tidak peduli,ayah saja jarang memperhatikan ku, sekarang aku minta antarkan aku ke rumah anak perempuan yang kemarin"
Adi berusaha mencegah keinginan zein,seolah olah adi mengetahui sesuatu namun tidak ingin satu orangpun mengetahuinya,termasuk anak majikan nya yaitu zein.
Waktu berganti dimana ariana sudah bersembunyi di suatu tempat,namun tampak dia sadari dirinya kembali ke taman yang tadi.Dia bersembunyi dibalik semak semak itu.
Ariana melihat sedikit dari balik semak semak bahwa anak tadi sedang menikmati teh bersama keluarganya.
Ariana membayangkan betapa hangatnya sebuah keluarga lengkap.Dirinya mulai membayangkan betapa bahagianya dulu saat saat dimana masa indah itu terjadi.
Ariana terhenti dia kembali bersembunyi,tak terasa air mata itu membasahi pipi chubby nya,isak tangis yang dia tahan ditenggelamkan nya.Dia terduduk dan menangis dalam diam,kini dada nya merasakan sedikit rasa sesak.
"Ariana.. ",alveric mulai mencari di sekitaran taman itu.
Itu suara kak alveric, batin ariana.
Melihat situasi yang ramai alveric membungkukkan badan nya dan meminta maaf pada orang orang yang tengah ada di taman.
Seperti nya memang benar ada acara khusus sehingga mereka semua terpaksa tidak bisa beristirahat disitu.
"Maaf saya menganggu,kalau begitu saya permisi"
BRUK
Saat akan pergi alveric mendengar sesuatu seperti ada yang terjatuh.Ketika dia mencari sumbernya ternyata itu adalah ariana.
"Ariana bangun.."
Alveric mencoba membangunkan ariana,namun saat mencoba pertolongan pertama itu anak dari orang Jepang itu memberikan sesuatu padanya.
"Pakai ini"
"Te..terimakasih"
"Dia adik mu?"
"Apa urusanmu?"
"Hm adikmu itu sedikit menarik"
"Apa yang kamu pikirkan?"
"Anak seusia kita memang nya memikirkan apa?"
"Lantas apa?",tanya alveric yang mulai kesal.
Anak itu mengulurkan tangan nya,dia ingin berjabat tangan dengan alveric.
Alveric semakin bertanya tanya sebenarnya apa mau nya anak ini.
"Berteman"