NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Terlahir kembali dengan ingatan masa lalu yang utuh, Shen Jue dipandang sebelah mata di Akademi Canglan hanya karena membangkitkan belati kecil berkarat yang dianggap rongsokan tak berharga. Tanpa menyadari bahwa belati tersebut menyimpan rahasia kelam pemutus aliran energi alami, para murid bangsawan terus berusaha menindasnya hingga Shen Jue membongkar kelemahan mereka satu per satu dengan ketenangan yang mematikan. Bersama Ruan Xi'er dan Gongsun Zhi, ia menapak jalur petarung yang dingin di tengah himpitan intrik klan-klan besar yang haus kekuasaan. Mampukah Shen Jue membuka segel rahasia di balik belati rongsoknya dan menghentakkan takdirnya sebagai penguasa abadi di Benua Tianwu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KJT 25

Gema genta perunggu raksasa berdenting sembilan kali menembus lapisan kabut tipis pagi di puncak Kompleks Akademi Canglan. Suara dentangan berat itu merambat dari menara utama, menggetarkan dedaunan cemara yang kebasahi embun dan memutus kesunyian kompleks asrama. Bagi seluruh murid baru angkatan ini, dentangan genta sembilan kali bukan sekadar tanda pergantian jam belajar, melainkan panggilan darurat untuk berkumpul di Lapangan Bintang.

Langkah kaki ratusan murid berderap tergesa-gesa membelah selasar batu. Dalam kurun waktu singkat, lautan murid berpakaian jubah linen abu-abu dan jubah sutra biru tua telah memenuhi pelataran luas di depan panggung utama.

Di atas panggung granit yang tinggi, berdiri tiga orang tetua akademi bersama puluhan pengajar. Di barisan depan, sosok pria tua berbadan tegap dengan jubah merah hati berhias sulaman emas menatap lurus ke arah para murid. Dialah Tetua Zhao, Kepala Penguji Ujian Luar Ruangan Akademi Canglan.

Shen Jue, Ruan Xi'er, dan Gongsun Zhi berdiri berdampingan di sudut tengah lapangan. Di sekeliling mereka, murid-murid lain sengaja memberi jarak tipis—sebuah bentuk rasa segan bercampur takut yang tersisa usai peristiwa perkelahian di kantin dan Balai Disiplin kemarin.

"Harap tenang!" seru Tetua Zhao, suaranya yang diselimuti energi spiritual bergaung nyaring di atas kepala ratusan murid.

Keheningan seketika melingkupi Lapangan Bintang.

"Hari ini, pengumuman resmi ujian luar ruangan pertama untuk angkatan baru secara resmi diterbitkan," lanjut Tetua Zhao dengan pandangan mengintimidasi. "Ujian kali ini bukan sekadar simulasi atau tes fisik biasa. Kalian akan dikirim langsung ke Hutan Roh Tingkat Rendah yang terletak di perbatasan selatan akademi!"

Sorak-sorai tertahan dan bisik-bisik cemas seketika meledak di tengah barisan murid.

"Hutan Roh Tingkat Rendah?" gumam Xi'er seraya memiringkan kepalanya gembira. "Bukannya di sana banyak binatang roh berdarah murni?"

"Bukan cuma binatang roh," pungkasi Gongsun Zhi dengan suara rendahnya yang berat. "Medan di sana penuh rawa beracun dan tebing curam. Banyak murid baru di angkatan sebelumnya yang gugur atau patah tulang di dalam sana."

Tetua Zhao menghentakkan tongkat kayunya ke lantai panggung.

Brakkk!

"Dengar baik-baik!" pangkasi Tetua Zhao memotong keriuhan. "Aturan ujian kali ini sangat sederhana. Kalian dibentuk dalam kelompok yang terdiri dari tiga orang. Tugas utama kalian adalah mengumpulkan Inti Roh dari binatang buas yang kalian buru, serta merebut Token Kayu yang disembunyikan di sepuluh titik bahaya di dalam hutan."

Tetua Zhao menyapu pandangannya ke seluruh sudut lapangan. "Ujian akan berlangsung selama tiga hari tiga malam. Setiap Inti Roh dan Token Kayu memiliki bobot nilai yang berbeda. Tiga kelompok dengan poin tertinggi akan mendapatkan kompensasi sumber daya latihan berupa Obat Pemurni Dantian dan akses ke Perpustakaan Tingkat Dua!"

Mendengar hadiah Obat Pemurni Dantian, mata para murid baru dari klan besar seketika berbinar serakah. Obat itu adalah barang langka yang sanggup mempercepat akumulasi energi spiritual hingga dua kali lipat dalam semalam.

"Namun," sambung Tetua Zhao dengan nada dingin yang sarat peringatan, "di dalam Hutan Roh, tidak ada pengawas yang berdiri di samping kalian. Meskipun pembunuhan sesama murid dilarang keras dan akan dihukum mati, pertarungan perebutan token dan inti roh antar kelompok sepenuhnya dilegalkan!"

Pernyataan terakhir itu membuat atmosfer di Lapangan Bintang mendadak berubah tegang dan dipenuhi aura persaingan yang menusuk.

Di barisan depan sebelah kanan, Zhongli Chen—tuan muda jenius klan Zhongli—berdiri tegak dengan jubah biru mewahnya. Ia memutar kepalanya perlahan, melempar tatapan dingin yang sarat akan niat membunuh ke arah Shen Jue. Di sampingnya, Gao Feng dan Mo Qi tersenyum culas sambil menyilangkan jari tangan di depan dada.

Xi'er yang menyadari tatapan beracun itu langsung menyipitkan matanya tajam. "Lihat orang-orang klan Zhongli itu. Mereka pasti berencana menyergap kita begitu masuk ke dalam hutan."

"Biarkan saja," sahut Shen Jue santai, kedua tangannya terbenam tenang di dalam saku jubah abu-abunya. "Hutan Roh itu luas dan gelap. Tempat seperti itu jauh lebih menguntungkan bagi kita daripada area terbuka akademi."

"Kalian bertiga diberi waktu sampai besok pagi untuk mempersiapkan perbekalan," pungkas Tetua Zhao menutup pengumuman. "Bubarkan barisan!"

Saat lautan murid mulai terurai dan berhamburan meninggalkan Lapangan Bintang, Shen Jue mengibaskan jubahnya.

"Ayo kita ke Paviliun Sumber Daya," ajak Shen Jue pada kedua sahabatnya. "Kita perlu membeli beberapa bahan racikan obat luka dan tali tambang tebal sebelum pasokan barang di pasar akademi dihabiskan murid lain."

Ketiganya melangkah menyusuri lorong-lorong batu menuju Paviliun Sumber Daya di komplek timur. Suasana di sepanjang jalan dipenuhi keriuhan murid-murid yang sibuk membentuk aliansi dan membeli perlengkapan tempur.

Di dalam Paviliun Sumber Daya yang dipenuhi aroma tanaman herbal yang menyengat, Shen Jue memilih beberapa kantung bubuk penolak serangga beracun, kain perban kasar, serta dua botol Cairan Penahan Napas yang bisa menyamarkan bau tubuh manusia dari ciuman lekas binatang roh.

"Shen Jue, kenapa tidak beli obat pemulih energi spiritual saja?" tanya Xi'er heran saat melihat Shen Jue justru menukar poinnya dengan bubuk obat biasa.

"Obat pemulih energi buatan akademi terlalu cepat menguap dan meninggalkan aroma manis di udara," jelas Shen Jue sabar sambil memasukkan kantung bubuk herbal ke dalam tas pinggangnya. "Di dalam Hutan Roh, aroma manis obat justru akan memancing kawanan serigala dari jarak tiga mil. Bubuk pahit ini jauh lebih aman untuk menyamarkan jejak."

Gongsun Zhi menatap takjub pada kecermatan Shen Jue. "Kau seperti orang yang sudah puluhan kali bertahan hidup di dalam hutan liar."

Shen Jue hanya menyunggingkan senyum tipis tanpa membalas ucapan Gongsun Zhi. Sebagai sosok yang pernah menapak puncak kegelapan di kehidupan lalunya, perburuan di dalam hutan liar tidak lebih dari taman bermain tempat ia melatih kembali insting membunuhnya yang sempat tumpul oleh tubuh fana ini.

Malam harinya, di dalam Kamar Nomor Sembilan yang temaram oleh pendar lilin, Shen Jue, Xi'er, dan Gongsun Zhi duduk melingkar di atas lantai kayu. Di tengah-tengah mereka, terbentang peta kasar Hutan Roh Tingkat Rendah yang dilukis di atas kain kulit.

Shen Jue mengetuk jari telunjuknya pada area lembah berkabut di bagian tengah peta.

"Sesuai aturan, saat masuk besok pagi, mayoritas kelompok murid kota pasti akan langsung menyerbu area utara yang dipenuhi binatang roh bertubuh besar demi memburu Inti Roh cepat," analisis Shen Jue dengan nada suara yang amat jernih.

"Lalu kita?" tanya Gongsun Zhi fokus.

"Kita masuk melalui Jalur Rawa Barat," tunjuk Shen Jue pada lereng curam bertanda merah. "Area ini jarang disukai murid lain karena medannya licin dan berkabut. Tapi justru di sanalah Token Kayu bernilai tinggi disembunyikan. Selain itu, kerapatan pohon di Rawa Barat akan menyulitkan kelompok Zhongli Chen untuk mengepung kita dengan jumlah orang yang banyak."

Xi'er mengangguk mantap, matanya berbinar penuh semangat. "Setuju! Kecepatan Musang Perak milikku akan sangat berguna di area rawa licin itu!"

"Kerja sama kita sederhana," lanjut Shen Jue sambil menatap mata kedua sahabatnya secara bergantian. "Gongsun berdiri di barisan depan sebagai benteng pertahanan utama dengan tombaknya. Xi'er bergerak memutar dari sisi bayangan untuk memotong gerakan musuh. Dan aku yang akan mengeksekusi titik lemah sasaran."

Gongsun Zhi mengepalkan tangannya rapat-rapat di atas lututnya. "Rencana yang bagus. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menembus garis pertahananku."

"Bagus," pungkasi Shen Jue lembut. "Sekarang istirahatlah yang cukup. Hari esok di dalam Hutan Roh akan menjadi pertempuran yang sesungguhnya."

Setelah Xi'er kembali ke asrama putri dan Gongsun Zhi memejamkan mata dalam meditasinya, Shen Jue berjalan pelan ke arah jendela kayu yang terbuka. Ia merogoh belati berkarat di saku jubahnya, meraba guratan pola kelam di sepanjang mata logamnya yang masih terasa dingin menusuk kulit.

Shen Jue menatap jauh ke kegelapan malam di luar jendela, tempat bayangan samar pegunungan Hutan Roh berdiri menjulang menantang langit.

"Hutan Roh..." batin Shen Jue mendalam, bibirnya menyunggingkan senyum dingin yang teramat tipis. "Tempat di mana aturan akademi tak lagi sanggup menjangkau. Mari kita lihat, berapa banyak dari kalian yang cukup berani untuk menjadi mangsa belatiku di dalam kegelapan nanti."

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor.........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ....,......
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!