Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, Wang Dahu hanyalah seorang pecundang—pemuda bertubuh gemuk yang tak mampu berkultivasi, dihina orang lain, bahkan dipermalukan oleh wanita yang dicintainya.
Ketika semua harapannya hancur, ia mendatangi Danau Pengabul Keinginan, tempat terlarang yang konon menyimpan rahasia mengerikan. Di sana, ia membuat perjanjian dengan iblis kuno demi memperoleh kekuatan.
Namun, sesuatu yang mustahil terjadi.
Alih-alih kehilangan tubuh dan jiwanya, Wang Dahu justru menyerap kekuatan sang iblis!
Kini, rahasia yang terkubur selama ribuan tahun mulai terbangun. Seorang lelaki yang dahulu diinjak-injak perlahan melangkah menuju puncak dunia kultivasi.
Tetapi, jika iblis kuno pun ketakutan terhadap tubuhnya, sebenarnya siapa Wang Dahu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 — Tangga yang Tak Mampu Menekannya
Pagi itu, ratusan peserta berkumpul di hadapan sebuah tangga batu raksasa.
Tangga tersebut menjulang di sepanjang lereng gunung, dengan ratusan anak tangga yang tersusun hingga mencapai sebuah pelataran luas di puncaknya. Setiap batu tampak kuno dan dipenuhi ukiran yang memancarkan cahaya samar.
Di sisi tangga berdiri beberapa tetua sekte. Salah seorang dari mereka melangkah maju.
“Ujian kedua dimulai sekarang!”
Suara itu menggema ke seluruh area.
“Di dalam tangga ini terdapat formasi tekanan spiritual. Semakin tinggi kalian mendaki, semakin besar tekanan yang harus kalian tanggung. Kalian wajib mempertahankan aliran Qi di dalam tubuh sambil terus bergerak maju.”
Tetua itu berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
“Siapa pun yang jatuh, menyerah, atau kehilangan kendali atas Qi-nya akan dinyatakan gagal. Kalian tidak diwajibkan mencapai puncak, tetapi semakin tinggi kalian melangkah, semakin besar peluang untuk lolos.”
Para peserta langsung berbisik.
“Katanya tekanan di bagian atas bahkan bisa membuat kultivator Pengumpulan Qi tingkat menengah berlutut!”
“Kalau begitu, peserta dengan kultivasi rendah hampir tidak punya kesempatan.”
“Ujian ini jelas bukan sesuatu yang mudah.”
Wang Dahu berdiri di antara kerumunan. Tatapannya tertuju pada tangga batu tersebut.
Di dalam pikirannya, suara iblis terdengar.
“Formasi tekanan spiritual... Menarik. Aku ingin melihat seberapa jauh kau bisa bertahan.”
Dahu tidak menjawab.
Begitu aba-aba dimulai, para peserta segera bergerak.
Ratusan orang bergegas menaiki tangga. Namun, baru beberapa puluh anak tangga, sebagian dari mereka sudah mulai melambat.
Tekanan tak terlihat mulai menekan tubuh mereka.
“Berat sekali!”
Seorang pemuda terhuyung dan hampir terjatuh.
Peserta lain menggertakkan gigi. Mereka memaksa Qi mengalir ke seluruh tubuh agar mampu menahan tekanan yang terus meningkat.
Sementara itu, Wang Dahu melangkah dengan santai.
Satu anak tangga.
Dua anak tangga.
Sepuluh anak tangga.
Tidak ada apa-apa.
Tubuhnya tidak merasakan tekanan sedikit pun.
Bahkan, langkahnya terasa jauh lebih ringan daripada ketika berjalan di jalan biasa.
Dahu mengerutkan kening.
Apa formasinya rusak?
“Tidak,” suara iblis tiba-tiba terdengar. Kali ini nada bicaranya jauh lebih serius. “Formasi itu bekerja dengan baik. Aku bisa merasakan tekanan spiritual yang menyelimuti seluruh tangga.”
“Lalu kenapa aku tidak merasakannya?”
Iblis terdiam sesaat.
“Justru itu yang membuatku heran.”
Dahu kembali melangkah.
Namun, sesuatu yang lebih aneh segera terjadi.
Energi spiritual di sekitar tangga mulai bergerak. Aliran energi yang semula tersebar di udara perlahan berkumpul dan masuk ke dalam tubuhnya melalui pori-pori kulit.
Tidak ada rasa sakit.
Tidak ada hambatan.
Energi itu mengalir dengan sendirinya, kemudian menyebar ke seluruh tubuh sebelum sebagian kecilnya bergerak menuju dantian.
Dahu merasakan tubuhnya semakin segar.
Bahkan energi di sekitar tempat ini ikut masuk?
Iblis di dalam tubuhnya mendadak berseru.
“Tunggu! Apa yang sedang terjadi?”
“Aku juga ingin tahu.”
“Jangan bercanda! Energi spiritual di sekitarmu sedang terserap. Bukan hanya sedikit, tetapi terus-menerus!”
Dahu terkejut.
Namun, ia segera menyadari bahwa jika terus berjalan seperti ini, para tetua mungkin akan memperhatikan sesuatu yang tidak biasa.
Ia langsung memperlambat langkah.
Kemudian, ia sengaja mengatur napas menjadi berat. Sesekali ia membungkukkan tubuh dan berpura-pura menopang lututnya.
Dari luar, ia tampak seperti peserta lain yang sedang berjuang melawan tekanan.
“Lihat pemuda itu!”
Tawa terdengar dari belakang.
“Baru sampai sini sudah hampir tidak sanggup!”
“Bukankah dia peserta dari Desa Cangmu? Aku dengar kultivasinya hanya Pengumpulan Qi tingkat pertama.”
“Dengan kemampuan seperti itu, dia seharusnya tidak perlu memaksakan diri. Lebih baik turun saja!”
Beberapa orang tertawa mengejek.
Wang Dahu hanya mengangkat kepalanya sebentar, kemudian kembali melangkah.
Tidak jauh di belakangnya, Zhou Tianhe juga sedang mendaki. Melihat Dahu yang tampak kesulitan, sudut bibirnya terangkat.
“Orang seperti itu masih berani mengikuti ujian sekte?”
Ia kemudian mempercepat langkah, melewati Dahu dengan ekspresi bangga.
“Jangan sampai tertinggal terlalu jauh. Tangga ini bukan tempat untuk orang lemah.”
Dahu tidak membalas.
Ia hanya terus berjalan dengan kecepatan yang sengaja dibuat lambat.
Semakin tinggi mereka mendaki, semakin berat tekanan yang harus ditanggung.
Beberapa peserta mulai kehilangan keseimbangan. Ada yang jatuh terduduk, sementara yang lain terpaksa berhenti untuk mengatur napas.
Bahkan seorang peserta dengan kultivasi Pengumpulan Qi tingkat ketiga akhirnya berlutut setelah mencapai pertengahan tangga.
“Tidak... aku tidak sanggup lagi!”
Ia mencoba berdiri, tetapi tekanan yang menghantam tubuhnya membuat kedua kakinya bergetar.
Di sisi lain, para penonton semakin ramai.
“Lihat! Peserta yang tadi sombong sekarang bahkan tidak bisa berdiri!”
“Ujian ini benar-benar menyaring orang-orang yang tidak memiliki kemampuan.”
“Bagaimana dengan pemuda Desa Cangmu itu? Bukankah dia masih berada di belakang?”
Tawa kembali terdengar ketika mereka melihat Wang Dahu.
Dahu sedang berdiri dengan satu tangan menempel pada lutut. Wajahnya dibuat pucat dan napasnya terdengar berat.
Padahal, di dalam tubuhnya, energi spiritual terus mengalir.
Bahkan, jumlah energi yang masuk semakin besar seiring meningkatnya tekanan formasi.
Seolah-olah semakin kuat formasi itu bekerja, semakin banyak pula energi yang bisa diserap tubuhnya.
Iblis terdiam cukup lama sebelum akhirnya berbicara.
“Tubuhmu benar-benar aneh.”
“Aku sudah sering mendengarnya.”
“Jangan bercanda! Aku telah hidup selama ribuan tahun dan pernah melihat banyak tubuh istimewa. Namun, aku belum pernah melihat seseorang yang justru memperoleh manfaat dari formasi seperti ini.”
Dahu menahan senyum.
“Kalau begitu, anggap saja aku beruntung.”
“Beruntung kepalamu! Aku mulai curiga ada sesuatu di dalam tubuhmu yang bahkan tidak bisa kupahami.”
Dahu tidak menanggapi.
Ia justru mulai memusatkan perhatian pada energi yang masuk ke tubuhnya.
Ia tidak berani menyerapnya terlalu cepat. Sebaliknya, ia membiarkan energi itu mengalir perlahan dan menyatu dengan Qi miliknya, memastikan tidak ada perubahan mencolok yang terlihat dari luar.
Waktu berlalu.
Sebagian peserta telah menyerah. Sebagian lainnya masih berjuang mencapai bagian atas tangga.
Zhou Tianhe berhasil mencapai anak tangga yang cukup tinggi. Meski napasnya mulai berat, ia masih mampu mempertahankan keseimbangan.
Ketika melihat Wang Dahu yang akhirnya mendekat, ia tertawa kecil.
“Tidak kusangka kau masih bertahan.”
Dahu mengangkat kepala.
“Kenapa? Kau berharap aku sudah menyerah?”
Zhou Tianhe menyipitkan mata.
“Hanya orang bodoh yang memaksakan diri di luar kemampuannya.”
“Kalau begitu, sebaiknya kau lebih memperhatikan jalanmu sendiri.”
Wajah Zhou Tianhe sedikit berubah.
Namun, sebelum ia sempat membalas, Dahu kembali melangkah melewatinya.
Gerakannya tampak lambat dan sesekali goyah, tetapi ia tidak berhenti.
Beberapa penonton mulai memperhatikan.
“Dia masih bisa bergerak?”
“Bukankah tadi dia hampir jatuh?”
“Jangan-jangan dia hanya berpura-pura lemah?”
Ucapan itu segera disambut tawa.
Namun, semakin lama mereka tertawa, semakin sulit bagi mereka untuk mengabaikan kenyataan bahwa pemuda yang mereka ejek itu terus mendaki.
Akhirnya, Wang Dahu mencapai pelataran di bagian atas.
Ia berhenti beberapa langkah sebelum garis akhir, lalu sengaja membungkuk dan menarik napas panjang. Keringat yang telah ia usahakan dengan mengatur tubuhnya membuat penampilannya tampak tidak berbeda dari peserta lain.
Tak lama kemudian, ia melewati garis tersebut.
Tetua yang bertugas mencatat hasil mengangkat pandangan.
“Nama?”
“Wang Dahu.”
“Dari mana?”
“Desa Cangmu.”
Tetua itu mencatat namanya tanpa banyak komentar.
Namun, dari kejauhan, salah seorang tetua yang sejak awal mengamati para peserta sempat mengarahkan pandangan kepadanya.
“Pemuda itu lagi?”
“Benar, Tetua. Dia juga menunjukkan keanehan pada ujian pertama.”
Tetua tersebut tidak langsung menjawab.
Tatapannya tertuju pada Wang Dahu yang kini berdiri di antara peserta lain.
“Perhatikan dia. Jangan sampai ada sesuatu yang terlewat.”
Di dalam ruang kesadaran.
Iblis masih belum bisa menenangkan pikirannya.
“Dahu.”
“Hm?”
“Aku ingin bertanya sesuatu.”
“Apa?”
“Ketika kau menaiki tangga tadi... apakah kau benar-benar tidak merasakan tekanan?”
Dahu mengangguk kecil.
“Tidak sedikit pun.”
Iblis terdiam.
“Lalu energi spiritual yang masuk ke tubuhmu, apakah kau menyadarinya sejak awal?”
“Ya.”
“Dan kau sengaja menyembunyikannya?”
“Tentu saja. Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian.”
Iblis mengeluarkan tawa pendek, tetapi terdengar agak dipaksakan.
“Bocah licik... Kau mungkin belum menyadari betapa anehnya tubuhmu sendiri.”
Dahu hanya tersenyum tipis.
Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, satu hal mulai ia pahami.
Tangga yang membuat ratusan peserta menderita itu justru memberinya tambahan energi spiritual dalam jumlah yang tidak sedikit.
Dan jauh di dalam gerbang hitam, salah satu ukiran kuno kembali memancarkan cahaya samar.
Kali ini, cahayanya bertahan sedikit lebih lama.
Iblis melihatnya.
Wajahnya perlahan berubah serius.
Apa sebenarnya yang tersembunyi di dalam tubuh anak ini?
Sementara itu, suara tetua kembali menggema di seluruh pelataran.
“Peserta yang berhasil melewati ujian kedua, beristirahatlah. Ujian ketiga akan dimulai setelah seluruh hasil diperiksa!”
Wang Dahu memandang ke arah tempat para tetua berdiri.
Ia tahu ujian berikutnya mungkin jauh lebih berbahaya.
Namun, setelah merasakan perubahan di dalam tubuhnya, ia justru mulai menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya.