NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak

Ambil Saja Suamiku, Mbak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.

Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai

Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan Pagi Itu

Pesan itu terus menyala di layar HP Naya sampai subuh.

"Kamu akan menyesal, Naya. Aku pastikan kamu tidak dapat apa-apa. Tunggu pembalasanku besok pagi".

Naya tidak tidur sama sekali. Matanya bengkak, kepalanya berdenyut. Di luar, hujan sudah reda, menyisakan genangan dan udara dingin yang menusuk.

Jam 5 pagi, ia mendengar suara piring beradu dari dapur. Ibunya, Rahayu, sudah bangun. Tapi bukan untuk membuatkannya teh hangat. Rahayu sibuk menelepon seseorang dengan suara pelan.

"Iya, Diandra... Iya, Ibu dan ayah ada di sini... Kasihan Bimo, Nak... Iya, Ibu bilangin nanti..."

Naya mengepalkan tangan dibalik selimutnya. Bahkan di rumahnya sendiri, ibunya masih menjadi mata-mata untuk kakaknya padahal dia tahu sendiri jika dia mengusir lelaki parasit itu.

Tepat jam 6 pagi, pintu rumahnya digedor keras.

DOR! DOR! DOR!

Bukan ketukan tamu. Itu gedoran orang marah.

Adam yang tidur di ruang tamu langsung terbangun dan membukakan pintu dengan wajah masam. Raka juga terbangun, langsung siaga di depan kamar Naya.

Di depan pintu, berdiri tiga orang. Bimo dengan wajah angkuh, ibunya, Lastri, dengan tas jinjing besar, dan seorang pria berpeci yang Naya kenal sebagai Pak RT.

"Ada apa ini pagi-pagi ribut?" tanya Adam.

Bimo tidak menjawab ayah mertuanya. Matanya langsung mencari Naya yang baru keluar dari kamar dengan mukena setengah terpasang.

"Nah, ini dia ratu yang punya rumah," sindir Bimo keras. "Mana kunci apartemen saya? Saya mau ambil barang-barang saya. Dan jangan lupa, sertifikat rumah ini kan dulu dibeli pakai uang ibu saya juga waktu awal nikah? Jadi saya ada hak di sini!"

Naya membelalak. "Apa? Ngarang apa kamu, Bimo! Rumah ini aku beli sendiri! Gak ada hubungannya sama ibumu!"

Lastri maju selangkah, wajahnya penuh drama air mata. "Naya... tega kamu sama ibu? ibu sudah anggap kamu anak sendiri. Sekarang kamu usir ibu dari rumah ini yang ibu rawat tiap hari? Ibu sampai tidur di kontrakan bocor semalam!"

Sandiwara itu langsung mempan ke Rahayu.

"Kasihan mereka, Naya... Sudah, kasih aja kuncinya. Jangan perpanjang masalah," bisik Rahayu sambil menarik lengan Naya.

Raka tidak tahan lagi. "Bu, Pak, ini gak benar. Apartemen itu atas nama Naya. Dibeli sebelum nikah. Secara hukum itu harta pribadi. Bimo gak ada hak."

Pak RT yang dari tadi diam akhirnya bicara. "Begini ya, Nak Naya, Nak Bimo. Saya ke sini cuma mau mediasi biar gak rame. Warga sudah lapor katanya semalam ada keributan. Kalau masalah harta, sebaiknya dibicarakan baik-baik di pengadilan, jangan begini."

"Baik-baik gimana, Pak RT?" Bimo malah menantang. "Dia sudah bawa laki-laki lain nginep di rumah ini! Saya sebagai suami sah masih ada! Saya bisa laporkan dia atas perzinahan!"

Kalimat itu meledak seperti bom.

Adam yang tadinya membela Bimo, kini wajahnya merah padam karena malu. Nama baiknya dipertaruhkan.

"Apa? Laki-laki nginep? Siapa?" Adam menatap Raka dengan benci.

Raka mengangkat kedua tangannya. "Om, saya nginep karena banjir, saya tidur di ruang tamu bareng Om dan Tante. Demi Allah, saya gak ngapa-ngapain."

"Tutup mulutmu! Saya gak tanya kamu!" bentak Adam. Lalu ia menatap Naya dengan tatapan paling menghancurkan yang pernah Naya lihat dari ayahnya sendiri.

"Naya! Jadi benar yang dibilang Diandra? Kamu sudah selingkuh? Pantas kamu berani minta cerai!"

"AYAH! SAMPAI KAPAN AYAH PERCAYA KAKAK DARIPADA AKU!" Naya akhirnya pecah. Ia berteriak sekencang-kencangnya, semua rasa sakit yang ia pendam bertahun-tahun keluar.

"Sejak kecil Ayah selalu bela Mbak Diandra! Mbak Diandra yang manja, Mbak Diandra yang pinter! Aku apa? Aku cuma disuruh ngalah terus! Sekarang suamiku direbut sama dia, Ayah masih bela dia juga? Aku bukan anak ayah kah?, atau Ayahnya mbak Diandra saja!"

Rahayu langsung menangis histeris. "Naya! Istighfar! Jangan durhaka sama Ayah!"

Bimo tersenyum puas melihat keluarga Naya berantakan karena ulahnya. Itulah pembalasannya. Ia tidak perlu memukul Naya lagi. Ia cukup mengadu domba.

"Nah, kan, Om lihat sendiri kan anaknya durhaka," Bimo memanas-manasi. "Makanya saya gak betah punya istri seperti dia. Lebih baik saya sama Diandra yang lebih menghormati orang tua."

Naya menatap Bimo. Laki-laki yang dulu ia cintai mati-matian, yang ia biayai kuliahnya, yang ia belikan motor, kini berdiri di depan pintu rumahnya bersama selingkuhannya dan ibunya untuk menghancurkannya.

Sesuatu di dalam diri Naya putus.

Bukan lagi sedih. Tapi muak.

Ia berjalan pelan ke dalam kamarnya. Semua orang mengira ia akan mengambil kunci apartemen dan menyerah.

Tapi Naya keluar membawa sebuah map plastik bening. Di dalamnya ada tumpukan kertas.

Ia melemparkannya ke lantai, tepat di depan kaki Bimo dan Pak RT.

"Ambil! Baca!".

Semua orang menunduk. Pak RT memungut kertas paling atas. Itu fotokopi sertifikat apartemen. Atas nama: NAYA AZZAHRA ADAM. Tanggal pembelian: 2 tahun sebelum menikah dengan Bimo.

Kertas kedua adalah mutasi rekening. Transferan bulanan dari Naya ke ibu Bimo, Lastri, selama 3 tahun. Total hampir 100 juta. Dengan catatan: _uang kontrakan dan uang berobat._

Kertas ketiga adalah yang paling mematikan yaitu foto Bimo dan Diandra di hotel. Foto mereka pelukan di lobi apartemen Naya. Foto kwitansi check-in hotel atas nama Bimo, dibayar pakai kartu debit Naya yang dulu pernah Bimo pinjam.

Pak RT menghela napas panjang dan menatap Bimo dengan kecewa.

"Nak Bimo... ini... ini keterlaluan. Kamu pakai uang istri kamu buat selingkuh sama kakaknya?"

Wajah Bimo pucat pasi. Lastri yang tadinya menangis pura-pura, langsung diam.

"Ini... ini editan! Fitnah!" Bimo gagap.

"Editan?" Naya tertawa, tawa yang terdengar lebih menyeramkan daripada tangisannya. "Oke. Kalau editan, ayo kita ke kantor polisi sekarang. Kita cek CCTV apartemen. Kita cek CCTV hotel. Berani?"

Bimo mundur selangkah.

Naya lalu menatap ayah dan ibunya.

"Ayah, Ibu... lihat ini. Ini bukti kalau anak Ibu yang dibela-bela itu, Mbak Diandra, tidur sama suami adiknya sendiri pakai uang adiknya dan suaminya sendiri. Masih mau bela dia?"

Rahayu terduduk lemas di lantai, menutup mulutnya. Adam mematung, wajahnya yang tadi merah karena marah, kini pucat karena malu yang teramat sangat.

Raka menatap Naya dengan bangga. Akhirnya, sahabatnya itu melawan.

Naya menatap Bimo untuk terakhir kalinya.

"Kamu mau pembalasan, Bimo? Ini pembalasan saya. Mulai hari ini, saya akan gugat cerai kamu. Dan saya akan pastikan kamu tidak dapat SEPERPUN dari harta saya. Karena kamu tidak pernah punya apa-apa sejak awal. Kamu cuma benalu."

Ia lalu menatap Pak RT.

"Pak RT, tolong usir mereka dari halaman rumah saya. Mereka bukan warga sini dan mereka membuat keributan. Kalau tidak pergi, saya telepon polisi."

Bimo mengepalkan tangannya, urat di lehernya keluar karena menahan malu dan marah. Ia ingin membentak, ingin memukul lagi, tapi ada Pak RT dan Raka di sana.

"Kamu akan menyesal, Naya! Kamu pikir ini selesai?" ancamnya sambil menyeret ibunya pergi.

Setelah Bimo pergi, keheningan mencekam menggantung di ruang tamu.

Adam duduk kembali di kursi rotan, kepalanya tertunduk dalam. Untuk pertama kalinya dalam hidup Naya, ia melihat ayahnya menangis.

Tapi Naya sudah tidak merasakan apa-apa lagi. Hatinya sudah terlalu beku.

Ia masuk ke kamar, mengunci pintu, dan untuk pertama kalinya setelah berhari-hari, ia menangis bukan karena sedih, tapi karena lega.

Di luar kamar, HP Raka bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

"Jaga Naya baik-baik. Kalau Bimo masih ganggu, telepon saya. - A_

Raka mengernyit. Siapa A?

1
sunaryati jarum
Sahabat jika tulus tidak akan hilang Raka
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
Semoga Ada orang yg lbih Dr Arka Dan Raka. Arka Dan Raka gk mungkin melawan vania, mereka Ada hati ke vania.
Lee Mba Young
Iuhhh mnjijikan banget ternyata Arka Dan Raka.

semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
Ummi Sulastri Berliana Tobing
👏👏👏👏👏
Ma Em
Naya kamu jgn salah pilih lagi untuk pasangan hdp mu jgn karena sahabat kamu memilih dia dan juga karena orang kaya Naya pilih tapi pilihlah lelaki yg baik yg bertanggung jawab cinta dan sayang pada Naya .
Lee Mba Young
Ingat kasus Andre Dan Erin. saat kaya Raya di tinggal cari bini baru.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Lee Mba Young
jng mnemani lelaki Dr nol, krn nnti saat sukses km yg akn di buang 😄🤣.
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
Ragan Fian
"Kalau suka tema rumah tangga + perempuan yang perlahan bangkit, aku juga lagi nulis cerita dengan vibe seperti itu. Judulnya "Kau Sia siakan aku,kunikahi sahabatmu", kalau berkenan boleh mampir 🤍"
falea sezi
🤣🤣 ayah tangisan mu g tulus
falea sezi
🤣🤣 ayah ibunya cm numpang usir nay ortu bangsatt g sudi
falea sezi
goblok🤣 baru aja suka Badas ehh menye lemah
aku
beg* ngapain lu spill rencanamu dg gamblang pdhl tau bimoli tempramen. hadeh cari perkara 😌😌
nuanuan
masih memantau keseruan ceritanya..
jgn nyerah ya nay...
nuanuan
seruuuuuuu kkkk.. ayo lanjuttttt
Soraya
hadir thor
nuanuan
ditunggu lanjutannya ya thorrr💪
salam kenal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!