Yun Sheren seorang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas terseret melintasi waktu. Dia terjebak di dalam raga sang ibu ketika masih muda di zaman modern.
Namun alih-alih takut--- Yun Sheren justru menikmati semua itu. Ia bersumpah akan membalaskan dendam ibu dan neneknya pada keluarga benalu yang telah merampas seluruh hak ibunya.
Namun--- perjalanan Yun Sheren tidak semudah itu, saat ia harus berhadapan dengan para kultivator iblis dari zaman modern--- kelompok kultivator tersembunyi yang ternyata bekerja sama dengan keluarga Jia.
Dalam perjalanan nya, Yun Sheren di pertemukan kembali sama kedua kakaknya yang ternyata juga terlempar ke zaman modern. Kini, sama seperti sang ibu yang menjalankan takdirnya di zaman kuno. Mereka juga harus menjalankan takdirnya di zaman modern.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekutu
Setelah berhasil menguasai diri dari rasa terkejut nya, Song Ying dan Liu Yue menatap lekat-lekat ke arah Jia Li. Gadis di hadapan mereka itu justru tampak begitu tenang, seolah yang dia katakan bukanlah masalah besar.
"Kau benar-benar ingin masuk ke kandang serigala?" tanya Song Ying dengan nada suara yang bergetar penuh penekanan.
Matanya menyipit tajam, memancarkan kecemasan yang nyata karena ia jelas tahu betul betapa liciknya tabiat keluarga Jia itu.
Mengingat masa lalu membuat dadanya sesak; dulu, Jia Li tidak pernah mau mendengarkan nasihat siapa pun. Bagi Jia Li yang naif saat itu, seburuk apa pun perlakuan mereka, mereka tetaplah keluarga kandungnya yang harus dihormati.
Liu Yue memajukan tubuhnya, menumpukan kedua tangan di atas meja seraya menatap Jia Li dengan pandangan memohon sekaligus memperingatkan.
"Pikirkan lagi, Jia Li. Aku hanya tidak ingin kau kembali menangis dan terluka karena kata-kata mereka," sambung Liu Yue, suaranya melembut namun sarat akan ketegasan seorang pelindung.
Jia Li berdiri dengan tenang. Ia tidak langsung menjawab nada kekhawatiran itu. Perlahan, Jia Li menatap mereka satu per satu, merasakan ketulusan yang terpancar dari sepasang mata kedua sahabat ibunya, lalu menghela nafas panjang yang berat.
Namun, belum sempat satu kata pun lolos dari bibir Jia Li, sebuah suara mekanis yang dingin dan monoton mendadak menggema dengan keras di dalam kepalanya.
Ding!
[Mendeteksi adanya sekutu kuat. Proses identifikasi target dimulai...] suara sistem bergema, menghentikan aliran pemikiran Jia Li sejenak.
[Identifikasi pertama berhasil. Nama: Liu Yue. Status: Putri kesayangan dari keluarga Liu, pemegang puncak kekuasaan tertinggi di Negara C,] kata sistem memberi tahu secara detail.
Tanpa jeda, suara itu kembali terngiang, [Identifikasi kedua berhasil. Nama: Song Ying. Status: Putri dari keluarga Song, pemegang kekuasaan terbesar kedua setelah keluarga Liu.]
Jia Li mengerjapkan matanya sedikit, terkejut dengan informasi dari sistem tersebut. Namun, sistem belum selesai bicara.
[Nona, sistem sangat menyarankan Anda untuk segera menjalin kerja sama dengan mereka. Nona bisa menggunakan jaringan dan kekuasaan mereka untuk mempermudah serta mempercepat proses pembangunan bunker, sehingga tidak akan ada hambatan atau masalah hukum apa pun yang bisa mengganggu.]
Jia Li terdiam seribu bahasa setelah mendengar pemberitahuan sistem yang bergema di benaknya. Sepasang matanya yang jernih kembali menatap kedua wanita yang masih menanti jawabannya dengan cemas.
Apakah mereka benar-benar bisa dipercaya? ragu sempat menyelinap di hatinya.
Namun, sedetik kemudian, ingatan Jia Li berputar kembali pada potongan-potongan cerita yang pernah disampaikan ibunya dulu.
Di saat seluruh anggota keluarga Jia terus-menerus menghinanya dengan kata-kata kasar, memaki, bahkan sama sekali tidak menghargai keberadaan ibunya, hanya kedua wanita inilah—Liu Yue dan Song Ying—yang selalu menjadi tempat teraman dan paling nyaman bagi ibunya untuk menumpahkan segala keluh kesah.
Sebenarnya, jika ibunya mau, ibunya bisa saja meminta bantuan pada kekuasaan besar mereka untuk menghancurkan keluarga Jia sejak dulu.
Namun, ibunya yang saat itu masih mengharapkan kasih sayang tulus dari keluarga toxic itu, memilih untuk bertahan dan tidak melakukannya.
Jia Li mengepalkan jemarinya saat kilasan memori lain berputar. Ia ingat betul, saat dirinya mendengar cerita itu langsung dari bibir ibunya, ada kilatan mata penuh kebencian mendalam yang sempat terpancar di sana.
Ibunya baru menyadari bahwa keluarga serakah itulah yang menjadi dalang utama di balik kehancuran total orang tuanya.
Sayangnya, takdir berkata lain. Ibunya tidak bisa melakukan pembalasan apa pun karena pada akhirnya, sang ibu memilih untuk tetap tinggal di zaman kuno dan melepaskan seluruh dendamnya pada keluarga itu demi tetap bisa bersama orang-orang yang menyayangi nya.
Jia Li kembali menatap mereka berdua, lalu menghela nafas panjang. "Aku akan tinggal di rumah itu... bukan sebagai pelayan... bukan juga sebagai anak yang penurut... aku akan datang, sebagai pemilik dari rumah itu," kata Jia Li dengan nada suara yang tenang namun sarat akan ketegasan yang tak terbantahkan.
Liu Yue dan Song Ying yang sejak tadi diam membisu menunggu jawaban Jia Li saling pandang sekilas. Tatapan mata mereka tampak begitu antusias dan berbinar mendengar untaian kalimat yang keluar dari bibir sahabat mereka.
"Maksudmu?" tanya mereka bersamaan, tak sabar ingin menggali lebih dalam rencana yang ada di kepala Jia Li.
Jia Li melipat kedua tangan di dada, menyandarkan punggungnya dengan gestur tubuh yang memancarkan aura dominan.
"Maksudku... waktunya pembalasan," kata Jia Li begitu santai, seolah-olah ia baru saja membicarakan rencana liburan akhir pekan.
Ia menjeda kalimatnya sejenak, menatap lurus ke depan dengan pandangan dingin. "Selama ini aku selalu menjadi anak yang penurut. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, untuk apa aku melakukan semua kebodohan itu? Mereka juga tidak pernah menganggap ku sebagai anak yang berharga."
"Jadi...?" tanya Song Ying dan Liu Yue berbisik, menahan napas karena atmosfer di sekitar mereka mendadak berubah menjadi intens.
"Aku akan membalas mereka semua tanpa terkecuali. Aku akan membuat keluarga Jia kehilangan semuanya hingga mereka memohon di kakiku," katanya dengan senyuman tipis yang mematikan.
Hening! Ruangan itu mendadak sunyi senyap untuk beberapa saat.
Sebelum-----
"KYAAAAAA!"
Pekikan histeris itu memecah keheningan. Liu Yue dan Song Ying langsung berdiri serentak dari duduknya dan menghambur untuk memeluk erat tubuh Jia Li, hampir membuat gadis itu terjerembap ke belakang.
"Akhirnya... akhirnya kau sadar juga dari keluguanmu yang menyebalkan itu!" kata Liu Yue dengan mata berkaca-kaca karena lega.
Song Ying mengangguk penuh semangat di bahu Jia Li. "Koma membawa berkah! Siapa sangka tidur panjangmu justru memicu otak cerdasmu kembali berfungsi!" lanjutnya lagi tanpa saringan.
Jia Li hanya mengerjapkan matanya berkali-kali, ekspresi wajahnya yang kebingungan terlihat sangat lucu dan kontras dengan aura kejamnya yang tadi.
"Kita harus merayakan kebangkitan ratu baru kita!" kata Song Ying menyeka air mata dramatisnya.
Liu Yue mengangguk antusias menyetujui ide tersebut dengan senyuman lebar. "Pokoknya malam ini kita harus bersenang-senang, berpesta, dan menyusun rencana untuk menghancurkan mereka semua!" ucapnya berapi-api.