NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:39.4k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat satu tahun berlalu, Reatha diam-diam pergi.

Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuh

Hari yang dinanti akhirnya tiba.

Sejak pagi, rumah keluarga Reatha sudah dipenuhi kesibukan. Orang-orang berlalu-lalang membawa pakaian, bunga, dan berbagai perlengkapan yang akan dibawa ke hotel tempat pernikahan berlangsung.

Hari ini, Reatha akan menikah. Bukan dengan pria yang dicintainya. Bahkan bukan dengan pria yang mengenalnya. Ia akan menikah dengan Azka, seorang pria yang seharusnya menjadi suami kakaknya. Raisa.

Nama itu kembali terlintas di benaknya. Reatha berdiri di depan cermin dengan gaun pengantin yang membuatnya terlihat berbeda. Rambutnya ditata rapi, wajahnya dipoles dengan riasan lembut, dan senyum tipis menghiasi bibirnya.

Kalau dilihat sekilas, tidak ada yang akan menyangka bahwa perempuan di dalam cermin itu sedang menyembunyikan sebuah kebohongan besar.

Pintu kamar terbuka. Mama masuk bersama salah seorang perias.

"Sudah siap?" tanya Mama.

Reatha mengangguk. "Sudah, Ma," jawabnya.

Mama memperhatikannya dari ujung kepala sampai kaki. "Ingat semua yang Mama katakan."

Reatha tersenyum kecil. "Tenang saja, Ma. Aku tidak akan lupa."

"Kamu harus benar-benar hati-hati," ujar Mama mengingatkan lagi.

"Iya, Ma," jawab Reatha singkat.

Mama menghela napas. "Mulai hari ini, kamu adalah Raisa."

Kalimat itu membuat senyum Reatha sedikit memudar. "Selama satu tahun," ucapnya pelan, tapi masih dapat di dengar.

Mama mengangguk. "Setelah itu semuanya selesai. Raisa kembali, kamu bisa melakukan apa saja keinginanmu!" serunya.

Reatha menatap dirinya sendiri di cermin. Satu tahun, bukan waktu yang lama. Setelah itu ia akan mendapatkan dua miliar dan pergi dari kehidupan ini.

Pernikahan berlangsung di sebuah hotel mewah. Pernikahan dilakukan pagi hari. Ruangan dihias dengan bunga-bunga putih dan nuansa elegan yang membuat suasana terasa sakral.

Reatha duduk di samping Azka. Jantungnya berdebar sejak tadi. Bukan karena bahagia. Melainkan karena gugup.

Sesekali ia melirik pria di sampingnya. Azka terlihat sangat tenang. Wajahnya tampan, tetapi nyaris tanpa ekspresi. Tidak ada kebahagiaan yang terlihat di matanya.

Reatha tahu alasannya. Azka tidak mencintai Raisa. Pria itu mencintai wanita lain.

Dan hari ini, dia menikah dengan perempuan yang bahkan bukan Raisa. Ironis.

Setelah pernikahan mereka dinyatakan sah, tepuk tangan terdengar dari seluruh ruangan.

Reatha menarik napas panjang. "Sekarang aku benar-benar istri orang," gumamnya dalam hati. Namun, status itu hanya sebuah sandiwara.

Siang harinya, pesta pernikahan langsung diadakan. Ballroom hotel dipenuhi para tamu undangan. Musik mengalun lembut, sementara para pelayan sibuk membawa makanan dan minuman kepada tamu.

Reatha dan Azka duduk berdampingan di pelaminan. Keduanya tersenyum. Tersenyum kepada keluarga, sahabat dan tamu. Seolah-olah mereka adalah pasangan paling bahagia di dunia.

Padahal, di balik senyum itu, keduanya sama-sama tahu bahwa pernikahan ini terjadi karena keadaan. Reatha terpaksa menggantikan kakaknya. Sementara Azka terpaksa menikah demi memenuhi keinginan keluarganya.

"Selamat ya, Raisa."

"Semoga menjadi keluarga yang bahagia."

"Semoga cepat punya momongan."

Berbagai ucapan terus berdatangan. Reatha hanya menjawab dengan senyum. "Terima kasih," ucapnya.

Azka juga melakukan hal yang sama. "Terima kasih sudah datang," ujar pria itu.

Sampai akhirnya, ketika antrean tamu semakin panjang, seorang gadis cantik tiba-tiba naik ke pelaminan. Reatha langsung memperhatikannya.

Gadis itu mengenakan gaun sederhana tetapi sangat elegan. Wajahnya cantik, rambutnya terurai dengan rapi, dan sorot matanya terlihat penuh keyakinan.

Ia berjalan mendekati Reatha. Kemudian mengulurkan tangan. "Kenalkan, namaku Vania," ucapnya.

Reatha membeku sesaat. Vania? Nama itu pernah ia dengar. Nama kekasih Azka.

Reatha perlahan menjabat tangannya. "Hai," balasnya.

Ia tersenyum sopan. Namun, matanya diam-diam melirik Azka. Dan benar saja, ekspresi Azka berubah. Pria itu terlihat benar-benar gugup.

Reatha langsung yakin. Gadis ini adalah Vania, kekasih Azka.

Vania kemudian berjalan mendekati Azka. Mereka berdiri berhadapan.

Vania tersenyum tipis. "Selamat atas pernikahanmu," ucapnya.

Azka tidak menjawab. Vania kemudian berkata pelan, tetapi cukup jelas untuk didengar Reatha.

"Ingat janjimu, Sayang," ujar Vania.

Sambil mengatakan itu, Vania memandang Reatha. Seolah sengaja ingin menunjukkan sesuatu. Mungkin Vania berpikir Reatha akan terkejut.

Bisa jadi ia mengira Reatha akan marah karena mendengar seorang perempuan memanggil suaminya dengan sebutan sayang. Namun, Reatha justru tersenyum tenang. Tidak ada sedikit pun perubahan pada wajahnya.

Reatha bahkan terlihat santai. Vania tampak sedikit heran. Kemudian gadis itu kembali menatap Reatha.

"Apa kamu tahu siapa aku?" tanya Vania akhirnya.

Reatha mengangguk. "Tentu."

Vania mengangkat alis. "Siapa?" tanyanya.

Reatha tersenyum tipis. "Kamu pasti kekasihnya Azka," jawabnya.

Suasana di antara mereka mendadak terasa aneh. Azka menatap Reatha. Vania pun terlihat sedikit terkejut.

"Ternyata kamu sudah tau," ucap Vania.

"Ya." Reatha menjawab santai. "Namamu pernah aku dengar."

Vania mendekat sedikit. "Kalau begitu kamu juga harus tahu satu hal."

"Apa?" tanya Reatha. Kebetulan tamu undangan banyak yang sedang menyantap hidangan, hanya sedikit yang bersalaman sehingga mereka bisa sedikit bicara.

"Walau kamu menikah dengannya, hati Azka tetap untukku," ucap Vania. Tatapannya begitu tajam. "Jadi jangan berharap lebih."

Reatha justru tersenyum dan menjawab, "Jangan takut." Ia menatap Vania dengan tenang. "Aku tahu diri dan pandai menempatkan diri."

Vania terdiam. Azka yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara.

"Sudahlah, Raisa. Cukup!" ucap Azka sedikit ketus.

Nada suaranya terdengar tegas. Reatha menoleh.

Azka melanjutkan, "Vania hanya mengenalkan dirinya. Kenapa kamu menjawab ketus begitu?"

Reatha mengerutkan kening. Kemudian tersenyum simpul. "Maaf, Tuan Azka."

Ia sengaja menggunakan nada sangat tenang. "Aku rasa nada bicaraku biasa saja," ucap Reatha selanjutnya.

Azka menatapnya. "Kamu—"

Namun, kalimatnya terhenti. Seorang tamu sudah berdiri di depan pelaminan.

"Maaf, kami ingin bersalaman."

Azka akhirnya menghela napas. Ia tidak punya kesempatan untuk melanjutkan perdebatan.

Satu per satu tamu kembali berdatangan. Reatha kembali memasang senyum pengantinnya. Vania masih berdiri di sana.

Azka menatap perempuan itu cukup lama sebelum akhirnya berkata pelan. "Sayang, pulanglah."

Vania menatapnya. "Kenapa?" tanyanya.

"Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan berada di sini."

Vania diam. Azka kemudian melanjutkan dengan suara rendah.

"Apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu bayangkan," ucap Azka.

Reatha mendengar semuanya. Azka melirik sekilas kepadanya.

"Aku hanya menikahinya di atas kertas!" seru Azka.

Reatha tetap tersenyum. Entah kenapa kalimat itu justru membuatnya lega. Bagaimanapun, sejak awal ia memang tidak menginginkan cinta dari pria ini.

Vania menarik napas. "Lalu malam ini?"

Azka menatapnya. Mendengarkan ucapan Vania selanjutnya.

"Aku mau kamu denganku," ucap Vania. Kebetulan tamu undangan juga telah turun dari pelaminan, sehingga ia bisa bicara begitu.

Azka terdiam beberapa detik. Kemudian menjawab tanpa ragu. "Ya. Tunggu aku di apartemen."

Vania tersenyum. Azka mengangguk memberikan isyarat agar sang kekasih bisa tenang.

"Baiklah, jangan lupa janjimu," ucapnya. Vania kemudian turun dari pelaminan.

Reatha memperhatikan langkah gadis itu sampai akhirnya menghilang di antara para tamu. Ia kembali menatap ke depan. Senyumnya masih terpasang.

Tapi ia merasa ada sesuatu yang aneh di dalam hatinya. Bukan cemburu atau sakit hati. Hanya sebuah kesadaran bahwa pernikahan ini benar-benar tidak memiliki tempat untuk cinta.

1
Naufal Affiq
gak sadar juga kamu vania,rea itu istrinya,kamu hanya pelakor
Teh Euis Tea
ga mungkin gimana vania Reatha istri sah nya azka gimana sih km, tp sah ga ya pernikahan mereka kan namanya yg di ijab kabul raisa bkn reatha?
Eva Karmita
dasar benalu so berkuasa sadar diri napa kamu itu siapa cuma pelakor yg tidak tahu diri menjual kebaikan kakak mu untuk jadi tameng mu 😏
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Suanti
setelah raisa/ reatha prgi baru azka merasa kehilangan bakal menyesal azka 🤭
Eva Karmita
seiring berjalannya waktu kamu akan sadar Azka ... tapi semoga saja bila waktu nya tiba kamu tidak terlambat dan menyesal , wanita yg selama ini menemanimu Tampa menuntut apapun pergi Tampa jejak
Lela Angraini
smga dgn kejadian ini kamu segera sadar dan menyadari perasaanmu sblm waktuny tiba nanti reatha pergi dri kehidupanmu
Lela Angraini
heleeehhh preeettt,,cinta duitny doank kamu itu. pgn lihat kamu di campakkan aku 🤣🤣
ken darsihk
Apa yang akan terjadi yak , setelah satu tahun terlewati
Naufal Affiq
mudah-mudahan kau paham untuk semuanya azka,kau sudah menikah,dan harus menghargai hati istrimu,biar pun dia bukan wanita yang kau cintai,kalau untuk vania itu wanita yang dititip kan kepada mu,hanya untuk di jaga,bukan untuk di nikahi
Sugiharti Rusli
dan sejatinya hati nurani si Azka masih jalan sih, dan cinta yang selama ini dia rasa buat Vania, bisa jadi bukan cinta sebenarnya yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi keberadaan Raisa/Reatha di sisi Azka selama beberapa bulan ini bisa mendekatkan mereka, meski tidak ada sentuhan fisik,,,
Sugiharti Rusli
terkadang manusia yah terlalu percaya pada dirinya sendiri sih, padahal yang menggenggam hati manusia tuh Sang Pencipta,,,
Ass Yfa
ada yak..adil buat istri dan pacar
...nikahin tuh si Vania lepasin Raisa /Reatha
Ass Yfa
kok aku pingin alurnya dicepetin..setahun kemudian🤭...ini bahkan belum sebulan....
falea sezi
nunggu lu nangis darah aska🤣🤣 pas Reta pergi🤣🤣 duh cpet ini donk thor
falea sezi
cpet donk setahun🤣 g sabar liat muka aska pas menyesal🤣🤣🤣
Radya Arynda
Dasar goblok,,,sudah reatha,,,jangan ber harap,,,,,,pelakor kok di li dungi goblok banget
Radya Arynda
banci azka,,,laki2 bodoh,tolol,,,semogah cepat dapat karma,,,laki2 menjijikan,,,,
Lusi Hariyani
emang vania jg istrimu aska
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!