NovelToon NovelToon
JADIAN YUK!!

JADIAN YUK!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arjuna Baskoro adalah ketua Geng Petir yang tampan, kaya, dan berpengaruh di SMA Cendekia. Ia dikenal sebagai pemuda yang suka bersenang-senang dan menganggap hubungan dengan wanita hanya sebatas hiburan semata. Semua berubah saat ia bertemu Laila Arsyila-siswi berprestasi, sederhana, mandiri, dan harus bekerja paruh waktu untuk membantu kehidupan keluarganya.

Awalnya Arjuna hanya iseng mengganggu Laila, karena gadis itu satu-satunya yang tidak terpesona dan selalu berani melawannya. Namun rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi cinta yang tulus untuk pertama kalinya. Sementara Laila yang awalnya kesal dan menolak, mulai melihat sisi baik Arjuna di balik sikap nakalnya.

Dengan latar belakang kehidupan yang sangat berbeda, keduanya harus menghadapi berbagai rintangan mulai dari kecemburuan orang lain, pandangan lingkungan, hingga tantangan untuk saling memahami. Mampukah cinta mereka menyatukan dua dunia yang terasa begitu jauh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Kehidupan Laila

Bel tanda pelajaran usai akhirnya berbunyi nyaring, menggema ke seluruh penjuru sekolah. Seperti biasa, suasana seketika berubah menjadi riuh siswa-siswa berhamburan keluar kelas, saling menyapa atau bergegas menuju tempat parkir masing-masing.

Arjuna dan ketiga temannya melangkah santai menuju area parkir khusus Geng Petir yang sudah jadi wilayah mereka. Namun baru sampai di tempat itu, pandangan Arjuna langsung tertuju pada satu sosok yang juga baru tiba...Laila.

Laila menghela napas panjang, lalu melangkah mendekati motor matic kesayangannya yang terparkir tak jauh dari deretan motor sport milik Arjuna dan kawan-kawan. Jaraknya memang sengaja dipilih sebelumnya, tapi mulai hari ini Laila sudah bertekad dalam hati. besok ia akan memindahkan kendaraannya ke tempat lain yang lebih aman dan jauh dari gangguan.

Arjuna hanya berdiri bersandar di motornya, tangan dimasukkan ke dalam saku celana, lalu tersenyum tengil begitu melihat Laila menoleh sekilas dengan wajah waspada. Namun anehnya, hari ini Arjuna hanya diam saja. Ia tidak mendekat, tidak menggoda, dan tidak mencari kesalahan. hanya menatap dan memperhatikan setiap gerak gadis itu.

Hal itu justru membuat Laila merasa lega sekaligus gelisah. Kenapa dia diam aja? Apa dia lagi menyusun rencana liciknya? batinnya bertanya-tanya. Ia berusaha secepat mungkin menyalakan motornya, lalu melaju perlahan meninggalkan area parkir.

Arjuna terus menatap punggung Laila sampai menghilang di balik gerbang sekolah. “Oh, jadi itu kendaraannya. Sederhana, tapi lucu seperti orangnya,” gumamnya pelan hanya untuk didengar dirinya sendiri, sambil mengangkat sudut bibirnya.

Di perjalanan pulang, Laila akhirnya bisa menarik napas panjang dengan lega. Ia kira tadi Arjuna akan kembali berulah seperti biasa, tapi untungnya hari ini laki-laki itu hanya diam saja. Rasa aman itu hanya bertahan sebentar, karena di dalam hatinya ia tahu...Arjuna Baskoro bukan tipe orang yang akan berhenti begitu saja. Ia hanya bisa berdoa semoga besok dan hari-hari berikutnya ia bisa bersekolah dengan tenang tanpa gangguan apa pun.

Sesampainya di rumahnya yang sederhana namun bersih dan rapi, Laila segera masuk dan berganti pakaian serta membersihkan diri. Kedua orang tuanya saat itu masih sibuk melayani pembeli di warung sembako kecil yang terletak tepat di depan rumah. Penghasilan dari usaha itu memang tidak seberapa, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari mereka.

Dulu kehidupan keluarga mereka masih terbilang berkecukupan. Namun saat adik laki-lakinya masih hidup, tabungan orang tuanya perlahan habis terkuras. Adiknya menderita gagal ginjal kronis, sehingga harus menjalani cuci darah rutin setiap dua minggu sekali agar bisa bertahan hidup. Biaya pengobatan dan perawatan yang tidak sedikit membuat ayah dan ibunya harus bekerja lebih keras, bahkan rela mengorbankan sebagian harta yang mereka miliki demi kesembuhan putra tercinta.

Sayangnya, takdir berkata lain. Setelah berjuang selama tiga tahun melawan penyakit itu, adiknya akhirnya harus menghembuskan napas terakhir dan kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Meskipun hati hancur dan sedih, orang tuanya tidak pernah menyesal mereka sudah berusaha memberikan yang terbaik sampai detik terakhir.

Laila mengusap air mata yang tiba-tiba menetes mengingat masa lalu itu. Ia segera menyibukkan diri membereskan rumah, menyapu halaman, dan membantu menyiapkan kebutuhan untuk malam hari agar ibunya tidak terlalu lelah nanti.

Setelah salat Magrib dan makan malam, Laila bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Sejak kelas sepuluh, ia sudah memutuskan untuk bekerja paruh waktu di Kafe 28. Tujuannya jelas, ia ingin menabung biaya kuliah nanti dan tidak ingin membebani kedua orang tuanya yang penghasilannya pas-pasan saja.

Ayah dan ibunya sebenarnya sudah melarang, takut ia kelelahan dan mengganggu waktu belajarnya. Namun Laila tetap teguh pada pendiriannya. ia ingin membuktikan bahwa ia bisa berdiri di atas kakinya sendiri.

Sebelum melangkah pergi, ia mampir sebentar ke warung untuk berpamitan. “Yah, Bu, Laila berangkat kerja dulu ya."

Ibunya tersenyum sambil mengelus kepala putrinya. “Hati-hati di jalan, Nak. Jangan pulang terlalu malam, ya.”

“Siap, Bu.”

Dengan tas selempang kecil di bahu, Laila menyalakan motornya dan melaju menuju Kafe 28, tempat di mana ia akan kembali bertemu dengan dunia luar yang tidak selalu mudah dan mungkin saja, takdir akan mempertemukannya lagi dengan orang yang ingin ia hindari sebisa mungkin.

1
Rafi Hafizh
hati hati Laila🫣
Rafi Hafizh
vampir kali jun🤣
Ananda Anggit
🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!