Biyanna Loralie Avacyn adalah gadis remaja yang tidak suka diatur. Anna, orang sering memangilnya itu. Anna memiliki satu orang sahabat yakni Ellerose Naselin Jasney yang sama sama suka kebebasan.
Namun tak disangka tak diduga tiba tiba orang tua kedua gadis itu menjodohkan mereka dengan anak sahabat mereka karena sudah tak sanggup lagi untuk menjaga kedua anaknya yang suka kabur kaburan.
Mereka adalah Xiaotian Charis Livian dan Albiru Sky Geovander yang ternyata musuh bebuyutan dua sahabat itu.
Gimana kehidupan mereka kedepannya?
kita saksikan kisah ceritanya di "Menikahi Musuhku".
Selamat membaca, , ,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
...~•Happy Reading•~...
......................
Malam yang cerah dengan dihiasi bintang dan bulan yang menerangi bumi. Terlihat dia gadis cantik dengan pakaian berwarna hitam keluar dari sebuah apartemen mewah di pusat kota.
Kedua gadis itu berjalan ke arah parkiran khusus menuju motor sport yang terparkir disana.
Dengan drama slow motion, motor melaju dengan kecepatan sedang saling beriringan menuju suatu tempat.
Disisi lain pun sama.
Tiga motor sport melaju membelah jalanan dengan saling beriringan tanpa ada yang menyala. Dari tempat yang dilewati tiga motor tersebut sama dengan dua motor sebelumnya. Yang artinya mereka akan berada di satu tempat yang sama.
CKIT
Ban motor bergesekan dengan aspal saat rem ditekan. Dari kejauhan, Anna dan Rose menatap keramaian yang terlihat kondusif.
"Gak ada tawuran gak seru".
BUGH
Anna menendang body motor milik Rose tanpa aba aba, untung aja Rose bisa menyeimbangkan motornya, jika tidak habislah badan bak gitar spanyol itu mencium aspal jalanan.
"Ucapan adalah doa, jangan sampe ada tawuran anjing bisa bisa bokap gue suruh orang buat nyeret gue".
"Emang bonyok Lo tahu?". Selidik Rose.
Tatapan Anna seketika berubah tajam. "Bener bener Lo ya, IQ 200 Lo kemana anjing".
Bibir Rose mengerucut dikatai seperti itu. "Ya kan gue cuma nanya". Gumamnya.
"Sebelum keluar dari mulut lewat otak dulu anjing pertanyaan Lo". Kesal Anna, dia bener bener diuji oleh sahabatnya itu.
"Ya maaf".
"Kagak ada kata maaf". Pekik Anna kembali melajukan motornya menuju keramaian.
Rose yang ditinggalkan dengan bodo amat nya malah berjalan ke arah lain. Tujuannya adalah warung Madura dekat sirkuit.
"Berapa pak?". Sambil meletakan dua air dingin dan dua sprite.
"18 ribu neng".
Rose mengambil uang berwarna biru lalu menyerahkannya kepada bapak penunggu warung.
"Ada balapan neng?".
"Gak tahu pak". Jawab Rose sambil meminum air dingin untuk menyegarkan tenggorokan.
"Ambil aja kembaliannya pak". tambahnya saat bapak itu menyerahkan kembalian.
"Terimakasih neng".
Rose mengangguk lalu mengambil kantong plastiknya meninggalkan warung.
Disisi Anna, gadis itu menatap sekeliling mencari keberadaan sahabatnya yang menghilang tiba tiba.
"Lah kemana si anjing". Gumam Anna tak menemukan rose.
Gak lama.
BUGH
Benda dingin tiba tiba menempel pada pipi Anna. "Nyari gue Lo". Ujar si pelaku yang ternyata Rose.
"Anjing Lo ya gue kaget". sambil menerima botol sprite lalu meminumnya.
"Mampir warung, gimana? Udah daptar".
"Udah, Lo bagian dua".
"kagak bareng kita?".
"Kagak". Melempar botol bekas secara tiba tiba, untung saja Rose dengan gesit menangkap nya.
Bremmmm
Bremmmmm
Breemmmm
Tiga motor sport datang membelah kerumunan yang langsung disambut meriah oleh orang orang yang ada disana.
"Woooo king racing datang".
"Waah bakal seru nih".
"Balik pagi nih kita".
"Denger denger bakal turun semua nih malam ini".
Teriakan teriakan itu membuat kuping Anna pengang. Tapi untuk adu bacot Anna sungguh malas berurusan dengan orang orang yang ada disana, apalagi trio sengklek.
"WOY ANNABELLE".
Langkah kaki gadis itu seketika terhenti saat nama itu disebutkan. Tidak usah berbalik pun Anna sudah tahu itu siapa.
Bola mata Anna memutar saat melihat tiga orang itu mendekat, sedangkan rose hanya diam disampingnya dengan muka cuek.
"Gue tantangin lo balapan Annabelle". Ujar Xiaotian dengan mata naik turun.
Sungguh itu sangat menyebalkan dimata Anna.
"Lo nantangin gue?".
"Ya".
"Oke gue jabanin, siapa takut".
...~•Bersambung•~...