NovelToon NovelToon
Savage Royalty

Savage Royalty

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Diam-Diam Cinta
Popularitas:216
Nilai: 5
Nama Author: SeraphinSky

SMA Pertiwi dan STM Rajawali bagaikan langit dan bumi yang dipaksa berdampingan. Hanya terpisah oleh satu tembok tinggi, Pertiwi adalah istana bagi putri-putri konglomerat yang dipimpin oleh Roseanna Vallerian, sang Ratu Es yang perfeksionis. Sementara di sebelahnya, Rajawali adalah medan perang bagi Fattah Maverick, legenda jalanan yang memimpin pasukannya dengan kepalan tangan dan loyalitas tanpa batas.

​Selama tiga tahun, "Perjanjian Batas" menjaga gencatan senjata di antara mereka: Jangan sentuh wilayah kami, dan kami tidak akan menyentuh kalian.
​Namun, kedamaian itu hancur dalam semalam. Serangkaian teror misterius menghantam kedua sekolah. Mobil-mobil mewah siswi Pertiwi dirusak dengan lambang Rajawali, dan markas Rajawali dibakar oleh sosok berseragam Pertiwi. Fitnah menyebar lebih cepat dari api. Tawuran pecah di perbatasan, dan kedua sekolah terancam ditutup permanen oleh Dinas Pendidikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeraphinSky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: OPERASI KUDA TROYA DAN WIG KAK SETO

H-1 Pensi Besar SMA Pertiwi (Pukul 14.00 WIB)

Aula Utama SMA Pertiwi

​Jika neraka punya dekorasi pesta, mungkin bentuknya seperti Aula SMA Pertiwi siang ini.

​Kabel berseliweran, panggung raksasa sedang dipasang, lampu sorot diuji coba sampai bikin buta, dan teriakan Roseanna Vallerian menggema lebih kencang dari sound system.

​"INI KENAPA TIRAINYA WARNA MERAH CABE?!" teriak Roseanna pada vendor dekorasi. "Gue minta MAROON! Merah hati! Bukan merah dangdut! Ganti sekarang atau gue bakar truk kalian!"

​Vendor itu gemetar ketakutan. "T-tapi Non, stok kain maroon habis..."

​"Beli pabriknya kalau perlu!" potong Roseanna sadis. "Aqeela! Transfer!"

​Aqeela Azalea muncul dari balik tumpukan bunga lili impor. Dia sedang memegang mesin EDC (mesin gesek kartu) pribadi.

​"Siap, Rose! Pabrik kain di Tangerang udah aku beli barusan. Kainnya lagi dikirim pake helikopter biar cepet," kata Aqeela santai sambil mengunyah macaron. "Oh ya, aku juga pesen chandelier (lampu gantung) kristal asli dari Austria buat di tengah panggung. Biar vibes-nya kayak Beauty and the Beast."

​Raisa Azure sedang memarahi tim keamanan di pintu masuk.

"Inget ya! Besok pemeriksaan tas harus ketat! Kalau ada yang bawa senjata tajem, bom molotov, atau cowok botak yang mukanya kriminal... TENDANG KELUAR!"

​Sementara itu, Lia duduk di kursi sutradara (dia bawa sendiri dari rumah), memakai kacamata hitam di dalam ruangan. Dia bertugas sebagai "Seksi Kurasi Estetika".

​"Lia, menurut lo posisi bunganya gimana?" tanya Naura yang sibuk sama laptop.

​Lia menurunkan kacamatanya sedikit. "Geser kiri 2 senti. Warnanya norak, ganti pastel. Dan singkirkan teknisi yang bau ketek itu, ngerusak mood gue."

​Lia kembali main HP. "Sumpah, ngurusin Pensi lebih capek daripada skincare routine 10 langkah."

​Di Luar Tembok Pertiwi (Sisi Jalan Tikus)

Pukul 14.30 WIB

​Sebuah mobil pick-up butut berhenti di jalan belakang sekolah. Di bak belakangnya, ada tumpukan kardus sound system bekas dan lima cowok dengan penampilan yang... meragukan.

​Mereka adalah Tim Infiltrasi Vanguards.

​Fattah Maverick memakai jumpsuit biru kumal bertuliskan "JASA SERVIS AC & KULKAS". Rambut cepaknya ditutupi topi baseball yang ditarik rendah.

Ilham Mahendra memakai seragam kuli panggul. Kepalanya yang botak licin (karya Lia) ditutupi beanie hat (kupluk) tebal, padahal udara panas banget.

Mohan Alveric pake kaos kutang doang (karena dia bagian angkat berat), tapi pake masker medis biar nggak dikenalin.

Oliver Sagara pake kacamata dan rompi "Teknisi Listrik".

​Dan Harry?

Harry memakai wig rambut poni lempar ala Kak Seto (yang beneran dibeliin Aqeela lewat kurir kilat kemarin, walau Harry ngakunya beli sendiri). Plus kumis palsu.

​"Oke, dengerin," Fattah memimpin briefing. "Misi kita simpel: Masuk, Sabotase, Keluar. Jangan sampe ketahuan. Kita nyamar jadi Vendor Sound System Cadangan."

​"Bos, yakin wig gue nggak miring?" tanya Harry sambil ngaca di spion truk.

​"Aman, Har. Lo kelihatan kayak psikopat yang ramah anak," komentar Ilham sinis. "Yang penting jangan sampe tuh wig copot."

​"Inget," lanjut Fattah. "Oliver, lo acak-acak kabel mixer utama. Bikin suaranya delay 5 detik. Harry, lo putusin kabel lampu sorot tapi sambungin lagi pake permen karet biar pas dinyalain besok langsung putus. Mohan, lo bawa subwoofer yang udah kita isi tikus mainan."

​"Siap Bos!" seru Mohan semangat. "Tikusnya udah Mohan kasih nama: Joni, Jono, sama Juni."

​"Terserah lo dah," Fattah menghela napas. "Ilham, lo jaga pintu belakang panggung. Kalau ada Tuan Putri atau dayang-dayangnya lewat, kasih kode."

​"Siap. Gue udah siapin mental kalau ketemu si Cewek Budek," desis Ilham dendam.

​"Jalan!"

​Mereka berlima turun dari truk, menggotong peralatan (yang isinya sebenernya kosong atau sampah), lalu berjalan menuju pintu belakang Aula Pertiwi dengan gaya sok sibuk.

​Satpam di pintu belakang menghentikan mereka. "Woy! Dari mana nih? Kok nggak ada di daftar?"

​Harry (dengan wig Kak Seto) maju. Dia tersenyum lebar.

"Selamat siang, Bapak! Kami dari Vendor 'Suara Menggelegar'. Ini dipanggil dadakan sama Non Aqeela. Katanya sound yang lama kurang 'nendang'. Bapak mau permen?"

​Harry menyodorkan permen Kis. Satpam itu bingung.

​"Oh... suruhan Non Aqeela ya? Yaudah masuk. Lewat sana."

​Fattah menyeringai tipis di balik topinya. Gampang banget dibegoin. Uang (nama Aqeela) memang kunci segalanya di sini.

​Di Dalam Aula - Belakang Panggung

​Suasana di belakang panggung (backstage) sangat kacau. Orang lalu lalang membawa kostum dan alat musik. Ini kesempatan emas bagi Vanguards untuk menyusup.

​Harry dan Oliver langsung menuju ruang kontrol sound system.

Mohan meletakkan subwoofer berisi tikus mainan di bawah panggung VIP.

​Fattah berjalan santai sambil membawa tangga lipat, pura-pura ngecek lampu. Matanya tajam mencari keberadaan Roseanna. Dia harus memastikan Roseanna tidak ada di ruang kontrol saat Oliver beraksi.

​Tiba-tiba, Fattah melihat sosok itu.

Roseanna sedang berdiri di tengah panggung, memarahi teknisi lampu. Dia terlihat... bersinar. Meskipun sedang marah-marah, kharismanya sebagai Ratu tidak bisa dibantah.

​"Fokus, Fattah. Fokus," gumam Fattah pada dirinya sendiri, menepis perasaan aneh di dadanya. "Dia musuh. Dia yang bikin lo botak."

​Posisi Ilham: Lorong Samping Panggung

​Ilham sedang berdiri menjaga lorong, pura-pura mengecek tembok (padahal nggak ngapa-ngapain). Topi kupluknya terasa gatal karena keringat.

​Tiba-tiba, pintu di ujung lorong terbuka.

​Keluarlah Lia.

​Lia sedang membawa papan jalan berisi rundown acara. Dia berjalan sambil menggumamkan lirik lagu, masih pakai headphone (kali ini dikalungin di leher).

​Jantung Ilham berdegup kencang. Dendam kesumat dan rasa malu bercampur jadi satu.

​Lia berjalan melewati Ilham tanpa menoleh. Bagi Lia, Ilham cuma tukang angkat barang.

​"Misi, Mas," kata Lia datar saat melewati Ilham.

​Ilham tidak tahan. Dia harus melakukan sesuatu. Dia harus bikin Lia notice keberadaannya, minimal bikin Lia kesel.

​Ilham sengaja menggeser tangga lipat di sebelahnya dengan kakinya.

​KREK.

​Tangga itu bergeser dan menghalangi jalan Lia.

​Lia berhenti. Dia menatap tangga itu, lalu menatap Ilham (yang menunduk menyembunyikan muka).

​"Mas," panggil Lia. "Geser tangganya. Ngehalangin jalan ratu."

​Ilham mengubah suaranya jadi berat (biar nggak ketahuan). "Geser sendiri, Mbak. Saya lagi sibuk meditasi sama tembok."

​Lia mengernyit. Suara itu... familiar. Dan gaya nyolotnya juga familiar.

​Lia mendekat. Dia menatap Ilham lekat-lekat.

​Ilham deg-degan. Jangan sampe ketahuan... jangan sampe ketahuan...

​Tiba-tiba, tangan Lia terulur cepat dan...

​SREET!

​Lia menarik kupluk Ilham sampai lepas.

​Kepala botak licin Ilham yang mengkilap langsung terekspos, memantulkan cahaya lampu lorong seperti bola lampu disko.

​Hening 3 detik.

​Lia menatap kepala botak itu, lalu menatap wajah Ilham yang merah padam.

​"Pfft..." Lia menahan tawa. "Ternyata beneran licin ya. Kayak kinder joy."

​"LO!!" Ilham panik, buru-buru nutupin kepalanya pake tangan. "BALIKIN KUPLUK GUE, CEWEK GILA!"

​"Nggak mau," Lia mengangkat kupluk itu tinggi-tinggi. Wajah datarnya berubah jadi senyum mengejek yang sangat langka. "Ini sitaan. Anggep aja pajak karena lo udah masuk wilayah gue tanpa izin, Tuyul."

​"GUE BUKAN TUYUL! GUE WAKIL KETUA VANGUARDS!"

​"Sstt! Jangan berisik," Lia menempelkan telunjuknya di bibir Ilham. Jarak mereka jadi sangat dekat.

​Ilham membeku. Wangi parfum Lia (aroma vanilla dan uang) menusuk hidungnya.

​"Lo lagi nyamar kan? Kalau lo teriak, gue teriak 'maling'. Dan lo bakal abis digebukin satu sekolah," bisik Lia licik.

​Ilham menelan ludah. Skakmat.

​"Mau lo apa?" bisik Ilham geram.

​"Selesain kerjaan lo, terus pergi. Gue nggak mau liat muka lo—maksud gue, kepala lo—di sini lama-lama. Silau," kata Lia.

​Lia melempar kupluk itu ke muka Ilham, lalu berjalan pergi sambil terkekeh pelan. "Lucu juga tuh botak."

​Ilham memakai kupluknya dengan kasar. "Awas lo. Besok gue bikin lo nangis darah."

​Posisi Harry: Ruang Kontrol

​Di ruang kontrol, Harry (dengan wig Kak Seto) sedang pura-pura nyolok kabel. Oliver sedang sibuk mengacak-acak settingan equalizer di komputer.

​Tiba-tiba, pintu terbuka. Aqeela masuk membawa nampan berisi kue sus.

​"Permisi Pak Teknisi..." sapa Aqeela ramah. "Ini ada kue, dimakan ya biar semangat kerjanya."

​Harry kaget, hampir nyetrum diri sendiri. Dia berbalik, mencoba menyembunyikan wajahnya di balik poni lempar wignya.

​"Oh... i-iya Neng. Makasih," jawab Harry dengan suara dimirip-miripin Bapak-bapak. "Taruh aja di situ."

​Aqeela menatap Harry. Dia memiringkan kepalanya.

​"Bapak kok... mirip temen saya ya?" tanya Aqeela polos. "Namanya Harry. Tapi Harry rambutnya kribo, Bapak rambutnya lurus kayak iklan sampo."

​Harry keringat dingin. "Saya... saya pamannya Harry, Neng! Namanya Heru! Salam kenal!"

​"Oh, Om Heru!" Aqeela tersenyum lebar. "Pantesan mirip! Om, bilangin ke Harry ya... dia jangan sedih kalau botak. Nanti rambutnya tumbuh lagi kok. Aqeela udah beliin vitamin rambut kuda yang paling mahal buat dia."

​Hati Harry langsung meleleh. Ya ampun, Neng Aqeela... lo bidadari beneran ya?

​"I-iya Neng. Nanti Om sampein," kata Harry terharu. "Neng Aqeela baik banget sih. Udah punya pacar belum?"

​"Belum, Om. Papah galak soalnya," jawab Aqeela polos.

​"Bagus. Eh, maksudnya... semoga dapet yang terbaik ya Neng," Harry nyengir di balik kumis palsunya.

​Aqeela keluar ruangan. Oliver menatap Harry datar.

​"Fokus, Har. Jangan modus sama musuh."

​"Dia bukan musuh, Ver. Dia masa depan gue," jawab Harry sambil makan kue sus.

​Posisi Fattah: Panggung Utama

​Misi hampir selesai. Sabotase sudah terpasang. Fattah sedang membereskan tangga lipatnya di panggung.

​Tiba-tiba, lampu sorot utama menyala terang, menyorot langsung ke arah Fattah.

​"Kamu. Yang pake topi."

​Suara Roseanna terdengar dari bawah panggung.

​Fattah membeku. Dia menoleh pelan. Roseanna berdiri di sana, menatapnya dengan curiga.

​"Topi kamu. Logo 'Jasa Servis AC'-nya kebalik," kata Roseanna tajam.

​Fattah melirik dadanya. Sial. Stiker yang ditempel Harry emang kebalik.

​"Ini... strategi marketing, Neng. Biar orang nengok dua kali," elak Fattah, berusaha tenang.

​Roseanna menyipitkan mata. Dia berjalan menaiki tangga panggung. Suara hak sepatunya tak-tak-tak terdengar mengerikan.

​"Buka topi kamu," perintah Roseanna saat dia sudah berdiri di depan Fattah.

​"Nggak bisa Neng. Lagi bad hair day," jawab Fattah.

​"Buka. Atau gue panggil satpam."

​Roseanna mengulurkan tangan hendak mengambil topi Fattah.

​Fattah tidak punya pilihan. Dia menangkap pergelangan tangan Roseanna.

​Grep.

​Roseanna kaget. "Lepasin!"

​Fattah menarik Roseanna mendekat, sampai wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Dia membuka sedikit topinya, memperlihatkan mata elangnya yang tajam (dan kepala cepaknya).

​"Hai, Rose," bisik Fattah.

​Roseanna terbelalak. "Fattah?! Lo—"

​"Sstt," Fattah meletakkan jari di bibir Roseanna. "Jangan teriak. Kalau lo teriak, gue cium lo di sini. Di depan semua anak buah lo."

​Ancaman itu konyol, tapi efektif. Roseanna terpaku, wajahnya memerah.

​"Lo ngapain di sini, Botak?!" desis Roseanna. "Lo mau ngerusak acara gue?!"

​"Gue cuma mau mastiin Pensi lo memorable," Fattah menyeringai. "Anggep aja hadiah dari tetangga yang baik hati."

​Fattah melepaskan tangan Roseanna, lalu melompat turun dari panggung setinggi dua meter dengan mulus.

​"Sampe ketemu besok, Tuan Putri! Jangan lupa dandan yang cantik!"

​Fattah lari menuju pintu belakang, memberi kode pada anak buahnya untuk cabut.

​"KEJAR DIA!!" teriak Roseanna akhirnya sadar. "SATPAAAM!! ADA PENYUSUP!!"

​Tapi terlambat. Truk pick-up butut itu sudah tancap gas meninggalkan debu di wajah satpam.

​Di bak belakang truk, Fattah, Ilham, Harry, Mohan, dan Oliver tertawa puas.

​"Misi sukses!" teriak Harry sambil melempar wig Kak Seto-nya ke udara.

​"Liat muka mereka besok!" seru Ilham. "Gue udah nuker playlist lagu opening mereka sama lagu 'Siksa Kubur'!"

​Malam Harinya - Ruang OSIS

​Roseanna duduk di kursi kerjanya dengan wajah gelap. Dia tahu Fattah pasti sudah melakukan sesuatu. Tapi teknisi sudah mengecek ulang dan bilang semuanya "aman" (karena Oliver menyembunyikan bug-nya dengan rapi).

​"Mereka pasti ngerencanain sesuatu yang besar," gumam Roseanna.

​"Rose, tenang," kata Naura. "Keamanan udah diperketat. Besok nggak bakal ada tikus yang bisa masuk."

​Lia duduk di sofa, senyum-senyum sendiri mengingat kepala botak Ilham yang silau.

​"Kenapa lo senyum-senyum?" tanya Raisa curiga.

​"Nggak," Lia kembali datar. "Cuma... besok bakal seru. Gue nggak sabar liat drama apa lagi yang bakal terjadi."

​Malam itu, SMA Pertiwi tidur dengan tenang, tidak menyadari bahwa di balik panggung megah mereka, bom waktu komedi sudah berdetik.

1
anggita
ikut ng👍like, iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Yel
LANJUT SAMPAI TAMAT KAAAKKK 😍 pengen nabung bab nya karna bab 1 aja sdh rame. semangat thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!