NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7.

Mobil sedan hitam itu melesat membelah jalanan kompleks dengan kecepatan di luar kendali. Di dalam kabin, atmosfer terasa begitu pekat dan mencekam hingga Freya nyaris kesulitan untuk bernapas. Ia memeluk kantong belanjaannya erat-erat ke dada, menyembunyikan wajahnya yang basah oleh air mata, sementara tubuhnya tak henti-hentinya bergetar hebat.

​Di sampingnya, Sean mencengkeram kemudi begitu kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol tegang. Rahangnya berkerat rapat, memancarkan aura membunuh yang begitu pekat.

​"Kau benar-benar tidak tahu diuntung, Freya," desis Sean, suaranya terdengar begitu rendah namun sarat akan ancaman yang mematikan. "Baru dua minggu kita menikah, kau sudah berani membawa pria lain ke kawasan rumahku? Kau sengaja ingin merusak rencanaku, hah?!"

​"T-tidak, Sean... demi Tuhan, tidak..." rintih Freya dengan suara yang terputus-putus oleh isak tangis. "Belanjaanku tumpah di jalan... dan dia hanya berniat menolongku. Aku tidak tahu siapa dia, aku bahkan tidak mengenalnya..."

​"Kau pikir aku akan percaya dengan air mata buayamu itu?!" bentak Sean cadas, tangannya memukul kemudi dengan keras hingga menimbulkan suara dentuman yang membuat Freya tersentak ketakutan. "Wanita murahan sepertimu pasti langsung membuka kaki begitu melihat pria kaya dengan mobil sport! Jangan berlagak suci di depanku!"

​"Cukup, Sean... kumohon jangan menghinaku seperti itu..." Freya memejamkan matanya rapat-rapat, dadanya terasa luar biasa ngilu akibat tuduhan keji sang suami.

​CIIIIITTTTT!

​Mobil berhenti mendadak di depan lobby mansion dengan sentakan yang sangat keras. Kepala Freya hampir saja membentur dashboard jika ia tidak segera menahannya dengan tangan yang gemetar. Belum sempat Freya menguasai rasa terkejutnya, Sean sudah turun dari mobil, memutari kap depan, lalu membuka pintu di sisi Freya dengan kasar.

​"Turun!" perintah Sean, mencengkeram lengan atas Freya dan menariknya paksa keluar dari mobil.

​"Ah! Sakit, Sean... lepaskan..." Freya memekik kesakitan saat tubuhnya diseret tanpa ampun. Beberapa kantong belanjaan yang ia bawa terlepas, membuat botol-botol dan sayuran kembali berserakan di lantai halaman mansion.

​Sean tidak peduli. Ia terus menyeret Freya masuk ke dalam ruang tamu megah yang sunyi. Di sana, Bianca ternyata sudah menunggu dengan menyilangkan kaki di atas sofa mewah, tampak begitu menikmati pemandangan menyedihkan di depannya.

​"Wah, wah... lihat siapa yang pulang," ejek Bianca, bangkit berdiri dari sofa dengan senyum seringai yang menghina. "Kenapa berantakan sekali, Kak? Dan kenapa belanjaannya ditinggal di luar? Kau sengaja ingin membuat kami kelaparan?"

​Sean menghempaskan tubuh Freya ke atas lantai marmer yang dingin hingga wanita itu tersungkur di dekat kaki Bianca. "Adikmu yang suci ini baru saja diantar pulang oleh seorang pria kaya dengan mobil sport, Bianca. Dia sibuk berselingkuh di luar sampai melupakan tugasnya sebagai pembantu di rumah ini."

​Mata Bianca berbinar penuh kelicikan. Ia menutup mulutnya, berpura-pura terkejut. "Astaga... benarkah, Sean? Kak Freya, aku tidak menyangka kau se-frustrasi itu karena tidak pernah disentuh oleh Sean. Tapi haruskah kau mencari pria lain di luar dan mempermalukan nama baik suamimu?"

​"B-bukan begitu... Bianca, kau tahu aku tidak mungkin melakukan itu..." Freya mendongak susah payah, menatap adik tirinya dengan pandangan memohon yang amat rapuh. "Sean kau salah paham... kumohon percayalah padaku..."

​"Diam kau!" Sean melangkah maju, mencengkeram rambut belakang Freya dengan kasar dan menariknya hingga kepala wanita itu terdongak paksa. Freya memekik perih, air matanya kembali mengalir deras membasahi pipinya yang masih bengkak.

​"Kau berani membela diri setelah tertangkap basah?!" bentak Sean tepat di depan wajah Freya, matanya merah menyala oleh amarah yang membara. "Dengar, Freya! Aku tidak peduli kau mau mati atau membusuk di jalanan. Tapi selama statusmu masih menjadi istriku di atas kertas, kau tidak boleh menyentuh atau disentuh oleh pria mana pun! Jika skenarioku gagal karena kelakuan murahanmu ini, aku bersumpah akan menghancurkan ayahmu malam ini juga!"

​"Maaf, Sean... maafkan aku... aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi... kumohon jangan bawa-bawa ayahku..." rintih Freya dengan suara serak, memegangi pergelangan tangan Sean yang menjambak rambutnya, berusaha mengurangi rasa sakit yang teramat sangat di kulit kepalanya.

​Bianca berjalan memutari tubuh Freya, lalu berjongkok di sampingnya. Dengan ujung kuku merahnya, Bianca mencakar pelan pipi Freya yang terluka. "Kasihan sekali kau, Kak. Sudah jelek, miskin, sekarang dicap sebagai wanita gatal pula. Sean, kurasa pelayan ini harus diberi hukuman yang setimpal agar dia ingat di mana posisinya berada."

​Sean melepaskan jambakannya pada rambut Freya dengan sentakan kasar, membuat kepala Freya terbentur lantai marmer. "Kau benar, Sayang."

​Sean berdiri tegak, menatap dingin tubuh Freya yang meringkuk tak berdaya di bawah kakinya. "Mulai malam ini, kau tidak boleh makan selama dua hari. Dan seluruh tugas di rumah ini harus kau selesaikan tanpa bantuan pelayan lain. Jika aku melihat ada pekerjaan yang kurang, atau jika kau berani mengeluh pada Bi Tina..." Sean menjeda kalimatnya, memberikan senyuman yang teramat kejam. "...aku akan memastikan pengacara Papaku membatalkan seluruh aset keluarga untukmu dan menceraikanmu dalam keadaan paling terhina."

​Freya hanya bisa terisak pilu, memeluk tubuhnya sendiri yang terasa begitu kotor, hancur, dan tak berarti. Di dalam rumah yang megah ini, suaranya tidak pernah didengar, perilakunya selalu salah, dan keberadaannya tak lebih dari sekadar keset kaki yang siap diinjak kapan saja.

​"Sekarang, bersihkan semua belanjaan yang berhamburan di luar, lalu masak makan malam untuk kami!" bentak Sean lagi. "Jangan tunjukkan wajah menangismu itu di depanku. Menjijikkan!"

​***

Setelah selesai membereskan halaman, Freya melangkah terseok-seok ke dapur. Sesuai perintah kejam suaminya, ia harus memasak makan malam untuk Sean dan Bianca, meski perutnya sendiri terasa melilit karena belum terisi sejak siang.

​Saat Freya sedang menyalakan kompor dengan tangan yang gemetar hebat, sebuah langkah kaki yang berat memasuki dapur. Freya tersentak, refleks memundurkan tubuhnya hingga punggungnya membentur pinggiran konter dapur. Ketakutan itu sudah mendarah daging.

​Sean berdiri di ambang pintu dapur. Ia telah melepaskan jasnya, kini hanya mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung. Wajah tampannya tampak begitu angkuh dan kejam saat menatap Freya yang menciut ketakutan.

​"Kenapa belum selesai?" tanya Sean, suaranya berat, rendah, dan begitu menusuk. "Kau sengaja memperlambat kerjaanmu agar bisa bermalas-malas, Freya?"

​"T-tidak, Sean... ini sedang kumasak. Sebentar lagi selesai," bisik Freya parau, menundukkan kepalanya, sama sekali tidak berani menatap manik mata suaminya.

​Sean melangkah mendekat. Setiap ketukan pantofelnya di atas lantai dapur terdengar seperti lonceng kematian bagi Freya. Pria itu berhenti tepat di depan Freya, mencengkeram rahang wanita itu dengan satu tangan kuat, memaksanya untuk mendongak.

​"Ingat peringatanku tadi, jalang kecil. Jangan coba-coba mengadu atau meminta bantuan pada siapa pun di rumah ini. Jika aku tahu kau memakan sebutir nasi pun selama dua hari ini, hukumanmu akan jauh lebih berat dari sekadar tamparan," desis Sean, tatapannya begitu penuh ancaman dan kejijikan.

​"I-iya, Sean... aku mengerti... kumohon lepaskan," rintih Freya. Cengkeraman tangan Sean di rahangnya begitu kuat hingga ia bisa merasakan tulang rahangnya seolah hendak remuk.

​Sean menghempaskan wajah Freya dengan kasar hingga kepala wanita itu terbentur lemari gantung. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, ia berbalik dan meninggalkan dapur dengan keangkuhan yang mutlak.

​Begitu Sean pergi, Freya merosot ke lantai. Ia memegangi kepalanya yang berdenyut sakit, menangis tanpa suara agar tidak memancing amarah Sean lagi.

​"Nyonya... Astaga, Nyonya Freya..."

​Suara bisikan sarat akan kepanikan dan rasa perih terdengar dari arah pintu belakang dapur. Bi Tina berlari kecil mendekati Freya. Air mata wanita paruh baya itu sudah berlinang sejak tadi karena mengintip kekejaman Tuan besarnya dari kejauhan.

​Bi Tina langsung berlutut, memeluk tubuh mungil Freya yang bergetar hebat. "Nyonya, demi Allah... hati bibi hancur sekali melihat Anda diperlakukan seperti ini," bisik Bi Tina dengan suara yang tertahan, tak berani bersuara keras karena takut terdengar hingga ke ruang depan.

​"Bi... sakit sekali, Bi..." Freya menumpahkan tangisnya di ceruk leher Bi Tina. "Aku lapar, Bi... tapi Sean melarangku makan. Tubuhku sudah tidak kuat..."

​Bi Tina menangis tersedu-sedu, mengusap punggung Freya dengan penuh kasih sayang. Hatinya teriris melihat wanita selembut dan secantik Freya harus menanggung siksaan batin dan fisik yang begitu keji dari suaminya sendiri.

​"Tunggu sebentar, Nyonya. Bibi sudah menyembunyikan sepotong roti dan segelas susu hangat di kamar pelayan bawah. Nanti, setelah Tuan Sean dan Non Bianca tidur, Anda harus memakannya, ya? Jangan sampai Tuan tahu," ujar Bi Tina dengan tulus, matanya memancarkan rasa iba yang teramat dalam. Ia rela mengambil risiko besar demi menolong wanita malang ini.

​Freya menggelengkan kepalanya dengan pandangan sayu yang kosong. "Tidak usah, Bi... Kalau Sean tahu, Sean akan memecat Bibi, dan Sean akan menghancurkan ayahku. Aku tidak mau menyusahkan Bibi..."

​"Nyonya, jangan pikirkan bibi!" Bi Tina memegang kedua pipi Freya, menatapnya dengan pandangan seorang ibu yang meratapi anaknya. "Anda bisa mati kalau seperti ini terus. Tuan Sean benar-benar sudah kehilangan hati nuraninya. Dia memperlakukan istrinya sendiri lebih buruk daripada binatang di jalanan. Bibi tidak sanggup melihat Anda disiksa setiap hari, Nyonya..."

​Freya hanya bisa memejamkan mata, membiarkan kehangatan pelukan Bi Tina menjadi satu-satunya penawar di tengah dinginnya neraka jahanam milik Sean. Di dalam hati kecilnya, Freya terus berdoa agar penderitaan ini segera berakhir, entah melalui perceraian yang dijanjikan Sean, atau melalui kematian yang terasa kian mendekat.

*

*

*

JANGAN LUPA LIKE, COMENT, GIFT, DAN VOTE 🙏

🌺🌺🌺

1
MissSHalalalal
mau doubel up gak nih ... hehehe
+1: mau! tripel juga boleh!
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
+1
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 🌚🌚🌚 gelap malamku
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bongkar kebusukan ibu & adik tiri Freya. . udah sabar bgt nih Freya di bully dan diselingkuhi tinggal cerai aja 🔥🔥🔥
ina
kak plss bikin freya cinta sama rafael saling mencintai
ina: semangat bikin freya rafael bucin 🤭
total 2 replies
Kamsia
kasian freya hdp sendiri dan udh hncr.bnt kak thor buat freya bisa jatuh cinta sama rafael
MissSHalalalal: sudah terlalu sakit hati kak.
total 1 replies
MissSHalalalal
siap, di tunggu ya 🙏😍
ina
up
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Norahsikin Ismail
lanjutkan lg🙏🙏👍
ina
bikin freya cinta sama rafael min
Fifi Afifah
👍
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
semoga aja Freya Nerima Rafael setelah dicerai sean
Mita Paramita
tragisnya nasib Freya terjebak diantara ayah dan anak yang bikin hidup nya kacau
Mita Paramita
Freya di terkam mertua nya🤣🤣🤣 gimana reaksi Sean kalo ketahuan 🤨 Thor novel nya ganti judul ya .
MissSHalalalal: iya nih. 🙏 yang kemaren kepanjangan 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
Freya istri lemah ngapain belain suami laknat begitu 🤨jadi gemes liatnya. lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
sean keterlaluan kejamnya 🤨🤨🤨 Freya mending kabur aja
Mita Paramita
kasian banget Freya 😭
Mita Paramita
seru baru episode pertama
MissSHalalalal: terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!