Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.
impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .
bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Pertemuan
Tok.. tok...!!
Terdengar suara ketukan dari balik pintu kamarku,ku buka mataku perlahan dan bergegas bangkit dari tempat tidur.
"Bangun Vayala ini sudah siang kamu enggak kerja?"seru ibuku dari balik pintu.
"iya bu!!"sahutku yang masih mengantuk mengambil handphone yang berada diatas meja nakas.
"Hah..sudah jam segini..aku harus mandi!!"pekikku mengambil handuk dari gantungan belakang pintu dan membuka pintu itu dengan cepat.
"eitss...bukannya hari ini aku libur...ya ampun..aku lupa!!"ucapku menepuk jidat.
"kamu nyantai banget emangnya enggak kerja?"tanya ibuku lagi yang sedang menyiapkan bekal untukku .
"aku kan libur bu sekarang!"sahutku mengingatkannya.
"ya ampun...ibu pikir kamu kerja ,padahal ibu cepet cepet masak buat bekal kamu ternyata libur toh...!"ucapnya tertawa.
"ibu gangguin aku tidur aja!"ucapku masuk kembali kedalam kamar.
Kupasang headset sambil bersantai mendengarkan lagu pop mellow yang membuatku teringat kembali kisah cintaku bersama Andra.
"Hari ini pasti dia sedang merayakan pesta pernikahannya,hari bahagia yang selalu kuimpikan tapi nyatanya aku cuma jagain jodoh orang".ucapku mengusap airmata.
Sambil mendengarkan musik pandanganku tertuju pada lemari pakaianku yang terbuka terlihat jelas bungkusan besar berwarna hitam tersimpan disana,aku mendekat dan membuka bungkusan itu secara perlahan.
sejumlah Pernak pernik yang sudah dikemas dengan rapih untuk souvenir pernikahanku nanti dengan Andra,kami membelinya bersama sama saat itu setelah aku dan dia bertunangan.
Tiba tiba terdengar pesan masuk dari handphoneku dan segera ku lihat nomor yang tidak aku kenal.
Assalamualaikum Vayala gimana kabar kamu?
"ini siapa?"tanyaku penasaran membalas pesan itu.
aku Bram...kamu masih ingat?
"Bram..apa kabar?
Alhamdulilah aku baik Vay btw aku chat kamu gini ada yang marah ga ya?
"Gak ada Bram..maaf waktu itu mantan pacarku telepon kamu marah marah"balasku merasa tidak enak.
"enggak apa apa!".
"btw kamu ada waktu gak Sabtu ini?"
"aku lembur kalau weekend,paling pulang kerja bisanya!"
"ya enggak apa apa...nanti aku jemput boleh ya ditempat kerjamu?".
"Mungkin bertemu dengan pria lain membuatku akan cepat melupakan Andra "gumamku dalam hati membalas chat itu dengan kata Ok.
Di hari Sabtu setelah menyelesaikan semua pekerjaanku aku bergegas meninggalkan store lebih cepat.
berjalan melewati eskalator menuju halte depan mall untuk bertemu dengan Bram.
Ia terlihat di ujung jalan dengan pakaian casual sedang menungguku disana.
"dia sangat berbeda dengan terakhir kali dia mengantarku sebagai driver ojol waktu itu"gumamku dalam hati memperhatikannya.
"Hai...!",sapanya tersenyum melihatku sambil memberikan helm kepadaku.
Akupun segera naik dibelakangnya dan pergi ke cafe tempat kami berbicara.
"kamu mau pesan apa?"tanyanya menyodorkan menu makanan kepadaku.
Aku memilih roti bakar dengan minuman berwarna dan asik berbicara padanya.
Bram Pria yang sopan,humoris dan menyenangkan membuatku selalu tertawa karena tingkahnya dan juga royal tentunya.
Ia sedikit membuatku terhibur dan melupakan rasa sakit hatiku pada Andra.
"Sebelum pulang kita makan dulu yuk!"ucapnya mengajakku untuk makan kedua kali.
"Hah..makan lagi..kamu masih laper?"tanyaku heran.
"iya aku masih laper,emang kamu enggak?aku mau ajak kamu ke tempat makan favorit aku makanan khas aceh kamu pasti suka!"serunya.
Sebenarnya aku sudah kenyang sekali apalagi dia memesan makanan di cafe tadi cukup banyak,tapi aku kasian juga padanya kalau dia masih lapar jadi aku menuruti ajakannya.
"Mie Aceh dua porsi ya mas"serunya kepada pelayan itu.
Kamu pernah makan itu?".tanyanya sambil mengambil kue dibalut daun pisang berbentuk kecil dan panjang.
"belum pernah !"."nanti kamu cobain deh pasti kamu ketagihan!"serunya .
"masa sih"tanyaku penasaran.
Beberapa menit pesanan kami tiba dan aku mencoba mie berwarna kuning yang dimasak kelihatan nikmat itu yang terlihat enak sampai ketagihan sedangkan Bram sudah lebih dulu menghabiskan makanannya dengan lahap.
"Pria ini makannya banyak sekali!"ucapku dalam hati menahan tawa.
Setelah menghabiskan makan malam kami yang kedua kali akhirnya kami pulang,Ia mengantarku sampai depan pintu dan ia langsung pulang menuju rumahnya.
Hari ini aku merasa tidak sendirian,pria itu membuatku terhibur walau aku masih belum mengenalnya lebih dekat tapi dia membuatku nyaman .
Sejak pertemuan itu aku dan Bram menjadi semakin dekat walau status kami tidak ada hubungan pacaran hanya sebatas pertemanan tapi kami memiliki tujuan yang sama dengannya yaitu mencari jodoh dan sama sama ingin menjalin hubungan yang serius untuk menikah.
Bram membuktikan itu dengan sikapnya,ia sangat sopan dan menghargai ku sampai sebulan lamanya aku mulai berbicara serius padanya soal hubungan kami berdua.
"Bram aku mau bicara sama kamu kalau aku enggak mau lama lama kenal laki laki,kamu kan tau aku cari yang serius..begini aku kasih kamu waktu selama satu tahun ini untuk menikahiku kalau enggak aku akan pergi dari hidup kamu,aku juga enggak mau buang buang waktuku untuk hubungan yang ga jelas..kamu ngerti kan maksud aku?"ucapku menatap matanya yang berwarna cokelat.
"aku juga enggak mau main main Vay,kalau gitu besok aku akan kenalin kamu sama orangtuaku gimana sebagai bukti keseriusan aku?"serunya dengan senang hati.
"kamu serius..?"
"iya Vay...aku seribu rius...aku Udah cocok sama kamu dan juga orang tua aku kepengen aku cepet cepet menikah karena dikeluargaku cuma aku yang belum menikah"serunya.
Aku mengangguk pelan,rasanya jantungku ini berdetak kencang mau bertemu dengan orang tuanya.
"yaudah besok aku jemput ya!"serunya sambil berpamitan pulang pada ibuku.Setelah ia pergi aku mencoba berbicara pada ibuku soal ajakan Mas Bram bertemu dengan orang tuanya.
"Bu aku mau ngomong penting !"ucapku
"mau ngomong apaan kamu ?"tanya ibuku dengan penasaran."Mas Bram mau mengajakku untuk kerumahnya besok berkenalan dengan orangtuanya!"."waah berita bagus itu...semoga aja kalian berjodoh..ibu lihat Bram itu pria baik dan perhatian sama kamu!"sahut ibuku merasa senang.
"Aamiin Bu..!!".seruku merasa senang,aku berharap Mas Bram adalah cinta terakhirku.
Malam itu aku yang sedang terlelap tidur dikejutkan dengan panggilan telepon dari nomor yang tidak di kenal secara tiba tiba.
"haloo..siapa nih?"tanyaku sambil membuka mataku yang masih mengantuk.
"Vay...aku kangen sama kamu...!",
aku segera bangun dan mengusap mataku pelan mencoba berbicara lagi pada suara dibalik telepon itu.
"Ka..kamu ngapain telepon aku,kamu sudah menikah Andra!!"seruku merasa gemetar,
"Aku pengen ketemu kamu Vay...sekali aja aku tunggu di tempat biasa vay?"
"Gak bisa ndra..lagian hubungan kita udah berakhir!!".
"please Vay...aku janji enggak akan macem macem,aku cuma mau ketemu sama kamu aja terakhir kalinya sebelum aku benar benar lupain kamu!"serunya dengan nada memelas.
"Mungkin tidak ada salahnya jika aku menemuinya terakhir kali".gumamku.
"baiklah tapi janji ini untuk terakhir kalinya...aku tidak mau dibilang merebut suami orang apalagi kamu Udah nikah!"seruku.
"iya Vay..." tutt..tutt..
Panggilan telepon itupun dimatikan,rasanya pikiranku kacau,disatu sisi aku ingin serius dengan Bram di lain sisi aku merasa senang karena Andra masih mencintaiku..
Aaagggrrh...aku harus bisa mengendalikan perasaanku kepadanya.
...****************...