NovelToon NovelToon
I'M Not Gay

I'M Not Gay

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Sejak lahir, Varren Kaelor tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Di balik wajah tampan yang dikagumi banyak orang, tersembunyi sebuah rahasia yang bahkan tidak boleh ia akui pada dirinya sendiri. Setiap langkah, setiap senyum, bahkan setiap hubungan yang ia jalani hanyalah bagian dari sandiwara yang dipaksakan oleh seseorang.

Ketika harus memasuki sekolah paling bergengsi di negeri itu, Varren yakin ia hanya perlu bertahan seperti biasanya.

Namun, semuanya berubah saat seseorang mulai menembus tembok yang selama ini ia bangun.

Semakin dekat orang itu, semakin sulit Varren membedakan mana kebohongan yang harus dipertahankan, dan mana perasaan yang tidak seharusnya pernah tumbuh.

Lalu... apa yang sebenarnya disembunyikan oleh keluarga Kaelor?


"Aku tidak takut jika dunia membenciku. Aku hanya takut... saat dunia mengetahui siapa diriku sebenarnya." — Varren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Gw Suka Ama Cewek! "

Varren di pagi hari sudah bangun meskipun semalam dirinya pulang jam 2 subuh—subuh itu kan? Tapi Varren sudah menyiapkan makanan untuk sarapan pagi ini. Tak banyak, Varren memilih untuk membuat sushi, kimbab dan juga sandwich.

"Loe udah pulang Ren? Gue pikir loe nggak pulang semalem."

Reja menatap Varren dengan tatapan tanya saat melihat Varren menaruh kotak susu di atas meja dan gelas-gelasnya. Varren melirik Reja yang mendekatinya dan menduduki diri sembari mengelontorkan kakinya yang masih basah luka.

Varren meliriknya dan tersenyum. "Nggak, semalem gue pulang." jelas Varren menata makanan.

"Loe kemana kemarin nggak pulang-pulang? Loe marah yah sama Sylas?" tanya Reja kepada Varren. Karena keributan bersama Sylas kemarin Varren tidak pulang hingga larut malam.

"Nggak kok. Gue semalem ada kerjaan aja di luar, ada hal penting." jelas Varren.

"Loe tau Ren. Sylas semalem tu bolak-balik ke kamar loe buat mastiin loe udah pulang atau belum. Mungkin ngerasa bersalah, tau nggak." jelas Reja pada Sylas. Tapi usai ia bicara begitu Sylas keluar dari kamarnya, dan Tavian pun juga keluar bersamaan dengannya.

Varren meliriknya dan berdehem pelan. "Yaudah makan yuk. Ini bekal buat kita nanti di kelas." ujar Varren menunjuk kotak bekal.

"Ada kimbab juga buat camilan doang." jelas Varren mengalihkan topik pembicaraan.

Varren ingat pembicaraan dirinya dan Sylas semalam. Sudah jam 2 pagi dan Varren baru pulang di antar oleh Alvino. Saat di antar Alvino segera meluncur jauh dan Varren harus menaiki tembok tinggi untuk memasuki asrama mereka. Asrama sudah pasti tutup dan lampu di lorong asrama sudah padam semua. Varren harus melewati lorong-lorong yang sangat menyeramkan tanpa pencahayaan lebih.

Untungnya lift masih berguna. Varren segera menuju asrama dirinya di lantai paling atas.

Krek.

Varren menutup pintu asramanya pelan agar tidak ada yang mendengar dirinya baru pulang.

"Astaga...."

Dug.

Varren merasa jantungnya hampir jatuh saat berbalik bertemu mata dengan Sylas yang berdiri di depannya dengan bersedekap dada dan menatapnya tajam. Varren memejamkan mata dan menghela napas pelan. "Loe ngagetin aja tau nggak." ujar Varren kepada Sylas kaget.

Sylas menatap Varren sangat dingin. "Dari mana loe?" tanyanya pada Varren.

Varren melirik Sylas yang terkesan sedang marah, tapi dia marah sama siapa? Sama dirinya karena pulang larut malam? Memangnya ada urusannya sama Sylas?

"Gue tadi habis pergi ke rumah. Ada hal penting." jelas Varren kepada Sylas mencoba senetral mungkin.

"Nggak usah bohong Varren. Loe dari mana?" tanya Sylas dengan datar. Tapi auranya sangat membuat Varren sesak.

"Gue nggak bohong. Kenapa si Sylas? Loe kenapa belum tidur jam segini?" tanya Varren kepada Sylas aneh.

Sylas mendengus mendengar jawaban Varren. Segera memasuki kamarnya meninggalkan Varren sendirian. Varren menaikkan satu alisnya menatap tingkah Sylas yang aneh. Memang dirinya salah pulang jam segini? Tapi memang sih asrama sekolah ini tidak boleh keluar sembarangan, hanya boleh sampai jam 11 malam jika tidak akan kena denda.

"Wey Ren udah pulang loe? Kirain loe nggak pulang." ujar Tavian melihat Varren yang duduk di emper tempat biasa mereka makan. Karena mereka tidak punya meja makan, mereka menggunakan meja ruang tamu untuk makan. Untuk duduknya mereka selalu lesehan.

Varren mengalihkan atensinya, mengangguk pelan. "Makan wey." ujarnya menunjukkan sarapan sembari melirik Sylas yang juga menatapnya.

"Hehe asik nih." Tavian segera melahap satu buah sushi di sana dengan berbinar. "Wey ada sausnya. Enak banget. Ren kalo loe cewek udah gue pacaran sih ini mah. Muach." ujar Tavian berbinar. Sushi yang Varren buat tidak menggunakan kecap asin, tapi menggunakan beberapa saus yang dirinya racik sendiri sedikit pedas dan cream. Alhasil memang rasa sushi-nya enak.

"Loe udah ngomong itu berkali-kali Via!!!" seru Reja malas.

Varren terkekeh mendengarnya. "Kalo gue cewek sih nggak mau gue sama loe. Masa loe maunya sama gue cuma karena gue bisa masak doang." ujar Varren kepada Tavian.

"Tapi loe cantik kalo jadi cewek, yakin gue. Jadi cowok aja loe cantik, apalagi jadi cewek." ujar Tavian sembrono.

Plak.

"Nggak boleh gitu. Kalo gue beneran suka sama loe nanti gimana?" tanya Varren kepada Tavian usai menepuk lengan Tavian.

Tavian di sana menatap Varren mengedipkan satu mata. "Hayuk atuh. Panggil abang sayang." Tavian melambai membuat Varren tertawa terbahak disambut Tavian yang juga tertawa akan bercandaan mereka yang receh.

Sylas di sana meletakkan sumpit di atas meja keras menghentikan makan mereka. Tavian meneguk susu melihat Sylas yang terlihat marah.

Varren menghela napas pelan. "Loe ada masalah apa sih sama gue bos? Perasaan mau marah mulu sama gue." jelas Varren kesal.

"Kapan gue marah?" tanya Sylas.

Varren menaikkan satu alis menatap tingkah Sylas yang aneh. "Loe cemburu sama gue. Jangan-jangan loe suka sama gue?" tanya Varren kepada Sylas mencoba mencairkan suasana.

"Kalo iya gimana?" tanya Sylas membuat Tavian dan Reja tersedak makanan.

"Ya kali manusia keker kayak loe suka sesama cowok. Haha lucu loe." Varren tertawa sarkas melirik Sylas.

"Udah tau jawabannya masih aja ngomong ngaco. Gue juga suka cewek." jelas Sylas ketus pada Varren.

"Dih, baperan." gumam Varren.

Sylas mendengarnya menatap Varren tajam. "Ngomong apa loe???" tanya Sylas kepada Varren.

"Loe baperan nggak bisa diajak bercanda." jelas Varren mengejek.

Sylas mendengus mendengar Varren menjawab pertanyaannya begitu sarkas.

"Udah—" Varren melotot saat tangan besar Sylas memasukkan dua sushi sekaligus ke dalam mulutnya.

Sylas menutup mulut Varren dan menatap Varren tajam. "Mulut loe baik, mending diem deh ngomong terus." ujar Sylas kepada Varren tegas. Menekan bibir Varren lebih dalam.

Varren menatap Sylas dengan tatapan kesal sedangkan Tavian dan Reja tertawa heboh.

"Kasihan bos. Lihat muka dia kayak ikan buntal." Reja terbahak melihat wajah Varren yang terlihat kesal dan memerah mengunyah secara paksa sushi di mulutnya. Sylas melirik Varren yang begitu terkekeh pelan. Benar, Varren terlihat sangat lucu jika begini. Bibirnya yang maju mencoba menghabiskan sushi miliknya.

"Ren loe udah lihat belum di grup laman sekolah?" tanya Tavian pada Varren yang usai menelan sushi dan minum air putih.

Varren menggeleng. "HP gue kemarin ketinggalan jadi nggak tahu apa-apa. Belum cek HP juga. Kenapa emang?" tanya Varren kepada Tavian sembari mengusap dadanya yang terasa sesak akibat makan terlalu banyak.

"Katanya bakal ada acara outbound untuk anak baru. Buat kita ini loh, itu tradisi wajib di sekolah kita. Loe ikut kan? Katanya sih buat kelas terkompak bakal dikasih hadiah." ujarnya heboh pada Varren.

Reja mengangguk. "Iya kata kakak tingkat seru banget soalnya kita main lumpur gitu. Katanya juga bakal dirapatkan lagi mau outbound di indoor atau outdoor. Eh di dalam sekolah atau di luar sekolah gitu." ujar Tavian lagi mengangguk.

"Emang kalo nggak ikut boleh?" tanya Varren.

Bersambung...

1
Anime aikō-kā
p
Alia Chans: 🤔🤔🤔🤔🤔🤔.
total 3 replies
ẜᮦ࿆ᷗhimboy
semangat
Alia Chans: Thank you kk/Smile//Smile/
total 1 replies
Nelson Sihombing
berarti dia gk cewek? atau gk cowok?
Alia Chans: Gak tau lupa gw🤭🤭
total 1 replies
Kak Umi
Jangan lupa baca cerita aku juga ya 🙏🙏😍😍
Kak Umi
Cerita asyik dan enak untuk dibaca
Kak Umi
Ikut baca ya😍😍
Alia Chans: makasih kk dah mampir. semoga suka ya😉
total 1 replies
𝑊𝑎𝑤𝑎ᵃᵈʳⁱᵃⁿ
menurut ku diam bukan cara penyelesaian trbaik
_r: kak baca novel ku juga dong, judul nya tower of souls
total 2 replies
Nemicca˃ 𖥦 ˂
seru banget sukak
Nemicca˃ 𖥦 ˂: hehe pasti lah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!