NovelToon NovelToon
Cinta Wanita Pedang

Cinta Wanita Pedang

Status: tamat
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?

Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.

Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?


Baca kisahnya... Di

— Cinta Wanita Pedang —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Pengobatan yang Aneh

" Puteri Agung! " Seru Barata Zhou dan Arta kala melihat sosok Anya yang kembali dengan beberapa bawaan.

" Bantu ku! " Pinta Anya sembari memberikan beberapa barang yang ia bawa dari dimensi nya, kepada Barata Zhou dan Arta keduanya nampak bingung sekali

" Apa ini yang Mulia Puteri Agung? " Tanya Barata Zhou mengangkat satu kotak alat-alat bedah milik Anya alisnya terangkat keatas.

" Itu alat bedah!, kita akan mengoperasi mereka! " Tunjuk Anya kepada beberapa rakyat dan beberapa Prajurit

" Apa itu alat bedah? " Tanya Barata Zhou lagi

" Tanya aja sama goggle!, gitu aja ngga tahu ganteng tapi oon! " Cebik Anya ia berjalan dengan cepat ke arah wanita paruh baya yang bersama anaknya tersebut.

" Puteri Agung, apa itu goggle? Apakah Yang mulia maksud adalah Tetua? " Tanya Barata

" Berhentilah bertanya Barata!, bantu aku memeriksa mereka! " Perintah Anya yang sudah keterlaluan muak dengan Barata banyak tanya,

" Baik yang mulia! "

Anya mengeluarkan stetoskop dari kotak yang ia bawa, lalu memasangkan nya di telinga alat itu ia pakai untuk mendeteksi detak jantung wanita yang ia tangani sekarang. Apa yang ia lakukan di bawah tatapan heran ketiga lelaki tampan yang membantu nya termasuk Yan Qian

" Anda baik-baik saja, hanya luka ringan di bagian pelipis dan tangan akan aku obati pakai alkohol dan dikasih obat merah semuanya akan baik-baik saja! " Kata Anya dengan suara lembut

Ia menoleh ke arah Barata. " Barata, ambil obat merah dan kapas! " Perintahnya lelaki tersebut berkerut dahi ia begitu aneh melihat botol-botol tersebut. " Ini Puteri "

" Bukan ini dodol! " Hardik Anya sembari mengambil obat merah dan kapas yang ia maksud, membuat Barata mengaruk-ngaruk kepalanya yang tidak gatal

" Panglima bagaimana kenapa begitu saja tidak bisa, Puteri meminta ramuan itu! " Cibir Arta yang begitu puas sekali melihat Panglima tersebut masam wajahnya

Anya dengan lincah mengobati satu persatu rakyat lalu beralih ke Prajurit ucapan terimakasih dan sembah di terima nya begitu banyak, dari bibir para Rakyat dan Prajurit yang ia bantu ia merasa begitu berguna sekali di perang kali ini

" Sejak kapan Puteri bisa mengobati orang?, apalagi dengan metode pengobatan yang begitu aneh? " Tanya Yan Qian membuat Anya terkekeh geli

" Sejak dari lahir!, pengobatan aneh emangnya di negeri kau seperti apa pengobatan?. Di suruh minum ramuan yang pahitnya ngga ada ampun? " Kesal Anya sembari menyerahkan satu buah apel ke lelaki tersebut dimana Yan Qian langsung mengambil nya dan mengunyah nya,

" Pengobatan seperti ini pasti akan membuat Rakyat cepat pulih, hanya di perban dan di beri obat yang namanya obat merah " Cakap Yan Qian sembari berjalan ke arah rakyat-rakyat yang di bantu makan dan minum oleh Barata Zhou dan Arta

Anya mangut-mangut, tetiba ia menjentikan jari nya " Gimana kalau kita bangun sebuah klinik disini? " Tanya Anya membuat Yan Qian berkerut dahi

" Klinik?, bukan kah sudah ada klinik? Puteri lagipula klinik tempatnya untuk para bangsawan bukan untuk para rakyat! " Jelas Barata yang muncul tetiba

" Terus rakyat? " Tanya Anya dengan wajah sendu

" Rakyat hanya akan menunggu bantuan dari bupati dan wakil nya mengantar kiriman dari Kerajaan." Jelas Yan Qian

Anya menatap nanar ke beberapa rakyat yang begitu kesusahan dan kesakitan pada luka-luka mereka, " Apakah selama ini terkecukupi hidup mereka?, bantuan dari kerajaan mereka terima? " Tanya Anya dengan suara serak

" Maksud anda? " Tanya Yan Qian

" Terkecupi Puteri, Kaisar selalu berkunjung kesini untuk menanyakan apakah aman atau tidak " Jelas Barata Zhou

" Bagus, mari kita obati yang di istana mereka butuh kita prajurit-prajurit itu tidak boleh ada yang gugur! " Cakap Anya ia melangkah mendekati kuda putihnya namun langkahnya terhenti sebuah tangan kekar menariknya,

" Puteri sebaiknya anda ikut saya ke kediaman, Ayahanda Raja ingin bertemu dengan Puteri Agung " Pinta Yan Qian

Anya terkekeh mendengarnya " Makanya anda membantu kami?, agar saya ke kediaman anda? " Tanya Anya

" Puteri Agung, saya adalah calon suami anda tidak menurut perkataan calon suami. Akan di hukum! " Tekan Yan Qian

" Peraturan yang aneh! " Sarkas Anya

" Puteri ikutlah, Putera mahkota anda itu calon istrinya beliau " Bujuk Arta penuh harap

" Baiklah Arta, aku akan ikut dengannya bawa kudaku! " Sahut Anya membuat Yan Qian tersenyum

" Bawa kuda Puteri Agung! " Perintah Yan Qian

" Baik Putera mahkota dan Puteri Agung! " Sahut Arta

" Naiklah! " Yan Qian menuntun Anya naik ke kuda hitamnya gadis itu dengan senang hati menerima uluran tangannya.

" Ayo kita kediaman! " Seru Anya

1
Memey
Bagus ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!