NovelToon NovelToon
Aretha

Aretha

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Suami
Popularitas:918
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Bahagia

Hari ini apa yang di nantikan setelah hampir empat tahun Andreas dan Aretha belajar untuk menjadi dokter spesialis pada bidang mereka masing - masing. Orangtua mereka berdua hadir dalam acara wisuda tersebut. Papa dan mama serta adiknya Andreas menyewa mobil saudara mereka untuk ke universitas indonesia tepatnya di aula kampus kedokteran. Karena akan ada wisuda bagi empat belas orang angkatan mereka.

Nama - nama mereka disebut satu persatu, dokter Aretha Lopez, spesialis bedah saraf dan pembulu ada di urutan nama pertama karena prestasinya, sedangkan suaminya ada di urutan nomor sembilan dokter Andreas Jatmiko spesialis penyakit dalam. Secara akademik memang Aretha lebih unggul dari Andreas, namun mereka saling mendukung.

Selesai acara wisuda, Aretha dan Andreas sudah menyewa cafe Yudas, sebagai tempat acara makan bersama keluarga. Ini kali pertama mama dan papa Aretha datang ketempat Yuda Darmawan anak dari rekan bisnis mereka. Yuda inilah yang di jodohkan orangtua Aretha kepadanya. Waktu itu mereka belum tahu, hubungan antara Aretha dan Andreas.

"Selamat siang om, tante."

"Yuda ini tempat usaha kamu??"

"Iya om."

"Bagus, konsepnya om suka."

Yuda ini sama dengan Aretha, sebagai anak tunggal bisa saja mereka memanfaatkan fasilitas dan kekayaan orangtua namun mereka memilih jalan mereka sendiri. Yuda dengan usaha cafe dan restonya sedangkan Aretha dengan profesi dokternya.

Aretha mendapat hadiah dari papa dan mamanya yaitu tabungan yang jika di nilai uangnya bisa di gunakan sampai tujuh turunannya. Ini tabungan yang mama dan papanya siapkan buat Aretha dari dia pertama sekolah. Hadiah itu diberi di depan orangtua Andreas dan Andreas sendiri. Tidak ada maksud apa - apa. Namun mereka merasa ini haknya Aretha.

"Orangtuaku minder loh sayang, karena ngak bisa ngasih apa - apa buat kamu."

"Aku ngak minta hadiah kok. Maaf ya sayang. Ini tabungan yang memang papa dan mama siapkan buat aku dari pertama aku sekolah."

"Its oke. Aku harus sadar, yang aku nikahi ini anak orang kaya."

"Abang......Aku tetap butuh perhatian, kasih sayang dan tanggung jawab kamu sebagai suamiku. Setiap berkat yang kamu beri aku bersyukur."

"Iya aku tahu sayang. Kamu malah berdoa dan menggunakan uang itu. Jika kekurangan kamu akan menggunakan uang kamu untuk melengkapinya. Aku bangga sama kamu."

Rasa sedikit minder mulai dirasakan oleh Andreas. Akibat over thinkingnya. Namun perasaan itu sedikit demi sedikit hilang, dengan rasa cinta yang tulus yang di beri oleh Aretha istrinya.

"Selamat pagi sayang." Andreas sudah keruang makan dengan pakaian kerja setelah selesai dia mencuci baju kotor hari ini di mesin cuci. Biasanya pulang kerja baru Aretha yang menjemurnya.

"Selamat pagi abang." Aretha memberi ciuman mesra di bibir suaminya. "Bang, aku titip buku ini buat Jihan ya. Semalam dia pinjam buku ku "

"Oke sayang nanti aku serahkan kepada Jihan."

Selesai sarapan dan menyiapkan kotak bekal buat mereka berdua. Andreas dan Aretha berdoa baru mereka keluar bersama pergi bekerja. Andreas memberi ciuman mesra di bibir dan kening istrinya.

"I love you sayang."

"I love you too."

"Hati - hati ya nyetirnya jangan ngebut."

"iya. Abang juga ya hati - hati."

"Oke sayang."

Mereka akan keluar searah, namun rumah sakit tempat Aretha bekerja lebih dekat dibandingkan dengan rumah sakit tempat Andreas bekerja. Aretha akan masuk duluan ke halaman rumah sakit dan memberi klakson dan dibalas juga oleh suaminya. Andreas akan melaju terus ke rumah sakit tempat dia bekerja.

"Selamat pagi dokter Thea."

"Selamat pagi semua."

Di poli bedah, Aretha bekerja dengan dokter Yusak Ang seniornya dan dia menjabat sebagai ketua di poli bedah saraf dan pembulu. Meja Aretha sudah disiapkan dan Aretha tidak menyangka bahwa kedatangannya disambut oleh tenaga medis di poli ini. Ada hadiah yang di berikan. Dan Aretha yakin bahwa itu pasti hadiah dari dokter Yusak.

"Welcome back dokter Aretha Lopez di poli bedah saraf dan pembulu."

"Terima kasih."

Ternyata sudah tersedia minuman dan kue - kue buat sarapan pagi. Berbeda dengan Andreas sepanjang perjalanan dia masih memikirkan kesenjangan strata sosial antara keluarganya dengan keluarga istrinya. Dia berpikir bahwa dia yang anak tukang kebun menikah dengan anak raja. Tidak terasa dia sudah sampai di rumah sakit daerah di kota ini. Dia langsung membawa titipan istrinya ke dokter Jihan di poli gigi, karena dokter Jihan belum datang maka dia menitipkan kepada ners di poli itu. Dan dia menuju ke ruangan poli penyakit dalam.

Pasien terakhir yang berobat. Dia tidak menyangka bahwa yang datang adalah dokter Jihan yang mukanya lebam, seperti bekas di pukul.

"Han, kamu kenapa??"

Langsung dibantu ners disitu Jihan di baringkan di tempat tidur dan langsung diperiksa. Andreas meminta untuk di USG dan ST Scan. Setelah hasilnya datang. Dokter Jihan kembali ke poli penyakit dalam.

"Ini seperti di pukul bedah tumpul. Untungnya organ vital kamu di dalam tubuh tidak bermasalah."

Jihan tidak mau bercerita dan Andreas tidak mau memaksakan. Dia menulis resep memberi obat anti nyeri dan antibiotik agar juga obat demam bagi Jihan.

"Oya, Han, tadi Thea ada titip buku buat kamu, aku kasih sama ners di poli gigi."

"Iya. Terima kasih ya."

"Han, kalau kamu ada masalah, bisa curhat loh sama aku."

Semua ners di rumah sakit merasa geram dengan sikap dokter Jihan yang tidak mau melapor suaminya ke polisi. Karena ada rahasia yang dia sembunyikan tentang masalah ini. Dia berpikir mungkin dua minggu memarnya akan hilang. Suaminya Jihan sudah kembali ke Kalimantan bekerja lagi.

"Sayang, kasihan Jihan tadi berobat di poli kami. Mukanya lebam bekas di pukul."

"Dia cerita siapa yang buat??"

"Ngak sih. Menurut kamu siapa??"

"Aku ngak tahu bang, dan aku ngak mau menuduh."

"Apa suaminya sayang."

"Aku perna menanyakan hal itu, namun dia hanya berdiam diri. Perna mengajaknya ke kantor polisi tetapi dia menolak."

"Ya sudah.... Ayo tidur. Mau abang peluk ngak?"

"Mau dong."

"Tetapi abang mau, bisa ya dek."

" Aku kan punyanya abang."

Malam itu, Aretha menjalankan tugasnya melayani suaminya. Mereka berdua menikmati setiap sentuhannya. Sampai berada pada satu puncak kenikmatan bersama. Andreas menatap istrinya yang penuh dengan peluh. Terlihat mukanya bersinar. Dia merasa sangat beruntung bisa memiliki sosok Artha Lopez ini, perempuan kaya namun gaya hidupnya tidak glamor. Semua kemewahan yang dia miliki, karena memang dia membutuhkannya.

"I love you."

"I love you too." Andreas memberikan ciuman mesra di bibir dan kening istrinya.

"Terima kasih sayang." Aretha tersenyum dan Andreas langsung mengendong istrinya. Mereka menuju ke kamar mandi membersihkan diri mereka kemudian mereka tidur sambil berpelukan.

1
HiaTus
kita juga suka uang 🤭
Ceisye: 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!