NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Eyang

Istri Pilihan Eyang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Kelvin, pria dingin dan pewaris perusahaan besar, terpaksa menikahi Denada atas permintaan sang nenek. Awalnya ia menolak karena masih mencintai wanita lain.
Namun setelah hidup bersama, Kelvin mulai tergoda oleh Nada istrinya yang cantik, jahil, dan selalu berhasil membuatnya kehilangan kendali, terutama saat Nada mulai berani menggoda dirinya.
Di tengah pernikahan tanpa cinta, Kelvin perlahan mulai bingung… siapa sebenarnya wanita yang benar-benar ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Begitu seluruh rangkaian acara inti selesai dan para tamu undangan mulai menikmati hidangan, Siska dan Eyang Arka memberikan kode bahwa mereka harus segera kembali ke kota. Mereka tidak ingin berlama-lama di desa, dan Kelvin pun ingin segera menyembunyikan pernikahan ini di dalam rumah mewahnya.

​Nada yang tahu bahwa waktunya di desa ini telah habis, segera melangkah masuk ke dalam rumah untuk berpamitan. Di ruang tengah, Pakde Joko dan Budhe Sumi sudah menunggu dengan mata yang sembap.

​Nada mendekat, lalu memeluk Budhe Sumi dengan sangat erat. "Budhe, Pakde... Nada izin pamit ke kota sekarang. Mas Kelvin dan keluarga harus segera kembali karena ada urusan pekerjaan," ucap Nada dengan suara yang mulai serak menahan haru.

​"Iya, Nduk. Pergilah. Sekarang surgamu sudah berpindah ke suamimu. Jaga dirimu baik-baik di sana, ya? Jangan lupa kabari Budhe kalau sudah sampai," bisik Budhe Sumi sambil mengusap punggung Nada, tangisnya kembali pecah.

​Pakde Joko menepuk bahu Nada dengan lembut. "Jadilah istri yang saleha, Nada. Sabar hadapi segala cobaan di kota nanti."

​Setelah mencium tangan kedua orang tuanya dan berpamitan singkat pada beberapa perawat puskesmas yang mengantarnya ke halaman, Nada melangkah keluar. Sebuah tas koper sederhana miliknya sudah dimasukkan ke dalam bagasi oleh Raka.

​Kelvin sudah menunggu di dalam mobil dengan kaca yang tertutup rapat. Nada membuka pintu mobil mewah itu, lalu duduk di samping sang suami. Begitu pintu tertutup, deru mesin mobil mulai terdengar, dan iring-iringan mobil mewah itu perlahan meninggalkan halaman rumah, membelah jalanan desa menuju gemerlapnya kota besar. Di dalam mobil yang sunyi itu, perjalanan baru yang penuh dengan dinginnya sikap Kelvin baru saja dimulai bagi Nada.

​Iring-iringan mobil mewah itu akhirnya memasuki gerbang besi tinggi kediaman utama keluarga Alexander di ibu kota. Begitu mobil berhenti sempurna di lobi rumah yang megah bak istana, Kelvin langsung membuka pintu tanpa memedulikan keberadaan istrinya. Pria itu turun dengan langkah lebar dan terburu-buru, mengabaikan Nada yang masih duduk di dalam mobil seolah wanita itu hanyalah angin lalu.

​Siska yang melihat kelakuan putranya hanya bisa menghela napas. Ia mendekati pintu mobil Nada dan membukakannya dengan senyum ramah. "Mari masuk, Nada. Biar Mama antarkan kamu ke kamar kalian."

​"Terima kasih, Mama," jawab Nada lembut. Dengan keanggunan yang tidak luntur sedikit pun, ia melangkah mengikuti sang mertua menaiki tangga marmer menuju lantai atas, tempat kamar utama Kelvin berada.

​Sesampainya di depan sebuah pintu kayu ek besar, Siska menepuk bahu Nada dengan sayang. "Ini kamar kalian. Masuklah, Kelvin sudah ada di dalam. Beristirahatlah, kamu pasti lelah setelah perjalanan jauh."

​Nada mengangguk takzim. Setelah Siska pergi, ia memutar kenop pintu perlahan dan melangkah masuk. Kamar itu sangat luas, didominasi warna hitam, abu-abu, dan putih—mencerminkan kepribadian pemiliknya yang kaku dan dingin. Di sudut ruangan dekat jendela besar, Kelvin berdiri memunggungi pintu dengan segelas wiski di tangannya, jasnya sudah ditanggalkan, menyisakan kemeja putih dengan dua kancing teratas yang terbuka.

​Cklek.

​Mendengar suara pintu ditutup, Kelvin berbalik. Aura dingin dan mengintimidasi langsung menguar dari tubuh tegap sang CEO. Dengan langkah cepat dan penuh amarah yang tertahan, Kelvin menghampiri Nada. Sebelum Nada sempat bereaksi, Kelvin mencengkeram pergelangan tangan wanita itu dan mendorongnya kasar hingga punggung Nada membentur daun pintu yang tertutup.

​Kelvin memojokkan Nada, mengunci tubuh ramping istrinya di antara kedua lengannya yang kekar. Jarak mereka begitu dekat, hingga Nada bisa merasakan deru napas Kelvin yang memburu karena kesal.

​"Dengar baik-baik, Denada," desis Kelvin, suaranya rendah, berat, dan dipenuhi penekanan yang menusuk. Mata tajamnya menatap lurus ke dalam manik mata Nada. "Jangan pernah berpikir karena pernikahan kampung ini, kau bisa menguasai hidupku. Di rumah ini, posisimu hanyalah pajangan! Kau di sini hanya untuk memuaskan ego Eyang dan Ibuku. Jadi, jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan hatiku atau menyentuh duniaku. Kau tidak akan pernah bisa!"

​Bukannya gemetar ketakutan atau menangis terisak karena diancam pada malam pertamanya, ekspresi wajah Nada justru tetap sangat tenang. Sepasang mata indahnya menatap balik Kelvin tanpa ada rasa gentar sedikit pun. Ia lalu mengangguk pelan, wajah manisnya menampilkan ekspresi seolah semua gertakan Kelvin bukanlah masalah besar baginya.

​"Saya mengerti, Mas Kelvin," jawab Nada pendek, suaranya teramat tenang dan patuh.

​Respons Nada yang terlalu santai dan datar justru membuat Kelvin semakin tersulut emosi. Pria itu merasa harga dirinya sebagai pria yang ditakuti di dunia bisnis sama sekali tidak dihargai oleh gadis desa ini. Dengan decakan kesal yang keras, Kelvin melepaskan kuncian tangannya, berbalik, dan menyambar kunci mobilnya di atas meja. Ia melangkah lebar keluar dari kamar, membanting pintu dengan keras hingga menimbulkan dentuman yang menggema. Kelvin pergi meninggalkan rumah, berniat melampiaskan kekesalannya di luar.

​Keheningan kembali menguasai kamar mewah itu.

​Nada yang kini ditinggal sendirian perlahan menegakkan tubuhnya. Perlahan, kepatuhan dan kelembutan yang sedari tadi ia tunjukkan di depan keluarga Alexander menguap begitu saja. Sudut bibir ranumnya perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman yang sangat berbeda—sebuah senyuman dingin, licik, dan penuh arti yang belum pernah dilihat oleh siapa pun di Desa Sukamaju.

​Ia berjalan mendekati cermin besar di sudut kamar, menatap pantulan dirinya yang masih mengenakan sisa-sisa riasan pengantin. Nada mengusap helai ronce melati di bahunya, lalu menatap tajam ke arah pintu tempat Kelvin baru saja keluar.

​"Kelvin Alexander..." ucap Nada lirih, suaranya terdengar begitu misterius di dalam keheningan malam. "Ternyata, kau sendiri yang datang menyerahkan dirimu padaku."

​Nada terkekeh pendek, sebuah tawa yang dipenuhi kepuasan. Matanya yang biasa teduh kini berkilat tajam seperti seorang pemburu yang berhasil menjebak mangsanya.

​"Aku sudah menunggu momen ini begitu lama," bisiknya lagi sembari menyilangkan tangan di dada. "Lihatlah... pada akhirnya takdir memang selalu berpihak padaku. Mari kita lihat, seberapa lama kau bisa bertahan di dalam permainan yang baru saja dimulai ini, suamiku."

1
Nasya
hadeh kelvin masi aja ingat mantan
Nasya
masa lalu yang tragis
falea sezi
klo abis ne lu jutek 😒 gue timpuk lu empin
Nasya
Wkwkwk kelvin sampai pangling lihat nada, selamat buat pengantin baru
falea sezi
nah loo😕 denada celaka demi lu kevin😒
falea sezi
lanjut klo kevin g bucin q tendang ya🤣🤣 lanjut banyak thor tak kirim kembang sekebon🤣
falea sezi
lanjut q ksih hadiah lagi🤣
falea sezi
klo uda anu2 tp lu masih berat ma katalina siap2 di buang sama nada lu kevin🤭
falea sezi
wah apakah unboxing😒
falea sezi
😒 di kasih berlian kyak nada milih jalang kayak catalina🤣 siap siap gigit jari lu klo nada uda bales dendam dan pergi jauh🤣
falea sezi
q ksih hadiah lagi seruu liat kisah bales dendam. gini asal gk kemakan permainan sendiri aja🤣
falea sezi
lanjut banyakk q kasih hadiah banyakk ya🤣🤣
falea sezi
bner jalang Catalina dan kevin lu emank goblok🤣
falea sezi
fashion thor bukan feshen🤭
zra
balas dendam jdi cinta?atau nanti ada yang lebih baik dari kelvin
zra
pasti nanti catalina menyesal wkwk,thor jangan buat kevin kembali dengan cathalina
zra
bagus
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat thor✍️👈☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!