NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25.

Di luar ruangan, Rafael yang sejak tadi tidak benar-benar pergi langsung tersentak begitu mendengar jeritan histeris Freya yang menembus dinding kedap ruang operasi. Jantung sang Tuan Besar berdegup kencang. Tanpa memedulikan protokol rumah sakit, ia menerobos masuk, mengabaikan seruan perawat yang mencoba menahannya.

​Langkah tegapnya terhenti di ambang pintu dalam. Pemandangan di depannya meremukkan sudut hati Rafael yang selama ini beku. Freya sedang bersimpuh, memeluk jasad Dirga yang sudah terbujur kaku di bawah sorot lampu operasi yang terang benderang. Suara tangis wanita itu terdengar begitu hancur, seolah seluruh fondasi hidupnya telah runtuh tak bersisa.

​"Nyonya Freya, mohon tenangkan diri Anda. Jasad Tuan Dirga harus segera kami pindahkan ke ruang jenazah," ucap seorang perawat wanita dengan lembut, mencoba menarik perlahan pundak Freya.

​"Tidak! Jangan bawa Ayahku!" amuk Freya, menepis tangan perawat itu dengan histeris. "Ayahku cuma tidur! Dia belum meninggal! Ayah... bangun, Yah... hiks..."

​Rafael melangkah mendekat. Sosoknya yang mengintimidasi membuat para staf medis mundur beberapa langkah secara sukarela. Ia berlutut di samping Freya, lalu mengulurkan kedua tangannya yang kokoh untuk merengkuh tubuh mungil menantunya yang bergetar hebat.

​"Freya... sudah," bisik Rafael, suaranya melembut, sebersit rasa perih yang tulus nyata terasa di dalam dadanya. "Ikhlaskan ayahmu."

​Begitu menyadari aroma tubuh dan dekapan Rafael, Freya langsung memberontak sekuat tenaga. Ia memukul dada bidang Rafael dengan kepalan tangannya, menumpahkan segala rasa sakit, dendam, dan frustrasi yang berkecamuk di kepalanya.

​"Lepaskan aku! Ini semua karena kau! Karena keluarga berengsekmu!" teriak Freya tepat di depan wajah Rafael, matanya merah memancarkan kebencian yang teramat pekat. "Seandainya anakmu tidak pergi bersenang-senang, seandainya kau tidak melakukan itu pada ku semalam... aku tidak akan terlambat menyelamatkan Ayah! Kau iblis, Rafael! Kau menghancurkan hidupku!"

​Rafael menerima setiap pukulan dan makian itu tanpa berkedip. Ia membiarkan Freya meluapkan kemarahannya hingga wanita itu kehabisan tenaga dan jatuh terkulai di dadanya, menangis terisak-isak dengan napas yang memburu lemas.

​"Pukul aku sesukamu, Freya. Benci aku seumur hidupmu," bisik Rafael parau di dekat telinga Freya, sembari mempererat pelukannya, mengabaikan fakta bahwa ada dokter dan perawat yang menyaksikan kedekatan tidak wajar antara mertua dan menantu ini. "Tapi sekarang, biarkan aku mengurus pemakaman ayahmu. Kau tidak sendirian. Aku ada di sini."

​Freya sudah terlalu lemas untuk membantah lagi. Rasa sakit di area intinya yang kembali berdenyut akibat rontaan fisik tadi, ditambah dengan hancurnya batin karena kepergian sang ayah, membuat kesadarannya perlahan-lahan mengabur. Pandangannya menggelap, dan tubuhnya ambruk sepenuhnya dalam dekapan hangat pria yang paling ia benci.

​"Dokter! Siapkan kamar perawatan terbaik sekarang juga!" perintah Rafael menggelegar, mengangkat tubuh pingsan Freya ke dalam gendongannya dengan posesif.

*

​Tiga jam kemudian, Freya perlahan membuka matanya. Wangi karbol rumah sakit yang menyengat langsung menusuk hidungnya. Ia mendapati dirinya terbaring di sebuah kamar perawatan VIP yang sangat mewah dan luas. Ruangan itu sunyi, hanya ada suara rintik hujan di luar jendela yang menandakan fajar mulai menyingsing.

​Saat Freya mencoba bergerak, ia menyadari tangan kanannya sedang digenggam erat. Ia menoleh dan mendapati Rafael duduk di kursi samping ranjangnya, masih mengenakan setelan jas hitam yang sama, dengan gurat kelelahan yang kentara di wajah matangnya. Pria itu tampaknya tidak tidur semalaman demi menjaganya.

​Freya langsung menarik tangannya dengan kasar, membuat Rafael terjaga seketika.

​"Kau sudah sadar?" tanya Rafael, suaranya serak. Ia mencoba mengulurkan tangan untuk menyentuh kening Freya, namun wanita itu langsung memalingkan wajah ke arah jendela.

​"Di mana Ayah?" tanya Freya dingin, suaranya nyaris berbisik namun sarat akan ketegasan.

​"Jasad ayahmu sudah dipindahkan ke kediaman Dirgantara," jawab Rafael tenang, mencoba meredam ketegangan. "Ibu tirimu, Leticia, sudah mengaturnya beberapa jam lalu saat kau pingsan."

​Mendengar nama Leticia, Freya seketika menegang. Matanya melebar penuh kepanikan. Ia langsung menyibak selimut rumah sakit, mencoba memaksakan kakinya untuk turun dari ranjang meskipun area intinya masih terasa berdenyut nyeri.

​"Aku harus ke sana. Bawa aku ke mansion Dirgantara sekarang," tuntut Freya dengan napas memburu.

​Rafael menahan pundak Freya agar tidak bangkit. "Kau masih lemas, Freya. Untuk apa bergegas ke sana? Leticia sudah mengurus semuanya."

​"Aku ingin melihat Ayah untuk terakhir kalinya!" seru Freya, menepis tangan Rafael dengan tatapan tajam. "Aku tidak percaya pada Leticia! Wanita ular itu tidak pernah tulus. Dia hanya mengincar harta Ayah, dia pasti akan mencari keuntungan bahkan dari kematian suaminya sendiri! Lepaskan aku, Papa!"

​Rafael menatap dalam-dalam sepasang mata Freya yang berkilat penuh dendam dan luka. Keras kepala menantunya ini justru semakin mengobarkan api obsesi di dadanya. Setelah keheningan singkat, Rafael akhirnya menghela napas panjang dan berdiri.

​"Baik. Aku akan mengantarmu," ucap Rafael mutlak.

​Sepanjang perjalanan di dalam mobil mewah milik Rafael, Freya hanya diam menatap keluar jendela. Pikirannya berkecamuk. Di satu sisi, ia dicekam ketakutan akan apa yang direncanakan Leticia di rumah duka. Di sisi lain, wasiat terakhir ayahnya terus berdengung menyiksa batinnya—sebuah rahasia yang ia simpan rapat-rapat, karena Rafael sama sekali tidak tahu tentang perintah Dirga agar ia tidak berpisah dengan Sean.

​"Kenapa kau begitu terobsesi padaku, Paa?" tanya Freya tiba-tiba tanpa menoleh, memecah keheningan mobil yang melaju membelah rintik hujan. "Aku ini menantumu. Pilihanmu hanya dua: biarkan aku pergi dan bercerai dari Sean, atau aku akan membongkar kebusukanmu semalam pada dunia."

​Rafael yang duduk di sampingnya terdiam sejenak. Ia menoleh perlahan, menatap siluet samping wajah Freya dengan sorot mata yang menggelap penuh dominasi.

​"Bongkar saja, Freya. Katakan pada dunia bahwa ayah mertuamu telah meniduri dan merenggut kesucianmu," bisik Rafael dengan nada meremehkan yang teramat dingin. "Kau pikir dunia akan percaya pada ucapan wanita dari keluarga bangkrut sepertimu? Siapa yang akan mereka percayai, hm? Seorang Tuan Besar Ravindra, atau menantu yang frustrasi karena ditinggal selingkuh oleh suaminya?"

​Freya menoleh, menatap mata elang Rafael dengan dada yang kembang kempis menahan amarah. "Kau... kau benar-benar tidak punya hati."

​"Aku punya hati, Freya. Dan hati ini sudah memilihmu sejak pertama kali kita bertemu," potong Rafael cepat. Tangan kokohnya terulur, mencengkeram rahang pucat Freya dengan lembut namun mengunci pergerakannya. "Kau mau bercerai dari Sean? Silakan. Lakukan sesukamu. Aku justru akan mempermudah jalanmu untuk lepas dari bocah tidak berguna itu. Karena begitu kau bukan lagi milik Sean... kau akan sepenuhnya berada di bawah kuku-kukuku. Di balik pintu kamarku, di bawah kegelapan malam... kau adalah milikku. Sepenuhnya dan selamanya."

*

*

*

1
MissSHalalalal
mau doubel up gak nih ... hehehe
+1: mau! tripel juga boleh!
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
+1
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 🌚🌚🌚 gelap malamku
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bongkar kebusukan ibu & adik tiri Freya. . udah sabar bgt nih Freya di bully dan diselingkuhi tinggal cerai aja 🔥🔥🔥
ina
kak plss bikin freya cinta sama rafael saling mencintai
ina: semangat bikin freya rafael bucin 🤭
total 2 replies
Kamsia
kasian freya hdp sendiri dan udh hncr.bnt kak thor buat freya bisa jatuh cinta sama rafael
MissSHalalalal: sudah terlalu sakit hati kak.
total 1 replies
MissSHalalalal
siap, di tunggu ya 🙏😍
ina
up
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Norahsikin Ismail
lanjutkan lg🙏🙏👍
ina
bikin freya cinta sama rafael min
Fifi Afifah
👍
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
semoga aja Freya Nerima Rafael setelah dicerai sean
Mita Paramita
tragisnya nasib Freya terjebak diantara ayah dan anak yang bikin hidup nya kacau
Mita Paramita
Freya di terkam mertua nya🤣🤣🤣 gimana reaksi Sean kalo ketahuan 🤨 Thor novel nya ganti judul ya .
MissSHalalalal: iya nih. 🙏 yang kemaren kepanjangan 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
Freya istri lemah ngapain belain suami laknat begitu 🤨jadi gemes liatnya. lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
sean keterlaluan kejamnya 🤨🤨🤨 Freya mending kabur aja
Mita Paramita
kasian banget Freya 😭
Mita Paramita
seru baru episode pertama
MissSHalalalal: terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!