NovelToon NovelToon
Kuali Penelan Bintang

Kuali Penelan Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Starlope

Di Alam Fana yang kejam, bakat adalah segalanya. Lin Ye, seorang pemuda dengan meridian cacat, ditakdirkan menjadi pelayan seumur hidupnya. Namun, nasibnya berubah ketika darahnya tak sengaja membangkitkan sebuah relik berkarat: Kuali Penelan Bintang.

Kuali kuno ini bukan sekadar alat pelebur pil, melainkan artefak primordial yang mampu melahap esensi langit dan bumi, bahkan menelan energi bintang-bintang. Dalam perjalanan kultivasi yang lambat, penuh perhitungan, dan berdarah, Lin Ye perlahan mengubah fisik fananya, menembus kemustahilan, dan melangkah ke jalan keabadian.

Ini bukan kisah pahlawan instan, melainkan seorang pemuda biasa yang merangkak dari debu, menentang takdir surga, dan pada akhirnya, melahap seluruh kosmos untuk melindungi apa yang ia hargai. Langit kesembilan pun akan gemetar di bawah kualinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Starlope, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolong di Balik Bayangan

Kabar tentang kecelakaan yang menimpa Li Mang menyebar dengan cepat di pelataran luar keesokan paginya. Beberapa pelayan yang bertugas mengangkut es menemukan pemuda bermuka tikus itu terkubur di bawah reruntuhan balok es raksasa. Saat diangkat, kondisinya sangat mengenaskan; kaki kanannya remuk, lengan kanannya menghitam akibat radang beku ekstrem, dan pita suaranya rusak karena hawa dingin menyumbat tenggorokannya terlalu lama.

Tidak ada yang menaruh curiga. Di mata para pengawas dan sesama murid luar, Li Mang hanyalah korban dari kesombongannya sendiri—berjalan di dekat tebing es yang tidak stabil tanpa memutar Qi pelindung.

Wang Hao, yang mendengar kabar tersebut, hanya mendengus dingin dan meludahi tanah. "Dasar sampah tidak berguna. Disuruh mengurus seorang pelayan fana saja malah mencelakai dirinya sendiri," umpatnya. Bagi Wang Hao, kegagalan Li Mang adalah aib, dan ia tidak berniat membuang-buang pil penyembuh untuk seorang bawahan yang sudah cacat.

Sementara itu, Lin Ye terus menjalankan rutinitasnya seperti hantu yang tak kasatmata. Ia memanggul kayu, menyapu salju, dan membersihkan sisa abu tungku tanpa mengeluh, menundukkan kepalanya setiap kali berpapasan dengan murid resmi.

Tiga hari berlalu dalam keheningan yang tegang.

Di malam keempat sejak insiden Li Mang, Lin Ye kembali membuka mata di dalam gubuk reyotnya. Suhu tubuhnya sedikit memanas, pertanda bahwa sisa-sisa energi dari Sumsum Es Hitam yang tertinggal di dalam tulangnya mulai memberontak meminta asupan energi baru untuk menyeimbangkan proses kultivasinya. Saat ini, fisiknya telah kukuh di Puncak Tingkat Keempat Alam Pengumpulan Qi, hanya berjarak setipis kertas jendela untuk menembus Tingkat Kelima.

"Aku butuh energi Yin murni lagi untuk mendorong terobosan ini," gumam Lin Ye seraya bangkit berdiri.

Sama seperti malam-malam sebelumnya, Lin Ye menyelinap keluar, menembus badai salju tipis menuju Gua Tambang Es di tebing utara. Kecepatannya kini jauh lebih mengerikan; kakinya nyaris tidak menyentuh tumpukan salju, bergerak seringan bayangan burung hantu yang sedang berburu.

Begitu ia melangkah masuk ke dalam mulut gua, Lin Ye menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

Hawa dingin di dalam gua terasa seratus kali lipat lebih buas dari biasanya. Kabut es yang biasanya melayang tenang kini berputar-putar ganas membentuk pusaran-pusaran kecil, menciptakan suara siulan tajam saat bergesekan dengan stalaktit batu.

Ada orang lain di dalam, batin Lin Ye, matanya langsung menyipit tajam. Pendengarannya yang telah diperkuat menangkap suara deru napas yang tertahan dan suara retakan es dari kedalaman gua—jauh lebih dalam dari tempat ia menemukan Sumsum Es Hitam beberapa hari lalu.

Seseorang yang cukup gila untuk berkultivasi di wilayah maut ini.

Lin Ye mencabik ujung bawah jubah abu-abunya, lalu mengikatkan kain kotor itu untuk menutupi separuh wajahnya. Ia tidak boleh gegabah. Ia menekan seluruh energi fisiknya dalam-dalam, menghentikan detak jantungnya hingga berdetak hanya satu kali setiap tiga tarikan napas, lalu merayap maju menempel pada bayang-bayang dinding es.

Semakin dalam ia masuk, suhu udara anjlok hingga ke titik di mana dinding gua tidak lagi berbatu, melainkan terbuat dari es murni yang memancarkan pendar biru menyeramkan.

Di ujung lorong yang menyerupai aula kristal bawah tanah, Lin Ye menghentikan langkahnya. Matanya terbelalak melihat pemandangan di depannya.

Seorang wanita muda duduk bersila di tengah-tengah aula es. Ia mengenakan jubah putih sekte luar yang tampak tipis, namun memancarkan riak cahaya spiritual berbentuk kelopak teratai yang menahan hawa dingin ekstrem. Wajahnya sangat cantik namun pucat pasi, sedingin patung dewi yang terbuat dari salju abadi.

Itu adalah Su Yue.

Di depan Su Yue, mengambang sebuah batu kristal seukuran kepalan tangan yang memancarkan cahaya biru terang. Kristal Inti Yin, benda spiritual langka yang terbentuk ribuan tahun di pusat urat es bumi. Benda itu jauh lebih berharga dan mematikan dibandingkan Sumsum Es Hitam.

Napas Lin Ye tertahan. Ia bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi. Ambisi Su Yue terlalu besar. Ia mencoba menyerap energi Yin murni dari Kristal Inti Yin untuk menerobos ke Alam Pengumpulan Qi Tingkat Ketujuh dan memadatkan fondasi elemen esnya. Sayangnya, ia meremehkan keliaran energi purba tersebut.

Tubuh Su Yue gemetar hebat. Alisnya yang lentik berkerut menahan penderitaan luar biasa. Untaian energi biru yang liar dan tak terkendali meronta-ronta di sekelilingnya, menembus paksa pori-pori dan merobek meridian halusnya. Sebuah garis darah merah menyala mengalir dari sudut bibirnya, tampak sangat kontras dengan kulit putih pucatnya. Lapisan es perlahan mulai merambat dari ujung jari kakinya, naik menuju betis dan pinggangnya.

Mata Lin Ye memicing tajam. Penyimpangan Qi. Meridian wanita itu membeku karena tidak mampu memurnikan Qi Yin yang mengamuk. Jika dibiarkan selama setengah batang dupa lagi, Dantian-nya akan pecah, dan ia akan berubah menjadi patung es abadi.

Pikiran pragmatis Lin Ye langsung berputar.

Apakah aku harus meninggalkannya? Jika Su Yue mati di sini, tetua sekte pasti akan menyelidiki seluruh gua ini, dan jejak-jejak kultivasinya di masa lalu bisa saja terendus. Kehilangan seorang jenius adalah masalah besar bagi sekte.

Lebih dari itu, Kuali Penelan Bintang di Dantian Lin Ye tiba-tiba bergetar brutal. Kuali purba itu mengeluarkan rasa "lapar" yang ribuan kali lipat lebih buas daripada saat di ruang tungku racun. Qi Yin yang sedang mengamuk di tubuh Su Yue adalah makanan lezat yang sudah dimurnikan setengah jalan oleh meridian kultivator, membuatnya sangat mudah dan aman untuk diserap!

"Anggap saja kau sedang membayar sewa karena meminjam tempat latihanku," bisik Lin Ye pelan.

Dalam sekejap mata, Lin Ye melesat dari bayang-bayang. Kecepatannya membelah udara sedingin es tanpa menimbulkan suara sekecil apa pun.

Su Yue, yang kesadarannya sedang di ambang kehancuran akibat rasa sakit dari meridiannya yang membeku, tiba-tiba merasakan hawa panas yang sangat tangguh dan kuat mendekat dari arah belakang. Sebelum ia bisa membuka matanya, sepasang telapak tangan yang besar, kasar, dan sepanas besi tempa mendarat dengan kuat di punggungnya.

BZZZZZTT!

Seketika, daya hisap kosmik yang sangat mengerikan dan mustahil dijelaskan dengan akal sehat meledak dari kedua telapak tangan tersebut.

Tubuh Su Yue tersentak. Ia bisa merasakan energi Yin yang liar, beracun, dan membeku—yang beberapa detik lalu sedang mencabik-cabik meridiannya—tiba-tiba tersedot paksa keluar dari tubuhnya melalui titik akupuntur di punggungnya. Daya hisap itu begitu mendominasi, seolah-olah ada lubang hitam raksasa yang menelan seluruh kotoran dan racun dari Qi-nya.

Di belakangnya, Lin Ye menggertakkan gigi di balik kain penutup wajahnya. Energi Yin dari jenius Tingkat Keenam sangatlah ganas. Saat energi itu memasuki lengannya, kulit tangannya langsung memutih dan meretakkan lapisan es tipis. Namun, Kuali Penelan Bintang memutar energi itu dengan rakus, menggiling hawa beracunnya menjadi esensi kehidupan murni, lalu memompanya kembali ke seluruh otot, tulang, dan organ Lin Ye.

Krak... Krak...

Suara retakan pelan terdengar dari tubuh Lin Ye. Otot-ototnya memadat, urat nadinya menebal, dan kekuatan fisiknya melonjak drastis. Sensasi terobosan memenuhi seluruh tubuhnya.

Alam Pengumpulan Qi Tingkat Kelima!

Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, Lin Ye tidak hanya berhasil menstabilkan kondisi Su Yue dengan menghisap seluruh energi liarnya, tetapi ia juga meminjam bencana tersebut untuk menerobos penghalang kultivasinya sendiri.

Su Yue, yang masih sangat lemah namun perlahan mendapatkan kembali kendali atas Dantian-nya, berusaha mati-matian menoleh ke belakang. Pandangannya kabur karena kelelahan, namun ia melihat siluet seorang pria berpostur tegap dengan wajah tertutup kain.

Mata hitam pria itu sedingin jurang tanpa dasar, tidak memancarkan hawa nafsu atau belas kasihan. Yang paling membuat jiwa Su Yue bergetar adalah aura yang dipancarkan pria itu—aura kuno, liar, dan teramat sangat purba, seolah-olah sebuah eksistensi dari mitologi baru saja turun ke hadapannya.

"S-Senior..." bibir Su Yue bergetar, memaksakan diri mengeluarkan suara lirih. "Terima kasih atas... anugerah penyelamatan ini. Boleh... bolehkah junior mengetahui nama luhur Senior?"

Lin Ye tidak menjawab. Menyebutkan namanya sama saja dengan menggali kuburan. Tujuannya sudah tercapai: ia mendapat energi gratis, mencegah penyelidikan sekte, dan membuat Su Yue berutang budi kepada identitas palsu yang bisa ia gunakan di masa depan.

Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Lin Ye menarik kedua tangannya. Ia menghentakkan kakinya ke lantai es dan melesat mundur. Gerakannya sangat cepat, hanya menyisakan pusaran angin yang menerbangkan kepingan es di udara.

Saat Su Yue akhirnya berhasil memutar kepalanya sepenuhnya, aula es itu sudah kosong. Bayangan pria itu telah menghilang sepenuhnya seolah ditelan kegelapan gua, tidak meninggalkan jejak Qi, jejak langkah, maupun riak energi spiritual. Dia benar-benar menghilang seperti hantu.

Su Yue duduk diam, napasnya masih terengah-engah. Rasa dingin di tubuhnya telah digantikan oleh kehangatan sisa dari telapak tangan pria misterius itu yang masih membekas di punggungnya. Ia menunduk menatap tangannya sendiri, menyadari bahwa meski prosesnya terputus, energi esensi Yin murni yang tersisa di Dantian-nya kini sangat jinak dan stabil berkat "Senior" tersebut.

Mata tajam Su Yue memancarkan tekad yang rumit. Di dalam Sekte Pedang Awan Mengalir, para Tetua biasa selalu memiliki aura Qi yang khas. Namun pria ini... auranya tidak masuk akal, dan daya hisap yang melenyapkan racun di tubuhnya terasa seperti sebuah teknik kultivasi kelas dewa yang hanya ada di buku-buku legenda.

"Seorang ahli misterius tingkat tinggi sedang mengasingkan diri di sekte luar kita..." gumam Su Yue pelan. "Aku harus menemukannya. Aku harus membalas budi ini."

Jauh di luar gua, Lin Ye sudah kembali mengenakan keranjang esnya, berjalan dengan langkah gontai menuju gubuknya. Jika Su Yue tahu bahwa "Senior" berwibawa yang auranya membuat jiwanya bergetar hanyalah seorang pelayan fana tanpa meridian yang bekerja menyapu salju setiap pagi, wanita dingin nan jenius itu mungkin akan muntah darah saking terkejutnya.

Di balik kain jubahnya yang lusuh, Lin Ye tersenyum tipis. Malam ini, panennya sangat berlimpah.

1
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor menarik ceritanya semoga sampai tamat ceritanya
Aman Wijaya
lanjut terus gaaas njeduk Thor semangat
Aman Wijaya
jadilah kuat su Yue
Imam Abiyu Dzaky
teruss lanjutkan
Andira
mmm
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Wy Pereret
lanjut
SENJA
waaah
Andira
👍
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
mantab su Yue
Aman Wijaya
mantab Lin Ye
Aman Wijaya
lanjut terus Thor tambah lagi updatenya 💪💪💪
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor
Aman Wijaya
mantab Thor semangat semangat
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
top top markotop lanjut
Aman Wijaya
lanjut terus semangat semangat terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!