"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"
Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.
Namun, takdir seolah sedang bercanda.
Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.
Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
Bab 9: Pembersihan Mutlak dan Gema dari Gunung Terlarang
Gemuruh raungan Han Shanyuan membelah udara pagi di kompleks kediaman utama Keluarga Han, menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan dinding-dinding bata di sekitar halaman dalam. Puncak tertinggi dari tirani klan besar Jiangnan City kini berkumpul dalam wujud cakar serigala darah raksasa yang dibawa oleh sang Leluhur Agung. Energi spiritual berwarna merah darah seolah-olah membakar oksigen di sekelilingnya, memancarkan bau tembaga yang sangat menyengat, merusak tanaman-tanaman hias mahal di halaman hingga layu dan menghitam dalam hitungan detik.
Sebagai seorang master yang telah menembus ranah Fondasi Jiwa tingkat ketiga sejati, Han Shanyuan mengira bahwa serangannya adalah kehendak langit yang tidak mungkin ditolak oleh seorang pemuda fana. Cakar-cakar energinya meluncur dengan kecepatan yang melampaui batas pandangan mata manusia, merobek udara hingga menciptakan suara siulan tajam yang memekakkan telinga.
Di belakangnya, Han Chao, Han Mian, dan belasan tetua klan lainnya menatap dengan mata yang berkilat penuh dendam. Di dalam benak mereka, tidak peduli seberapa aneh atau kuatnya teknik penyembunyian basis kultivasi yang digunakan oleh Shen Long, di hadapan hantaman penuh dari pendiri klan mereka, pemuda itu hanya akan berakhir menjadi tumpukan daging cincang.
"Mati kau, sampah lancang!" Han Chao berteriak dari kejauhan, mencoba meluapkan rasa takut yang sempat menghimpit jiwanya beberapa menit lalu.
Namun, di pusat badai energi yang mematikan itu, Shen Long tetap berdiri dengan posisi tegak lurus bagaikan sebilah pedang dewa yang menancap di inti bumi. Kedua tangannya masih tersimpan dengan sangat santai di dalam saku jubah militernya. Pakaian militernya yang hijau tidak menunjukkan kerutan akibat tekanan angin badai merah darah tersebut. Sepasang matanya yang sedalam multisemesta abadi menatap lurus ke arah cakar raksasa Han Shanyuan dengan pandangan yang penuh dengan rasa bosan yang teramat sangat. Bagi sang Penguasa Multisemesta, pertunjukan kekuatan yang dibanggakan oleh manusia bumi ini tidak lebih dari sekadar riak kecil di atas permukaan kolam air yang tenang.
"Ranah Fondasi Jiwa tingkat ketiga... mengandalkan esensi darah kotor yang dikumpulkan dari pengorbanan manusia fana tingkat rendah untuk membangun fondasi jiwamu," Shen Long berkata dengan nada suara yang sangat datar, namun suaranya anehnya mampu meredam seluruh gemuruh raungan Han Shanyuan secara instan. "Fondasi yang begitu rapuh dan dipenuhi oleh lubang cacat seperti ini, berani sekali kau menyebutnya sebagai cakar dewa?"
Tepat ketika ujung cakar serigala darah Han Shanyuan berada hanya satu inci dari keningnya, tangan kiri Shen Long akhirnya bergerak keluar dari saku jubah militernya. Gerakannya terlihat sangat lambat, menyerupai gerakan seorang sarjana yang sedang membuka lembaran buku kuno. Namun, di bawah kulit pualam tangannya, esensi cairan emas murni dari tingkat kedelapan ranah Penguatan Tubuh yang sangat sempurna meledak dengan frekuensi hukum kosmis yang mutlak. Lapisan cahaya keemasan yang sangat tipis namun padat menyelimuti seluruh telapak tangannya, memancarkan aura kesucian yang bertolak belakang dengan kabut merah darah milik musuhnya.
Shen Long tidak menggunakan teknik beladiri serumit apa pun; ia hanya mengayunkan telapak tangannya dalam sebuah gerakan tamparan menyamping yang sangat lugas dan santai, menyambut hantaman cakar raksasa ranah Fondasi Jiwa tersebut secara langsung dengan tangan kosong.
*BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*
Sebuah ledakan energi spiritual yang belum pernah terjadi sebelumnya meledak hebat di depan gerbang aula leluhur Keluarga Han. Gelombang kejut energi emas murni dan merah darah meluas dalam bentuk lingkaran transversal berskala raksasa, menghancurkan seluruh paving blok di halaman depan hingga terangkat dan hancur menjadi bubuk batu halus dalam sekejap mata. Seluruh struktur bangunan aula leluhur kayu yang berada di belakang Han Shanyuan bergetar hebat, genteng-genteng tanah liatnya runtuh berkeping-keping, dan pilar-pilar penyangganya mulai retak dalam bentuk lingkaran laba-laba yang dalam.
Namun, di tengah-tengah kepulan debu batu yang beterbangan, suara patahan tulang yang sangat renyah dan mengerikan terdengar membelah suara ledakan energi.
*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*
Sesosok tubuh terlempar keluar dari balik kabut debu dengan kecepatan yang melampaui kecepatan peluru kendali supersonik. Tubuh itu meluncur secara horizontal sejauh lebih dari empat puluh meter, menembus dinding kayu jati Aula Leluhur, menghancurkan puluhan meja altar dan ratusan papan nama leluhur Keluarga Han hingga menjadi serpihan kayu bakar, sebelum akhirnya menghantam dinding batu giok pertahanan bagian paling dalam bangunan tersebut dengan sangat keras.
*BUMMM!*
Sosok yang terkapar di dalam reruntuhan dinding batu giok itu tidak lain adalah sang Leluhur Agung, Han Shanyuan! Kondisinya saat ini benar-benar menghancurkan seluruh kewarasan manusia yang menyaksikannya. Kedua lengan tuanya yang tadi membentuk cakar serigala kini telah hilang sepenuhnya, hancur menjadi serpihan daging dan bubuk tulang yang menodai sisa-sisa lantai aula leluhur. Sisi kiri wajah tuanya telah rata dengan tanah, rahangnya hancur berkeping-keping menjadi debu, dan sepasang matanya yang merah kini melotot keluar tanpa ada sisa kehidupan sedikit pun.
Energi emas murni milik Shen Long yang menyusup melalui tamparannya telah meledakkan dantian di dalam perut Han Shanyuan menjadi serpihan energi kosong, memusnahkan seluruh meridian utama dan jiwanya secara mutlak dalam waktu satu helaan napas. Han Shanyuan, pendiri sejati dan pelindung tertinggi Keluarga Han di ranah Fondasi Jiwa tingkat ketiga, telah tewas seketika di tempat hanya karena satu tamparan santai dari Shen Long—sebuah kematian yang definitif dan penjelasan yang sangat detail mengenai akhir eksistensi sang leluhur di dunia fana ini.
Di dalam halaman depan yang kini dipenuhi abu dan puing-puing hancur, suasana seketika berubah menjadi keheningan yang mati, seolah-olah seluruh ruang dan waktu di tempat itu telah dibekukan oleh kehendak sang Penguasa. Belasan tetua klan, termasuk Han Chao dan Han Mian, berdiri mematung dengan wajah pucat pasi tanpa setetes darah pun tersisa. Seluruh tubuh mereka gemetar hebat seperti dedaunan di tengah badai topan, dan beberapa di antara mereka langsung jatuh berlutut ke tanah, kehilangan seluruh kemampuan untuk berpikir melihat leluhur agung mereka dihancurkan seperti lalat busuk.
Wang Teng, Wakil Kepala Departemen Pengawasan Kultivator Jiangnan City, yang berdiri tidak jauh dari tempat benturan, merasakan seluruh rambut di tubuhnya berdiri tegak karena ketakutan primal yang luar biasa dahsyat. Sebagai seorang pejabat tinggi ranah Pengumpulan Qi tingkat kesembilan, ia telah melihat banyak master hebat di provinsi ini, namun ia belum pernah menyaksikan kekuatan tirani yang begitu bersih, mutlak, dan tidak masuk akal seperti yang dimiliki oleh pemuda di depannya. Satu tamparan membunuh ranah Fondasi Jiwa tingkat ketiga tanpa menggunakan energi spiritual eksternal berskala besar adalah sesuatu yang hanya ada di dalam legenda kuno.
"K-Kau... Kau bukan manusia! Kau adalah monster reinkarnasi!" Wang Teng berteriak dengan suara yang pecah karena panik, melangkah mundur dengan tergesa-gesa hingga jubah resmi birunya tersangkut serpihan kayu. Tangan kanannya yang gemetar hebat meraba ke dalam saku jubahnya, mengeluarkan selembar lencana emas besar yang memancarkan segel resmi pemerintahan nasional—*Lencana Otoritas Sembilan Naga Negara*.
"Shen Long! Aku adalah pejabat tinggi negara! Departemen Pengawasan Kultivator memiliki perlindungan langsung dari Ibu Kota Pusat dan Komando Militer Agung! Jika kau berani menyentuh sehelai rambutku, kau akan dinyatakan sebagai musuh nomor satu negara! Seluruh divisi kultivator militer, termasuk Kepala Departemen kami, Tuan Besar **Lin Tian** yang berada di ranah Fondasi Jiwa tingkat tinggi, akan memburumu dan menghapus seluruh eksistensimu dari muka bumi ini!" Wang Teng mencoba menggalang sisa-sisa keberaniannya menggunakan otoritas hukum pemerintahan sebagai perisai terakhirnya.
Shen Long perlahan mengalihkan pandangan matanya yang sedalam malam abadi ke arah Wang Teng. Tatapannya begitu datar, begitu dingin, seolah-olah ia sedang melihat sebutir debu kotor yang tidak sengaja menempel di ujung sepatunya.
"Lencana otoritas negara? Lin Tian?" Shen Long menyebut nama-nama itu dengan nada suara yang sangat ringan, namun setiap suku kata yang keluar dari mulutnya membawa tekanan spiritual tak kasat mata yang membuat lencana emas di tangan Wang Teng mulai memunculkan retakan-retakan halus karena tidak mampu menahan aura superior sang Penguasa.
"Kalian para cacing tanah yang korup selalu mengira bahwa selembar logam kecil dan nama seorang manusia fana di ranah Fondasi Jiwa bisa menghentikan jalannya hukumku," kata Shen Long sambil melangkah maju satu langkah menuju Wang Teng. Langkah kaki kecil itu menciptakan suara ketukan yang sangat nyaring di tengah kesunyian halaman. "Kau menerima dana kotor dari Keluarga Han untuk menutupi kejahatan mereka, membiarkan mereka menindas yang lemah menggunakan kekuasaan mereka, dan sekarang ketika aku datang untuk menuntut balas, kau menggunakan hukum pemerintahan untuk memohon perlindungan?"
"Di bawah hukumku, Penguasa Multisemesta... seluruh aturan fana yang kalian buat tidak lebih dari sekadar coretan debu di atas tanah. Siapa pun yang berani berdiri di jalur pembalasanku, tidak peduli apakah dia pejabat kota atau penguasa ibu kota sejati... semuanya akan aku hapus tanpa sisa."
"Bajingan! Aku akan membunuhmu terlebih dahulu!" Wang Teng yang sudah kehilangan kendali atas kesehatan mentalnya akibat tekanan psikologis yang luar biasa meraung histeris. Ia menyuntikkan seluruh energi spiritual ranah Pengumpulan Qi tingkat kesembilannya ke dalam *Lencana Otoritas Sembilan Naga Negara*.
*WUSH!*
Lencana emas tersebut meledak, melepaskan sembilan bayangan naga emas energi setinggi dua meter yang memancarkan aura hukum penindasan besi. Sembilan naga emas tersebut meluncur membelah udara halaman, mengunci seluruh arah pergerakan Shen Long dengan cakar-cakar hukum mereka yang tajam, mencoba menekan seluruh pusat energi di dalam tubuh pemuda itu secara paksa.
Namun, menghadapi serangan hukum pemerintahan tersebut, Shen Long bahkan tidak mengedipkan matanya sedikit pun. Dengan gerakan yang sangat santai, ia hanya mengulurkan tangan kanannya, membentuk telapak tangan terbuka, lalu melayangkan sebuah gerakan tamparan menyamping yang sangat luas ke arah kumpulan naga emas tersebut.
*PLAAAAAAAALAK!*
Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring, memotong melintasi ruang halaman. Kekuatan fisik tingkat kedelapan ranah Penguatan Tubuh yang digabungkan dengan esensi murni *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* meledak sepenuhnya dari telapak tangan Shen Long.
*BYARRRRRRRR!*
Tanpa ada perlawanan yang berarti, sembilan bayangan naga emas hukum yang dibanggakan oleh Wang Teng langsung hancur berkeping-keping menjadi bintik-bintik cahaya keemasan yang padam di udara dalam waktu kurang dari satu milidetik, terserap dan dinetralkan sepenuhnya oleh kekuatan pembalikan energi milik Shen Long. Kekuatan tamparannya terus melaju tanpa bisa dihentikan oleh pertahanan apa pun, mendarat dengan telak tepat di pipi kanan Wang Teng.
*KRAKKKKK! BYARR!*
Suara hancurnya seluruh struktur tengkorak, rahang, dan tulang pelipis kanan Wang Teng terdengar sangat renyah di udara pagi. Tubuh kurus wakil kepala departemen itu terlempar secara horizontal seperti layang-layang yang hancur ditiup badai, meluncur sejauh dua puluh meter sebelum akhirnya menghantam pilar besi gerbang aula dalam hingga pilar tersebut bengkok parah.
*Bugh!*
Wang Teng terkapar di atas tanah dalam kondisi yang sangat mengerikan. Seluruh wajah bagian kanannya telah rata sepenuhnya, hancur menjadi bubuk tulang halus yang bercampur dengan darah kental hitam yang terus mengalir dari mulutnya. Dantidannya di dalam perut telah meledak menjadi abu energi, menghancurkan seluruh jaringan meridian utama dan memutuskan sisa jiwanya dari tubuh fana secara mutlak. Wang Teng, Wakil Kepala Departemen Pengawasan Kultivator yang korup, telah tewas seketika di tempat hanya karena satu tamparan santai dari Shen Long—sebuah kematian yang mutlak dan penjelasan detail mengenai akhir eksistensi pejabat tersebut di dunia fana ini.
Melihat dua pelindung tertinggi mereka—sang Leluhur Agung dan sang Pejabat Tinggi Negara—dibantai dalam waktu kurang dari tiga menit menggunakan dua tamparan tangan kosong, belasan tetua Keluarga Han yang masih tersisa di halaman langsung kehilangan seluruh sisa keberanian mereka.
"Ampun! Ampun, Tuan Besar Shen Long!" Han Chao langsung menjatuhkan dirinya ke tanah, membenturkan kepalanya ke atas paving blok yang hancur hingga dahinya robek dan mengeluarkan darah kental. "Kami hanya mengikuti perintah dari Kepala Klan Baichuan! Kami tidak memiliki hubungan langsung dengan perundungan yang terjadi di kamp militer! Mohon ampuni sisa keturunan klan kami!"
Tetua lainnya, Han Mian, juga ikut bersujud dengan tubuh yang gemetar hebat, meneteskan air mata ketakutan yang amat sangat di atas tanah yang kotor. "Kami siap menyerahkan seluruh akta tanah, seluruh rahasia bisnis, dan seluruh tabungan energi spiritual klan kami kepada Anda! Mohon biarkan kami hidup sebagai budak Anda!"
Shen Long berdiri di tengah halaman dengan jubah militer hijau yang bersih tanpa setitik debu pun menempel di kulit pualamnya. Ia menarik kembali tangan kanannya, mengeluarkan selembar saputangan putih dari sakunya untuk mengusap sisa kehangatan energi dari ujung jarinya dengan ketenangan yang menakutkan. Ia menatap ke arah belasan tetua yang sedang bersujud dengan pandangan yang penuh dengan ketidakpedulian yang mutlak.
"Aku telah mengatakan di gerbang tol pagi ini... bahwa aku akan datang sendiri ke Keluarga Han untuk mengambil nyawa kalian dan menghapus seluruh klan kalian dari muka bumi ini," Shen Long berkata, suaranya terdengar sangat rendah namun membawa keputusan akhir yang tidak bisa diubah oleh kekuatan apa pun di dunia fana ini. "Di bawah hukumku, kata-kata seorang Penguasa adalah takdir mutlak yang tidak akan pernah ditarik kembali. Keluarga Han kalian telah menggunakan kekuasaan untuk menindas yang lemah selama puluhan tahun di kota ini, sekarang... terimalah pembersihan mutlak sebagai harga dari kesombongan kalian."
Tanpa memberikan kesempatan lagi bagi mereka untuk memohon, Shen Long melangkah maju ke tengah halaman leluhur. Di dalam dantiannya, esensi cairan emas murni berputar dengan kecepatan maksimum, memancarkan gelombang kejut energi emas berskala raksasa dari seluruh tubuhnya yang meluas ke radius ratusan meter, menutupi seluruh kompleks kediaman utama Keluarga Han.
*BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM!*
Gelombang kejut energi emas murni tersebut meluncur dengan kekuatan penghancur mutlak, merobek lantai, meruntuhkan seluruh bangunan Aula Leluhur, barak pengawal, istana pribadi, dan seluruh struktur beton di dalam kompleks kediaman raksasa tersebut menjadi abu puing-puing halus dalam waktu beberapa helaan napas. Han Chao, Han Mian, dan seluruh sisa anggota direct lineage serta pimpinan inti Keluarga Han yang berada di dalam area kompleks tersebut hancur berkeping-keping menjadi serpihan daging dan abu energi yang lenyap ditiup angin pagi tanpa menyisakan satu pun keturunan yang hidup—sebuah pembersihan mutlak yang secara detail menghapus seluruh eksistensi Keluarga Han dari sejarah dunia fana Jiangnan City.
Kompleks kediaman raksasa seluas puluhan hektar yang selama berabad-abad menjadi simbol tirani dan kekuasaan tertinggi di kota tersebut, kini telah rata dengan tanah, berubah menjadi sebuah kawah abu kelabu raksasa yang sedalam dua meter tanpa ada satu pun bangunan yang tersisa berdiri.
Sun Mo, yang menyaksikan seluruh proses pemusnahan massal tersebut dari balik roda kemudi jip militer lapis baja hitam di luar gerbang, merasa seluruh jiwanya kosong karena rasa takjub dan ketakutan yang melampaui batas manusianya. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana sebuah klan penguasa kota yang memiliki ratusan pengawal bersenjata, master ranah Pengumpulan Qi, dan leluhur ranah Fondasi Jiwa, dihapus dari muka bumi hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit oleh telapak tangan seorang pemuda tunggal. Rasa hormatnya kepada Shen Long kini telah berubah menjadi kepatuhan mutlak yang setara dengan penyembahan kepada sesosok Dewa Pencipta sejati.
Shen Long berjalan kembali menuju pintu belakang jip militer hitam dengan langkah kaki yang tenang dan anggun. Jubah militernya tetap bersih sempurna, seolah-olah ia baru saja menyelesaikan jalan-jalan santai di taman bunganya sendiri, bukan baru saja memusnahkan sebuah klan besar.
Tepat ketika tangannya menyentuh gagang pintu jip militer, seberkas kilatan cahaya ungu kemerahan tiba-tiba muncul dari dalam saku jubah militernya—itu adalah jimat transmisi spiritual rahasia milik Wang Teng yang terhubung langsung dengan pusat jaringan Departemen Pengawasan Kultivator Provinsi. Jimat giok tersebut perlahan melayang ke udara sebelum akhirnya meledak, melepaskan proyeksi energi holografik vertikal setinggi dua meter di depan wajah Shen Long.
Di dalam proyeksi energi tersebut, terlihat sesosok pria paruh baya yang mengenakan jubah resmi panglima tinggi berwarna hitam emas dengan lencana sembilan naga murni di dadanya. Pria itu memiliki wajah yang sangat kaku, persegi, dengan sepasang mata yang memancarkan kilatan petir ungu yang sangat masif dan berat—dia adalah **Lin Tian**, Kepala Tertinggi Departemen Pengawasan Kultivator Provinsi yang basis kultivasinya telah berada di ranah Fondasi Jiwa tingkat ketujuh sejati!
"Shen Long! Aku telah menyaksikan pemusnahan yang kau lakukan terhadap Keluarga Han dan pembunuhan terhadap Wakil Kepala Wang Teng melalui cermin pelacak departemen!" Lin Tian berkata melalui proyeksi energi, suaranya yang menggelegar mengandung getaran energi ranah Fondasi Jiwa tingkat tinggi yang membuat ruang di sekitar jip militer bergetar halus. "Tindakanmu adalah pemberontakan terbuka yang menghancurkan tatanan hukum stabilitas nasional! Hari ini, aku sendiri yang akan memimpin tiga ribu pasukan elit kultivator militer departemen bersama dengan empat Penasihat Agung dari Sekte Pedang Guntur untuk mengepung Jiangnan City! Tidak peduli seberapa hebat teknik rahasia reinkarnasi yang kau miliki, dalam waktu tiga jam, aku akan meratakan seluruh distrik tempatmu berada dan menyiksa jiwamu di dalam penjara api petir seumur hidupmu!"
Mendengar ancaman raksasa dari proyeksi Kepala Departemen Lin Tian yang membawa pasukan militer berskala besar dan master sekte kuno, Shen Long tidak menunjukkan kepanikan atau ketakutan sedikit pun di wajah tampannya. Sebaliknya, sebuah senyuman tipis penuh misteri, senyuman seorang Penguasa Multisemesta yang akhirnya melihat panggung hiburan fana ini menjadi jauh lebih meriah dan dipenuhi oleh musuh-musuh baru yang sedikit lebih menantang, perlahan mengembang di sudut bibirnya yang putih seperti giok.
"Lin Tian... Kepala Departemen Pengawasan Provinsi, pasukan elit militer, dan para tetua dari Sekte Pedang Guntur," Shen Long bergumam dengan nada suara yang dipenuhi gairah pertempuran dingin yang mulai membumbung tinggi dari lubuk jiwanya yang paling dalam. "Kalian mengumpulkan seluruh kekuatan terkuat di provinsi ini hanya untuk datang bersujud dan mengantarkan leher kalian di hadapan telapak tanganku? Sangat bagus... mari kita lihat apakah tiga ribu pasukanmu ini memiliki kekuatan yang cukup untuk sekadar menahan satu ayunan tamparanku di atas langit Jiangnan City ini."
Shen Long mengencangkan genggaman tangannya pada pintu jip militer lapis baja hitam, siap untuk melangkah masuk dan mengarahkan kendaraan menuju gerbang utama pusat kota demi menyambut kedatangan badai pertempuran berskala masif berikutnya yang akan menjungkirbalikkan seluruh tatanan kekuasaan tertinggi di dunia fana ini tanpa ada satu pun aturan manusia yang mampu menahan laju amukan mutlak dari telapak tangan sang Penguasa Multisemesta.