NovelToon NovelToon
Destiny

Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong
Popularitas:443
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Notice

Rara, gadis kecil dengan semangat membara. Gadis ceria yang tidak kenal lelah. Sangat berbanding balik dengan kakanya Laras yang seperti manusia tidak punya semangat hidup.

Gadis kecil itu duduk di meja belajar dengan beberapa buku paket yang terbuka. Dirinya tidak benar-benar belajar seperti yang diinginkan Ibunya Sari. Karena sejak tadi, setiap beberapa menit sekali mata itu selalu melirik ponsel. Menantikan notifikasi yang diharap.

Yap! Setelah membuat postingan video singkat bersama keluarganya yang sebenarnya ingin pamer album bertandatangan Aditya, Rara berharap mendapat banyak perhatian. Maklum saja, gadis mudah memang suka sekali mencari validasi. Rara tidak berharap muluk-muluk, minimal postingannya di repost ulang sang idola.

Tidak hanya itu, Rara juga memposting beberapa foto dirinya yang sedang memegang album. Foto kakaknya yang sedang manyun dan foto random orang tuanya. Semua terlihat natural, orang yang melihat postingan Rara pasti bahagia dan merasa iri. Keluarganya nampak seperti keluarga Cemara.

"Malam ini kami menonton tayangan komedi, abaikan muka kakakku yang jelek itu. Dia sebenarnya bahagia karena bertemu dengan Aditya, hanya saja merasa gengsi." tulisnya di kolom caption. Sungguh fitnah paling menyebalkan yang pernah ada, untung saja Laras tidak bisa tahu karena Rara membatasi akses. Kakaknya hanya bisa tahu kalau ada orang lain yang melapor dan sayangnya Rara melupakan hal itu.

Tidak diduga, tidak disangka. Hal mengejutkan terjadi beberapa menit setelah Rara memutuskan untuk fokus belajar. Aditya, sang idola me-repost postingan Rara di story Instagram pribadi miliknya. Rara langsung mengambil ponsel dan lari ke ranjang. Menjatuhkan tubuhnya kemudian berguling-guling untuk beberapa saat.

Rara ingin berteriak kegirangan, namun tidak bisa karena ayah dan ibunya pasti akan curiga jika dia tidak belajar dengan baik. Sekarang, Rara persis seperti orang gila, senyum-senyum tidak jelas sembari menatap ponsel.

"Semoga cepat sembuh Rara, by the way kakakmu cukup cantik," batin Rara membaca caption yang tertera di story Aditya.

"Astaghfirullah, masyaallah!" mendadak sekali Rara berzikir. Aditya yang selama ini terkenal tidak suka meng follow manusia, tiba-tiba saja meng-follow dirinya. Kemudian diikuti sebuah pesan masuk lewat Instagram yang tentu saja dari Aditya juga.

"Anjir lah woii!" dengan gemetar Rara membuka isi pesan tersebut.

-Hai Rara, semoga cepet sembuh ya- Aditya.

Rara mengangguk dengan semangat, dirinya memang sudah sembuh. Malah kini energinya terisi penuh.

-Demi apa? Seorang Aditya mengirim pesan ke rakyat jelata sepetiku- Rara menambahkan emot menangis di akhir kalimatnya.

-hahaha, gue ada penawaran bagus ini. Kalau Lo mau foto bareng, bisa. Tapi ajak kakak Lo itu- Aditya kembali pada sifat alaminya. Tanpa basa-basi langsung melempar penawaran.

Rara tidak terganggu sama sekali dengan bahasa itu. Memaklumi karakter orang kota yang kaya. Pergaulan bebas Aditya. Rara malah fokus pada keinginan Aditya agar dirinya mengajak sang kakak. Gadis kecil itu mulai berpikir kalau Aditya menyukai kakaknya.

-Mau banget kak! Dimana? Kapan? Aku siapppp!-

Jiwa remaja Rara terus bahagia karena mendapat apa yang diinginkan. Rara tidak menduga ternyata Laras bisa membawa berkah. Gadis itu dengan pikiran licik mulai memanfaatkan kakaknya.

Keesokan harinya sosial media ramai karena banyak akun berita atau gosip yang membuat postingan tentang Aditya yang me-repost video salah satu penggemarnya. Gadis itu disebut-sebut sebagai gadis paling beruntung karena bisa di-notice oleh Aditya. Bahkan sampai di follow. Banyak remaja yang iri dan berharap perlakuan yang sama. Bahkan netizen juga mulai mencari-cari informasi tentang Laras. Walaupun Rara tidak mengikuti akun kakaknya ataupun sebaliknya, netizen tidak kehabisan akal. Mereka mencari informasi tentang Laras lewat penelusuran wajah. Tapi sayangnya rasa kepo mereka tidak bisa sepenuhnya terpenuhi karena akun Instagram Laras bersifat pribadi. Mereka hanya bisa melihat foto-foto Laras pada di postingan yang menandai kakaknya Rara itu.

Sejauh ini hanya ada komentar positif disertai candaan ringan oleh netizen.

Di sekolah, Rara yang sudah terkenal menjadi lebih terkenal, akun instagramnya mendapat puluhan followers. Berawal dari netizen yang kepo kemudian malah tertarik dengan profil serta postingan Rara. Gadis itu memang sering sekali membagikan kegiatannya di insta story sosial medianya. Hari-hari bersama keluarga serta teman.

-Karena lo masih sekolah, hari Minggu saja. Nanti gue share lokasi tempat kita ketemu."

-Jangan yang sepi-sepi kak. - Rara tetap waspada. Walaupun terkesan bebas, gadis itu akan selalu ingat pesan ayahnya agar selalu berhati-hati.

-Kalau rame nanti gue yang repot. Tunggu aja kabar selanjutnya.-

Senyum Rara sedikit luntur, dirinya tiba-tiba teringat kalau Aditya pasti takut ditempat ramai karena bisa menciptakan kerumunan. Walau bagaimana pun cowok itu sangat terkenal. Jika pertemuannya dengan Aditya di tempat umum yang ramai pasti akan sangat mengganggu. Aditya bakal sibuk dengan fans fanatiknya dan akhirnya dirinya terlupakan.

-Baik.-

"Ra! Ih beruntung banget kamuuu." Salah satu teman Rara mendekat. Tangannya membawa semangkuk bakso. "Kok bisa sih?"

Rara menatap temannya, mereka duduk berhadapan di kantin sekolah."Aditya suka Kakakku," ucap Rara. Gadis itu melupakan pesan terakhir yang dikirimnya untuk Aditya.

"Hah? Kok bisa?" Inayah, teman sebangku Rara melongo saat mendengar celetukan itu.

Rara menggeleng. "Ngarang aja sih, tapi pasti tebakanku bener."

Temannya tertawa, "sepertinya mustahil. Mantan Aditya semua mantap-mantap." Inayah meremehkan, remaja itu tahu betul sepak terjang Aditya. Kakaknya Rara yang sangat tidak peduli dengan penampilan itu mana mungkin menarik perhatian Aditya si mata keranjang.

"Kakakku tidak mantap?" pertanyaan polos itu reflek membuat Inayah berpikir. Beberapa kali dirinya pernah melihat Laras menggunakan tanktop dan celana pendek saat sedang main di rumah Rara.

"Sedikit, cuma outfitnya aja yang agak tertinggal," jujur Inayah. "Apa saat bertemu Adiknya, Kakakmu menggunakan pakaian sexy?"

"Tidak... "

"Apa Aditya bisa melihat inner beauty kak Laras?" kali ini malah Inayah yang penasaran. rupanya gadis itu mulia percaya jika Aditya menyukai Laras.

Rara tertawa keras, menarik perhatian beberapa murid. "Inner beauty?" gadis itu tertawa karena Inayah berbicara tentang inner beauty kakaknya. Mana mungkin Laras bisa memancarkan inner beauty jika tiap hari kerjaannya hanya marah dan memasang wajah bad mood. Kakanya jauh dari kata baik. "Kamu berlebihan, Aditya hanya bosan dengan seleranya, dia ingin mencari suasana baru."

"Bisa jadi..."

"Hey Ra! Gimana rasanya di notice Aditya?" seorang gadis dengan kacamata tebal menghampiri. Entah siapa gadis itu Rara lupa namanya. Tapi yang jelas, gadis itu pasti salah satu penggemar Aditya.

"Bangga, ingin teriak seperti orang gila tapi tidak cocok untuk diriku yang seperti princess ini."

"Cihh, narsis sekali... Dah lah, aku pergi dulu." Gadis berkacamata itu pergi dengan langkah lebar.

"Eh eh," Inayah menoel tangan Rara. "Terus ada lanjutannya enggak?"

Rara mengangguk.

"Apaaaaa?"

"Baru rencana sih, kalau udah kejadian aku ceritain deh. Kalo lupa ingetin yaa." Rara nyengir kuda.

1
TSQ
Up nya 3 bab perhari kak
typ: hamba tidak sanggup ya mulia 😭
Terlalu berat untuk manusia pemalas seperti hamba.
total 1 replies
TSQ
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!