Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Mbok Derep
" Bapak jangan jauh - jauh dari ibu " . Bu Wati meminta pak Soni duduk di kursi panjang sementara bu Wati berbaring dan meletakkan kepala nya di paha pak Soni sebagai bantal .
Pak Soni dan bu Wati yang sama - sama merasa sangat lelah tertidur sangat nyenyak .
" Bu , sudah pagi bangun bu " .
" Sakit semua pak badan ibu , tapi lumayan pak bisa nyenyak , bapak bisa tidur ? " .
" Bisa bu , meskipun harus nahan kencing semaleman , mau ninggalin ibu tapi ngga tega " .
" Ibu juga mules nih pak mau pipis , dimana ya pak kamar mandi nya ? " .
" Itu kamar mandi bukan bu ? " . Pak Soni menunjuk ke arak kanan rumah .
Semalam tidak terlihat bagian luar rumah itu , ketika pagi datang baru lah tampak semua . Rumah itu lumayan besar dengan halaman yang cukup luas .
Ada bangunan di sisi kanan halaman rumah yang ternyata seperti dapur tapi ukurannya luas dengan banyak meja dan kursi yang sudah rusak . Di samping bangunan itu ada kamar mandi dan WC .
" Pak , apa ini dulu bekas warung makan ya pak kok banyak kursi sama meja nya " .
" Mungkin saja bu , tapi rumah ini kan di tengah hutan , siapa yang beli ? " .
" Iya sih pak " .
" Apa mungkin memang dulu pernah di gunakan warung makan buat para penebang kayu bu " .
" Bisa jadi pak " .
" Ayo bu katanya mau buang air " .
Sebelum masuk kamar mandi bu Wati melihat - lihat dulu ke dalam , ternyata bersih seperti masih di gunakan .
Tidak lama kemudian hu Wati menyudahi hajat nya dan gantian dengan pak Soni yang buru - buru masuk .
" Pelan - pelan tho pak , ngga antri juga ' .
" Ayo bu kita lanjut jalan " .
" Hahahaha .. " .
" Astagfirullah , mbok Derep selalu ngagetin tho mbok " .
" Mau kemana kalian ? " .
" Kami mau lanjut mencari desa Rejo Sari , mbok " . Jawab pak Soni .
" Kalian ngga bisa meninggalkan rumah ini begitu saja " .
" Maksud nya mbok ? " . Pak Soni dan bu Wati bertanya bersamaan .
" Kalian sudah masuk rumah ini , kalian harus tinggal di sini " .
" Kami belum masuk kok mbok , semalam juga tidur di teras saja " .
" Hahahaha ... melangkahkan kaki ke teras sama saja dengan masuk rumah " .
" Tapi itu kan rumah orang mbok " . Bu Wati sedikit sewot sebab merasa mbok Derep mempermainkan mereka .
" Hahahaha , terserah kalau kalian ngeyel meninggalkan rumah ini ya terserah , yang jelas kalian akan balik lagi ke sini " .
" Maksud nya mbok ? " . Kali ini pak Soni merasa ada yang tidak beres dengan kalimat mbok Derep .
" Kalian harus tinggal di rumah ini , jika kalian bisa menghadapi nya maka kalian akan selamat " .
" Menghadapi siapa mbok ? " .
" Kalian akan tahu sendiri " .
Pak Soni memperhatikan baik - baik keadaan rumah itu .
" Mbok , rumah ini seperti nya masih baru ? " .
Rumah itu memang tertutup rumput liar tang menjulang tinggi , akan tetapi jika diperhatikan dengan seksama rumah itu masih terlihat bagus dan baru .
" Iya memang masih baru saat di tinggalkan " .
Pak Soni dan bu Wati terkejut saat mbok Derep mengatakan kalau rumah itu masih baru saat di tinggalkan .
Padahal jika di lihat - lihat rumah itu pasti menghabiskan uang ratusan juta rupiah saat membangun nya .
Belum lagi perabot - perabot nya yang tampak saja sudah terlihat mahal - mahal , dari mulai kursi kayu jati di teras yang di desain dengan banyak ukiran . Barang - barang yang ada di dapur juga terlihat barang - barang dengan desain berkelas .