NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Ciuman paksa

Bab 7 — Ciuman Paksa

•••

Zayn baru saja tiba di depan rumah. Ia langsung masuk ke dalam rumah dengan langkah terburu-buru. Matanya memerah menahan amarah.

"Akan kuberi pelajaran wanita itu!" geram Zayn kesal.

"Kamu sudah pulang, Zayn?" tanya nyonya Lestari sembari melirik ke belakang putranya.

"Mana Varisha, bu?"

“Loh, kok nanya ibu sih? Bukannya kamu nganter dia pulang, ya?” heran nyonya lestari.

Nyonya lestari melihat Zayn terdiam 

"Apa kamu meninggalkannya?”

Zayn masih diam. 

“Kamu ini bagaimana sih? Di luar hujan deras begitu malah meninggalkan Varisha!" nyonya Lestari mulai marah bercampur cemas.

"Itu bukan urusanku, Bu." jawab Zayn ketus.

Ucapan ibunya justru semakin membuat emosinya memuncak. Tanpa berkata apa-apa lagi, Zayn langsung menaiki tangga dengan langkah kasar.

"Zayn!" panggil nyonya Lestari.

Namun, pria itu sama sekali tidak peduli.

Brak!

Pintu kamar dibanting keras.

"Sial!" umpatnya sambil mengacak rambut sendiri frustasi.

"Pasti dia pergi sama laki-laki itu! Dasar wanita pincang murahan!" geramnya penuh emosi.

"Beraninya dia selingkuh! Padahal suaminya baru saja meninggal."

•••

Hujan sudah reda sejak tadi.

Berkat diantar oleh Brian berkeliling sebentar, pakaian Varisha kini mulai mengering terkena angin malam.

"Benar rumahnya di sini?" tanya Brian sambil memandangi rumah besar di hadapannya.

"Iya. Itu rumahku." jawab Varisha pelan sambil menunjuk rumah megah bergaya klasik Eropa tersebut.

Brian terpana melihat rumah keluarga Faruq yang begitu besar dan elegan.

Varisha turun perlahan dari motor dengan bantuan tongkat kecilnya.

"Terima kasih ya, Brian. Kalau bukan karena kamu, mungkin aku masih kehujanan tadi."

"Sama-sama. Sesama guru harus saling bantu." jawab Brian sambil tersenyum hangat.

"Sesama guru  apanya sih..." cibir Varisha kecil sambil memukul lengan Brian pelan.

Mereka memang sudah berteman cukup lama. Bahkan almarhum Adam juga mengenal Brian dengan baik.

Tiba-tiba Brian menatap pipi Varisha.

"Eh, ada daun kecil nyangkut di pipimu."

"Hah? Mana?" Varisha langsung mengusap pipinya sendiri namun tidak menemukan apa-apa.

Brian akhirnya membantu mengambil daun kecil itu dari pipi Varisha.

Tanpa mereka sadari, dari balkon lantai dua ada sepasang mata tajam yang sedang memperhatikan semuanya.

Zayn.

Tatapannya gelap penuh amarah.

"Awas saja loe..." desisnya pelan sebelum kembali masuk ke dalam kamar.

•••

Varisha masuk ke dalam rumah dengan langkah perlahan.

Suasana rumah malam ini terasa sangat sepi.

Biasanya nyonya Lestari masih duduk santai menonton televisi di ruang keluarga.

Baru saja Varisha ingin menaiki tangga—

"Astaga Varisha! Kamu dari mana saja?" nyonya Lestari langsung menghampirinya dengan wajah cemas.

"Kan ibu sendiri yang menyuruhku mengantar makanan untuk Zayn..." jawab Varisha bingung.

Nyonya Lestari memperhatikan pakaian menantunya.

"Kamu kehujanan? Zayn sudah pulang dari tadi. Ibu kira kalian pulang bersama."

Mendengar nama Zayn, hati Varisha sedikit bergetar.

Pria itu sudah pulang?

Apa dia sempat mencarinya?

Apa Zayn mulai peduli padanya?

Namun Varisha buru-buru menepis pikiran itu.

"Ibu sudah menelepon berkali-kali, tapi ponselmu mati."

Varisha langsung merasa bersalah.

"Maaf Bu... baterai ponselku habis."

"Sudahlah tidak apa-apa. Sana istirahat dulu."

Varisha mengangguk pelan lalu mulai menaiki tangga satu per satu dengan tongkatnya.

Sesampainya di depan kamar, ia membuka pintu perlahan.

Deg.

Tatapannya langsung bertemu dengan Zayn yang sedang duduk di atas ranjang sambil menatapnya tajam.

"Mas Zayn..." panggil Varisha lirih.

Ia menutup pintu perlahan.

"Dari mana saja loe?" suara Zayn terdengar datar namun dingin.

Varisha merasa aura pria itu malam ini begitu menyeramkan.

"Aku kan dari bengkelmu tadi, mas.”

Zayn tiba-tiba bangkit dan berjalan cepat ke arahnya.

Bruk!

Tubuh Varisha terdorong hingga terpojok di balik pintu.

"Dasar pembohong!" bentak Zayn sambil mencengkeram bahu Varisha kuat.

"Akh... sakit..." ringis Varisha.

"Bukannya kamu habis selingkuh dengan laki-laki lain?!"

“Laki-laki yang mana?”

“Yang nganter loe barusan siapa, hah? Setan, gitu?”

"Itu Brian... dia cuma temanku."

"Teman?" Zayn tersenyum sinis sambil mengguncang tubuh Varisha.

“Astagfirullahaladzim, mas!” Varisha merasa sakit tubuhnya di guncang kasar oleh Zayn.

"Jadi ini alasanmu ingin keluar dari rumah? Supaya gampang bertemu laki-laki lain?" rahangnya mengeras menahan emosi.

"Kamu salah paham, mas..."

"Gue gak  terima loe mempermainkan nama almarhum kakak gue!" bentaknya lagi.

Zayn langsung menarik tubuh Varisha lalu menghempaskannya ke atas ranjang.

Bruk!

Varisha panik dan berusaha bangkit, namun Zayn kembali menahan tubuhnya.

Pria itu menindih tubuh Varisha dengan tatapan penuh amarah.

Varisha benar-benar takut sekarang.

Kenapa Zayn semarah ini?

Apa dia cemburu?

Tapi kalau memang cemburu, kenapa selalu membawa nama Adam?

Tanpa memberi kesempatan bicara, Zayn langsung membungkam bibir Varisha dengan ciuman kasar.

"Mmph—!"

Varisha memberontak.

Namun tenaga Zayn terlalu kuat.

Ciuman itu terasa memaksa dan menyakitkan.

Napas Varisha mulai sesak.

Tak lama bibir Zayn turun ke leher jenjangnya, meninggalkan bekas kemerahan di sana.

"Akh..." lirih Varisha menahan sakit.

Air matanya mulai jatuh.

"Hiks... hiks..."

Tangisan kecil itu akhirnya membuat Zayn berhenti.

Pria itu menatap Varisha beberapa detik sebelum berdecak kasar.

"Cih!"

Zayn meludah ke lantai dengan wajah jijik.

"Baru begini saja sudah nangis. Gue  bahkan gak sudi menyentuh wanita bekas orang lain kayak loe."

Ucapan itu terasa seperti pisau yang menusuk hati Varisha.

Zayn langsung bangkit lalu keluar kamar sambil membanting pintu keras.

Brak!

Varisha memiringkan tubuhnya perlahan.

Ia menarik selimut menutupi tubuhnya sambil menangis pelan.

Kenapa Zayn begitu membencinya?

“Tak Sudi menyentuh katanya? Lantas tadi itu apa?” lirihnya.

•••

Tok! Tok! Tok!

"Varisha, ayo makan malam!" panggil nyonya Lestari dari luar kamar.

Varisha perlahan membuka matanya.

Ternyata tanpa sadar ia tertidur karena terlalu lelah menangis.

"Varisha!" panggil nyonya Lestari lagi.

"Iya Bu... sebentar lagi aku turun."

Varisha menatap jam dinding.

Sudah pukul delapan malam.

Ia berjalan ke depan cermin.

Bibirnya tampak sedikit bengkak.

Ia segera mengenakan jilbab miliknya.

•••

Di meja makan, hidangan hangat sudah tersaji rapi.

Di sana ada tuan Faruq, nyonya Lestari, dan juga Zayn.

"Mana Varisha, sayang?" tanya tuan Faruq.

"Mungkin sebentar lagi turun." jawab nyonya Lestari.

Zayn hanya diam sambil memainkan sendok di tangannya.

Tak lama Varisha datang.

Ia menarik kursi di samping Zayn perlahan.

"Maaf... aku terlambat. Tadi sempat ketiduran."

"Tidak apa-apa, sayang." jawab nyonya Lestari lembut.

Nyonya lestari menatap kearah Varisha sejenak, “bibirmu kenapa, nak? Kok seperti memar?”

Varisha mendadak kaget dan refleks menyentuh bibirnya. 

‘Apa kelihatan jelas?’batin Varisha.

Tiba-tiba tangan Zayn mencengkram paha Varisha kuat di bawah meja.

Varisha hampir saja terkejut dan berteriak. Namun, ia berusaha menahannya. Ditambah Zayn yang sedang melirik penuh dengan sorotan datar dan tajam.

"Ah… ini—ini— salah gigit saat makan di kantin sekolah tadi, Bu." jawabnya gugup.

Barulah Zayn melepaskan cengkeramannya.

Mereka pun kembali menikmati makan malam kembali.

"Kapan kamu kembali balapan?" Tuan Faruq angkat bicara.

Zayn sedikit terkejut. Biasanya sang ayah tidak pernah tertarik membahas dunia balapan

"Mungkin pertengahan bulan depan nanti, Yah."

"Ajak Varisha sesekali menonton balapanmu."

"Tidak perlu, Yah." tolak Varisha cepat.

"Tentu saja, Yah." jawab Zayn santai.

Varisha langsung menoleh kaget.

Zayn mau mengajaknya?

Padahal pria itu selalu malu memiliki istri seperti dirinya. Tuan Faruq dan nyonya Lestari tersenyum lega melihat respon putra mereka.

Namun Varisha tidak tahu...

Di balik senyum tipis Zayn, pria itu sedang merencanakan sesuatu.

To be continue…

1
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
Emi Sudiarni
kok cuma satu bab kak,,
Emi Sudiarni
yg sabar varisha. entar zayn bucin ama kamu..
6690
awas aja kalau Zayn udah bucin
Emi Sudiarni
mantap kak, lanjut..
Emi Sudiarni
Brian cemburu🤣🤣
Emi Sudiarni
buat mantan ny ngejar varisha. biar zayn ngah pnya ksempatan dgn adinda🤣adinda
Emi Sudiarni
buat zayn cemburu di sana... semisal varisha ketemu mantan🤭🤭
Emi Sudiarni
keterlaluan bangat zayn
Emi Sudiarni
lanjut kak 💪💪
Emi Sudiarni
ngemesin bngat zayn..
Emi Sudiarni
hadirkan kak pria yg pnya perasaan ama varisha, biar zayn terbakar cemburu 🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
tega nya adam
Emi Sudiarni
bgus novelnya kak. smga tambah suksez
Regazz: makasih☺️
total 1 replies
Emi Sudiarni
kasihan bngat varisha, klw zayn Sring hina. kmu. ya cuekin aj. ngah perlu kasih 2 perhatian.. nanti dia akn sdar jga.. 😄😄Lanjut kak
Emi Sudiarni
lanjut kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!