NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Yang Gerah

Malam semakin larut. Sesuai dengan rencana Ibu Mirna yang berjalan mulus, wanita itu akhirnya pamit pulang ke rumahnya sendiri diantar oleh Reyhan, meninggalkan Nadine yang resmi menginap dengan dalih menyicil persiapan acara akbar akikah untuk Aksara.

Di kamar tamu, Xena menunjukkan keramahan yang luar biasa, sebuah sikap yang membuat Nadine diam-diam besar kepala. Xena tidak hanya memandangkan beberapa helai pakaian keseharian yang masih baru, tetapi ia juga meletakkan sebuah gaun tidur berwarna hitam di atas ranjang. Terlihat seperti baju dinas.

"Nadine, kalau nanti malam kamu merasa gerah memakai baju keseharian dariku, kamu pakai saja gaun tidur ini."

Nadine seketika tertegun. Jantungnya berdesir melihat gaun malam yang begitu berani itu. Jiwa kompetisinya sebagai wanita simpanan justru merasa tiba-tiba tertantang. Ia membayangkan bagaimana reaksi Reyhan jika melihatnya mengenakan pakaian seistimewa ini.

"Eh... apa tidak terlalu berlebihan, Mbak?" tanya Nadine berpura-pura sungkan.

"Tentu saja tidak. Anggap saja rumah sendiri, Ndin. Nikmati fasilitas yang ada di sini."

Setelah memastikan umpannya diletakkan di tempat yang tepat, Xena memilih untuk menarik diri. Ia sama sekali tidak berniat memantau atau mengemis perhatian suaminya malam ini. Xena melangkah masuk ke dalam kamar utama dan memilih menghabiskan seluruh waktunya bersama Aksara.

Sewaktu berada di dalam kamar, Xena tengah tiduran santai di samping Aksara yang sudah tertidur lelap. Reyhan masuk dan pria itu baru saja selesai membersihkan diri. Melihat posisi Xena yang memunggunginya, hasratnya datang bergolak.

Reyhan merangkak naik ke atas ranjang. Tanpa aba-aba ia memeluk Xena dari belakang, melingkarkan lengannya erat di pinggang sang istri. Kepalanya merunduk, mengendus dalam-dalam ceruk leher Xena yang aromanya sangat candu bagi Reyhan.

"Xena...Aku merindukanmu. Aku ingin menyentuhmu malam ini." Katanya dengan suara serak-serak basah.

Xena yang menyadari gelagat suaminya yang sedang kepengen tidak langsung memberontak dengan kasar. Ia tahu cara menghadapi pria yang sedang dikuasai nafsu.

Xena membalikkan tubuhnya hingga mereka saling berhadapan. Saat bibir Reyhan sudah maju-maju hendak nyosor menciumnya, Xena dengan cepat menahan pergerakan itu. Ia mendaratkan jari telunjuknya tepat di atas bibir Reyhan, menekan lembut sembari melempar tatapan mata yang sayu.

"Jangan sekarang sayang. Aku sedang tak bisa melayanimu karena kedatangan tamu bulanan. Lagipula di sini sedang ada Aksara. Aku tidak mau tidur nyenyaknya terganggu."

Reyhan melenguh kecewa. Akan tetapi Reyhan tidak mau sampai memaksa Xena.

"Tenggorokanmu pasti kering, Rey. Mau kuambilkan minum?"

"Tidak usah, Xena. Kamu istirahat saja menjaga Aksara. Aku bisa ambil sendiri ke dapur."

Pria itu akhirnya bangkit dari ranjang dengan tubuh yang masih dilanda rasa tidak tuntas, lalu melangkah keluar kamar menuju dapur.

Suasana dapur sangat sepi ketika Reyhan tiba. Belum sempat ia membuka pintu kulkas, langkah kaki terdengar mendekat. Detik berikutnya Nadine muncul dari balik sekat ruangan.

Deg!

Keduanya sama-sama terkejut. Reyhan terbelalak, sementara Nadine tersentak kecil sembari memegangi dadanya. Pandangan mata Reyhan seketika terkunci pada penampilan Nadine. Wanita itu benar-benar mengenakan gaun tidur pemberian Xena. Potongannya yang minim membuat lekuk tubuh Nadine terekspos jelas.

"Nadine? Kamu kenapa pakai baju seperti itu?"

Nadine langsung memasang wajah polos dan sedikit tersipu. "Eh, iya, Mas. Ini baju yang dipinjamkan Mbak Xena untuk tidur. Katanya, jika ribet memakai baju keseharian darinya, pakai ini saja. Ya sudah, aku memakainya karena malam ini cuaca agak gerah."

"Gerah? Kan di kamar tamu ada AC, Ndin."

"Iya, Mas, ada AC-nya. Tapi suhunya sudah kubuat paling dingin pun masih tak berasa. Tetap saja gerah."

Reyhan menepuk dahinya pelan. "Oh, iya. Aku baru ingat kalau AC di kamar tamu itu sudah lama belum dicuci. Pantas saja tidak dingin. Sebenarnya aku juga merasa memang agak gersang malam ini, mungkin karena siang tadi cuaca sangat panas."

"Mungkin saja nanti malam mau turun hujan, Mas, jadi hawanya agak gersang begini."

"Bisa jadi," sahut Reyhan. Ia kembali ke aktivitas membuka pintu kulkas untuk mengambil air dingin.

"Mas mau apa? Biar aku ambilkan saja."

Dengan gercep ala istri perhatian, Nadine mendahului Reyhan membuka kulkas, dan menuangkan segelas air putih untuk pria itu.

"Terima kasih."

Nadine kini ikut menuangkan air minum untuk dirinya sendiri. Dia melirik Reyhan dari sudut mata.

"Mbak Xena sudah tidur, Mas? Aksara bagaimana, apakah rewel dan membuat Mbak Xena kerepotan?"

"Aksara sudah tidur. Xena tadi sih belum, tapi dia sedang rebahan di samping Aksara."

Setelah menghabiskan minumannya, Nadine pamitan ke Reyhan. "Mas, aku mau keluar ke teras sebentar ya, mau nyari angin biar adem."

"Eh, jangan keluar. Nanti apa kata tetangga kalau melihatmu berjalan-jalan malam dengan pakaian seperti ini? Sini, biar AC di kamarmu aku akalin dulu supaya bisa sejuk."

Reyhan akhirnya melangkah masuk ke dalam kamar tamu diikuti oleh Nadine. Pria itu mulai mengotak-atik tombol pada remote AC, lalu memeriksa mesin indoor yang menempel di dinding. Benar saja, saat ia memperhatikan lebih dekat, tampak beberapa tetes air mulai jatuh membasahi lantai.

"Oh, pantesan. Ini saluran pembuangan airnya mampet." Gumamnya.

Reyhan segera keluar menuju samping rumah tempat pipa pembuangan AC tersebut berada. Menggunakan metode manual, Reyhan terpaksa menyedot ujung pipa plastik tersebut agar sumbatannya keluar.

Di tengah aktivitasnya yang sedikit merepotkan itu, tiba-tiba sebuah suara menyapanya dari balik pagar.

"AC-nya mampet, Mas Rey?" tanya tetangga sebelah rumah yang kebetulan ada di luar.

"Eh, iya nih, Pak Joko. Mampet. Mana cuaca gersang sekali malam-malam gini, kasihan yang di dalam kamar tidak bisa tidur."

"Wah, iya betul. Cuacanya memang lagi gerah banget malam ini. Ya sudah, dilanjut, Mas Rey."

Sementara Reyhan sedang sibuk mengobrol dan membetulkan pipa di luar, Nadine yang berada di dalam kamar tidak tinggal diam. Ia memanfaatkan waktu luang itu untuk bersiap-siap. Nadine mengaplikasikan skincare malamnya, lalu mulai membalur seluruh tubuhnya dengan lotion.

Beberapa menit kemudian, Reyhan kembali masuk ke dalam kamar tamu. Niatnya betulan hanya untuk mengecek apakah masih ada tetesan air atau tidak, sekaligus mengatur ulang suhu remote-nya.

Namun saat pintu kamar terbuka, pemandangan di dalam ruangan seketika membuat Reyhan membeku. Ia menelan ludah dan tubuhnya menegang.

Wanita itu tampak sedang melepaskan kanchutnya bertujuan membalur lotion ke dekat area sensitif. Setelah dipikir-pikir, memangnya ada orang pakai lotion sampai melepas kanchut?

Nadine yang melihat kehadiran Reyhan langsung berpura-pura kaget setengah mati. "Eh! Mas Reyhan!" jeritnya tertahan, dengan gerakan tergagap-gagap ia bergegas menutup pintu.

"Mas..." panggil Nadine.

"Hm?"

"Maaf, Mas... Biasanya jika kamu tak ada di rumah, rutinitas malamku memang seperti ini. Perawatan tubuh sampai ke akar-akarnya."

Reyhan hanya jawab oh, tapi tubuhnya sudah ajojing ala ala ajojing. Dia mainin remot AC guna ngatur suhu. Matanya mau lihat ada tetesan air dari Ac lagi atau tidak, namun sekeras apa pun ia mencoba, magnet di bawah sana jauh lebih kuat. Pandangan matanya terus-menerus terlempar ke arah bawah tubuh Nadine. Mana nyembul banget lagi, kaya minta ditampol.

Nadine tidak berhenti sampai di situ. Ia beradegan menaruh kembali botol skincare-nya ke dalam tas yang diletakkan di atas nakas. Tapi bukannya berbalik dengan wajar, Nadine justru berjalan mundur bagaikan undur-undur.

Akibat gerakan mundur yang tidak jelas itu, jarak di antara mereka terpangkas habis dalam hitungan detik. Dan... tut!

Bemper Nadine menabrak dengan telak bagian depan tubuh Reyhan. Benturan itu mendarat tepat di titik krusial, menekan tombol ON milik pria yang memang sejak tadi sudah menahan gairah yang membara akibat penolakan Xena dan godaan gaun tidur tersebut.

"Ndin!"

"Eh, maaf Mas. Maaf sekali, aku benar-benar gak sengaja." jawab Nadine rusuh. Ia segera berbalik badan, lalu justru melakukan hal yang membuat Reyhan mendidih.

Bersambung.

1
sunaryati jarum
Makanan yang kau beri pil peletmu dimakan Mimin 🤣🤣🤣
rain✨
Tjih
rain✨
Bebek kali ah netes
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!