NovelToon NovelToon
DOKTER ITU AYAH ANAKKU

DOKTER ITU AYAH ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Anak Genius
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Aline gadis cantik yang berusia 23 tahun, tidak pernah menyangka saat ia menghadiri pesta adik tirinya menjadi sebuah bencana yang membuatnya harus kehilangan keperawanannya.

Puncak dunia Aline hancur saat ayahnya yang seharusnya mendukung dan melindunginya, dengan teganya mengusirnya dari rumah setelah mengetahui bahwa dia sedang hamil dan lebih memilih percaya pada istri dan adik tirinya.

Tidak berselang lama Aline akhirnya bertemu dengan pria yang tidur dengannya, akankah hidup Aline bahagia setelah memilih ikut dengan pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 7 KEBUN TEH

"Heii! Kamu... tunggu!"

Aline yang mendengar teriakan itu sontak langsung menoleh ke arah suara itu.

Seorang pria berlari menghampirinya. "Lagi apa di sini?" tanyanya dengan sopan sambil tersenyum ramah.

Aline terkejut. Ia tidak menyangka akan kebetulan seperti ini, bertemu lagi dengan dokter yang pernah ia tabrak itu.

"Dokter... saya sedang lari pagi, kalau Dokter sendiri ada keperluan apa berada di sini?" balas Aline sopan.

Reno tampak terlihat bahagia bisa bertemu dengan wanita itu lagi, sudut bibirnya membentuk senyum tipis saat menatap wajah cantik wanita itu.

"Kebetulan ada seminar di desa ini, karena acaranya masih setengah jam lagi. Jadi mau cari udara segar dulu." balas Reno dengan nada lembut.

Aline hanya mengangguk-anggukan kepala pelan mendengar penjelasan pria itu.

"Oya, kita belum kenalan. Kurang nyaman rasanya kalau belum tau nama satu sama lain, padahal sudah dua kali ketemu." kekeh Reno.

Aline tersenyum manis, menanggapi pria yang ramah dan sopan di hadapannya. "Kalau begitu, kenalkan saya Aline, Dok!" Ia mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan pria itu.

Dengan antusias Reno menerima uluran tangan itu. "Nama saya Reno, senang bisa berkenalan dengan kamu, Aline."

"Kalau gitu mari saya temani. Sebelum acara seminar saya dimulai." ajak Reno, namun sorot matanya memancarkan kekaguman pada wanita itu.

"Memang nggak ganggu waktu, Dokter?" tanya Aline ragu.

"Tentu saja tidak sama sekali, Aline."

Aline terdiam sejenak sebelum akhirnya menyetujuinya. Kini mereka berjalan bersama, sesekali Reno menceritakan pengalamannya sebagai dokter. Membuat wanita itu merasa nyaman dan tidak sungkan menceritakan pengalamannya juga.

Andai saja Reno tau bahwa wanita yang sedang sahabatnya cari-cari adalah Aline.

Keduanya memandangi kebun teh, sambil tertawa kecil saat pria itu menceritakan kekonyolan saat berada di ruang operasi.

"Jujur ya, Aline! Itu pengalaman yang tidak pernah bisa saya lupakan saat sedang menjalankan operasi caesar. Ibu hamil yang saya tangani, dia marah-marah saat belum saya beri obat bius (anestesi)... Kamu mau tau apa yang dia katakan." Reno terdiam sejenak ia menatap ke dalam mata Aline yang sedang tertawa kecil.

"Dia mengatakan..."

''Dokter! Setelah anak saya keluar, pokoknya saya nggak mau tau, Dokter harus memberikan saya fried chicken saus tomat dan itu sebagai bentuk kopensasi untuk saya." Reno menirukan suara ibu hamil tersebut.

"Saya bingung dong Aline, konpensasi untuk hal apa? Sementara di sana saya hanya menjalankan tugas! Dan apa kamu tahu Aline..." Reno menjeda kalimatnya yang membuat Aline dengan refleks menggelengkan kepalanya.

"Setelah operasi itu selesai, hal pertama yang Ibu itu tanyakan bukan anaknya. Melainkan... Dokter! Apakah fried chicken saya sudah disiapkan."

Tawa Aline pecah saat mendengar itu. "Hahaha... Astaga Dok! Sepertinya kalau Dokter mau menjalankan operasi lagi. Sebaiknya persiapkan diri dulu deh! Biar nggak shok karena permintaan aneh dari pasien."

Tatapan Reno tidak pernah sekali pun teralihkan dari wanita di sampingnya, ada sesuatu dari sudut hatinya yang secara tiba-tiba mulai ia rasakan. Ketertarikkan.

Tiga puluh menit berlalu, tidak terasa keduanya sudah menghabiskan waktu bersama.

Hingga akhirnya Reno memutuskan untuk pergi ke acara seminarnya, yang kebetulan tidak jauh dari area kebun teh.

Reno melirik jam di tangannya sejenak. Ia tampaknya berat hati untuk menyudahi kebersamaanya dengan Aline tapi apa boleh buat. Sekarang sudah waktunya ia harus menjalankan tugas.

"Aline..." Reno terdiam sejenak, nampak ragu untuk mengatakan ajakan yang akan ia tawarkan untuk wanita itu.

"Sebentar lagi acara seminar akan dimulai, apa kamu mau mengikuti acara ini?"

Aline terdiam sejenak, cukup tertarik dengan tawaran itu. "Apa nggak akan merepotkan Dokter?"

Reno dengan cepat menggeleng, seolah pertanyaan itu adalah sebuah tanda bahwa wanita itu cukup tertarik dengan ajakkan nya. "Tidak sama sekali, Aline."

Aline mengangguk pelan sambil tersenyum manis. "Kalau gitu saya akan ikut, jujur saya cukup penasaran dengan materi apa yang akan Dokter bagikan nantinya."

"Kalau gitu, Mari ikut saya."

Aline mengikuti langkah Reno menuju bala desa yang ada di dekat kebun teh tersebut. Mereka jalan beriring tampak seperti pasangan suami istri. Tidak ada sedikit orang yang memuji mereka, saat melewati kumpulan ibu-ibu yang akan menghadiri acara seminar tersebut.

"Wah! Pak Dokter sama istrinya, ya?"

Reno hanya mengangguk seakan mengiyakan pertanyaan itu.

Sementara Aline tersenyum canggung. "Bukan! Bu, kebetulan saya hanya teman Dokter Reno." ucap Aline dengan nada sedikit tegas, namun tetap terdengar sopan. Ia tidak ingin orang salah paham terhadap kedekatannya dengan pria itu.

"Bu! Sepertinya masih ada kesempatan buat deketin sama putra saya." bisik salah satu dari mereka.

"Memangnya, Neng cantik itu mau sama si Udin yang kerjanya cuma main game. Mau dikasih makan apa anak orang?" sahut salah satu dari mereka dengan wajah sinisnya.

"Lebih baik sama anak saya, dia masih mending dari pada anak sampean. Anak saya tuh kerja jadi satpam di sekolah madrasah dan sudah pasti bisa nafkahin si Neng geulis."

"Udah jangan pada menghayal tinggi-tinggi mending kita masuk, acara mau dimulai." lerai istri kepala desa.

Bisik-bisik itu sangat terdengar jelas oleh Aline. Membuatnya hanya bisa menggeleng kecil melihat para ibu-ibu itu.

Kini mereka sudah berada di aula balai desa tersebut. Ada banyak ibu-ibu hamil dan juga para gadis yang tidak lama akan menikah. Bagi mereka penting mengetahui tentang seputar ibu hamil dan kondisi tubuh mereka agar bisa mencegah hal yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, istri kepala desa tersebut tampak masih sedang menunggu seseorang, hingga memberanikan diri bertanya langsung pada sang dokter.

"Dokter! Reno, mohon maaf. Bukannya seharusnya masih ada satu Dokter lagi, ya. Yang ditugaskan untuk ditempatkan di Puskesmas desa ini. Kenapa hanya Dokter Reno saja yang datang?"

Reno yang sedang menyiapkan bahan seminar. Menoleh sejenak. "Dia sedikit terlambat datang, Bu! Masih ada satu operasi yang harus ditangani." jelas Reno.

Istri kepala desa itu mengangguk mengerti.

Kini acara tersebut dimulai, Aline yang berada dikerumunan ibu-ibu itu mendengarkan dengan seksama tentang pentingnya gizi untuk ibu hamil.

Saat Reno menjelaskan tentang, konsultasi dan pemeriksaan pranikah (premarital chek-up). Bertujuan mempersiapkan kehamilan yang sehat dan mencegah penyakit diturunkan ke anak.

Tiba-tiba seorang gadis bertanya, mungkin baru berusia dua puluh tahun.

"Dok! Ijin bertanya? Saya dan pasangan saya kan tidak nakal, apakah harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum kami menikah?"

Sontak suara tawa pecah di aula balai desa tersebut. Tidak sedikit orang yang menjawab pertanyaan gadis muda tersebut.

"Hei, Luna! Memang kalau yang nakal itu seperti apa?"

"Kata Ibu saya, jangan dulu ciuman takut hamil. Saya nggak pernah ciuman kok Pak Dokter! Berarti saya dan pasangan saya sehat kan?" tanya gadis itu dengan polos

Aline yang berada di tengah-tengah mereka tidak bisa menahan tawanya lagi.

1
Ariany Sudjana
hahahaha Dimas Dimas kamu bodohnya kebangetan, perempuan dan anak sambung yang kamu bela, sampai mengusir anak kandung kamu sendiri, ga lebih daripada pelacur murahan 🤣🤣😂😂 begitu kamu bangkrut, mereka tertawa puas dan pergi mencari mangsa baru 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
jangan sampai Dina ini jadi pelacur murahan yang mencoba menghancurkan rumah tangga Erlangga sama Aline
Black Swan
Inget ya Genks cowok ijo neon kaya erlangga sama Bram cuma ada di dalam novel🤭🤭🤭kalau aja ada di dunia nyata
Black Swan
Ngapain datang tuh orang, usir aja
mawar merah
Benar, Ra. Yang penting suami kamu ra. jangan berbuat kejahatan kamu sendiri yang rugi
mawar merah
Dih si profokator datang, serakah lagi serakah lagi. Kamu jangan menuruti ide konyol mama kamu , Ra
Key
Bram suami idaman banget, saat istri dilanda gundah gulana dia bisa menentramkan sekaligus memberi pengarahan yang baik. Sekaligus memberi rasa tentram untuk Rara.
Semoga si Iblis bernama Anita itu, binasa aja🤣
Key
o ow, muncullah iblis berwujud manusia bernama Anita😬 Weh provokasinya bukan lagi😬😬😬
Black Swan
Kayanya kalau cowok udah di dapur kaya gini semua deh🤭
Black Swan
Katanya banyak yang bilang bawaan anak🤭
Key
Ngebayangin betapa randomnya dapur ketika Daddy masak🤭 Pasti setelah itu dapur berubah jadi kapal pecah.
Key
Ibu hamil dilanda badai hormon ya. Siap² Erlangga, bentar lagi Aline bakal minta macem². Mulai dari mangga muda sampe Balenciaga 🤣
mawar merah
Ya Allah pingin ngakak yang keras dech🤣🤣🤣🤣
mawar merah
Duh menggemaskan sekali kamu, Aline
Black Swan
🫠🫠Erlangga coba belajar sabar
Black Swan
Waduh kok ga bilang-bilang sih mau nikah, masa aku ga diundang🤭
mawar merah
Sabar Erlangga, kasian bumil nanti kelamaan berdiri di kamar mandi🤭🤭🤭
mawar merah
Kasian Reno ya..tapi mau bagaimana lagi Aline sudah di Unboxing sama Erlangga duluan🤭🤭🤭
Black Swan
🤭🤭gemas dah sama Erlangga
Black Swan
Didikan militer ini mah, memang kalau ama anak cowok kaya gini. Jangan kaya Andreas dibelain mulu sama emaknya🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!