NovelToon NovelToon
Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Satu jebakan di pesta sang adik tiri merenggut kesucian Aline.

Satu fitnah kejam membuat ayahnya tega mengusirnya dalam keadaan hamil.

​Diusir, dikhianati, dan tidak punya arah, Aline berada di ambang keputusasaan. Namun, tepat sebelum dia menyerah pada takdir, pria asing yang tidur bersamanya malam itu kembali datang dan mengajaknya pergi.

​Demi bayinya, Aline nekat ikut dengan pria yang bahkan tidak ia kenali itu. Akankah pria tersebut menjadi pelindung barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 7 KEBUN TEH

"Heii! Kamu... tunggu!"

Aline yang mendengar teriakan itu sontak langsung menoleh ke arah suara itu.

Seorang pria berlari menghampirinya. "Lagi apa di sini?" tanyanya dengan sopan sambil tersenyum ramah.

Aline terkejut. Ia tidak menyangka akan kebetulan seperti ini, bertemu lagi dengan dokter yang pernah ia tabrak itu.

"Dokter... saya sedang lari pagi, kalau Dokter sendiri ada keperluan apa berada di sini?" balas Aline sopan.

Reno tampak terlihat bahagia bisa bertemu dengan wanita itu lagi, sudut bibirnya membentuk senyum tipis saat menatap wajah cantik wanita itu.

"Kebetulan ada seminar di desa ini, karena acaranya masih setengah jam lagi. Jadi mau cari udara segar dulu." balas Reno dengan nada lembut.

Aline hanya mengangguk-anggukan kepala pelan mendengar penjelasan pria itu.

"Oya, kita belum kenalan. Kurang nyaman rasanya kalau belum tau nama satu sama lain, padahal sudah dua kali ketemu." kekeh Reno.

Aline tersenyum manis, menanggapi pria yang ramah dan sopan di hadapannya. "Kalau begitu, kenalkan saya Aline, Dok!" Ia mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan pria itu.

Dengan antusias Reno menerima uluran tangan itu. "Nama saya Reno, senang bisa berkenalan dengan kamu, Aline."

"Kalau gitu mari saya temani. Sebelum acara seminar saya dimulai." ajak Reno, namun sorot matanya memancarkan kekaguman pada wanita itu.

"Memang nggak ganggu waktu, Dokter?" tanya Aline ragu.

"Tentu saja tidak sama sekali, Aline."

Aline terdiam sejenak sebelum akhirnya menyetujuinya. Kini mereka berjalan bersama, sesekali Reno menceritakan pengalamannya sebagai dokter. Membuat wanita itu merasa nyaman dan tidak sungkan menceritakan pengalamannya juga.

Andai saja Reno tau bahwa wanita yang sedang sahabatnya cari-cari adalah Aline.

Keduanya memandangi kebun teh, sambil tertawa kecil saat pria itu menceritakan kekonyolan saat berada di ruang operasi.

"Jujur ya, Aline! Itu pengalaman yang tidak pernah bisa saya lupakan saat sedang menjalankan operasi caesar. Ibu hamil yang saya tangani, dia marah-marah saat belum saya beri obat bius (anestesi)... Kamu mau tau apa yang dia katakan." Reno terdiam sejenak ia menatap ke dalam mata Aline yang sedang tertawa kecil.

"Dia mengatakan..."

''Dokter! Setelah anak saya keluar, pokoknya saya nggak mau tau, Dokter harus memberikan saya fried chicken saus tomat dan itu sebagai bentuk kopensasi untuk saya." Reno menirukan suara ibu hamil tersebut.

"Saya bingung dong Aline, konpensasi untuk hal apa? Sementara di sana saya hanya menjalankan tugas! Dan apa kamu tahu Aline..." Reno menjeda kalimatnya yang membuat Aline dengan refleks menggelengkan kepalanya.

"Setelah operasi itu selesai, hal pertama yang Ibu itu tanyakan bukan anaknya. Melainkan... Dokter! Apakah fried chicken saya sudah disiapkan."

Tawa Aline pecah saat mendengar itu. "Hahaha... Astaga Dok! Sepertinya kalau Dokter mau menjalankan operasi lagi. Sebaiknya persiapkan diri dulu deh! Biar nggak shok karena permintaan aneh dari pasien."

Tatapan Reno tidak pernah sekali pun teralihkan dari wanita di sampingnya, ada sesuatu dari sudut hatinya yang secara tiba-tiba mulai ia rasakan. Ketertarikkan.

Tiga puluh menit berlalu, tidak terasa keduanya sudah menghabiskan waktu bersama.

Hingga akhirnya Reno memutuskan untuk pergi ke acara seminarnya, yang kebetulan tidak jauh dari area kebun teh.

Reno melirik jam di tangannya sejenak. Ia tampaknya berat hati untuk menyudahi kebersamaanya dengan Aline tapi apa boleh buat. Sekarang sudah waktunya ia harus menjalankan tugas.

"Aline..." Reno terdiam sejenak, nampak ragu untuk mengatakan ajakan yang akan ia tawarkan untuk wanita itu.

"Sebentar lagi acara seminar akan dimulai, apa kamu mau mengikuti acara ini?"

Aline terdiam sejenak, cukup tertarik dengan tawaran itu. "Apa nggak akan merepotkan Dokter?"

Reno dengan cepat menggeleng, seolah pertanyaan itu adalah sebuah tanda bahwa wanita itu cukup tertarik dengan ajakkan nya. "Tidak sama sekali, Aline."

Aline mengangguk pelan sambil tersenyum manis. "Kalau gitu saya akan ikut, jujur saya cukup penasaran dengan materi apa yang akan Dokter bagikan nantinya."

"Kalau gitu, Mari ikut saya."

Aline mengikuti langkah Reno menuju bala desa yang ada di dekat kebun teh tersebut. Mereka jalan beriring tampak seperti pasangan suami istri. Tidak ada sedikit orang yang memuji mereka, saat melewati kumpulan ibu-ibu yang akan menghadiri acara seminar tersebut.

"Wah! Pak Dokter sama istrinya, ya?"

Reno hanya mengangguk seakan mengiyakan pertanyaan itu.

Sementara Aline tersenyum canggung. "Bukan! Bu, kebetulan saya hanya teman Dokter Reno." ucap Aline dengan nada sedikit tegas, namun tetap terdengar sopan. Ia tidak ingin orang salah paham terhadap kedekatannya dengan pria itu.

"Bu! Sepertinya masih ada kesempatan buat deketin sama putra saya." bisik salah satu dari mereka.

"Memangnya, Neng cantik itu mau sama si Udin yang kerjanya cuma main game. Mau dikasih makan apa anak orang?" sahut salah satu dari mereka dengan wajah sinisnya.

"Lebih baik sama anak saya, dia masih mending dari pada anak sampean. Anak saya tuh kerja jadi satpam di sekolah madrasah dan sudah pasti bisa nafkahin si Neng geulis."

"Udah jangan pada menghayal tinggi-tinggi mending kita masuk, acara mau dimulai." lerai istri kepala desa.

Bisik-bisik itu sangat terdengar jelas oleh Aline. Membuatnya hanya bisa menggeleng kecil melihat para ibu-ibu itu.

Kini mereka sudah berada di aula balai desa tersebut. Ada banyak ibu-ibu hamil dan juga para gadis yang tidak lama akan menikah. Bagi mereka penting mengetahui tentang seputar ibu hamil dan kondisi tubuh mereka agar bisa mencegah hal yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, istri kepala desa tersebut tampak masih sedang menunggu seseorang, hingga memberanikan diri bertanya langsung pada sang dokter.

"Dokter! Reno, mohon maaf. Bukannya seharusnya masih ada satu Dokter lagi, ya. Yang ditugaskan untuk ditempatkan di Puskesmas desa ini. Kenapa hanya Dokter Reno saja yang datang?"

Reno yang sedang menyiapkan bahan seminar. Menoleh sejenak. "Dia sedikit terlambat datang, Bu! Masih ada satu operasi yang harus ditangani." jelas Reno.

Istri kepala desa itu mengangguk mengerti.

Kini acara tersebut dimulai, Aline yang berada dikerumunan ibu-ibu itu mendengarkan dengan seksama tentang pentingnya gizi untuk ibu hamil.

Saat Reno menjelaskan tentang, konsultasi dan pemeriksaan pranikah (premarital chek-up). Bertujuan mempersiapkan kehamilan yang sehat dan mencegah penyakit diturunkan ke anak.

Tiba-tiba seorang gadis bertanya, mungkin baru berusia dua puluh tahun.

"Dok! Ijin bertanya? Saya dan pasangan saya kan tidak nakal, apakah harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum kami menikah?"

Sontak suara tawa pecah di aula balai desa tersebut. Tidak sedikit orang yang menjawab pertanyaan gadis muda tersebut.

"Hei, Luna! Memang kalau yang nakal itu seperti apa?"

"Kata Ibu saya, jangan dulu ciuman takut hamil. Saya nggak pernah ciuman kok Pak Dokter! Berarti saya dan pasangan saya sehat kan?" tanya gadis itu dengan polos

Aline yang berada di tengah-tengah mereka tidak bisa menahan tawanya lagi.

1
Key
salfok sama Dady. Saking paniknya, sampe bawa Vas bunga. OMAYGAT diluar prediksi BMKG
Key
Erlangga hebat juga ya, bisa bertahan 1 Minggu tanpa asupan infus atau apapun. Kalau orang normal biasanya sudah good by🥲
mawar merah
Semoga cepat ketemu keluarga ya Erlangga
mawar merah
Astagfitullah ya Allah bantulah Erlangga ya Allah. Itu pasti jebakan jika khansa masuk akan diteriaki kumpul kebo...
aira_kayla
makasih kak....
yah gantung🤭🤭🤭
semangat kak💪💪💪💪💪
aira_kayla
kak cepat pertemukan erlangga dg kluarganya kasian kak🙏🙏
Jing_Jing22: hehehe siap Kak Aira_ izin tag namanya ya kak🙏
total 1 replies
Key
Suami istri sama-sama nggak sadar apa jangan-jangan mereka janjian di alam lain ya🤭, semoga cepat sadar Erlangga, jangan sampe kamu jadi ubi😭
Key
Ada juga kok yg bikin laporan kehilangan tapi dimintai uang🤣 kocak emang🤭 tapi d negara lain deh kayanya🫣
mawar merah
Aku doakan kamu menjadi wapres yang akan datang nazar 🙏🙏🙏
mawar merah
Selamat Aline telah lahirnya baby Twins dengan selamat dan sehat 🙏🙏
mawar merah
Semoga semua sehat dan Baby twinnya lahir dengan sempurna dan sehay
mawar merah
Alhamdulillah Erlangga sudah sadar,, tapi lumpuh total semoga ada keajaiban ya Allah
aira_kayla
lanjut💪💪💪
Jing_Jing22: Siap kak Aira cantik. semoga berkenan untuk singgah🤭🫶
total 1 replies
Key
Sad banget, pas Aline sadar 😭 bawang banget sih thor
Key
ini kelopak maksudnya ya thor🤭
Jing_Jing22: hihihi salah tulis🤧
total 1 replies
Key
Bram marahnya serem banget, khodam ekor sembilanya keluar😭
mawar merah
Kadang anak-anak nakal itu punya bakat tersembunyi. Tapi karena keadaan dia memilih untuk jadi anak nakal
Jing_Jing22: hihihi🤭 iya kak mawar
total 1 replies
mawar merah
Ya begitulah kalau orang yang nggak punya akan di pandang sebelah mata..kalau ada uang minum pun disiapkan🤭🤭🙏🙏🙏
aira_kayla
yah jangan kejam" lok kak🤭🤭🤭
lumpuh nya sebentar saja woke🤭🤭🤭
Jing_Jing22: hihihi🤭 siap kak aira🫶
total 1 replies
mawar merah
Kasian kamu aline..kamu harus kuat demi si kembar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!