NovelToon NovelToon
Kontrakan Rahim Untuk Tuan Calix

Kontrakan Rahim Untuk Tuan Calix

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Demi menyelamatkan perusahaan keluarga dari kebangkrutan dan membiayai pengobatan adiknya yang kritis, Mireya terpaksa menjual kesuciannya. Ia menandatangani kontrak satu tahun untuk menjadi ibu pengganti bagi Calix David—seorang miliarder tampan berusia 35 tahun yang terkenal kejam dan sedingin es.
Pernikahan rahasia digelar, dan Mireya dikurung di mansion mewah dengan aturan ketat. Calix memperingatkannya: "Hubungan kita hanya sebatas rahim dan uang. Jangan pernah jatuh cinta kepadaku."
Namun, kepolosan Mireya perlahan mulai menggoyahkan hati sang Tuan Tsundere. Di tengah intrik konglomerat dan rahasia kelam mansion, akankah Mireya pergi setelah melahirkan sang ahli waris, atau justru berhasil memiliki hati Calix sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Hantu Masa Lalu & Ketegasan yang Tak Goyah

​Angin sore berembus pelan, menggoyahkan dedaunan di sekitar paviliun belakang mansion yang asri. Di dalam rumah kaca kecil yang tenang, Mireya sedang duduk menghadap kanvas besarnya. Jemari lentiknya dengan luwes menggerakkan kuas, menorehkan cat minyak untuk menyelesaikan sebuah lukisan terbarunya.

​Bukan pemandangan alam atau bunga melati, melainkan siluet seorang pria berjas formal yang sedang duduk di balik meja kerja mewah, memegang mangkuk porselen dengan ekspresi panik sekaligus kepedasan. Sudut bibir Mireya terangkat sedikit setiap kali mengingat bagaimana runtuhnya harga diri sang Tuan Besar tadi malam karena semangkuk bakso ruko.

​Bi Ani baru saja beranjak ke dapur utama untuk mengambilkan camilan hangat, meninggalkan Mireya sendirian dalam keheningan yang damai. Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama. Suara ketukan sepatu hak tinggi yang angkuh mendadak bergema di atas lantai lantai paving paviliun.

​"Oh, jadi ini wanita sewaan yang sering dibicarakan orang-orang?"

​Sebuah suara manja, berkelas, namun sarat akan nada merendahkan memecah keheningan. Mireya menghentikan sapuan kuasnya. Ia menoleh lambat, mendapati seorang gadis muda berusia dua puluh lima tahunan berdiri di ambang pintu paviliun. Gadis itu mengenakan pakaian modis Paris, berparas sangat cantik, elegan, dan memiliki struktur wajah yang sekilas memancarkan aura masa lalu keluarga David. Itu Ilana.

​Mireya meletakkan palet warnanya dengan tenang, lalu berdiri dan menyeka tangannya yang terkena noda cat menggunakan kain lap. Tidak ada binar ketakutan atau minder di matanya. "Siapa Anda? Dan siapa yang mengizinkan Anda masuk ke area privat ini?"

​Ilana melangkah masuk tanpa permisi, melipat tangannya di dada sembari menatap lukisan di kanvas Mireya dengan dengusan remeh. "Namaku Ilana. Dan aku tidak butuh izin dari siapa pun untuk datang ke rumah ini, apalagi dari wanita sepertimu. Asal kamu tahu, seluruh hidupku, pendidikanku di Paris, hingga setiap helai pakaian mewah yang melekat di tubuhku ini ditanggung sepenuhnya oleh Calix."

​Mireya menaikkan sebelah alisnya, menatap Ilana dari atas ke bawah dengan pandangan datar. "Oh. Jadi Anda adalah salah satu tanggungan finansial Tuan Calix? Lalu, apa hubungannya denganku?"

​Respons Mireya yang terlampau tenang membuat Ilana sedikit geram. Ia memajukan tubuhnya, menatap Mireya dengan kilat mata yang penuh ambisi. "Hubungannya adalah, kamu harus tahu diri di mana posisimu, Jalang Desa. Kamu di sini hanya karena rahimmu disewa, kan? Jangan pernah bermimpi bisa memiliki hati Calix. Kamu tidak tahu apa-apa tentang dia!"

​Mireya berjalan tenang menuju kursi rotannya, duduk kembali sembari bersedekap dada. "Kalau begitu, ceritakan padaku apa yang tidak kuketahui. Aku punya banyak waktu sore ini."

​Ilana mendengus angkuh, memamerkan masa lalunya. "Calix sangat mencintai kakak kandungku, Zeana. Mereka adalah pasangan paling sempurna di kota ini sebelum kecelakaan tragis itu merenggut Kak Zeana darinya. Calix hancur lebur, dan di depan makam Kak Zeana, dia bersumpah dengan air mata bahwa dia tidak akan pernah menikahi wanita mana pun di dunia ini, kecuali wanita itu memiliki hubungan darah dengan Zeana!"

​Ilana maju satu langkah lagi, menunjuk wajah Mireya dengan kuku merah darahnya. "Aku kembali dari Paris karena aku yang paling berhak atas posisi itu! Aku rela berkorban demi memulihkan luka Calix sebagai pengganti Kak Zeana. Jadi, sebelum aku mendepakmu secara kasar, sebaiknya kamu tahu diri dan pergi dari mansion ini sekarang juga!"

​Mireya terdiam sesaat. Jiwanya yang telah ditempa oleh duka kehilangan Nenek dan pengkhianatan orang tua kandungnya membuat mentalnya sekeras baja. Ia tidak akan membiarkan dirinya diintimidasi oleh bocah manja yang hidup dari belas kasihan suaminya.

​Mireya berdiri perlahan, menatap Ilana dengan sepasang mata bulatnya yang kini berubah menjadi sedingin es dan teramat tajam.

​"Nona Ilana yang terhormat," ucap Mireya, suaranya terdengar begitu lambat, pedas, dan penuh penekanan yang mutlak. "Pertama, jika Anda kembali dari Paris hanya untuk mengemis posisi sebagai wanita pengganti karena memanfaatkan rasa bersalah seorang pria atas kematian kakaknya... menurutku itu adalah tindakan yang sangat menjijikkan dan tidak tahu malu."

​"Kamu—! Berani kamu menghinaku?!" pekik Ilana, wajah modisnya mendadak memerah karena murka.

​"Kedua," potong Mireya, suaranya kian mendingin, memotong kalimat Ilana tanpa ampun. "Kontrak rahimku ditandatangani secara sah di atas kertas hukum hitam di atas putih dengan Calix David, bukan dengan Anda. Jadi, di rumah ini, hanya ada satu orang yang memiliki hak dan kuasa untuk mengusirku keluar secara langsung... dan orang itu adalah Calix, bukan adiknya mantan tunangannya yang tidak punya pekerjaan selain meminta santunan."

​Ilana mengepalkan tangannya hingga gemetar, merasa harga dirinya diinjak-injak oleh gadis yang ia anggap remeh. "Kamu hanya wanita sewaan, Mireya! Kamu tidak ada harganya di mata Calix!"

​Mireya terkekeh sinis, sebuah tawa dingin yang membuat Ilana refleks mundur karena tertekan aura tegas sang nyonya muda. "Malah... jika Anda memang begitu terobsesi untuk berkorban demi Calix, kenapa Anda tidak datang lebih awal sebelum kontrak ini dibuat? Dengarkan aku baik-baik, Ilana... aku justru akan jauh lebih bersyukur dan berterima kasih jika Anda yang maju untuk hamil dan melahirkan anak Calix. Dengan begitu, aku tidak perlu repot-repot merusak bentuk tubuhku untuk mengandung benih pria kaku itu, dan aku bisa langsung bebas pergi dari sini tanpa beban. Jadi, silakan bicara pada Tuanmu, minta dia menggantikan posisiku dengan rahim Anda. Aku sama sekali tidak keberatan."

​Sementara itu, di dalam ruang kerja utama David Group di pusat kota, atmosfernya tidak kalah mencekam.

​Calix sedang duduk menghadap laptopnya. Aplikasi CCTV real-time paviliun belakang mansionnya masih menyala sejak tiga puluh menit lalu. Melalui layar monitor beresolusi tinggi itu, Calix menyaksikan seluruh konfrontasi dari awal hingga akhir dengan rahang mengatup rapat sempurna hingga urat-urat lehernya menegang.

​Mendengar kata-kata pedas dan dingin Mireya yang keluar dari pengeras suara—terutama saat Mireya bilang 'aku justru jauh lebih bersyukur jika Anda yang hamil... agar aku tidak perlu repot-repot mengandung benih pria kaku itu dan bisa bebas pergi'—hati Calix mendadak terasa dihantam oleh gada besar. Ada rasa sakit yang teramat perih dan menyiksa menyeruak di ulu hatinya.

​Mireya ternyata masih menganggap hubungan mereka tak lebih dari sekadar transaksi bisnis yang menyebalkan. Gadis itu bahkan rela menyerahkannya pada wanita lain asalkan bisa terbebas darinya.

​Namun, di sisi lain, Calix juga dilanda rasa khawatir yang luar biasa jika draf kesehatan psikologis Mireya kembali terguncang oleh provokasi tentang masa lalu Zeana yang dibawa Ilana.

​"Sialan!" kutuk Calix, langsung membanting draf dokumen di atas mejanya hingga berserakan. Pria itu bangkit berdiri, menyambar jas kerjanya dengan gerakan memburu.

​Doni yang baru saja masuk langsung tertegun melihat wajah bosnya yang merah padam menahan amarah yang meledak-ledak. "Tuan Besar, ada apa? Pertemuan dengan dewan komisaris—"

​"Batalkan semuanya!" bentak Calix, suaranya menggelegar memenuhi ruangan kerja. "Siapkan mobil sekarang juga, Doni! Kita pulang ke mansion detik ini juga!"

​Calix melangkah lebar keluar ruangan dengan aura membunuh yang begitu pekat. Di dalam benaknya, ia hanya ingin segera sampai di rumah, mengusir Ilana yang tidak tahu diri, dan mencengkeram bahu Mireya untuk menegaskan bahwa gadis desa itu tidak akan pernah bisa lepas atau menyerahkan rahimnya pada siapa pun di dunia ini.

1
umie chaby_ba
rasain Lo ... 🤭
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
buruan calix , ilana ngadi-ngadi emang/Panic/
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
kepedean banget ilana ....
Ariska Kamisa: emang... ngeselin yaa🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
udah sih lagi asik juga bianca resek banget
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ariska Kamisa
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
aditya rian
lanjutkan Thor
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
🤭🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
/Shy//Shy//Shy//Shy/
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
malang sekali mire
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ceritanya menarik/Good/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya 🙏
total 1 replies
aditya rian
👣👣👣👣
Ariska Kamisa: terimakasih jejak nya kak
total 1 replies
umie chaby_ba
ceritanya bagus,
semangat terus ya Thor...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
dih ngeselin banget sumpah si cilox🤣
Ariska Kamisa: calix kak bukan cilox🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
tuh kan🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
calix aslinya demen nih pasti
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
bagus mirey jangan kasih ampun 👍
Ariska Kamisa: siap👍
total 1 replies
umie chaby_ba
bagus mirey daripada stres ke hobi aja wis
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
mireya udah dititik pasrah terserah pasti .. sumpah nyesek sih
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!