Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Mencari Rais
"Tolooooooong!"
Melva berteriak keras di tengah hujan yang guyur bumi ini karena dia ingin meminta tolong kepada para warga yang kebetulan sedang menjaga pos ronda, Melva tidak bisa diam saja membiarkan sang suami yang saat ini terseret sesuatu masuk ke dalam sawah yang dia sendiri tidak tahu itu tadi hewan apa.
Yang jelas dia harus meminta pertolongan dari para warga yang kebetulan masih berjaga di malam ini, memang biasanya desa mereka ada yang berjaga di pos ronda itu sampai pagi, jadi Melva yang mengetahui hal tersebut segera mendatangi pos ronda dan risiko melewati rumah Sayuti diabaikan begitu saja akibat rasa panik yang timbul di dalam hati ini.
Melva sama sekali tidak menyadari ketika tadi dia melewati rumah tersebut ada sesuatu yang sedang memperhatikan, sebab pikiran dia sudah fokus untuk meminta pertolongan dari para warga yang masih berjaga itu, memikirkan Rais yang ada di tengah sawah membuat Melva gelap mata dan ingin meminta bantuan secepat mungkin.
Dia tidak tahu saja bahwa sebenarnya orang yang ada di pos ronda itu juga sedang ketakutan setelah tadi mendengar sesuatu hal yang tidak biasa, namun mereka memang masih tetap bertahan di pos ronda itu bila ternyata nanti ada maling dan mereka tentu harus bertanggung jawab untuk mengejar maling tersebut.
Semua masih lengkap di sana dan mereka memang berkumpul, jadi ketika melihat Melva datang maka rasa kaget di dalam hati mencuat begitu saja, bahkan Yanto mengira bahwa yang datang itu bukan Melva asli alias iblis yang sedang menyerupai wanita itu untuk menakuti mereka semua di pos ini.
"Tolong, tolong suamiku yang ada di sawah sana." Melva berkata dengan gemetar.
"Apa yang terjadi kepada suami kamu memangnya, Mbak?" Lutfi segera datang mendekat karena dia tahu ini keadaan genting.
"Aku tidak tahu apa yang menarik dia masuk ke dalam sawah, tapi yang jelas tadi ada suara berisik dan dia keluar." jelas Melva secara singkat dan gemetar.
"Lalu suami sampeyan saat ini ditarik oleh sesuatu masuk ke dalam sawah?" Davin juga terlihat kaget.
"Iya, aku sudah berusaha memanggil tapi Bang Rais sama sekali tidak keluar dari dalam padi itu." ujar Melva kepada mereka semua.
"Ayo kita ke sana dan melihat keadaan Bang Rais." Lutfi segera mengambil sandal untuk melihat keadaan sawah milik Melva dan Rais.
"Apa kita juga ikut dengan Lutfi?" Yanto menatap Andi dan juga Davin.
"Iya lah, kita tidak tahu bagaimana nasib Bang Rais itu jadi lebih baik bila kita ikut juga untuk melihat keadaan di sana." jawab Davin.
Maka mereka segera menuju sawah milik pasangan suami istri ini untuk melihat apakah memang Rais masih ada di dalam sawah itu atau sudah lenyap entah ke mana, Melva gemetaran tidak berdaya karena dia sangat cemas dengan keadaan sang suami karena dia tadi melihat sendiri bagaimana tubuh Rais terseret oleh sesuatu.
Namun Melva tidak bisa memastikan apa yang sudah menarik sang suami sehingga dia ketika akan bercerita menjadi bingung sendiri, sebab yang menarik tubuh Rais itu memang sama sekali tidak terlihat, mendadak saja terseret dan begitu masuk ke dalam sawah dia langsung menghilang tanpa ada suara lagi dari sana.
"Tadi dia berdiri di sini dan sesuatu itu tidak tahu berasal dari mana langsung menarik masuk." Melva menunjukkan lokasi.
"Ini bekas tubuh dia terseret masuk ke dalam padi ini kan ya?" Davin menunjuk bekas jalan tersebut.
"Berarti dia jatuh dan langsung diseret masuk ke dalam rumpun padi ya." Yanto menggunakan senter untuk melihat.
"Apa yang membawa Bang Rais masuk ke dalam sawah ini?" Davin tidak paham dan dia masih memperhatikan dengan seksama.
"Tadi ada sesuatu yang hinggap di atas genteng pondok kami, jadi dia keluar dan berdiri di sini untuk memeriksa dan setelah berdiri justru dia terseret oleh sesuatu dan masuk ke dalam sawah." jelas Melva panjang lebar.
"Kau kan bisa melihat hal gaib, apa kau merasakan sesuatu saat ini?" Andi bertanya kepada Lutfi.
"Ya, tapi energi yang dia miliki begitu besar dan kencang sehingga aku tidak bisa menentukan dia ada di bagian mana." Lutfi menjawab setelah lama terdiam.
"Ini bisa jadi arwah dari keluarga Sayuti!" Yanto langsung berpikiran ke arah sana.
Andi dan yang lain saling bertatapan karena mereka juga sekarang satu pemikiran dengan Yanto, desa mereka selama ini memang sudah cukup tentram dan tidak ada masalah tentang hal gaib itu karena telah terjaga oleh sesuatu dan terakhir kali adalah pencurian mayat yang begitu menghebohkan.
Ini sekarang malah ada lagi dengan pembantaian satu keluarga itu sehingga mereka mulai merasa curiga serta cemas, sudah berusaha sekuat mungkin namun ternyata rasa takut yang timbul di dalam hati semakin besar saja sehingga mereka semakin yakin kalau arwah keluarga Sayuti itu memang memiliki energi tersendiri.
Lutfi mengatakan bahwa energi yang datang memang cukup besar dan dia tidak memiliki kekuatan penuh untuk melawan energi tersebut, mau tidak mau bila sudah begini maka mereka akan meminta pertolongan dari orang yang begitu terkenal dari desa sebelah, hanya dia yang bisa membantu keluhan dan itu memang ada bukti.
"Ayo kita masuk dulu ke dalam sawah ini dan melihat apakah ada Bang Rais di dalam tanah." Andi berjalan terlebih dahulu sambil membawa senter.
"Kita berpencar saja kalau begitu biar cepat menemukan keberadaan Bang Rais." usul Lutfi.
"Alah kok malah berpencar segala ini." Andi kembali lagi karena dia takut bila masuk sendirian.
"Kau sama aku saja dan mari kita carilah." Davin segera menemani Andi untuk masuk ke dalam sawah.
Andi sebenarnya agak ragu dengan Davin walau dulu Davin sempat memiliki pendamping yang bisa melindungi dia, namun sekarang pendamping itu sudah tidak ada lagi sehingga Davin tidak bisa melihat hal gaib atau bahkan sesuatu yang bersangkutan dengan para iblis.
"Ayo kita bertiga mencari keberadaan Bang Rais juga." Yanto mengajak Melva yang mulai menangis.
"Mbak Melva tenang saja karena Bang Rais tidak mungkin pergi jauh, sebentar lagi dia pasti akan segera ketemu." Lutfi berusaha untuk menenangkan wanita ini.
Namun meski begitu maka rasa takut itu masih tetap saja ada di dalam hati Melva karena dia tadi melihat bagaimana tubuh sang suami terseret oleh sesuatu, jadi wajar bila sekarang dia merasa agak ragu apakah sang suami masih bernyawa dan apa nanti Rais akan baik-baik saja ketika berhasil di temukan oleh mereka.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.
dari kota aja lagaknya kaya dewa saja, orang yang dewa iblis aja gak sesombong kamu.
dan
hanya Purnama yang bisa ngadepin Angelina
Arya sama Nolan juga boleh lah kasih pelajaran ke mereka...
di balik kalem nya ada congor nya jg yg kalau ngomong setajam sileeeet
eeee ..... ternyata mlh Pesugihan nya yg di ambil 🤣🤣🤣
lagian biarin ja sih rusak , orang nya dh PD koit 🤣
aku kira kedatangan tamu orang jahat itu ,, eee ... gak thu nya tamu nya adalah Arya 🤭🤭
mereka mafia kah ❓ atau mereka melakukan pesugihan ❓
orang PD sibuk mencari dan ngomongin si Pardi ,,, tahu-tahu wonge wes mati 🤣🤣
para tetangga jg ogah mo bantu mencarinya 🤣