NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07 Malam Pertama

Nandini menggigit bibirnya. Ia melihat jam dinding. Sudah pukul sembilan malam. 

Walimah selesai menjelang Magrib, namun masih ada tamu yang datang hingga selepas waktu Isya. Luar biasa, tamu yang datang tak berhenti. 

Banyak yang mendoakan pernikahan Santaka dan Nandini. Pernikahannya boleh terpaksa, doa dan antusiasme para tamu itu tulus.

Lastri akhirnya memutuskan jam delapan, pengantin dapat beristirahat. Kasihan dari pagi harus terus menerus beramah tamah dengan tamu. Kini saatnya bagi mereka, beramah tamah satu sama lain, berdua. Sungguh pengertian Lastri. 

Namun bagi Nandini, itu artinya WIH, Waktu Indonesia bagian Horor. Ia bingung menghadapi malam pertamanya dengan Santaka.

Nandini dapat mendengar suara air mengalir dari shower di kamar mandi yang ada di kamar Santaka. Giliran suaminya yang mandi. Nandini telah lebih dahulu.

Gadis itu sudah berganti-ganti posisi tak jelas. Duduk, berdiri, berjalan, berdiri lagi. Berakhir duduk, capek.

Nandini meremas ujung kaus yang ia gunakan. Jangan bayangkan saat ini Nandini menggunakan baju tidur haram ataupun baju tidur ala putri.

Montir itu membungkus dirinya dengan kaus oblong putih dan celana pendek setengah paha. Baju tidur kebiasaannya di rumah.

Pintu kamar mandi terdengar terbuka. Nandini terlonjak. Dadanya berdebar kencang. Ia langsung menoleh.

Santaka dengan wajah basah, keluar menggunakan kaus serupa Nandini dan kain sarung. Nandini meringis.

Takut, di balik sarung itu polos, tak ada apa-apa lagi. Bukankah lelaki suka begitu, sarung dipakai tanpa pakaian dalam? 

Atau minimal hanya pakaian dalam. Nandini menggelengkan kepalanya cepat.

Santaka menghampiri Nandini. Langkahnya perlahan. Tangan Nandini langsung terulur ke depan. “Stop Gus. Jangan tambah deket!”

Sang suami mengerutkan dahi. “Saya mau ambil sajadah ini, Mbak. Mau saya simpen di tempatnya.” Nandini menipiskan bibir.

Santaka mengambil sajadah yang tersampir di kasur, di dekat tempat Nandini duduk. Ia meletakkannya di rak kayu.

Lelaki itu kembali mendekati Nandini. Ia duduk di samping Nandini. Senyum simpul terlihat tipis di wajahnya. Melihat wajah kalut Nandini membuat Santaka gemas. Apa sebenarnya yang dipikirkan gadis itu?

Nandini kontan mundur hingga punggungnya menabrak kepala ranjang. Senyum simpul Santaka menebal.

“Gus... sebelum... ngapa-ngapain saya mau bilang sesuatu...” Tangan Nandini kembali terulur ke depan. Anggap saja sebagai perisai.

“Apa Mbak?” Santaka memiringkan kepalanya.

“Saya lagi... datang bulan...”

Santaka mengernyit. “Bukannya tadi Isya... solat?”

Nandini meringis. Duh, dia liat ternyata. 

“Baru tadi!” Nandini menganguk-anggukkan kepala.

Mata Santaka mengarah ke bagian bawah Nandini. Wanita itu kontan menutupnya dengan bantal.

Kok matanya ke situ? Si Gus Roti kacau juga!

“Mbak... Kamu wis bohongin saya soal pingsan. Yang sekarang bohong lagi ndak? Saya mau bukti.” Mata Santaka menelisik.

“Hah? Bukti apa, caranya?” Dahi Nandini berkerut.

Santaka menipiskan bibirnya. “Yaa, saya... liat atau... pegang mungkin.”

Bantal di pangkuan Nandini, ia lempar ke arah wajah Santaka. “Saya ndak nyangka Gus mesum!”

Santaka tergelak sambil menangkis bantal itu. “Makanya jangan suka bohong. Jadi ndak dipercaya kan.”

Nandini merengut. “Iya... saya ngaku... saya ndak datang bulan. Gus, saya... belum siap... Saya belum bisa... kita...” Nandini menunduk.

“Memangnya ndak pernah belajar biologi? Mau saya ajarin?” Santaka tersenyum sambil mengangkat alis. Nandini mendelikkan mata.

Ini si Gus Roti ternyata banyak omong ya? Di depan orang gayanya kalem, diem diem wae...

“Gus, saya serius, bukan nggak ngerti. Kayak gitu sih saya khatam, eh, maksudnya saya butuh waktu.”

“Sampai kapan?” Santaka bersedekap.

“Ya, ndak tau! Pokoknya, sekarang-sekarang ndak bisa.” Nandini memalingkan wajahnya.

Santaka tersenyum. Ia menggaruk satu alisnya. “Mbak, saya tau kita menikah dadakan. Tapi itu ndak membuat kita lepas dari hak dan kewajiban. 

Salah satu hak dan kewajiban suami istri itu, yo nafkah batin itu. Untuk saya, itu hak saya sekaligus tanggung jawab saya buat Mbak. Karena itu kan kebutuhan dasar.

Begitu juga sebaliknya. Itu kewajiban Mbak ke saya dan hak Mbak untuk terpenuhi kebutuhannya. Kita dipaksa nikah bukan berarti mempermainkan pernikahan.

Dosa besar Mbak, zolim. Saya paham, Mbak Dini butuh waktu. Pelan-pelan kita saling mengenal, supaya kita saling nyaman. Gimana?”

Santaka memang belum mencintai Nandini, namun ia tak mau pernikahan ini menjadi ladang dosanya. Oleh karena itu, ia mencoba berdamai, legowo dengan posisinya sebagai suami, imam dalam rumah tangga ini.

"Iya. Pokoknya tunggu saya siap." Nandini mengembuskan napas lega, Santaka ternyata sosok yang bijaksana. Ia kira ia akan dinasihati soal laknat malaikat bagi istri yang menolak melayani suami.

Atau lebih parah. Santaka akan memaksanya. Tangan Nandini akan diikat, matanya ditutup, lalu tubuhnya akan digerayangi. 

Nandini menggelengkan kepalanya berulang kali. Kenapa jadi dia yang berpikiran kotor? 

Ck, bahaya tenan sekamar sama laki-laki! Pikiran suciku ternodai...

“Tapi saya punya permintaan, Mbak.” Santaka berdiri dan berjalan memutari ranjang, duduk di sisi sebelah Nandini. 

“Kita tidur satu kasur. Ndak ada yang tidur di sofa atau kasur lipet.” Santaka tersenyum simpul.

“Duh, gimana ya Gus. Baru saya mau kasih ide itu. Saya saja yang tidur di kasur lipet. Ndak apa-apa.” Nandini meringis.

“Boleh sih... Tapi kalau ada kecoa, saya ndak nanggung.” Santaka tersenyum simpul.

Mata Nandini membulat. Kakinya refleks naik ke atas kasur. Santaka terkekeh.

“Gus ngapusi ya? Bohong kan?” Mata Nandini menyipit ketika menatap Santaka.

“Ya, buktiin saja sendiri.” Mata Santaka mengerling. Nandini berdecak.

“Mbak, kita kan sudah komitmen saling mengenal, belajar supaya nyaman. Tidur satu kasur itu bagian dari belajarnya. Kalau ndak dibiasakan, kapan nyamannya?”

Nandini terdiam. “Tapi Gus jangan macem-macem kecuali saya setuju ya. Awas kalau coba-coba!” Nandini mengepalkan tinju di depan wajahnya.

Santaka kembali tersenyum, kepalanya menggeleng. “Yo wis, kita tidur saja. Mbak Dini sukanya lampu mati atau nyala?”

“Mati.” Nandini merapikan bantal. Ia menjadikan guling sebagai pembatas dirinya dan Santaka.

“Alhamdulillah, sama.” Santaka mematikan lampu kamar. Walau dimatikan, ada semburat cahaya dari lampu luar sehingga kamar Santaka tidak gelap total.

Santaka dan Nandini sama-sama tidur telentang. Mata mereka kompak menatap langit-langit. 

Suasana hening. Yang tak hening jantung kedua manusia itu. Tidur sekasur dengan lawan jenis tentu tak akan membuat hati tenang.

Santaka mulai merasa lelah menggelayuti kelopak matanya. Netranya perlahan melemah. Ia bisa merasakan Nandini membolak-balikkan posisi tidurnya.

Tiba-tiba Nandini terduduk. Ia menoleh ke arah Santaka. Lelaki itu spontan menutup matanya. Ia mengintip sedikit. Nandini nampak menatap lama kemudian melengos.

Bola mata Santaka nyaris keluar melihat aksi lanjutan istrinya. Tangan Nandini masuk ke dalam baju, menuju punggung. 

Wanita itu lalu menarik branya. Pakaian dalam itu kemudian ia simpan di pinggir kasur.

Jantung Santaka terasa menggedor dadanya. Mata yang telah melemah mendadak seperti lampu 30 watt, terang benderang. 

Bagaimana caranya Santaka bisa menahan diri jika tiap malam ada pemandangan sejenis ini?

1
Nanik Arifin
jangan jatuh hati ma Syifa, Boy. sama Fiona aj. Syifa muna. Ning tapi suka munafik, bungkusnya doang yg baik. 11, 12, ma Gus Ahsan. cocok deh.
Inna Kurnia: kita jodohin aja apa ya, Syifa ama Ahsan 🤔🤔😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Biasanya klo orang ngomongnya ceplas ceplos itu emang lebih baik daripada yg terlihat kalem diem tapi menghanyutkan...
mestinya Boy sebagai lelaki ngerti gimana cara pandang Ahsan ke Dini yg ga wajar, dan lagii...Fiona sm Boy apa saling kenal 🤔
Inna Kurnia: kita liat ya Kaaaak 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
ya Ampunnn jangan canda yg aneh² ya Boy, Ucapan sama dg Doa.. hati² dalam berucap gemblung 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: hahaha
total 7 replies
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄 bahasane dikitik kitik bikin geliii membayangkannn 🤣🤣🤣🤣
Aisyah Virendra: kakak mau dikitik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ketik kata dikitik aja aku terkikikk geliii loh inii ngakakkk 🤣
total 2 replies
Nanik Arifin
kau tunggu jandanya Dini ya Boy....🤭🤭
Inna Kurnia: ada aja yaaa kelakuan orang ya, Kak 🤭
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Maasyaallaah.. Gus Taka Super Duper Sabaar... semangaaat Gus💪💪💪
Inna Kurnia: iya, Kak Jaojatun. kan sabar nama tengah Gus Taka 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Taka dan Dini memang bener² harus waspada yaa sama sepasang sejoli resek itu (Ahsan n Syifa), mereka merencanakan sesuatu yg sedikit ehem tapiii smg ada salah 1 dari Ning Sarah atau Ning Husna juga menyadari kejanggalan dan berpihak pada Taka dan Dini 🫠
Aisyah Virendra: hhuuuh
total 2 replies
Nadia Zalfa
syafakillah kak
Inna Kurnia: aaamiin ya Allah, jazaakillahu khoyr Kak Nadia ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
Syafakillah waa fii amanillah kakak sayang.. semoga dunia nyata kita baik² aja dan ga ada problem apapun, sehat² selalu.. kutunggu up nyaa bolak balik, tapi yasudahlah.. kesehatan itu lebih utama, segera membaik kakak 🤝😇🥰
Aisyah Virendra: Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🥰
total 3 replies
Aisyah Virendra
Diiiiihhhh...ngapain lagi si Ahsan beluuuttt datang kekamar orang, yg sakit juga Nandini bulan Santaka, anehhh bgt.. Ustadz gajeee 😂🤣 lelepinn neeeehhh 🫳
Inna Kurnia: 🤭😂😂🤭😂
total 5 replies
Aisyah Virendra
marah.. tertatih, pelaku eh merasa korban 😂🤣 Nandini gemblung 🤣🤣🤣 mlm itu Santaka menang berkali lipat banyak dan dini ya ampunnn pasti malu banget setelahnya 😂😂 ky nya ntar jadi kembar 4 ehh 🤣🤣🤣
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣 subuhhhh
total 5 replies
Aisyah Virendra
gaskuy lagiiii 🤣🤣🤣🤣
duuuuhhh cenut² pala barbiee 🫠
kenapa pas unboxing disaat bginiii 😂🤣🤣🤣
Inna Kurnia: hahaha, saa-bar 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kocak parahhhh kamu dinoooooooo 🤣🤣 menang banyak nih Santakaa malam ini dan besok dini teparrrrr 😂🤣 aiiiihhh membayangkan yg bergulat ehemm 😂🤣😂🤣
Inna Kurnia: hissss 😂😂😂😂
total 4 replies
Aisyah Virendra
Nandini salah ambil jamu, jamunya Taka diminumnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mengandung perangsang herbal ini mah, duh bisa² ntar langsung hamil baby twins 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: gasss 😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
ko sur ? harusnya mud kan yaa 🤔🤔🤔
Inna Kurnia: typo, wkwkwk
total 1 replies
Aisyah Virendra
minta traktir banyak² yaa Din, jangan lupaaa alu dikasih jugaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Arifin
Dini salah minum jamu ?
Gus Taka yg bakalan di KO Dini ...🤭🤭
Inna Kurnia: pantengin bab besok ya Kak Naniiik 😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Gus Agam... ini sepeeti sosok pria yg kalau mencintai bisa sedalam dan sesetia ituu.. tapi skrg kondisinya berbeda, jadi lelaki yg tak punya perinsip hidup dalam berkomitmen. sudah punya pasangan masing² masih juga tak tahu diri ko malah tahu bakso 😂🤣🤣
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🏻🙏🏻
total 13 replies
Aisyah Virendra
huhhhh akhirnya nongol juga..
Inna Kurnia: sip, insyaa Allah malem ❤️❤️😘
total 3 replies
Nanik Arifin
baby blues ini Ning Rini. harusnya Gus Agam berperan agar baby blues g berlanjut, kasihan bayinya
Inna Kurnia: betul bgt Kak Nanik, ning rini depresi abis lahiran ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!