**Sinopsis:**
Di dunia nyata, Arka mati tragis karena dikhianati. Bukannya ke akhirat, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh Tian, murid buangan Sekte Awan Hijau yang sedang sekarat karena disiksa dan difitnah.
Di dunia baru yang kejam ini, kekuatan adalah segalanya. Tepat saat Tian pasrah akan mati untuk kedua kalinya, sebuah layar holografis muncul di kepalanya dengan bunyi: *[Ding! Sistem Cheat Code Jagat Raya Aktif!]*
Di saat orang lain butuh puluhan tahun untuk bertapa, Tian cukup melihat notifikasi sistem untuk naik level secara instan, kebal dari serangan, dan menduplikasi jurus dewa. Berbekal kode curang ini, Tian bangkit dari pecundang menjadi penguasa tunggal jagat raya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ujang Bonang@_@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
**Bab 13: Kemarahan Sang Guntur**
**Bab 13: Kemarahan Sang Guntur**
*Dentang! Dentang! Dentang!*
Lonceng perunggu raksasa di puncak tertinggi Sekte Utama Awan Hijau terus berdentang tanpa henti, memecah keheningan fajar yang baru saja menyingsing. Suaranya yang berat dan menggema ke seluruh penjuru pegunungan menandakan bahwa sekte sedang berada dalam status siaga darurat tingkat tinggi.
Di dalam Aula Penegak Disiplin yang megah dan berlapis batu pualam hitam, atmosfer terasa begitu menekan hingga membuat para murid dalam yang berjaga di depan pintu tidak berani menarik napas terlalu keras. Suhu di dalam ruangan itu mendadak turun drastis, diselimuti oleh aura membunuh yang sangat pekat dan berat.
*BRAAAKKK!*
"Bagaimana mungkin?! Jelaskan padaku sekali lagi, bagaimana mungkin tiga Tetua Fondasi Dasar Tahap Akhir bisa lenyap dalam satu malam?!"
Sebuah raungan kemarahan yang menggelegar seperti guntur memecah kesunyian aula. Seorang pria paruh baya bertubuh besar dengan jubah merah gelap bersulam naga petir berdiri dari kursi gioknya. Wajahnya yang garang kini tampak sangat mengerikan dengan urat-urat hijau yang menonjol di pelipis dan lehernya.
Pria itu adalah **Tetua Zhao Guntur**, penguasa divisi penegak disiplin sekaligus salah satu pilar kekuatan utama Klan Zhao di Sekte Awan Hijau. Kultivasinya telah berada di **Ranah Fondasi Dasar Tahap Puncak**, selangkah lagi menuju Ranah Inti Emas yang legendaris.
Di depan meja batu yang telah hancur menjadi debu akibat luapan energinya, tiga buah batu giok kehidupan (*Life Tablets*) milik tiga tetua penegak hukum yang dikirimnya semalam kini tergeletak dalam kondisi hancur berkeping-keping. Hancurnya batu giok ini adalah bukti mutlak bahwa jiwa dan raga pemiliknya telah musnah sepenuhnya dari muka bumi.
Seorang murid dalam berkultivasi Fondasi Dasar Tahap Awal berlutut di lantai dengan tubuh yang gemetar hebat, kepalanya membentur lantai pualam. "Le-Lapor Tetua Guntur! Menurut pemeriksaan tim investigasi di lokasi air terjun Hutan Terlarang... mereka menemukan bekas tebakan pedang berskala besar yang membelah tebing menjadi dua bagian. Tidak ada sisa mayat dari Tetua Liu dan Tetua Gu... mereka hancur menjadi debu. Hanya Tetua Mo yang ditemukan selamat, namun..."
"Namun apa?! Katakan yang jelas, keparat!" Bentak Zhao Guntur, matanya berkilat memancarkan seberkas petir ungu yang tipis.
"Namun... seluruh meridian di tubuh Tetua Mo telah hancur total, dantiannya pecah, dan jiwanya mengalami trauma berat! Saat kami mencoba menyembuhkannya, dia hanya terus-menerus berteriak histeris menyebut nama... nama Feng Tian!"
"Feng Tian lagi... FENG TIAN LAGI!!!"
*BOOM!*
Luapan amarah Zhao Guntur meledak sepenuhnya. Energi spiritual elemen petir miliknya menyambar-nyambar ke sekeliling aula, menghancurkan pilar-pilar batu penopang dan membuat atap aula retak. Murid dalam yang berlutut di depannya langsung terpental muntah darah akibat terkena dampak tekanan energi tersebut.
Zhao Guntur menatap pecahan giok kehidupan di lantai dengan mata yang memerah penuh haus darah. Dia menolak untuk mempercayai kenyataan ini. Hanya dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, keponakannya Zhao Lucius dibuat cacat, keponakan jeniusnya Zhao Han ditumbangkan dengan senjatanya sendiri, pasukan penegak disiplin luar digilas di gerbang, dan sekarang... tiga tetua Fondasi Dasar Tahap Akhir dibantai tanpa sisa!
Dan semua itu dilakukan oleh satu orang yang sama. Seorang pemuda yatim piatu bermarga Feng yang selama setahun terakhir ini selalu mereka injak-injak seperti kotoran di jalanan.
"Mustahil... Serangga kecil itu tidak mungkin memiliki kekuatan sebesar ini! Seseorang pasti berdiri di belakangnya! Apakah ini ulah klan Feng kuno yang mencoba bangkit dari kubur?! Atau... apakah sekte musuh sedang mempermainkan klan Zhao-ku?!" Zhao Guntur bergumam dengan suara parau yang sarat akan kebencian.
"Tetua Guntur, harap tenangkan amarah Anda."
Tiba-tiba, sebuah suara yang sangat tenang dan berwibawa terdengar dari balik tirai bayangan di sudut aula. Sesosok pemuda kurus dengan jubah biru muda yang elegan berjalan keluar. Pemuda itu memiliki wajah yang sangat tampan namun pucat, dan di pinggangnya tergantung sebuah pedang giok putih yang memancarkan aura magis yang sangat murni.
Begitu melihat pemuda ini, bahkan Tetua Zhao Guntur yang sedang mengamuk pun terpaksa menarik kembali aura petirnya dan menunjukkan sedikit rasa hormat.
Pemuda itu adalah **Zhao Chen**, putra kandung pertama Zhao Guntur sekaligus **Murid Nomor Satu di jajaran Murid Inti Sekte Utama**. Di usianya yang baru dua puluh dua tahun, kultivasi Zhao Chen telah mencapai **Ranah Fondasi Dasar Tahap Menengah Puncak**, dan dia telah menguasai Niat Pedang setengah tingkat. Dia adalah masa depan dan kebanggaan terbesar seluruh klan Zhao.
"Chen'er, bagaimana aku bisa tenang? Seluruh garis keturunan muda klan kita di wilayah luar telah dihancurkan oleh bajingan kecil itu dalam semalam! Jika hal ini sampai terdengar oleh Master Sekte atau tetua dari klan lain, di mana klan Zhao kita akan menaruh muka?!" Ucap Zhao Guntur dengan gigi tergeretak.
Zhao Chen hanya melirik pecahan batu giok di lantai dengan tatapan mata yang dingin tanpa emosi. "Ayah, dari bekas luka pada Tetua Mo dan kehancuran di lembah, Feng Tian kemungkinan besar telah mendapatkan warisan kuno tingkat tinggi atau dibantu oleh suatu entitas mistis. Semakin kuat dia memberontak, artinya warisan yang dipegangnya semakin berharga. Jika klan Zhao kita bisa merebut warisan tersebut, kehilangan beberapa tetua tidak ada apa-apanya dibanding masa depan klan kita."
Mendengar analisis putranya, mata Zhao Guntur yang tadinya dipenuhi amarah buta, kini berkilat memancarkan keserakahan yang pekat. "Kamu benar... warisan klan Feng! Cincin giok jalang itu pasti kuncinya! Lalu, apa rencanamu, Chen'er?"
Zhao Chen memegang gagang pedang gioknya, sebuah senyuman tipis yang sangat kejam terbentuk di bibirnya. "Feng Tian telah melarikan diri ke pegunungan luar setelah menghancurkan gerbang sekte. Dia tahu dia tidak bisa kembali ke sini. Namun, dalam waktu tiga hari lagi, **Ujian Kenaikan Murid Dalam** akan dilaksanakan di area berburu Hutan Binatang Buas Utama. Seluruh murid luar yang memenuhi syarat wajib hadir, atau mereka akan dianggap sebagai pengkhianat sekte dan diburu oleh seluruh aliansi kekaisaran."
"Maksudmu... kita gunakan aturan sekte untuk memaksanya keluar?" Mata Zhao Guntur berbinar.
"Benar. Melarikan diri dari sekte akan membuatnya menjadi kultivator liar (*Rogue Cultivator*) yang dikejar-kejar. Jika dia memiliki ambisi dengan kekuatan barunya, dia pasti akan menyamar atau datang ke Ujian Murid Dalam untuk membersihkan namanya dan mencari sumber daya yang lebih besar," Zhao Chen berkata dengan nada penuh keyakinan. "Ayah hanya perlu mengeluarkan maklumat bahwa Feng Tian dijebak oleh mata-mata luar, dan mengundangnya kembali untuk ujian. Begitu dia menginjakkan kaki di arena ujian..."
Zhao Chen menarik sedikit pedang gioknya, mengeluarkan seberkas sinar pedang yang memotong sehelai rambutnya di udara menjadi dua bagian. "...Aku sendiri yang akan turun ke arena untuk mematahkan lehernya, merebut warisannya, dan mempersembahkannya kepada Ayah."
Zhao Guntur menatap putra jeniusnya, lalu tertawa terbahak-bahak dengan suara yang menggetarkan aula. "Hahaha! Bagus! Bagus sekali! Sesuai rencanamu, Chen'er! Aku akan segera menemui Tetua Agung untuk mengatur skenario ini. Feng Tian... nikmatilah sisa kebebasanmu selama tiga hari ini. Karena saat ujian dimulai nanti, arena itu akan menjadi kuburan massal untukmu dan seluruh garis keturunan klan Feng-mu!"
Sementara konspirasi besar sedang dirancang di dalam aula sekte utama, jauh di dalam sebuah puncak gunung berawan yang berjarak ratusan mil dari sekte, Feng Tian sedang duduk bersila di atas pohon pinus kuno.
Layar holografis sistemnya mengambang di depannya, berkedip lembut menampilkan hitung mundur baru.
**[Ding! Notifikasi Sistem: Mengendus adanya perubahan plot alur cerita dunia.]**
**[Misi Utama Season 1 Terdeteksi: 'Dominasi Ujian Kenaikan Murid Dalam' (Waktu tersisa: 3 Hari).]**
**[Hadiah Misi: 10.000 EXP, 3.000 Koin Sistem, dan Pembukaan Fitur: 'Toko Kode Curang Tingkat Tinggi'.]**
Feng Tian membuka matanya, menatap ke arah matahari fajar yang mulai menyemburatkan warna merah keemasan di ufuk timur.
"Ujian Murid Dalam, ya? Menarik," Feng Tian tersenyum tipis, sebuah kilatan ambisi yang besar membakar sepasang matanya. "Klan Zhao, kalian pikir kalian sedang memasang perangkap untuk menangkap seekor kelinci... tanpa kalian sadari, kalian justru sedang mengundang seekor naga purba untuk mengobrak-abrik seluruh sarang kalian!"
> **💬 Catatan Penulis (Author's Note):**
> **PLOTS TWIST!** 🔥 Klan Zhao malah bikin skenario jebakan pake kedok Ujian Murid Dalam! Si jenius nomor satu Sekte Utama, Zhao Chen, akhirnya mau turun tangan langsung buat nge-hadapi Feng Tian! 😱😎
> Tapi mereka gak tahu kalau Feng Tian udah tahu rencana mereka lewat notifikasi sistem, dan malah makin semangat karena hadiah misinya dapet **10.000 EXP!** Gak kebayang bakal jadi sekuat apa Feng Tian setelah dapet EXP sebanyak itu!
>