NovelToon NovelToon
Saat Istriku Setuju Bercerai

Saat Istriku Setuju Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Gavin tidak menyangka istri yang dulu berbuat licik demi menikah dengannya, Tiba-tiba setuju bercerai.

Dua tahun menikah dengan rasa dendam, Gavin tidak pernah benar-benar mengenal sosok Azalia, ah, lebih tepatnya tidak peduli.

Perceraian yang dinanti itu akhirnya akan segera terwujud. Gavin sudah tidak sabar menunggu kedatangan kekasihnya yang dulu pergi karena dirinya terpaksa menikah.

Lantas apakah perceraian yang dinanti Gavin akan benar-benar terwujud?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Alvin

Gavin baru saja datang dari kantor. Ketika menemukan Azalia duduk di sofa dengan ponsel di tangannya. Sebuah ponsel baru yang sengaja dia belikan untuk Azalia kemarin.

Dari Abu, Gavin tahu kalau Azalia baru saja duduk di sana.

Setelah menanyakan kondisi Azalia dan kegiatan yang perempuan itu lakukan pada Abu.

Gavin bergegas mandi dan bergabung dengan Azalia setelahnya.

"Kau sedang apa?"

Azalia memutar layar ponsel menghadap Gavin. Memperlihatkan pada Gavin apa yang dilihatnya.

Sebuah short drama. Di sampingnya, Gavin duduk dalam posisi santai, satu tangan bertumpu di sandaran sofa. Dia tidak terlalu peduli dengan apa yang sedang ditonton Azalia, tetapi dia tetap ada di sana. Untuk menemani Azalia.

Suasana awalnya canggung. Tak ada yang bicara. Gavin melirik Azalia sesekali, memperhatikan wajahnya yang serius menonton. Namun, beberapa menit kemudian, Azalia mengernyitkan dahi.

"Siapa dia?" Tanyanya, pada ponsel yang ada di tangannya sendiri.

Gavin menoleh ke layar, lalu kembali menatap Azalia. "Dia tunangan pemeran utama, baru kembali dari luar negeri."

Azalea mengangguk pelan, lalu kembali menonton.

Tapi tak sampai 5 menit, dia kembali bertanya.

"Siapa wanita yang duduk dengan pria itu?" Kali ini Gavin tidak tahu harus menjawab apa, karena dia tidak ikut menonton sebenarnya, dia hanya mendengar, dan menjawab pertanyaan Azalia awal tadi sesuai judul drama tersebut.

Akhirnya Gavin ikut mendekat. Lebih merapat pada Azalia, agar bisa ikut melihat drama tersebut.

"Dia peran pendukung, sahabat peran utama wanita."

Azalia mengerjap, lalu mengalihkan pandangan. Tentu saja dia lupa. Dia bahkan sudah lupa apa yang terjadi di awal episode.

Gavin menatapnya lebih lama, sebelum akhirnya kembali menonton.

Beberapa menit kemudian, pertanyaan muncul lagi dari Azalia.

"Apa laki-laki itu akan meninggalkan istrinya demi cinta pertamanya?"

Gavin menekan sudut bibirnya. Dia baru saja melihat adegan itu dan tahu jawabannya.

"Sepertinya tidak."

Keduanya lanjut menonton.

Azalia menggigit bibirnya. Kenapa susah sekali mengingat alur ceritanya?

"Gavin, wanita itu menangis. Apa laki-laki itu benar-benar mencampakkannya?"

Gavin menghela napas pelan, bukan karena kesal, tapi karena ini sudah kesekian kalinya Azalia melupakan alur cerita. Dia tidak keberatan menjelaskan, tapi dalam hatinya ada sesuatu yang mengusik.

"Karena pada akhirnya laki-laki itu harus memilih. Bagaimanapun dia tidak bisa memiliki keduanya."

Adegan selanjutnya tidak terduga. Saat kekasih pertama pria itu justru mengalami kecelakaan. Di situ peran utama prianya kembali bimbang. Disusul wajah Azalia yang menegang.

"Apa kali ini laki-laki itu meninggalkan istrinya?"

Gavin langsung menoleh padanya. Ada kilatan khawatir di matanya, tapi dia tidak mengatakannya. Sebagai gantinya, dia menggenggam jemari Azalia.

"Kenapa kau tidak menjawabnya?"

Gavin menarik tangannya kembali, menatap telapak tangannya sendiri.

Benar juga. Kenapa dia tidak menjawab pertanyaan Azalia malah menggenggam tangannya?

Tapi tangannya seperti bergerak sendiri, seolah telapak tangannya memiliki pikiran yang berbeda.

Gavin berdehem pelan, dia kembali menatap layar. "Kalau melihat judulnya, istrinya yang akan mendapatkan hati suaminya, kekasih masa lalu itu, hanya masa lalu bagi pemeran utama pria, karena pada akhirnya laki-laki itu jatuh cinta pada istrinya. Dan mereka hidup bahagia."

Gavin benar-benar memperhatikan drama di ponsel Azalia, bukan karena dia tertarik, tapi karena dia ingin bisa menjelaskan jika Azalia bertanya lagi. Dan dia melakukannya tanpa sedikitpun keberatan.

Azalia pun masih bertanya beberapa kali lagi, dan Gavin tetap menjawabnya dengan tenang. Tanpa menyadari bahwa mereka semakin terbiasa dengan kehadiran satu sama lain.

Lalu, di tengah adegan dramatis, Azalia bergeser sedikit di sofa. Kepalanya tanpa sadar bersandar pada bahu Gavin.

Gavin menegang sesaat. Dia melirik sebentar, melihat wajah Azalia yang perlahan kehilangan fokus.

Sampai akhirnya, ponsel di tangan Azalia hampir jatuh.

Dia tertidur.

Gavin menatapnya lama. Ada sesuatu dalam dadanya yang terasa menghangat, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, dia tidak ingin pergi.

Gavin membiarkan Azalia bersandar padanya, sementara layar ponselnya sudah dimatikan karena Gavin sama sekali tidak tertarik melihatnya tanpa Azalia.

Kini justru pandangan Gavin jatuh pada wajah wanita di sisinya, Azalia. Tanpa sadar, Gavin sudah memandanginya tanpa berkedip.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Masih jam 07.00 pagi saat rumah mereka kedatangan tamu tak diundang.

Alvin datang membawa beberapa kantong belanjaan.

"Azalia mana?"

Baru turun dari mobil, kepala Alvin sudah celingukan.

Kemarin sore Alvin datang dan Azalia sudah tidur.

Sekarang dia kembali pagi-pagi, masih juga belum bisa melihatnya.

Tanpa disadari, pertanyaan yang baru saja ia lontarkan. Membuat Gavin geram.

Tangannya melayang ke pundak Alvin dengan cukup keras.

"Oh, shit!"

"Apa?" Gavin malah melototinya. "Kau baru saja datang, dan sudah menanyakan istriku. Seharusnya kau berterima kasih aku tidak mencekikmu."

"Kenapa kau jadi sensitif sekali, sih? Aku cuma ingin tahu keadaan Azalia."

"Kau bisa menanyakan itu padaku, tidak perlu mencarinya." Gavin menegaskan ucapannya. "Apa kau sudah mendapatkan informasi yang kuminta? Kau sendiri yang memaksa mencari Dokter untuk Azalia. Jika kau tidak mendapat informasi apa pun sekarang, aku tidak akan membiarkanmu ikut campur lagi. Aku akan mengatasi dan mencari jalan keluarnya sendiri."

"Aku sudah mendapatkannya." Alvin tersenyum bangga.

"Di mana?" Gavin mengangkat kepala, tatapannya tajam.

"Tapi sebelum itu, izinkan aku memberikan oleh-oleh ini pada Azalia. Aku sengaja membelikannya makanan sehat, aku bahkan rela menunggu sampai restoran buka."

"Istriku tidak kekurangan makanan sehat di rumah. Kau tidak perlu repot-repot membawakannya. Lebih baik cepat kau berikan informasi yang kuinginkan, agar aku segera bisa menghubungi Dokter Wahyu.

Yang dikatakan Alvin benar. Pria itu bahkan sudah berkonsultasi dengan Dokter Wahyu. Dan Dokter Wahyu dia sudah bicara dengan timnya. Mereka bersedia melihat rekam medis Azalia.

Jadi Gavin tinggal menunggu.

Ternyata Alvin juga bergerak cepat, mengenai Dokter yang dipilihnya itu, Dokter Wahyu sudah mengirim semua rekam medis Azalia, dan mereka tertarik dengan kasus ini. Namun, mereka tidak bisa memberi kepastian sebelum bertemu langsung dengan Azalia dan melakukan pemeriksaan lanjutan. Biar bagaimanapun, teknologi medis memang berkembang jauh lebih pesat di luar negeri.

"Apa tidak terlalu beresiko?" Tanya Gavin.

Alvin menghela napas.

"Tentu saja ada resikonya. Azalia sudah dalam kondisi lemah, dan operasi juga bukan jaminan kesembuhan total. Keputusan tetap kembali pada kalian. Namun, Kak. Jika dia tidak menjalani ini... Kau tahu sendiri, kita benar-benar akan kehilangan dia."

Saat mereka sedang berdiskusi serius. Orang yang ingin dilihat Alvin sejak kemarin muncul.

Alvin tidak bisa menahan diri. Dia meninggalkan Gavin begitu saja, masuk ke dalam rumah, menyusul Azalia yang buru-buru pergi karena melihatnya.

"Azalia, aku membawakan sesuatu untukmu."

Azalia meletakkan buku catatan yang merangkum kegiatannya kemarin. Berjalan mendekat dengan tenang. Ada senyum samar di wajah itu yang semakin menekan rasa bersalah di dada Alvin.

"Alvin, kau tidak perlu repot-repot seperti ini. Mengenai apa yang aku lakukan, aku tidak pernah menyesal atas apa yang kulakukan padamu. Kau tidak perlu merasa bersalah atas keadaanku."

Dada Alvin terasa pengap.

"Aku hanya ingin minta maaf padamu. Aku sudah keterlaluan padamu selama ini."

Azalia kembali tersenyum, tapi kali ini senyum itu terasa pedih. "Semua orang tiba-tiba memperlakukanku dengan baik hanya setelah mengetahui kondisiku dan mengasihiku. Dulu, aku merasa sedih dengan apa yang aku alami, tapi sekarang, aku justru merasa lebih menyedihkan."

"Azalia, tidak begitu..,"

"Lalu? Bukankah kau sangat membenciku? Jika tidak begitu, lalu aku harus berpikir seperti apa?" Nada Azalea tetap rendah dan tenang. Namun, semakin dia tenang tanpa menunjukkan emosinya, semakin besar rasa bersalah Alvin.

"Baiklah, aku keterlaluan, dan aku merasa bersalah atas apa yang terjadi padamu. Kau benar. Semua pemikiran itu benar. Dan aku ingin memperbaiki ini, Azalia. Tolong beri aku kesempatan untuk menebus kelakuanku yang sudah keterlaluan padamu."

Azalia menunduk. Sungguh dia tidak membenci Alvin maupun Gavin. Dia hanya membenci kehidupan yang tidak beruntung.

1
Dew666
💎💎💎
Ais
knp kamu buat azalia baper vin tega kamu🤣🤣
Ila Latifah
martha nanti sore hadiahnya bangkrut.
Ais
hmm bahaya kuatirnya alvin jatuh cinta sm azalia
Hani Ekawati
Sekarang giliran tau tentang kebenaran itu si Alvin mau berbuat baik, lah kemaren kemaren Azalia di hina Mulu sama kamu Alvin.
Jadi Gedeg sama dua laki laki kakak beradik ini.
Anonim
BUSET GAVIN TUHAN KAH???? DIA BISA BELI TAKDIR PAKE DUIT ... GOKIL GOKIL
Rahma Inayah
apa mkn rena km setia 2 THN di luar negeri GK ada pria yg dkt dgn mu secara hidup di luar negeri bebas ..
Dew666
💄💄💄
Rahma Inayah
dl.sangat benci azalia tp sekrg seolah orng kasian pada nya
Anonim
bacot
sutiasih kasih
kau bilang ini msalah kecil galvin...
seabaiknya km kmbalikn ginjal azalea dech....
mulut laki" sampah kau alvin🙄🙄
sutiasih kasih
nyesek dgn takdir hidupmu azalea....
punya org tua nyatanya hidupmu layaknya yatim piatu....
punya suami... tpi km seolah janda... bhkn km harus merasakn kbencian dri suami & keluarga besarnya...
smoga kelak ada keajaiban untukmu hidup bahagia azalea...
Hani Ekawati
Sekarang dua kakak beradik itu jadi berlomba lomba menunjukan rasa peduli pada Azalia
Hani Ekawati
Cemburu ya 😂🤭
Hani Ekawati
Merasa kisahnya sama kaya dalam drama itu 😂
Hani Ekawati
Mirip kisahnya sendiri 😂
Hani Ekawati
Berarti dari tadi fokus nonton tapi ga paham alurnya.
Hani Ekawati
Eh kaya kamu sama si Renata dong 😂
Hani Ekawati
Azalia nonton dracin 😁🤭
Ais
nyesek thor sumpah biarkan azalai bahagia bila takdirnya sembuh tidak gavin ataupun alvin jng biarkan dua kakak beradik pecundang ini menguasai perasaan hati azalia biarkan azalia mencari kebahagiaannya sndr thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!