NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu

Matahari baru saja mengintip dari balik cakrawala Timur, menyebarkan semburat jingga yang hangat di atas hamparan sawah hijau Desa Jinan. Di sebuah gubuk kayu yang tampak bersahaja namun tertata rapi, seorang pemuda bernama Zhou Ji Ran menggeliat pelan. Ia bangkit dari tempat tidur bambunya, menghirup udara pagi yang segar tanpa sedikit pun polusi energi spiritual yang menyesakkan, jenis udara yang hanya bisa ditemukan di pelosok dunia kecil seperti ini.

Bagi siapa pun yang melihatnya, Zhou Ji Ran hanyalah pemuda biasa berusia dua puluh lima tahun dengan wajah yang cukup tampan namun memiliki aura malas yang kental. Tidak ada yang akan menyangka bahwa di balik penampilan santai itu, ia adalah sosok yang pernah mengguncang fondasi multisemesta. Ia adalah mantan pemilik Sistem Penguasa Multisemesta, sebuah entitas yang memberinya kekuatan untuk menjungkirbalikkan takdir, menghancurkan galaksi, dan mendaki puncak kultivasi yang bahkan tidak berani diimpikan oleh para dewa kuno.

Namun, semua itu telah berlalu. Misi terakhir telah usai. Sistem itu, sesuai janjinya, telah menghapus dirinya sendiri dari eksistensi, dan sebagai hadiah perpisahan, ia menghapus setiap jejak memori tentang Zhou Ji Ran dari setiap makhluk di seluruh alam semesta. Zhou Ji Ran kini adalah sebuah kanvas kosong di mata dunia, dan ia sangat menyukai hal itu.

"Ah, kedamaian ini benar-benar mahal harganya," gumam Zhou Ji Ran sambil melangkah ke teras rumahnya. Ia merebus air di atas tungku kecil, menyiapkan teh pahit favoritnya. Baginya, melihat air mendidih jauh lebih memuaskan daripada melihat kehancuran sebuah sekte abadi.

Setelah menyeruput tehnya, Zhou Ji Ran mengambil cangkul tua yang bersandar di dinding rumah. Hari ini adalah jadwalnya untuk memeriksa tanaman sawi di ladang samping rumah. Baginya, ulat daun adalah musuh yang jauh lebih nyata dan mengesalkan daripada Raja Iblis dari dimensi kegelapan.

Ia mulai mencangkul dengan gerakan yang sangat biasa. Tidak ada pancaran energi, tidak ada teknik pernapasan dewa, hanya gerakan otot seorang petani. Namun, jika ada seorang ahli kultivasi tingkat tinggi yang melihatnya, mereka mungkin akan pingsan karena ketakutan. Setiap ayunan cangkul Zhou Ji Ran secara tidak sadar selaras dengan hukum alam (Dao), membuat tanah di bawahnya menjadi sangat subur hingga rumput liar pun mengandung sedikit energi murni.

"Ulat-ulat ini benar-benar tidak tahu diri," gerutunya saat melihat seekor ulat hijau kecil sedang asyik mengunyah daun sawinya. Ia menjepit ulat itu dengan dua jari, lalu melemparkannya jauh-jauh ke semak-semak. "Pergilah makan rumput di sana, jangan ganggu makan malamku."

Keheningan pagi itu tiba-tiba pecah. Zhou Ji Ran menghentikan aktivitasnya, telinganya menangkap suara langkah kaki yang terburu-buru dan napas yang terengah-engah dari arah hutan yang berbatasan dengan ladangnya. Suara itu bukan milik penduduk desa biasa. Langkahnya ringan namun tidak stabil, menandakan orang tersebut memiliki dasar kultivasi namun sedang dalam kondisi terluka parah.

"Sial, baru saja aku memuji kedamaian tempat ini," keluh Zhou Ji Ran sambil menyeka keringat di dahinya.

Tak lama kemudian, semak-semak di pinggir ladang tersibak kasar. Seorang gadis muda muncul dengan pakaian yang compang-camping. Ia mengenakan seragam berwarna biru langit dengan sulaman awan perak di bagian dada—sebuah tanda bahwa ia berasal dari sebuah sekte kultivasi, kemungkinan besar Sekte Awan Biru yang cukup terkenal di wilayah ini.

Gadis itu, yang wajahnya pucat karena kehilangan banyak darah dan ketakutan, tampak sangat cantik meskipun dalam kondisi kacau. Rambut hitam panjangnya kusut, dan ada luka sayatan pedang di bahu kirinya yang terus mengucurkan darah segar. Namanya adalah Lin Xiaoqi, seorang murid jenius yang malang.

Begitu melihat Zhou Ji Ran berdiri di sana dengan cangkul di tangan, mata Lin Xiaoqi membelalak. Ia tidak peduli siapa pemuda itu, baginya setiap manusia adalah harapan di tengah keputusasaan.

"Tolong... tolong aku!" seru Lin Xiaoqi sebelum kakinya lemas dan ia jatuh tersungkur di atas tanah, tepat di depan deretan sawi milik Zhou Ji Ran.

Zhou Ji Ran menghela napas panjang. Ia menatap sawinya yang tertindih oleh tubuh gadis itu, lalu menatap gadis itu sendiri. "Nona, kau baru saja menindas tiga batang sawi unggulanku. Kau tahu berapa lama aku merawat mereka?"

Lin Xiaoqi mencoba mendongak, wajahnya penuh dengan air mata dan darah. "Mereka... mereka akan datang... Tolong sembunyikan aku... mereka akan membunuh siapa pun yang melihat mereka..."

Belum sempat Zhou Ji Ran membalas, aura dingin dan penuh niat membunuh meledak dari arah hutan. Tiga sosok pria berpakaian hitam legam keluar dengan pedang terhunus yang memancarkan cahaya merah darah. Mereka adalah para pengejar dari faksi gelap yang telah memburu Lin Xiaoqi selama berhari-hari.

"Hahaha! Murid kecil, kau pikir bisa lari ke desa terpencil ini dan selamat?" salah satu pria itu tertawa, suaranya parau dan mengerikan. Ia kemudian melirik ke arah Zhou Ji Ran yang masih memegang cangkul dengan ekspresi datar. "Dan siapa semut ini? Seorang petani? Hei, Nak, karena kau sudah melihat kami, bersiaplah untuk menemani gadis ini di akhirat."

Lin Xiaoqi gemetar hebat. Ia mencoba bangkit namun energinya benar-benar terkuras. "Lari... lari sekarang! Mereka adalah kultivator tahap Pembentukan Fondasi! Kau tidak akan bisa melawan mereka!"

Zhou Ji Ran menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia menatap ketiga pria berpakaian hitam itu seolah-olah mereka adalah lalat pengganggu yang masuk ke dapur saat ia sedang makan siang.

"Kalian bertiga," Zhou Ji Ran berucap dengan suara tenang namun berwibawa. "Kalian telah merusak pagar tanaman saya, menakuti tamu saya, dan yang paling parah, kalian menginjak tanah yang baru saja saya gemburkan. Apakah kalian punya niat baik untuk meminta maaf dan pergi?"

Ketiga pengejar itu tertegun sejenak sebelum meledak dalam tawa yang menghina. Bagi mereka, Zhou Ji Ran hanyalah manusia biasa tanpa fluktuasi energi sedikit pun. Di dunia kultivasi, manusia biasa hanyalah debu.

"Meminta maaf? Kepada petani sepertimu?" pemimpin pengejar itu mengangkat pedangnya. Cahaya merah di pedangnya memanjang, membentuk tebasan energi yang siap membelah gubuk Zhou Ji Ran menjadi dua. "Mati saja kau, sampah!"

Tebasan energi merah itu melesat cepat ke arah Zhou Ji Ran. Lin Xiaoqi memejamkan mata, tidak sanggup melihat pemuda tak bersalah itu mati konyol karena dirinya. Ia merasa sangat bersalah telah menyeret orang biasa ke dalam konflik berdarah ini.

*Wusss!*

Namun, suara ledakan atau jeritan yang ia harapkan tidak terdengar. Yang terdengar hanyalah suara angin yang lembut. Lin Xiaoqi membuka matanya dengan ragu dan terbelalak melihat apa yang terjadi.

Zhou Ji Ran masih berdiri di sana. Ia hanya mengangkat tangannya sedikit, menangkap tebasan energi merah yang mematikan itu dengan telapak tangan telanjang, seolah-olah ia sedang menangkap bola kapas yang tertiup angin. Dengan remasan pelan, energi merah itu hancur menjadi partikel cahaya dan menghilang di udara.

"Tebasan yang sangat buruk," komentar Zhou Ji Ran sambil membersihkan tangannya ke celananya. "Kekuatannya bahkan tidak cukup untuk memotong kayu bakar di belakang rumahku."

Ketiga pria berbaju hitam itu mematung. Senyum meremehkan di wajah mereka berubah menjadi ekspresi horor yang murni. Menangkap serangan energi tahap Pembentukan Fondasi dengan tangan kosong tanpa menggunakan energi spiritual? Itu adalah sesuatu yang mustahil, bahkan bagi para leluhur di tahap Nascent Soul sekalipun!

"Si... siapa kau sebenarnya?!" pemimpin pengejar itu berteriak dengan suara gemetar. Ia mulai merasakan tekanan yang tidak terlihat, tekanan yang begitu berat hingga ia merasa seolah-olah langit sedang runtuh menimpanya.

"Aku?" Zhou Ji Ran tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat santai namun membuat bulu kuduk siapa pun berdiri. "Aku hanyalah seorang petani yang sedang mencoba menikmati masa pensiunnya. Dan kalian... kalian baru saja merusak suasana hatiku."

Zhou Ji Ran melangkah maju satu tindak. Hanya satu langkah, namun tanah di bawah kakinya seolah bergetar menyambut penguasanya. Aura yang selama ini ia sembunyikan rapat-rapat bocor sedikit—hanya sepertriliun dari kekuatan aslinya—namun itu sudah lebih dari cukup untuk membuat seluruh hutan di sekitar Desa Jinan menjadi sunyi senyap seolah-olah waktu telah berhenti.

"Tunggu! Kami dari Sekte Gerhana Darah! Jika kau membunuh kami, sekte kami tidak akan—"

"Sekte Gerhana Darah?" Zhou Ji Ran memotong ucapan itu dengan nada bosan. "Belum pernah dengar. Dan lagipula, siapa yang peduli?"

Zhou Ji Ran tidak menggunakan pedang atau teknik mewah. Ia hanya mengayunkan cangkul tuanya secara horizontal dari kejauhan. Sebuah gelombang angin transparan meluncur dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata.

*Sret!*

Tanpa ada suara ledakan yang besar, ketiga pria itu tiba-tiba terlempar ke belakang sejauh ratusan meter, menembus pepohonan hutan hingga menghilang dari pandangan. Mereka tidak mati seketika, namun Zhou Ji Ran telah menghancurkan basis kultivasi mereka sepenuhnya dan mengirim mereka ke tempat yang sangat jauh. Bagi seorang kultivator, kehilangan kekuatan lebih buruk daripada kematian.

Keadaan kembali tenang. Suara burung-burung mulai terdengar lagi. Zhou Ji Ran menghela napas, menatap cangkulnya yang sedikit retak. "Ah, aku harus memperkuat cangkul ini lagi nanti. Barang tua memang mudah rusak."

Ia kemudian menoleh ke arah Lin Xiaoqi yang masih terduduk di tanah dengan mulut menganga. Gadis itu menatap Zhou Ji Ran seolah-olah ia baru saja melihat dewa pencipta turun ke bumi.

"Kau... kau..." Lin Xiaoqi terbata-bata, tidak tahu harus berkata apa.

"Aku apa? Oh, sawinya. Karena kau yang membuat mereka rusak, kau harus bertanggung jawab," kata Zhou Ji Ran sambil mendekati gadis itu.

Lin Xiaoqi refleks mundur sedikit, hatinya dipenuhi rasa hormat dan ketakutan yang mendalam. "Aku... aku akan menggantinya! Aku punya batu roh, aku punya obat-obatan tingkat tinggi!"

Zhou Ji Ran mendengus. "Batu roh? Aku tidak bisa memakan batu roh. Dan obat-obatanmu itu rasanya pasti pahit. Tidak, kau akan membantuku menanam kembali sawi-sawi ini setelah lukamu sembuh. Dan karena kau sudah merusak kedamaianku, kau akan menjadi pembantuku sampai aku merasa cukup."

Lin Xiaoqi terpaku. Seorang ahli tiada tara, seorang sosok yang bisa menghancurkan kultivator tahap Pembentukan Fondasi dengan ayunan cangkul, memintanya untuk menjadi... pembantu petani?

"Apakah... apakah Anda serius, Senior?" tanya Lin Xiaoqi dengan suara lirih.

"Jangan panggil aku Senior. Namaku Zhou Ji Ran. Dan ya, aku sangat serius. Di rumah ini tidak ada makanan gratis," Zhou Ji Ran mengulurkan tangannya, membantu gadis itu berdiri.

Saat menyentuh tangan Zhou Ji Ran, Lin Xiaoqi merasakan aliran kehangatan yang luar biasa masuk ke dalam tubuhnya. Dalam sekejap, luka-luka di tubuhnya menutup, organ dalamnya yang rusak pulih, dan rasa lelahnya hilang seketika. Itu bukan sekadar penyembuhan; itu adalah restorasi total terhadap keberadaannya.

Lin Xiaoqi menatap tangannya dengan tidak percaya. Ia tahu bahwa ia baru saja bertemu dengan seseorang yang jauh melampaui logika dunia ini. Seseorang yang mungkin sengaja bersembunyi di sudut dunia yang terlupakan ini.

"Baik, Tuan Zhou," kata Lin Xiaoqi sambil membungkuk dalam. "Saya, Lin Xiaoqi dari Sekte Awan Biru, bersedia melayani Anda."

Zhou Ji Ran tersenyum puas. "Bagus. Sekarang, ayo masuk. Aku akan membuatkanmu bubur. Tapi jangan berharap terlalu banyak, aku hanya punya beras biasa dan sedikit garam."

Saat mereka berjalan menuju gubuk sederhana itu, Zhou Ji Ran tidak menyadari—atau mungkin ia tidak peduli—bahwa pertemuan ini adalah awal dari kekacauan yang jauh lebih besar. Identitasnya yang selama ini tersembunyi mulai terancam oleh kehadiran gadis ini. Namun bagi Zhou Ji Ran, selama ia masih bisa melihat sawinya tumbuh subur, dunia bisa hancur besok dan ia tetap akan menyeruput tehnya dengan tenang.

Di kejauhan, Desa Jinan masih tetap sunyi. Penduduk desa lainnya tidak tahu bahwa di pinggiran desa mereka, seorang mantan penguasa multisemesta baru saja mengangkat seorang murid jenius dari sekte besar sebagai pembantu rumah tangganya.

Zhou Ji Ran membawa Lin Xiaoqi ke dapur kecilnya. "Duduklah di sana. Jangan menyentuh apa pun, terutama kuali itu. Itu barang antik."

Lin Xiaoqi duduk dengan patuh di sebuah kursi kayu kecil. Ia memperhatikan Zhou Ji Ran yang mulai sibuk mencuci beras. Setiap gerakannya begitu efisien, begitu alami. Gadis itu menyadari bahwa meskipun tempat ini tampak sederhana, setiap sudutnya memancarkan ketenangan yang luar biasa. Ia merasa lebih aman di gubuk ini daripada di dalam formasi pelindung sektenya sendiri.

"Tuan Zhou... kenapa Anda memilih tinggal di sini?" tanya Lin Xiaoqi memberanikan diri.

Zhou Ji Ran berhenti sejenak, menatap butiran beras di tangannya. "Karena di sini, aku tidak perlu mendengarkan suara sistem yang cerewet memberiku misi setiap detik. Di sini, aku bebas menentukan apakah aku ingin bangun pagi atau tidur sampai siang. Kebebasan, Xiaoqi... itu adalah harta yang paling berharga setelah kau memiliki segalanya."

Lin Xiaoqi tidak sepenuhnya mengerti apa yang dimaksud dengan "sistem", namun ia bisa merasakan beban berat yang pernah dipikul oleh pria di depannya ini. Ia merasa beruntung, sekaligus takut akan masa depan.

"Istirahatlah. Besok, pekerjaan berat menantimu di ladang," ucap Zhou Ji Ran sambil menyalakan api di tungku.

Api itu menari-nari, memantulkan bayangan Zhou Ji Ran di dinding kayu. Bayangan itu tampak sangat besar, seolah-olah ia merangkul seluruh dunia dalam diamnya. Sang mantan pemilik sistem telah memulai babak baru dalam hidupnya, dan kali ini, ia tidak akan membiarkan siapa pun menulis naskahnya selain dirinya sendiri.

Sementara itu, di sebuah tempat yang sangat jauh dari Desa Jinan, di dalam aula utama Sekte Gerhana Darah, seorang pria tua tiba-tiba memuntahkan darah hitam. Ia adalah tetua yang mengirim ketiga pengejar tadi. Ia merasakan hubungan nyawa dengan bawahannya terputus secara paksa.

"Siapa... siapa yang berani menyentuh orang-orangku di wilayah sekecil itu?!" teriak sang tetua dengan kemarahan yang meluap.

Ia tidak tahu bahwa kemarahannya itu akan menuntun sektenya menuju jurang kehancuran, hanya karena mereka berencana mengusik seorang petani yang hanya ingin menjaga sawinya dari ulat daun. Roda takdir mulai berputar kembali, dan Zhou Ji Ran, sang pemain tingkat maksimal, sekali lagi dipaksa untuk berurusan dengan dunia yang seharusnya sudah ia tinggalkan. Namun kali ini, ia akan melakukannya dengan caranya sendiri—dengan cangkul di satu tangan dan secangkir teh di tangan lainnya.

Dunia kultivasi akan segera menyadari bahwa terkadang, naga yang tertidur lebih baik dibiarkan saja, terutama jika naga itu sedang asyik bertani.

Zhou Ji Ran menyajikan semangkuk bubur panas di depan Lin Xiaoqi. "Makanlah. Ini akan membantumu tidur nyenyak."

Lin Xiaoqi mengambil sendok kayu itu dengan tangan gemetar. Saat suapan pertama masuk ke mulutnya, matanya membelalak lebar. Rasa bubur itu biasa saja, namun ada aliran energi murni yang begitu masif mengalir ke setiap pembuluh darahnya. Ini bukan beras biasa! Ini adalah Padi Surgawi yang bahkan di dunianya hanya bisa ditemukan di legenda!

Ia menatap Zhou Ji Ran yang sekarang sedang duduk di teras, memandangi langit malam yang mulai bertabur bintang. Punggung pria itu tampak sangat kesepian namun kokoh. Lin Xiaoqi menyadari bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi setelah hari ini. Ia telah masuk ke dalam dunia seorang pria yang telah menyelesaikan segalanya, dan sekarang hanya ingin menjadi penonton di barisan paling depan dari panggung kehidupan.

Malam itu, di Desa Jinan, di bawah perlindungan seorang pria tanpa sistem, seorang gadis pelarian menemukan rumah barunya, sementara di kegelapan, badai mulai berkumpul untuk menantang kedamaian sang petani.

1
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!