NovelToon NovelToon
FAVORITE DISASTER

FAVORITE DISASTER

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:989
Nilai: 5
Nama Author: Clarice Diane

Serena Roe tahu satu hal tentang cinta:
semua orang yang mendekatinya selalu membawa kehancuran.

Julian datang menawarkan ketulusan.
Damien membuatnya kecanduan.
Dan Axel, perlahan menghancurkan hidupnya tanpa ia sadari.

Tapi di antara mereka, siapa yang benar-benar mencintainya dan siapa yang betulan ingin memilikinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarice Diane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Damien's Monologue

Suara air dari kamar mandi masih terdengar samar ketika Damien memasuki ruang medis pribadi di lantai bawah mansion. Ruangan itu dingin dan terlalu sunyi. Hanya suara monitor jantung yang berdetak stabil memenuhi udara, memantul pelan di dinding kaca dan lantai marmer gelap. Julian terbaring diam di atas ranjang medis dengan wajah pucat dan berbagai luka yang masih tersisa di tubuhnya.

Damien berdiri cukup lama di dekat pintu tanpa bergerak. Menatap pria itu. Lalu terkekeh kecil tanpa humor.

“Lihat kita sekarang.” Ia berjalan perlahan mendekat sebelum berhenti tepat di samping ranjang Julian. Tatapannya turun ke wajah laki laki itu beberapa detik terlalu lama.

“Kau tahu bagian paling menyebalkan darimu?” Damien tersenyum tipis. “Bahkan saat setengah mati seperti ini, kau tetap terlihat seperti orang baik.”

Sunyi.

Damien memasukkan kedua tangan ke saku celana sambil memandangi monitor jantung yang terus berbunyi stabil.

“Aku selalu membencinya.” Nada suaranya rendah sekali sekarang. Nyaris seperti sedang berbicara pada dirinya sendiri.

“Cara orang-orang memandangmu.” Damien mengusap rahangnya perlahan. “Mereka menyukaimu dengan mudah. Mereka percaya padamu tanpa kau perlu banyak berusaha.”

Tatapannya kembali jatuh pada Julian. “Claire juga begitu.” Nama itu keluar sangat pelan. Namun cukup untuk membuat seluruh ruangan terasa lebih dingin.

Damien akhirnya duduk di kursi dekat ranjang Julian lalu menyandarkan tubuh santai sambil menatap langit langit beberapa saat.

“Aku mengenal Claire sejak kecil.” Senyum kecil muncul di bibirnya, samar sekali. “Ia selalu mengikuti ke mana pun aku pergi waktu kami masih muda. Membawakan plester setiap kali aku pulang berdarah setelah dipukul ayahku.”

Tatapannya berubah jauh sekarang. Seolah sedang melihat masa lalu.

“Aku pikir suatu hari nanti ia akan menjadi milikku.”

Damien tertawa lirih. Pendek dan kosong.

“Lucunya, semakin aku tumbuh, semakin aku sadar Claire tidak pernah benar-benar melihatku.”

Jemarinya mengetuk pelan sandaran kursi.

“Claire mungkin takut padaku.” Tatapannya perlahan kembali ke wajah Julian. “Semua orang takut padaku pada akhirnya.”

Kalimat itu terdengar terlalu tenang untuk sesuatu yang begitu menyedihkan.

Damien mengembuskan napas pelan lalu menunduk sedikit.

“Namun Serena berbeda.”

Dan kali ini, suaranya berubah. Lebih lembut. Lebih dalam.

“Aku menemukannya saat ia berusia tujuh belas tahun.” Tatapan Damien menggelap samar mengingat malam itu.

“Aku masih ingat bagaimana ia menatapku.” Senyum tipis muncul lagi di wajahnya. “Seolah aku adalah jalan ke luar dari hidupnya.”

Sunyi kembali jatuh beberapa detik.

Lalu Damien tertawa kecil sambil menggeleng pelan. “Padahal aku justru menghancurkannya lebih parah.”

Monitor jantung terus berbunyi stabil di tengah keheningan ruangan. Damien menatap Julian lama sekali sebelum akhirnya berkata rendah,

“Kau tahu kenapa aku membencimu?” Tatapannya berubah lebih dingin sekarang.

“Karena bahkan setelah Serena memilihku...” Damien memiringkan kepala sedikit, “aku tetap merasa kalah darimu.”

Napasnya terdengar pelan namun terkendali. Ada sesuatu yang retak di balik ketenangan itu.

“Kau adalah laki-laki yang bisa dicintai seseorang tanpa rasa takut.” Tatapannya turun pada tangan Julian yang diam di atas selimut putih. “Sementara aku harus membuat orang takut kehilangan aku supaya mereka tetap tinggal.”

Kalimat itu menghantam ruangan dengan cara yang aneh. Karena Damien mengatakannya tanpa marah. Tanpa menyangkal. Seolah ia memang sudah menerima ada sesuatu yang salah dalam dirinya sejak lama.

“Aku mencintai Serena.” Suara Damien terdengar sangat pelan sekarang. “Mungkin lebih dari siapa pun yang pernah ia temui.”

Tatapannya bergerak ke arah pintu ruangan, samar samar mendengar suara air dari kamar mandi lantai atas.

“Aku melukisnya.” Sudut bibirnya naik kecil. “Aku menghafal cara ia tidur. Cara ia menangis diam-diam saat berpikir tidak ada yang melihat.” Damien tertawa lirih. “Aku bahkan bisa tahu kapan ia akan pergi meninggalkanku hanya dari caranya diam.”

Dan justru itu yang membuat semuanya semakin mengerikan.

Karena Damien benar benar mencintai Serena. Dengan cara yang terlalu besar. Terlalu rusak.

“Tetapi setiap kali aku melihat Claire,” Damien memejamkan mata sesaat. “Aku merasa seperti anak kecil lagi.”

Ruangan kembali sunyi.

“Dan aku muak hidup seperti itu.” Damien akhirnya berdiri perlahan dari kursi.

Tatapannya turun sekali lagi pada Julian sebelum pria itu tersenyum kecil. Lelah sekali.

“Mungkin ini pertama kalinya aku benar-benar mengambil sesuatu untuk diriku sendiri.”

Ia membetulkan lengan kemejanya perlahan.

“Kau akan hidup.” Damien menatap Julian lurus lurus sekarang. “Claire akan bebas. Serena akan tetap berada dalam radar dan kendaliku.”

Senyum miring itu muncul lagi.

“Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku pikir aku akhirnya bisa memiliki semuanya.”

Damien lalu berjalan meninggalkan ruangan. Tanpa sadar bahwa jemari Julian bergerak sangat kecil di atas selimut putih.

...----------------...

...To be continue...

1
Azizi zahra
semangat nulisnya author 💪
kentos46: lanjut thor💪👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!