NovelToon NovelToon
BATAS 2 TAHUN

BATAS 2 TAHUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Ainun masruroh

Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik pesantren yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.

Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.

Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perhatian atau sopan

" mbak aleea... "

Aku dengar suara areez memanggil namaku, tapi suaranya seperti jauh, aku berusaha membuka mata, untuk memastikan itu dia atau sekedar mimpi belaka, aku membuka mataku dan mendapati areez bersama dokter di samping ranjangku, mereka melihatku, menatap ke arahku, takut....

"mbak aleea?... Apa ada yang sakit" tanya dokter, aku menunjuk ke arah kepala bekas terbentur kemaren malam.

" apa masih pusing " sambungnya, dan aku mengangguk pelan.

" mas areez... sepertinya mbak aleea mengalami cedera otak ringan pasca jatuh, hal ini sangat lumrah terjadi, dan mbak aleea harus rutin chek up dan istirahat total setelah pulang, tekanan darahnya yang rendah juga sangat beresiko mbak aleea mudah pingsan " ucap dokter panjang menjelaskan ke areez, aku hanya mendengarkan mereka mengobrol, sampai akhirnya dokter pergi meninggalkan kami berdua.

entah kenapa aku merasa akhir-akhir ini sangat dekat dengan areez, padahal sebelumnya sekedar menyapapun, tidak, meskipun satu ruangan yang sama, wajahnya yang tegas terkadang membuat aku tertawa saat dia kelihatan panik, cemas atau merasa bersalah seperti tadi, lucu ya.... Orang sedingin itu, secuek itu bisa panik hahahhaha....

entah kenapa dia sepanik itu, padahal aku bukan siapa-siapa, bahkan kita hanya mengobrol sedikit dan tidak saling mengenal satu sama lain.

tanpa sadar kita saling bertatapan, entahlah dia melihatku seperti kasihan atau apa, tapi yang pasti wajah dingin itu terasa sangat hangat saat ini. Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain.

" maaf merepotkan lagi " ucapku pelan, tapi aku tidak mendengar jawaban apapun dari areez

" tolong... jangan bilang Abah dan ibu kalau aku pingsan lagi "

sambungku, tapi dia tetap tidak merespon dan melangkah keluar pintu meninggalkan aku sendirian di kamar.

Setelah itu aku merasa, ada beberapa momen yang tidak bisa aku ingat, semakin aku mengingat semakin sakit juga kepalaku, entah sekeras apa benturannya aku tidak ingat dan tidak ada luka yang berdarah di kepalaku yang membuat aku bingung dan aku merasa, aku baik-baik saja sampai detik ini, hanya tidak bisa mengingat beberapa part sebelebihnya baik-baik saja.

Aku kembali diam, menjadi orang sakit sangat amat tidak menyenangkan, aku hanya melihat atap, melihat sudut ruangan padahal jika sepi aku akan sangat betah tapi sepi disini memang lain ternyata, aku mau pulang. lalu aku mencari keberadaan handphoneku yang aku genggam sebelum pingsan, aku melihat sofa tapi tidak ada, aku lihat di lemari bawah tv juga tidak ada, tiba-tiba aku merasakan getaran dari ranjang yang ku tiduri

What's up...

(Abah) 16.44 : " aleea... Mau titip apa nanti, biar Abah bawakan "

sebuah pesan dari Abah ternyata. Asyikkk kebetulan sekali aku ingin makan pedas dan berkuah, di otakku hanya ada seblak

( aku ) 16.45 : " aleea nitip seblak ya Abah, yang pedes level 5, banyakin sosis sama sayurnya, ga pake mie sama krupuk ya Abah "

( Abah ) 16.45 : "emang boleh sama dokter? "

16.46 : " bentar Abah telpon areez dulu "

16.46 : " kalo boleh nanti Abah bawain "

areez lagi.... Areez lagii... Kenapa dia lagi ...

kasian tau di repotin Mulu padahal bukan siapa-siapanya.

terserah Abah deh... ( ngedumel sendiri di kamar)

( aku ) 16.48 : " oke deh "

Aku tidak berharap banyak untuk di bawakan seblak karna pasti tidak akan boleh sama manusia dingin itu, apalagi dia abis mengurus aku pingsan barusan, ya sudahlah... Nanti beli sendiri kalo sudah pulang, lalu aku menoleh ke arah pintu berharap dengar percakapan Abah dan areez, tapi nihil aku tidak dengar apapun.

Aku menatap langit-langit kamar rumah sakit, aku tidak mencoba mengingat sesuatu, aku takut memory yang berantakan itu membuat aku pingsan lagi, aku hanya menatap dan menatap saja menunggu waktu sampai Abah dan ibu dan datang.

aku bosan, sangat bosan, koper dan tasku sudah di bawa pulang begitupun tab untuk aku menulis cerita, jadi aku sangat bosan. Selagi areez tidak ada dan aku sendirian di kamar, aku memutuskan mandi, sudah lengket sekali rasanya meski tidak berkeringat. aku sedikit kesulitan membuka baju karna ada infus di tanganku tapi itu bukan halangan untuk aku tidak mandi, aku mandi dan keramas, ternyata ada benjolan yang lumayan besar di bagian kanan kepalaku dan sakit sekali saat tersentuh, pantes saja pingsan orang benjol. Aku melanjutkan mandiku dan mengeringkan asal rambutku, aku tidak segera keluar sebelum rambutku kering dan rapi karna aku harus pakai hijab lagi, dan rambutku lumayan panjang, jadi harus aku tali agar tidak kelihatan keluar dari hijab.

Setelah kering aku ikat pendek rambutku, karna hijab yang di bawa ibu, bukan hijab besar jadi akan kelihatan kalau tidak di ikat pendek, dan rambutnya harus kering saat di ikat dan pakai hijab agar tidak bau apek setelahnya, setelah mengenakan pakaian lengkap, aku keluar dari kamar mandi, lampu kamar sudah di nyalakan, ranjang sudah di rapikan dan aku lihat ada beberapa makanan di meja sofa, ada susu coklat, air mineral dan beberapa jajanan Indomaret disana.

Tak lama ada suster masuk ke kamarku

" loh mbak aleea sudah rapi... habis mandi mbak? " tanyanya dengan tangannya mengisaratkan aku untuk ke ranjang agar di periksa

" iya sus... Gerah soalnya " jawabku sambil senyum

" berarti sudah ga pusing ya mbak " ucapnya lalu aku sambut dengan anggukan kecil

" saya ganti dulu infusnya, setelah infus ini habis besok pagi mbak aleea sudah bisa di perbolehkan pulang " ucapnya

Suster juga membawakan makan dan obat yang harus aku minum seperti biasanya. Setelah memastikan semuanya oke lalu suster keluar, menyisakan aku sendirian lagi di kamar, Abah dan ibu juga belum datang, mungkin nanti agak malam setelah selesai kesibukan di pesantren. Aku juga tidak lagi melihat areez entah kemana dia atau memang menunggu di depan cuma aku tidak melihatnya tapi dari dalam aku lihat di depan kamar memang tidak ada bayangan seseorang. entahlah dia menunggu di mana.

aku memutuskan sholat baru setelah itu makan dan minum obat, lalu aku duduk di sofa dan mengambil susu kotak yang ada di atas meja sambil memainkan handphoneku. tidak ada pesan dari Abah maupun ibu, yasudah... Kumatikan kembali handphoneku dan aku menyalakan tv, hanya berita dan sinetron yang membosankan, setelah aku pencet pencet mencari saluran yang aku sukai ternyata ada Masha and the bear, aku suka kartun anak jadi aku nonton Masha sambil menunggu Abah dan ibu datang.

what's up...

(nomor baru ) 18.57 : " mbak aleea, sepertinya Abah dan ibunya mbak leea datang agak malam "

18.57 : " beliau harus menghadiri rapat dengan dewan guru "

18.58 : " jadi, sebentar lagi saya akan Bawakan seblak pesanan mbak aleea "

18. 59 : " takutnya warung seblaknya tutup kalau menunggu Abah dan ibunya mbak leea "

beberapa pesan masuk dari nomer yang belum aku simpan dari kemaren itu, iya nomernya areez...

( aku ) 19.00 : "oke, level 5, engga pake krupuk sama mie ya "

( nomer baru ) 19.01 : " baik mbak... Mohon di tunggu soalnya warung sedikit rame "

Hahahhahah laki-laki dingin dan kaku itu beli seblak ( batinku )

" parah banget Abah nyuruh areez beli seblak, padahal besok kan bisa beli kalau pulang " gumamku sambil ketawa sendirian.

Setelah itu aku kembali menatap televisi dan mengambil camilan, aku fokus lihat Masha dan sesekali ketawa kecil melihat tingkah Masha kecil itu, entahlah ada yang sama atau tidak, usia 24 tahun masih nonton kartun anak, Masha and the bear, Upin dan Ipin, Spongebob, Doraemon, Rudi tabouti, Shofia the first, princes elena dan banyak lagi.

aku memutuskan sholat isya sebelum makan seblak, karna areez juga belum kunjung datang, tapi tak lama setelah sholat ada suara ketukan dari pintu, aku berjalan perlahan sambil memegang infus dan masih menggunakan mukenah untuk membuka pintu.

" assalamualaikum... Maaf lama mbak aleea " ucap seorang laki-laki dengan membawa seblak dan segelas es jeruk dan jus alpukat.

" waw " pekikku tidak sadar, aku hanya melihat makan yang di bawa dan tidak melihat orang yang membawanya.

Areez tetap diam di luar pintu, tidak masuk, aku juga tetap diam menunggu dia membawa makanan itu ke dalam, jadi kita saling menunggu, aku sadar lalu aku menoleh ke wajahnya

" kok ga masuk " ucapku

" ayo aku mau makan itu " lanjutku menyuruhnya masuk, dia mengangguk pelan. Dan mengucapkan permisi

Aku langsung duduk di sofa dan melihat areez membuka makanan dari kresek bungkusannya, sedang aku tidak sadar bertingkah seperti anak kecil yang sudah tidak sabar makan makanan kesukaannya, sama sekali tidak sadar. Areez meletakkan seblak di depanku dan mempersilahkan aku makan, dan menusukkan sedotan ke minumanku agar aku mudah untuk minum, setelah itu dia pamit mau menunggu dan menjaga dari luar agar aku nyaman katanya, tapi aku menyuruhnya untuk tetap di dalam asal di buka lebar pintunya, karna aku kasian kalau dia harus di luar sendirian, sedangkan aku nyaman di dalam.

Aku menghabiskan seblaknya dan aku kekenyangan, areez juga tidak mengatakan apapun, tidak mengeluarkan sepatah katapun selama aku makan, aku fokus makan dan nonton Masha sedangkan areez fokus dengan handphonenya, dia juga menggunakan headset jadi mau mengajak ngobrol pun dia tidak akan dengar, jam juga sudah menunjukan jam 21.15 malam, Tapi Abah sama ibu belum juga datang, kata areez rapatnya belum selesai, sedangkan aku sudah sedikit mengantuk, jadi areez menyuruhku untuk tidur duluan tanpa menunggu Abah dan ibu. Aku mengiyakan

areez menaruh handphonenya yang ia pegang sejak tadi, tak sengaja aku lihat saat aku berdiri, sepertinya areez sedang zoom meeting, tak aku hiraukan dan melangkah ke ranjang, sedangkan areez membereskan bekas makanku dan menata makanan di lemari bawah tv, dan aku lelap saat masih melihat areez beres beres.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!