NovelToon NovelToon
DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

DAO TERLARANG KAISAR SEGALA ELEMEN

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abai Shaden

Di dunia di mana takdir ditentukan oleh kemurnian akar spiritual, Wang Tian terlahir sebagai kutukan. Memiliki lima elemen dasar yang saling bertabrakan, ia dicap sebagai "sampah abadi" dan dibuang ke Perpustakaan Terlarang yang terlupakan. Namun, di balik debu sejarah, ia menemukan Sutra Kaisar Sembilan Unsur—sebuah teknik terlarang yang mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kemurnian, melainkan dari kekacauan primordial.

​Demi mengubah nasib, Wang Tian menempuh jalan yang diharamkan: menghancurkan pusat energinya sendiri untuk membangun Pusaran Primordial yang mampu melahap segala elemen alam semesta. Dari murid pelayan yang dihina, ia bangkit menjadi anomali yang mengguncang tatanan langit.

​Perjalanannya penuh darah dan pengkhianatan. Ia harus menyembunyikan kekuatannya dari 12 Klan Kuno yang angkuh dan 4 Sekte Penguasa Arah Angin yang mengincarnya sebagai ancaman dunia. Di tengah pelariannya, ia dipertemukan dengan empat wanita luar biasa—termasuk sang Ratu Kegela

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abai Shaden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Gerbang Kota Giok dan Angkuhnya Darah Murni

Angin kencang menerpa wajah Wang Tian saat ia melesat di atas hamparan awan hitam yang diciptakan oleh Lin Xia. Di bawah mereka, pegunungan Sekte Awan Putih yang dulunya terasa begitu luas kini tampak seperti tumpukan batu kecil yang tak berarti. Wang Tian menoleh ke belakang, menatap sisa-sisa sekte tempat ia menghabiskan sepuluh tahun dalam kehinaan. Tidak ada rasa rindu, yang ada hanyalah kelegaan yang dingin.

"Jangan menoleh ke belakang, Wang Tian. Mata seorang pemenang selalu menatap cakrawala," suara Lin Xia terdengar lembut namun tajam, membelah suara menderu angin.

Wanita itu berdiri di ujung awan hitam, jubah sutranya berkibar dengan anggun. Ia tidak menatap Wang Tian, melainkan menatap jauh ke arah timur, di mana sebuah cahaya keemasan mulai membelah langit. Di sanalah letak Kota Giok, pusat peradaban kultivasi di Benua Tengah dan tempat berkumpulnya kekuatan-kekuatan kuno.

"Kota Giok bukan tempat untuk anak kecil bermain-main," lanjut Lin Xia. "Turnamen Sembilan Langit akan dimulai dalam tiga hari. 12 Klan Kuno akan mengirimkan jenius terbaik mereka. Beberapa dari mereka lahir dengan Tulang Dewa atau Darah Kaisar. Di mata mereka, kau tetaplah debu, meski kau telah mencapai puncak Ranah Penguatan Tulang."

Wang Tian mengepalkan tinjunya. "Biarlah mereka menganggapku debu. Aku akan menjadi debu yang membutakan mata mereka."

Lin Xia tersenyum tipis. "Bagus. Tapi ingat, kau belum bisa menembus Ranah Pemurnian Qi secara sempurna sebelum kau mendapatkan Inti Elemen Murni. Di Kota Giok, carilah Batu Inti Langit. Itu adalah kunci agar Pusaran Primordialmu bisa stabil di tingkat yang lebih tinggi."

Dengan satu lambaian tangan Lin Xia, awan hitam itu menukik tajam ke arah sebuah lembah yang dihiasi oleh tembok kota raksasa yang terbuat dari batu giok hijau yang berkilau. Tembok itu tingginya mencapai ratusan meter, dengan ukiran naga dan phoenix yang seolah-olah hidup, memancarkan aura perlindungan yang sangat kuat.

Wang Tian diturunkan di sebuah hutan kecil beberapa mil dari gerbang kota. Lin Xia telah menghilang, meninggalkan pesan bahwa ia akan mengawasi dari bayang-bayang. Kini, Wang Tian berjalan sendirian menuju gerbang utama. Ia telah mengganti jubah pelayannya dengan jubah kain hitam sederhana yang ia beli di desa kecil perbatasan. Meskipun sederhana, tubuhnya yang telah mengalami Penguatan Tulang Tingkat 9 memberikan kesan tegap dan berwibawa yang sulit disembunyikan.

Antrean di gerbang Kota Giok sangat panjang. Kereta-kereta kuda yang ditarik oleh binatang buas berhiaskan emas dan permata berbaris rapi. Di atas kereta-kereta itu, panji-panji dengan lambang klan besar berkibar angkuh.

Tiba-tiba, suara riuh terdengar dari arah belakang antrean. Sebuah kereta kencana yang ditarik oleh empat ekor Kuda Petir melaju kencang tanpa memedulikan orang-orang yang mengantre.

"Minggir! Beri jalan untuk Klan Yan!" teriak seorang pengawal berpakaian zirah merah membara.

Beberapa kultivator independen yang terlambat menghindar terpelanting ke pinggir jalan. Kereta itu berhenti tepat di depan gerbang, memotong antrean panjang dengan kasar. Pintu kereta terbuka, dan seorang pemuda berbaju merah dengan sulaman api di dadanya keluar. Namanya adalah Yan Fu, jenius muda dari Klan Yan, salah satu dari 12 Klan Kuno yang menguasai elemen Api.

Yan Fu menatap kerumunan dengan pandangan jijik. "Udara di sini sangat bau karena banyaknya rakyat jelata," ucapnya sambil menutup hidung dengan kipas lipatnya.

Mata Yan Fu kemudian tertuju pada Wang Tian yang berdiri tidak jauh dari gerbang. Ia mengerutkan kening saat merasakan aura Wang Tian yang tidak bisa ia baca dengan jelas. "Hei, kau! Yang berbaju hitam lusuh. Siapa namamu? Dari sekte mana kau berasal?"

Wang Tian menatap Yan Fu dengan tenang. Ia tidak menundukkan kepala, tidak juga menunjukkan rasa takut. "Wang Tian. Tidak memiliki sekte."

Mendengar jawaban itu, Yan Fu tertawa meremehkan. "Kultivator liar? Dan kau berani menatapku langsung ke mata? Apakah kau tahu bahwa menatap anggota Klan Yan tanpa izin bisa membuat matamu terbakar?"

Yan Fu menjentikkan jarinya, dan sebuah bola api kecil yang sangat panas meluncur ke arah wajah Wang Tian. Ini adalah serangan penghinaan, dimaksudkan untuk membakar rambut atau membuat lawannya berlutut ketakutan.

Wang Tian tidak bergeming. Saat bola api itu hampir menyentuhnya, ia diam-diam mengaktifkan elemen Air di ujung jarinya dan menyentuh bola api itu secara halus.

Pshhh...

Bola api itu padam seketika tanpa sisa, meninggalkan sedikit uap dingin di udara.

Wajah Yan Fu berubah menjadi merah padam. Keangkuhannya baru saja ditampar di depan umum. "Beraninya kau melawan! Kau ingin mencari mati di depan gerbang Kota Giok?!"

Yan Fu bersiap menarik pedang apinya, namun sebuah suara lembut namun tegas menghentikannya dari arah gerbang kota.

"Yan Fu, hentikan kekonyolanmu. Kota Giok bukan tempat untukmu memamerkan kesombongan klanmu."

Seorang gadis cantik dengan gaun biru muda melangkah keluar dari dalam kota, dikawal oleh beberapa prajurit bersenjata lengkap. Mata Wang Tian sedikit menyipit; ia mengenali aroma itu. Itu adalah Lin Xuelan, gadis dari Sekte Angin Timur yang ia selamatkan di Lembah Hijau.

Lin Xuelan tampak jauh lebih segar sekarang. Auranya lebih stabil, dan luka di lengannya sudah sembuh total. Namun, saat tatapannya bertemu dengan Wang Tian, ia tertegun sejenak. Ada rasa akrab yang sangat kuat, meski wajah Wang Tian tertutup tudung jubahnya sebagian.

"Lin Xuelan... apa urusanmu mencampuri urusanku?" gerutu Yan Fu, meski ia menurunkan pedangnya karena tahu kedudukan keluarga Lin di 4 Sekte Penguasa Arah Angin sangat kuat.

"Pria ini adalah tamu yang mungkin ingin mengikuti turnamen. Mengganggu peserta sebelum turnamen dimulai adalah pelanggaran hukum kota," ucap Lin Xuelan dingin. Ia kemudian berjalan mendekati Wang Tian. "Siapa namamu, Saudara?"

"Wang Tian," jawab Wang Tian singkat.

Lin Xuelan terdiam sejenak. Nama itu... ia ingat pemuda pelayan yang menyelamatkannya juga bernama Wang Tian. Namun, pemuda di depannya ini memiliki aura yang jauh lebih kuat, meski tetap misterius. Ia teringat kristal hitam yang ditinggalkan "pengembara" di sakunya, yang selalu bergetar hangat setiap kali ia memikirkan penyelamatnya.

"Wang Tian... nama yang bagus," ucap Lin Xuelan dengan senyum tipis yang membuat Yan Fu semakin kesal. "Jika kau ingin mengikuti turnamen, masuklah. Tapi berhati-hatilah, Kota Giok penuh dengan harimau yang menyamar sebagai domba."

Wang Tian mengangguk kecil sebagai tanda terima kasih dan berjalan melewati gerbang tanpa menoleh lagi ke arah Yan Fu yang masih mendidih karena amarah.

Di dalam kota, kemegahan Kota Giok benar-benar terasa. Bangunan-bangunan tinggi dengan atap emas berjajar rapi. Di setiap sudut jalan, terdapat pedagang yang menjual pil, senjata, dan bahan obat langka. Wang Tian menyadari bahwa ia memerlukan uang dan tempat tinggal. Namun, lebih dari itu, ia memerlukan Batu Inti Langit yang disebutkan Lin Xia.

Saat ia sedang berjalan di pasar gelap kota, ia merasakan sebuah tarikan energi yang sangat familiar dari sebuah toko tua yang tampak kumuh. Di dalam toko itu, seorang kakek tua yang sedang tertidur di atas tumpukan buku kuno tampak tidak memedulikan pelanggan.

Wang Tian mendekati sebuah kotak kayu berdebu di pojok toko. Di dalamnya, terdapat sebuah batu berwarna abu-abu kusam yang tidak menarik perhatian bagi orang awam. Namun bagi Wang Tian, batu itu berdenyut selaras dengan Pusaran Primordial di dalam tubuhnya.

"Berapa harga batu ini?" tanya Wang Tian.

Si kakek tua membuka satu matanya, menatap Wang Tian dengan tatapan yang sangat dalam seolah-olah bisa melihat menembus jiwanya. "Batu itu tidak berharga bagi mereka yang tidak tahu cara menggunakannya. Tapi bagimu... harganya adalah sebuah janji."

Wang Tian mengernyitkan dahi. "Janji apa?"

"Janji bahwa suatu saat nanti, ketika kau mencapai Ranah Kaisar Dewa, kau akan mengembalikan satu nyawa yang telah hilang dari sejarah dunia ini," ucap kakek itu dengan suara yang tiba-tiba menjadi sangat berat dan berwibawa.

Wang Tian tertegun. Kakek ini bukan orang biasa. Namun, rasa haus akan kekuatan mengalahkan rasa ragunya. "Aku berjanji."

Kakek itu tersenyum misterius dan memberikan batu itu. "Ambillah. Itu adalah sisa dari jantung bintang yang jatuh. Namanya bukan Batu Inti Langit... itu adalah Fragmen Primordial. Gunakan dengan bijak, Wang Tian."

Dengan batu di tangannya, Wang Tian segera mencari tempat yang aman untuk bermeditasi. Turnamen Sembilan Langit akan dimulai, dan ia berencana untuk menembus Ranah Pemurnian Qi dengan cara yang tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah.

Statistik Bab 7:

* Karakter: Wang Tian, Lin Xia (Cameo), Yan Fu (Antagonis Klan Kuno), Lin Xuelan (Reuni), Kakek Misterius.

* Lokasi: Gerbang Kota Giok, Pasar Gelap.

* Pencapaian: Menghadapi Klan Kuno pertama kali, mendapatkan Fragmen Primordial.

* Status Kultivasi: Persiapan terobosan ke Ranah Pemurnian Qi.

* Elemen: Penyeimbangan Api-Air yang sempurna di depan umum.

1
septian arista
ke mana lin sia?
septian arista
cerita pertemuannya dengan naga kok berbeda sama bab yang sebelumnya
Abai Shaden: author lagi pusing,,maaf ya,,,
kurang ngopi
total 2 replies
septian arista
Baru kali ini ada cultivator yang melakukan terobosan di penginapan yang dan menghancurkan penginapan itu karena terobosannya
septian arista
selalu saja ada tuan muda sebuah klan yang bersikap arogan dan sangat angkuh
Abai Shaden
terimakasih masukkan nya
Abai Shaden
nanti di season II nya,,,
jalur kultivasi lebih panjang,adegan baku hantam,,,,tar kita bikin dia berdarah
Joe Maggot Curvanord
terlalu cepat op thor ga ada ber darah2nya
Abai Shaden: kita bikin berdarah nanti di NEW SAGA WARISAN PRIMORDIAL
total 1 replies
Nanik S
Mantap
Nanik S
ikut Tes Lagi
septian arista: cepat banget kenaikan kultivasinya
total 1 replies
Nanik S
Sama sama bermarga Lin
Nanik S
Pertemuan awal
Nanik S
Oky Lanjut
Nanik S
Awal yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!