NovelToon NovelToon
Bukan Suami Rahasia

Bukan Suami Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:169.3k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pernah di khianati oleh Wanita yang dicintainya, Membuat Kaivan menutup hati pada semua wanita karena rasa traumanya.

Tapi siapa yang menyangka, Kalau dia harus terseret dalam hubungan percintaan putri majikannya. Kaivan harus diminta menggantikan sang calon pengantin pria yang merupakan asisten majikannya itu dalam sebuah pernikahan yang telah disiapkan.

"Kamu yang telah mengakadku.. Dalam pernikahan ini, Tidak ada suami pengganti atau suami rahasia.. Mulai sekarang kamu adalah suamiku yang sah.." Raisha Azzaira Pangestu.

"Aku berjanji akan menjaga pernikahan ini dengan baik. Dan aku juga akan berusaha belajar mencintaimu.." Kaivan Anugerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Ajeng

Sudah beberapa hari Raisha berada dirumah sakit, Dan pada hari ini Raisha sudah diperbolehkan pulang. Meski sebenarnya kepala Raisha masih di perban karena lukanya belum sembuh total, Namun untuk masa pemulihan Raisha sudah benar-benar sembuh.

Disana, Raisha ditemani oleh Rayyan. Sebenarnya Damian dan Adiba juga ingin menjemput putrinya pulang dari rumah sakit hanya saja Raisha melarang karena sudah ada Kakaknya dan juga calon suaminya yang menjemput. Sudah tahu kan siapa calon suami Raisha sekarang. Yang menjadi tunangannya siapa dan yang akan jadi suaminya nanti siapa.

"Kaivan jadi jemput kamu kan?" Raisha menoleh, Wanita cantik itu tersenyum tipis kemudian mengangguk.

"Iya, Dia bilang gitu.. Tapi gak tau juga dia aja belum datang.." Rayyan duduk disofa yang berada diruang rawat itu. Kok tumben pria itu belum datang, Biasanya Kaivan selalu tepat waktu tidak telat seperti sekarang.

Ddrrttt...

"Dek, Kamu rebahan aja dulu ya, Sambil nunggu Kaivan disini.. Kakak mau angkat telpon.. " Raisha mengangguk. Dia kembali naik ke atas brangkar dan memejamkan matanya.

Ceklek..

"Kak, Sudah teleponannya? cepat banget?" Tanya Raisha tanpa membuka matanya. Tak ada jawaban dari orang yang ia kira adalah Rayyan itu.

"Ini aku.." Raisha seketika langsung membuka mata saat indra pendengarannya mendengar suara seorang wanita yang tak asing baginya.

"Mbak Ajeng.." Dengan tenang, Raisha mencoba duduk dan bersandar. Wanita yang tak lain adalah kakak ipar Hans itu datang. Tidak ada yang mendampinginya, Wanita itu hanya datang seorang diri saja. Tak ada buah tangan yang wanita itu bawa, Entah ingin menjenguknya atau tidak.

"Silahkan duduk mbak.." Raisha mempersilahkan wanita itu untuk duduk. Sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal dihati Raisha. Melihat wajah Ajeng sungguh ingin rasanya Raisha memukul wajah itu. Melihat wajahnya saja Raisha langsung ingat dengan video yang Kaivan tunjukkan padanya.

Wanita murahan!

Perusak hubungan orang!

Mungkin itulah kata yang tepat untuk wanita yang masuk keruangannya itu.

Ajeng duduk dikursi yang tergeletak disebelah brangkar Raisha. Keduanya saling diam, Entah ada apa Ajeng datang. Ingin menjenguknya kah? Minta maaf? Atau mengucapkan ucapan terimakasih karena telah menolong putrinya dari mobil yang pada saat itu hendak menabraknya.

"Ada keperluan apa mbak datang? Ingin menjengukku? Atau ada hal lain yang ingin disampaikan?" Raisha kembali bertanya. Dia penasaran saja, Tidak mungkin wanita itu datang untuk menjenguknya, Pasti ada hal lain yang membuat wanita itu datang kesini. Buktinya Ajeng datang tak membawa apapun hanya membawa tubuh saja.

"Langsung saja.. Aku datang kesini..

Ddrrttt..

Ucapan Ajeng terhenti setelah benda pipih milik Raisha yang terletak diatas nakas bergetar. Raisha meraih ponselnya dan melihat ada panggilan masuk dari kakaknya.

"Halo Kak, Assalamualaikum..

"Waalaikum salam.. Dek, Kakak keluar dulu ya bentar.. Setelah ini kakak balik lagi.. Kakak tinggal sebentar tidak apa-apa kan?

"Ya, Tidak apa-apa kak.. Aku akan tunggu kakak." Setelah berbicara dengan Rayyan ditelpon. Raisha masih mengotak atik benda pipihnya sebentar lalu kemudian kembali meletakkan ponselnya diatas nakas.

"Kita lanjutkan yang tadi, Ada perlu apa mbak Ajeng datang menjengukku?" Ajeng melipat kedua tangannya didada seraya tersenyum tipis.

"Aku paling tidak suka basa basi.. Jadi aku datang kesini bukan untuk menjengukmu.." Ucap wanita itu dengan nada angkuh. Raisha mengangguk.

"Lalu?

"Langsung ke intinya saja, Aku datang kesini ingin menyampaikan sesuatu padamu. Kau tahu kan, Kalau aku dan Hans itu sangat dekat.. Bahkan lebih dekat dari hubungan seorang ipar. Dan dia juga sangat sayang pada Haura. Kau tahu sendiri bukan, Saat waktu kecelakaan itu terjadi siapa yang Hans pilih lebih dulu untuk diselamatkan? Haura.. Dia yang lebih dulu Hans bawa kerumah sakit. Sedangkan kau yang hampir mati itu justru dibiarkan begitu saja.. Bahkan Hans rela melakukan apapun yang aku perintahkan asal aku dan putriku senang. Kami adalah prioritas utamanya.. Sedangkan kau??" Panjang lebar Ajeng menjelaskan berharap Raisha kepanasan dengan setiap ucapan yang ia lontarkan tentang Hans yang selalu mengutamakannya.

Sayangnya apa yang Ajeng harapkan tidak terjadi. Raisha tetap tenang seakan mendengarkan apa selanjutnya yang akan Ajeng sampaikan.

"Langsung ke intinya saja mbak.. Gak usah berbelit-belit.." Ucap Raisha seperti apa yang Ajeng katakan tadi. Bukankah tadi wanita itu berkata kalau dia akan mengatakan pada intinya. Tapi nyatanya?

" Okey, Aku ingin kau membatalkan pernikahan mu dengan Hans..

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sudah Raisha duga, Kalau Ajeng datang ingin mengucapkan itu. Sungguh Raisha tak menyangka kalau wanita yang Hans kira wanita baik-baik itu ternyata seekor ular yang sangat berbisa sekali.

"Apa alasan Mbak memintaku untuk membatalkan pernikahan ini?" Raisha memancing wanita itu. Tentang pernikahannya dengan Kaivan tidak ada orang yang tahu selain keluarganya. Dan sekarang Raisha ingin tahu apa saja yang akan keluar dari bibir Ajeng ini.

"Asal kau tahu Raisha, Aku dan Hans.. Kami telah melakukan malam yang panas yang sangat indah.. " Ucap Ajeng memberitahu Raisha tentang malam panasnya dengan Hans. Raut wajah Ajeng terlihat sumringah sekali. Bahkan terlihat ekspresi ejekan disana seakan Ajeng ingin menunjukkan kalau Raisha sudah kalah darinya.

"Malam panas?

"Ya.. Aku dan Hans telah melakukan malam panas yang panjang. Dan pada malam itu dia.." Ajeng mengusap perutnya.

"Dia menyemburkan benihnya pada rahimku.. Dan pasti sebentar lagi, Aku akan hamil anaknya.." Dengan bangga Ajeng menceritakan dengan detail tentang malam panasnya dengan Hans. Ajeng tersenyum penuh kemenangan dan lagi-lagi mengejek Raisha yang telah kalah.

"Dan kau harus tahu apa yang Hans katakan setelah itu Raisha? Hans bilang, Kalau aku hamil anaknya dia akan tanggung jawab.. Meskipun pada saat itu kau telah menjadi istrinya dia akan tanggung jawab dan tetap akan menikahiku.. Hans bilang siap tidak siap kau harus mau dimadu Raisha.." Kata setiap kata yang keluar dari bibir Ajeng menunjukkan bahwa wanita itu bangga sekali.

"Dan.. Mbak bangga? Mbak bangga dengan semua itu?" Senyum sumringah Ajeng perlahan luntur dengan kata yang Raisha lontarkan.

"Mbak Ajeng.. Mbak Ajeng.. Yang mbak tiduri itu calon suami orang loh mbak.. Calon suamiku.. Calon menantu pengusaha kaya raya. Calon menantu keturunan Kyai besar... Dan mbak begitu bangga sekali menceritakannya padaku.. Mbak gak malu? Mbak gak risih? Mbak sadar gak sih, Yang kalian lakukan itu zina loh Mbak.. Mbak bangga telah berzina??" Dada Ajeng bergemuruh. Setiap kata yang terlontar dari bibir Raisha cukup menghantam batinnya. Kali ini Raisha yang tersenyum, Senyum tenang yang membuat siapapun nyaman menatapnya.

"Jangan merasa menang dulu mbak.. Dengan mbak tidur tanpa adanya pernikahan dan diambil secara gratisan aja mbak udah kalah.. Malu dong sama pela-cur luaran sana.. Mereka disewa semalam bisa puluhan juta loh.. Mbak kok malah gratis.. Jangan mau dibayar dengan kata manisnya cinta mbak.. Gak akan kenyang.."

"Kamu! Hahaha.. Kamu bilang kayak gini karena kamu itu sakit hati kan? Kamu cemburu karena Hans lebih pilih aku.. Sebenarnya yang kalsh disini itu kamu.." Raisha menggelengkan kepalanya..

"Aku gak merasa kalah mbak.. Justru disini akulah pemenangnya.. Saking cintanya Hans ke aku, Dia tetap menjaga kesucianku hingga sekarang..

"Tapi Hans tetap pilih aku..

"Ohya? Emang dia udah bilang kalau bakalan pilih mbak? " Ajeng terdiam, Hans memang belum menentukan akan pilih siapa antara Raisha dan Ajeng. Namun tanpa diketahui siapapun Raisha sudah menentukan pilihannya bahwa bukan Hans yang akan menjadi suaminya.

"Meskipun nanti mbak hamil anak Hans.. Ingat, Nasabnya bukan ada pada Hans, Tapi di Mbak.. Jadi jangan bangga.." Dada Ajeng bergemuruh seperti ada lahar panas yang mengalir. Kedua tangannya terkepal sampai buku-bukunya memutih. Niat datang ingin menjatuhkan mental Raisha tapi justru sebaliknya..

"Kamu!! Dasar kamu..

Ceklek..

"Sedang apa kau disini??

TBC

1
zheny pudji
🤣🤣🤣ethahhhh
mank bner dia dibawa klinik dokter hewan soalnya hewannya birahi
Ayudya
hadeh Wanda jangan cari masalah ma keyvan yg ada ntar kamu hancur di buat ma papa Tama apa lagi papa damian
Evi alvian
heheeee pas tuh bener Kai bawa klinik dokter hewan🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu Wanda, kamu pikir kaivan akan tergoda sama kamu? kamu itu kalah kelas dibanding Raisha, Raisha itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, sedangkan kamu, sudah miskin, ga tahu diri, pelacur murahan pula 🤣🤣😂😂
Teh Euis Tea
waduhahaha apes bener wanda mau fi bawa ke dokter hewan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kusii Yaati
paling gedek lihat masa lalu yang model kayak gini dia yang ninggalin, lalu menyesal karena tahu mantannya orang kaya dan berniat mau jadi pelakor behhh basi tahu nggak percaya diri Lo terlalu tinggi Wanda.benar kara kaivan orang model Wanda baiknya di bawa ke klinik hewan saja takutnya kena rabies 😒
Siti Aisah
🤣🤣🤣 puas pasti langsung sembuh😜
mmh nengmuti
bawa ke dr hewan nanti dunti rabies s Wanda nya🤣🤣
Rohmi Yatun
🤣🤣🤣🤣kaivan.. oh kaivan... tegan nian kau
Putrii Marfuah
ide bagus tuh. bawa ke kliniknya Raisha saja..biar sekalian disuntik anti rabies
Triana Destiani
🤣🤣🤣 ada ada aja tuan muda pramudiya ini cuss lah bawa ke dokter hewan pak sopir tapi dokter hewan milik istrinya tuan muda ya 😄
Nice1808
🤣🤣🤣🤣klinik dokter hewan gak tuh berarti wanda itu guguk😀😀
Sri Rahayu
hahaha....harapan Wanda Kaivan yg menolong nya tp...ternyata supirnya dan Kaivan minta membawanya ke KLINIK HEWAN 🤪🤪🤪🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Arin
Bagus.... memang bawa kesana lebih cocok. Sesuai kelakuannya dulu selingkuh dan main celap celup sebelum sah🤣🤣🤣🤣
partini
wkwkwk aduh Van dia manusia lah bukan hewan tapi kerennn sih
bawa ke istrimu biar nanti .di periksa
Masha 235
ha ha. . ke dokter hewan nggak tuh....😁
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
yeeee barang bekas aja bangga bgt. lah bini nya si kaivan malah kinyis2 dan kenyal2 gt, mana maulah dia lepasin
Anonim
Ibunya langsung sembuh
semoga lekas berkumpuldalam suasana yang bahagia
Anonim
Ajeng memang hebat ya mengakui kebejatsnnya penuh percaya diri
Anonim
Dasar pelacurberkedok kakak ipar pasti tidak punya malu pamer perzinahan 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!