Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7: PAHLAWAN SEBAGAI TAMENG
Suara kepanikan di ruang depan klinik Dr. Aris mencapai puncaknya. Denting zirah emas yang saling beradu dan teriakan perintah yang tumpang tindih menciptakan simfoni kekacauan yang manis bagi sistem Charlotte. Di balik pintu gudang yang tertutup rapat, Charlotte menyesuaikan letak monokel Eye of the Raven di mata kirinya. Dunia berubah menjadi kisi-kisi data; ia bisa melihat panas tubuh para Ksatria yang meningkat dan fluktuasi medan energi zirah mereka yang tidak stabil.
"Satu... dua... tiga," gumam Charlotte.
Tepat pada hitungan ketiga, suara debuman keras terdengar. Dr. Aris baru saja dihempaskan ke dinding oleh salah satu pengawal Komandan Elena yang kehilangan kesabaran.
"Sembuhkan dia, Dokter! Atau aku akan memastikan klinik ini diratakan dengan tanah!" raung sang Ksatria Penjaga—pria yang sama yang sebelumnya memberikan Nano-Repair Fluid kepada Charlotte.
[Akumulasi Penderitaan Mental Area: +85 MP.]
[Status Target: Putus Asa. Peluang Manipulasi: 99.8%.]
Charlotte membuka pintu gudang dengan perlahan. Bunyi derit engselnya yang sengaja tidak diminyaki menarik perhatian semua orang di ruangan itu. Ia melangkah keluar dengan santai, tangan kanannya memutar-mutar kunci inggris multifungsi, sementara tangan kirinya dimasukkan ke saku jaket yang penuh dengan kabel mencuat.
"Kalian membuat kebisingan yang tidak perlu," kata Charlotte datar. "Dokter itu tidak bisa memperbaiki apa yang tidak ia mengerti. Komandan kalian tidak sedang sekarat karena luka luar. Zirahnya sedang mencoba memasaknya hidup-hidup dari dalam."
Para Ksatria itu membeku. Sang Ksatria Penjaga menatap Charlotte dengan mata membelalak di balik helmnya. "Kau... gadis mekanik dari Sektor 13?"
"Senang kau masih ingat," Charlotte berjalan mendekati ranjang tempat Komandan Elena terbaring.
Elena, seorang wanita dengan rambut perak yang kini basah oleh keringat, mengerang pelan. Zirahnya mengeluarkan uap panas. Melalui monokelnya, Charlotte melihat sistem pendingin cair di bagian punggung zirah tersebut tersumbat oleh serpihan mikro-logam—sebuah "cacat desain" yang sengaja dibiarkan oleh pabrikannya agar para ksatria terus membeli suku cadang baru.
"Jangan sentuh dia!" bentak pengawal lainnya, menghunuskan pedang energi ke arah leher Charlotte.
Charlotte bahkan tidak berkedip. Ia menatap ujung pedang yang bergetar itu dengan pandangan bosan. "Sistem, hitung durasi sebelum inti zirah itu meledak."
[Kalkulasi Selesai: 142 detik menuju kegagalan termal total. Radius ledakan: 10 meter. Probabilitas kematian bagi semua orang di ruangan ini: 92%.]
"Kalian punya seratus empat puluh detik sebelum wanita ini berubah menjadi bom manusia," Charlotte berkata tanpa emosi. "Turunkan mainan bercahaya itu, atau aku akan keluar dan menonton ledakannya dari jarak aman. Poin yang kudapat dari kematian kalian semua mungkin cukup untuk membeli kaki prostetik baru yang lebih mengkilap."
Ksatria Penjaga itu segera menahan tangan rekannya. "Turunkan pedangmu! Dia benar. Dia meretas unit Automaton hanya dengan sentuhan tadi siang."
Dengan enggan, pedang itu diturunkan. Charlotte mendengus, lalu membungkuk di atas tubuh Elena. Tangannya bergerak dengan kecepatan yang membuat para ksatria itu terperangah. Ia tidak menggunakan alat bedah medis; ia merobek paksa pelat pelindung di bagian tengkuk Elena, membiarkan percikan api kecil menyambar ujung jarinya.
[Luka Bakar Ringan Terdeteksi: +12 MP.]
[Saran Sistem: Gunakan rasa sakit ini untuk mempercepat proses sinkronisasi peretasan.]
Charlotte menyuntikkan sedikit MP ke dalam sirkuit zirah tersebut. "Buka kunci termal. Override protokol keamanan faksi. Sekarang."
HISS—!
Uap dingin menyembur keluar dari katup zirah. Suhu tubuh Elena turun seketika. Monitor medis Dr. Aris yang tadinya berbunyi panik kini mulai stabil. Charlotte berdiri kembali, menyeka keringat di dahinya dengan lengan baju yang kotor.
"Dia stabil. Untuk sekarang," kata Charlotte. "Tapi sirkuit intinya sudah rusak permanen. Dia butuh 'Inti Kristal Prismatik' dari gudang logistik pemberontak di Sektor 14 jika ingin zirah ini berfungsi lagi."
"Sektor 14?" Ksatria Penjaga itu memucat. "Itu wilayah tak berpenghuni yang dipenuhi dengan sisa-sisa ranjau darat dan unit penjaga otomatis yang malfungsi. Kami tidak bisa membawa Komandan ke sana dalam kondisi seperti ini."
"Memang tidak," Charlotte tersenyum miring—sebuah senyuman yang seharusnya membuat mereka waspada. "Tapi aku tahu jalan pintasnya. Dan aku butuh beberapa 'tameng' untuk membawaku ke sana."
"Kau ingin kami mengawalmu?" tanya sang Ksatria, bingung.
"Bukan mengawal," koreksi Charlotte. "Kalian akan menjadi umpan. Aku butuh suku cadang langka di gudang itu, dan kalian butuh inti kristal untuk Komandan kalian. Kalian menarik perhatian para penjaga mekanik di depan, dan aku masuk dari belakang untuk mengambil apa yang kita butuhkan."
[Misi Baru Terdeteksi: Pahlawan sebagai Tameng.]
[Tujuan: Gunakan unit 'Radiant' untuk menyusup ke Sektor 14.]
[Bonus: Setiap kali pahlawan menerima serangan yang seharusnya mengenai Anda, Anda mendapatkan 50 MP 'Efisiensi Taktis'.]
"Ini gila," gumam salah satu Ksatria. "Kita adalah elit Radiant, bukan umpan untuk seorang pemulung."
"Pilihannya adalah menjadi umpan yang hidup, atau menjadi pahlawan yang mati bersama Komandan kalian yang gagal mesin ini," Charlotte mengambil tas peralatannya. "Aku berangkat tiga menit lagi. Siapa pun yang ingin menyelamatkan wanita ini, silakan ikut."
Tiga puluh menit kemudian, rombongan kecil itu bergerak menembus kegelapan Sektor 14. Charlotte berjalan di tengah, dikelilingi oleh empat Ksatria Radiant yang zirah emasnya bersinar redup—seperti lampu suar yang mengundang bahaya. Itu memang tujuan Charlotte.
Klang! Klang! Klang!
Suara langkah kaki mereka yang berat memicu sensor-sensor di reruntuhan. Dari kegelapan, mata-mata merah mulai menyala satu per satu. Unit Stalker—robot berkaki empat dengan meriam plasma kecil di punggungnya—mulai bermunculan dari balik bangunan yang runtuh.
"Bertahan dalam formasi!" teriak Ksatria Penjaga, mengaktifkan perisai energinya.
PEW! PEW! PEW!
Tembakan plasma menghantam perisai para Ksatria, menciptakan percikan energi yang menerangi malam. Charlotte tetap menunduk, matanya terpaku pada monokelnya. Ia melihat setiap lintasan peluru sebagai garis vektor. Ia sengaja mengarahkan para Ksatria melewati rute yang paling padat musuh.
[Pahlawan Terhantam: +50 MP.]
[Pahlawan Terhantam: +50 MP.]
[Pesan Sistem: Luar biasa! Anda menggunakan nilai 'Keadilan' mereka sebagai asuransi kesehatan pribadi Anda. Ini adalah puncak dari manajemen risiko.]
"Kenapa kita tidak lewat gang sempit itu?!" teriak salah satu Ksatria sambil menangkis serangan cakar robot. "Itu terlihat lebih aman!"
"Ada ranjau tekanan di sana yang tidak bisa dideteksi zirah kalian," Charlotte berbohong dengan nada sangat meyakinkan. Kenyataannya, gang itu bersih, tapi jika mereka lewat sana, Charlotte tidak akan mendapatkan poin dari serangan musuh yang mengenai mereka. "Tetap di jalur utama! Lindungi aku, atau kita semua terjebak di sini!"
Setiap kali seorang Ksatria mengerang karena zirah mereka menerima beban benturan, Charlotte merasa seolah-olah saldo banknya bertambah. Ia tidak merasa bersalah. Baginya, ini adalah pertukaran yang adil. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menyelamatkan atasan mereka, dan ia mendapatkan perlindungan gratis serta aliran poin yang stabil.
Mereka akhirnya mencapai gerbang gudang logistik. Itu adalah bunker beton tebal dengan pintu baja yang terkunci secara elektronik.
"Buka pintunya, cepat!" teriak Ksatria Penjaga, yang sekarang baju zirahnya sudah penuh goresan dan penyok di beberapa bagian.
Charlotte mendekati panel kontrol. "Butuh waktu. Tahan mereka selama dua menit."
"Dua menit?! Ada setidaknya dua puluh unit Stalker di belakang kami!"
"Maka jadilah pahlawan yang lebih baik," sahut Charlotte tanpa menoleh.
Tangannya menempel pada panel, dan sistemnya mulai merayap ke dalam jaringan bunker.
[Peretasan Bunker Dimulai...]
[Penderitaan Ksatria di Belakang Anda: Sangat Tinggi.]
[Bonus Poin 'Keberanian yang Sia-sia': +150 MP.]
Sambil meretas, Charlotte tidak hanya fokus pada pintu. Ia menggunakan akses jaringannya untuk mematikan sistem pendukung di dalam bunker yang tidak ia butuhkan, mengalihkan dayanya untuk memperkuat sensor monokelnya sendiri. Ia melihat isi gudang itu: tumpukan senjata, kristal energi, dan yang paling penting... 'Suku Cadang Eksperimental' yang telah lama ia cari.
KLIK—SHIIIII.
Pintu bunker terbuka. Charlotte segera meluncur masuk ke dalam kegelapan yang dingin.
"Masuk! Masuk!" teriak para Ksatria, berebut masuk sebelum pintu tertutup kembali.
Begitu pintu terkunci rapat, keheningan menyelimuti mereka. Para Ksatria itu jatuh terduduk, napas mereka memburu, zirah mereka mengeluarkan suara mendesis karena panas berlebih. Mereka tampak hancur, kelelahan, dan penuh luka.
Charlotte, di sisi lain, berdiri tegak tanpa segores luka pun di tubuhnya. Rambutnya bahkan tidak berantakan. Ia menyalakan lampu senter kecil dan mulai memindai tumpukan peti di depan mereka.
"Kau... kau benar-benar tidak membantu kami sama sekali di luar sana," kata salah satu Ksatria dengan nada benci.
Charlotte menoleh, cahayanya mengenai wajah Ksatria yang penuh peluh itu. "Aku melakukan bagianku: membuka pintu dan memastikan kita tidak meledak oleh ranjau fiktif—maksudku, ranjau tak terlihat. Kalian melakukan bagian kalian: menjadi tameng. Lihat? Kerja sama tim yang sempurna."
Ia berjalan menuju sebuah peti hitam kecil di sudut ruangan. Di dalamnya terletak sebuah kristal bercahaya biru intens—Inti Kristal Prismatik. Ia melemparkannya ke arah Ksatria Penjaga yang menangkapnya dengan tangan gemetar.
"Itu untuk Komandan kalian. Sekarang diamlah dan biarkan aku mengambil bayaranku."
Charlotte mendekati peti lain, yang berisi sebuah lengan mekanik prototipe yang terlihat sangat kompleks, jauh lebih maju dari apa pun yang ada di pasar. Matanya berkilat penuh kemenangan. Dengan lengan ini, dan poin yang baru saja ia panen dari 'penderitaan' para ksatria di luar, ia bisa mulai membangun prototipe senjatanya sendiri.
[Misi Sukses: Pahlawan sebagai Tameng.]
[Total MP Diperoleh: 1.850.]
[Pesan Sistem: Anda telah berhasil mengeksploitasi ksatria elit untuk melakukan pekerjaan kasar bagi Anda. Reputasi Anda di antara para Ksatria mungkin hancur, tapi fungsionalitas Anda berada di puncaknya. Apakah Anda ingin saya menjadwalkan pengkhianatan berikutnya?]
"Belum," bisik Charlotte sambil memasukkan lengan prototipe itu ke tasnya. "Mereka masih harus membawaku keluar dari sini terlebih dahulu. Seorang pahlawan tidak akan meninggalkan gadis kecil yang tak berdaya di bunker gelap, bukan?"
Ia berbalik ke arah para Ksatria yang masih terengah-engah, memasang wajah yang pura-pura lelah dan ketakutan. "A-apa kalian baik-baik saja? Terima kasih sudah melindungiku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kalian tidak ada di sana."
Para Ksatria itu saling berpandangan. Meskipun mereka merasa ada yang salah, kata-kata syukur dari gadis "lemah" itu entah bagaimana meredakan amarah mereka. Mereka adalah pahlawan, setelah semua. Dan pahlawan selalu suka merasa dibutuhkan.
Charlotte menunduk, menyembunyikan senyum dinginnya di balik bayangan. Di dunianya, pahlawan adalah sumber daya paling berharga—mudah dimanipulasi, memiliki daya tahan tinggi, dan yang paling penting, mereka selalu datang dengan poin penderitaan yang melimpah.
[Status: Siap untuk Ekstraksi.]
[Tingkat Manipulasi: Administrator.]