"Katanya, sebelum semua ilmu nya lepas.. nenek nggak akan bisa mati."
"Jadi sekarang nenek dimana?"
"Nenekmu sedang menjalani semua hukuman sebelum akhir nya dia mati. Selama 40 hari, dia akan dalam pengaruh Iblis."
"Tapi kan nenek udah meninggal!?"
Sebuah ilmu tua membuat seorang nenek mengalami hal di luar nalar ketika akan mendapatkan ajalnya.
Elma, gadis biasa yang baru saja datang dari Jakarta itu harus menelan bulat - bulat atas semua rentetan kejadian tak masuk akal yang dia alami selama mencari jasad nenek nya, dalam waktu 40 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.17. Kok bisa?
Elma masih duduk di sebelah nenek nya, dari siang tadi sampai sore cekalan tangan nenek nya belum bisa di lepas. Hanya saja nenek Tri sudah tidak meremas tangan Elma, dia hanya seperti menggandeng Elma.
"Bang, gue capek." Ucap Elma pada Tian.
Tian duduk di sebelah kiri nenek nya masih mencoba melepaskan cekalan tangan nenek nya daei tangan Elma, tapi setiap satu jari berhasil renggang, yang lain akan kembali erat lagi.
"Ini pasti sebuah pertanda, El." Ucap Tian, Elma menghela nafas.
Elma lalu merebahkan dirinya di samping nenek nya, dan tiba - tiba Elma mendengar suara tawa anak - anak. Elma kaget mendengarnya, itu bukan suara Salsa adiknya.
"Hihihihi! Hahahahah!"
"Aaa.. Hahahaha!"
"Heh, kok ada dua suaranya." Gumam Elma, dia pun bangun dan kembali duduk dan melihat ke sekitar.
Dan betapa terkejutnya Elma, saat dia melihat setingan rumah nenek nya yang berubah. Elma menoleh kesana kemari dan dia tidak melihat adanya Tian atau budenya di sana, Elma lalu juga menoleh ke arah nenek nya dan ternyata tidak ada nenek nya juga di sana.
"Eh! Gue di mana ini!?" Ucap nya panik.
Elma berdiri, dan saat dia berbalik, dia melihat lukisan keluarga berisi ayah, ibu dan 2 orang anak nya. Elma juga tidak merasa asing karena dia tau itu adalah lukisan nenek dan kakek nya bersama kedua putra mereka yakni ayah nya Elma dan pakde nya Elma.
Setelah dia lihat lebih jelas, rumah itu adalah rumah nenek nya! Hanya saja tata letak barang - barang nya beda dengan rumah nenek nya yang dia tau.
"Ini- ini.." Elma kebingungan.
Dan tiba - tiba Elma melihat seorang perempuan muda, yang Elma tau itu adalah nenek nya sewaktu muda dulu. Nenek Tri menggunakan kebaya hitam dengan rambut di sanggul sangat anggun dengan jarik warna cokelat nya.
"Oohh.. Gue mimpi ini." Gumam Elma, meski rasanya dia sangat aneh.
Karena yang Elma tau itu adalah mimpi, dia kemudian berjalan mengikuti kemana nenek nya pergi. Suasana nya memang berbeda jauh dengan masa kini, jaman itu rumah nenek nya terasa begitu dingin.
Elma melihat nenek nya itu menemui seorang bapak - bapak berwajah asing, untuk kali ini Elma tidak tau siapa bapak - bapak itu, dia tidak pernah melihat foto nya. Elma mendekati mereka, tapi heran nya raut wajah nenek nya Elma terlihat sedih saat duduk berhadapan dengan pria itu.
Lalu pria yang entah siapa itu memberi nenek Tri bungkusan, berupa kain putih yang entah apa isinya, dan laki - laki itu pergi tanpa sepatah kata apapun setelah memberikan bungkusan tadi.
"Siapa orang bule ini!? Kenapa nenek keliatan sedih." Gumam Elma.
Lalu nenek Tri kemudian membawa masuk bungkusan putih itu, Elma masih mengikuti nenek nya. Dan di sana juga Elma melihat pakde nya yang masih kecil sedang bermain bersama ayah Elma yang juga masih kecil, kala itu mereka masih sekitar 9 dan 6 tahun.
Elma masuk ke dalam dapur, lalu dia membuka bungkusan putih itu yang entah apa isinya. Elma mendekat dan ternyata isinya hanya sebotol kecil cairan berwarna merah.. Nenek Elma membuat dua segelas susu cokelat lalu meneteskan cairan merah itu kedalam susu cokelat tadi, lalu sisa di botol tadi kemudian di simpan lagi.
"Buat apa nenek kasih cairan merah itu, itu darah nggak?" Gumam Elma, dia kenal betul warna dan tekstur darah.
Elma pun menaruh curiga, dia mengikuti nenek nya yang keluar daei dapur dan menghampiri dua anak nya tadi. Dan kecurigaan Elma benar, susu itu di minum oleh ayah Elma kecil dan pakde Elma kecil.
"Kok nenek kasih papa sama pakde susu campur darah!?"
Setelah habis kemudian nenek kembali masuk ke dalam, dan dia masuk ke dalam ruangan yang tidak pernah Elma tau bahwa ada ruangan itu di rumah nenek nya. Di alam nyata Elma tidak pernah melihat ruangan itu sama sekali.
Ketika nenek nya masuk, dia juga masuk.. Dan barulah Elma terkejut, ruangan itu berwarna serba merah, bahkan.. Sampai lampu nya pun berwarna merah. Tidak ada apapun di sana, hanya ada sebuah meja kecil berisi sesajen dengan dupa yang menancap.
"Ndak boleh ada lagi yang ciloko, cukup aku saja yang jadi wadah." Ucap nenek, Elma tertegun mendengar nya.
Nenek mengucapkan itu dalam posisi membelakangi Elma, nenek Tri lalu kemudian mengambil tusukan konde nya, yang terlihat begitu sangat tajam. Tusuk konde yang warna nya seperti emas itu kemudian nenek Tri arahkan ke telapak tangan nya, Elma yang melihat itu spontan maju dan hendak menghalangi nenek nya.
"Nenek, jangan!!" Teriak nya sambil tangan nya berusaha meraih tusuk konde itu, tapi tentu tidak bisa..
"Oiya, ini mimpi." Gumam Elma, dia sejenak lupa bahwa itu bukan nyata.
Lalu.. Elma hanya bisa melihat di sana nenek nya menggores telapak tangan nya sendiri dengan tusuk konde nya sampai darah nya mengalir dan jatuh tepat di atas sebaskom air sampai air yang di baskom berubah menjadi merah karena tercampur darah nenek Tri.
Nenek melakukan itu sambil mulut nya merapal doa, tapi bukan doa seperti yang di ajarkan agamanya, itu lebih seperti mantra. Dan saat itulah, tiba - tiba nenek yang semula sedang komat - kamit seketika terdiam, diam tak bergerak dan menunduk.
"Nenek lagi ngapain.." Gumam nya.
"Awak iki (tubun ini) mulai saiki (mulai sekarang) deke aku (punyaku)." Ucap nenek, tapi.. Suaranya berubah.
Elma melihat nenek nya di rasuki sesuatu yang tidak bisa dia tau apa, Elma mendekat dan tepat berada di depan nenek nya yang masih menunduk. Tiba - tiba, nenek mengangkat wajah nya dan saat itulah Elma bisa melihat kedua mata nenek menghitam dan juga nenek tersenyum dengan gigi - gigi hitam.
Melihat itu, Elma spontan mundur sampai jatuh terduduk. Dan saat itulah..
"Hhhh!!!!"
Elma terbangun, dia terbangun dengan ketakutan di wajah nya. Dan saat itulah, Elma melihat semua orang menatap nya dengan khawatir.
"El! Ini kamu?" Tanya Tian, Elma kebingungan.
"Iya, ini gue. Bang, gue mimpi Akh! Sshh!!" Elma merasakan tangan nya sakit.
"Kak, ya Allah.. Mama takut banget, kamu kerasukan lagi." Ucap ibunya, Elma terkejut.
"Eh!! Aku kerasukan lagi, ma?!" Tanya Elma, dia tidak tahu, yang dia tau dia sedang mimpi.
"Kak, kamu mau bunuh diri tadi, tiba - tiba gores telapak tangan kamu pake pisau! Ya Allah untung ada abah Surip dateng sama pak Ustad." Ucap ibunya Elma.
Disana Elma terdiam sambil mencerna semuanya, jelas - jelas dia tadi bermimpi.. Tapi siapa sangka rupanya dia kerasukan. Di titik itu Elma pun membatin..
'Jadi kalo tadi gue bukan mimpi, yang gue liat itu apa?!' Batin Elma, sambil menatap telapak tangan nya yang di balut perban.
BERSAMBUNG!
hayooo kek mana coba
nenek idup lagi
masih kerabat kah?
dlm penglihatan Elma, waktu ditunjukin nenek masih muda, ada ayah dan pakde masih kecil... ada siapa lagi ya?
ato jangan-jangan Tian??
pasti ada yg msk tp lwt pintu lain