NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07

"pak kael.." panggil mahiya, gadis itu pengen ngomong, tapi karena mulutnya masih mengunyah, jadi kelihatan lucu.

Kael tersenyum, wajah mahiya kelihatan kucu, tapi sejujurnya kael menyukai mahiya yang apa adanya seperti ini. Gadis itu sama sekali tidak menjaga imagenya, makan dengan tangan, tidak sok imut dan lahap.

Kael sering makan dengan para gadis, tapi para perempuan itu selalu mengeluh kenyang, padahal hanya minum air putih.

Mata kael menatap kagum gadis cantik yang sedang makan dengan lahap itu, dia masih menunggu, karena mahiya kelihatan sudah menelan makanannya.

"bapak emang nggak punya pacar kah?sampai ngajak saya menikah segampang itu?"

Wajah kael berubah, tapi tak lama. Senyumnya kembali lagi,

"saya juga nggak pacaran mahiya, fresh dari sononya"

Mahiya terbahak, mendengar kael meniru jawabannya. Gadis itu membasuh tangannya, kelihatan dia sudah selesai makan.

"tapi bapak pernah begituan kan?"

"uhukkk.."

Kali ini kael benar-benar tersedak, dia batuk-batuk. Mahiya yang merasa bersalah, bangkit dan menepuk-nepuk punggung kael.

Kael kaget, cewek ini benar-benar asal ngejeplak. Apa gadis ini nggak tahu hal begitu nggak sopan ditanyakan langsung, apalagi mereka bukan siapa-siapa.

Kael mengangguk, tangannya terulur meminta mahiya kembali duduk di tempatnya.

"kamu pengen tahu, saya sudah pernah begituan atau tidak?"

Bisa-bisanya mahiya mengangguk tanpa beban, malah tatapan matanya terlihat penasaran.

"sama perempuan kan pak"

"uhuuuk"

Lagi-lagi kael tersedak, kali ini air minum itu muncrat ke wajah mahiya yang langsung memejamkan matanya, gadis itu cemberut.

"eeuhhhhh...bapak jorok.." keluhnya, tangannya menerima tissu yang kael ulurkan.

"maaf..maaf" kael ingin membantu, tapi mahiya menolak. Gadis itu hanya menyambar tissu yang ada ditangan kael.

"kamu pikir saya g*y?"

"emang bukan?" mahiya balik nanya, matanya terlihat polos dan ingin tahu.

Kael gemas, wajah cantik di depannya itu sungguh mengundang kegemasannya.

"kalau kamu mau tahu, bagaimana kalau kita mencobanya!"

Mata mahiya mendelik, mencoba apa maksudnya ini coba, pikiran mahiya langsung travelling.

"mencoba apa pak?"

Kael hanya menaikkan alisnya turun naik, senyum usil terlihat dari wajah tampannya itu.

mahiya bergidik, sungguh dia paham banget arti senyum dan alis yang naik turun itu.

"saya nggak yakin kalau kamu belum pernah pacaran, sepertinya kamu sangat memahami hal begituan!"

"hhhhhh.." mahiya mendesah kesal, bola matanya memutar malas.

"saya jurusan ipa waktu SMA pak, dan apakah bapak lupa kalau saya jurusan keperawatan, walau saya nggak pernah pacaran, membicarakan hal itu bukan tabu bagi saya, lah wong ngelihat punya laki-laki saja saya sering pak"

"whaat?" seru kael kaget, matanya sampai mendelik.

"dimana kamu ngelihatnya?"

"di ruang icu, di ruang igd. Kalau saya pasang kateter, kan saya harus lihat"

"hahahhaha.." tawa kael pecah seketika, benar juga sih, tapi kael tidak berpikir ke arah situ.

Kael masih terbahak, tapi matanya tak beralih sama sekali dari wajah mahiya yang kelihatan bingung.

Ternyata gadis ini memang bukan gadis kebanyakan, tak terhitung sudah berapa kali kael speechless di buatnya. Benar-benar unpredictable, tapi entah mengapa kael merasa nyaman.

"malam ini, kamu akan saya perkenalkan sebagai pacar saya dan calon istri saya, keluarga besar sudah memaksa saya menikah, jadi saya mohon kerja samanya mahiya"

Mahiya menelan salivanya yang terasa kesat di tenggorokannya, apakah ini akhir dari kehidupan bebasnya. Menikah tanpa cinta, dengan pria yang dia sendiri nggak tahu bagaimana sifatnya, tampan sih, tapi gimana kalau kael ternyata penyuka Bd*m, gimana kalau ternyata cowok itu hanya menikahinya untuk menutupi hubungannya dengan rifki.

Mahiya menatap lekat mata kael yang juga sedang menatapnya, tarikan nafas mahiya terdengar berat, kael sampai memicingkan matanya heran, kenapa gadis ini kelihatan berat hati. Sebenarnya kael paham sih, wajar saja gadis ini susah hati. Dia pun seandainya jadi mahiya, akan mikir seribu kali.

"trus untungnya pernikahan ini buat saya apa pak?"

Mata kael membola, ternyata mahiya gadis yang pintar, senyum kael terlihat tipis.

'akhirnya gadis ini menunjukkan jati dirinya'

Padahal kael tadi yakin mahiya berbeda, bukan pengeruk harta, senyumnya sedikit sinis, dan mahiya menyadarinya.

"kamu mau berapa?"

Mahiya menggeleng cepat,

"saya tidak mau uang pak"

Kael semakin mengernyitkan keningnya, wah sepertinya kael terlalu menganggap sepele gadis cilik ini, apakah dia mengincar saham.

"kalau saya jadi istri bapak, saya mau hidup saya terjamin.."

Kael menaikkan alisnya sebelah, senyumnya semakin sinis terlihat.

"bapak harus berjanji tidak melakukan kekerasan fisik pada saya, bapak harus menjamin kuliah saya selesai, bapak tidak boleh menceraikan saya tanpa alasan syar'i"

Kael menatap lekat, menanti lanjutan syarat mahiya, tapi gadis itu sudah diam dan mengangguk-angguk.

"hanya itu?" matanya memicing heran.

"ya..eh satu lagi!, kalau kita menikah dan pisah rumah dengan keluarga bapak, ijinkan abi dan ummi tetap boleh mengunjungi saya"

Kael terkesima, syarat apa itu. Bukankah itu hal yang wajib di lakukan suami dalam sebuah pernikahan. Matanya masih mengamati mahiya tak percaya, gadis di depannya ini, benar-benar ajaib.

"kalau bapak tidak setuju, saya mundur"

"deal..?" mahiya mengulurkan tangannya, mengajak bersalaman.

Kael menyambut tangan mahiya hangat, pria itu tersenyum ramah, dan puas.

"kalau begitu, sekarang kita ke butik langganan oma, ayoo"

Kael bangun dengan buru-buru,matanya sempat melirik mahiya yang kelihatan enggan, gadis itu bangun dengan malas. Wajah cantiknya cemberut, kael semakin yakin gadis ini memang aneh.

"kapan pak kael ke rumah saya?" tanya mahiya santai, raut wajahnya biasa saja, nggak antusias seakan mahiya hanya ingin memecah keheningan di antara mereka.

"secepatnya, setelah kamu ke rumah saya..."

Kael menoleh, ucapannya yang menggantung, membuat mahiya menatap pria itu.

"heummm, mahiya. Sepertinya sebelum kita ke rumah saya, kita harus menyepakati beberapa hal"

"apa itu?" mahiya masih bersandar, matanya mulai sayu. Tetiba rasa kantuk menyerangnya, emang kebiasaan buruk, habis makan bawaan mahiya pasti ngantuk.

"panggilan kita.., nggak mungkin di depan keluarga, kamu manggil saya bapak kan?"

Mahiya manggut-manggut, masuk akal sih, dari tadi juga mereka ngomongnya baku banget, saya dan kamu, dan mahiya memanggil kael dengan bapak.

"di depan buk nurmala, nenek bapak. Bapak tadi manggil saya, sayang kan?"

Kael mengangguk, pria itu tak menjawab. Tangannya dengan lincah memarkirkan mobil di depan sebuah butik.

"bapak panggil saya seperti bapak panggil saya di depan nenek bapak saja" saran mahiya, gadis itu menguap. Nggak ada jaim-jaimnya, kael sampai menggeleng lucu.

"trus kamu panggil saya apa?"

"heummmm" gumam mahiya, bola matanya memutar seakan memikirkan panggilan yang tepat.

"kak..?, gimana?, kalau panggil sayang juga, terlalu kelihatan sandiwaranya pak, kalau saya panggil mas..., aduh maaf pak, saya geli"

Mahiya nyengir, gigi putihnya terlihat rapi, kael terpesona. Baru di sadarinya ternyata mahiya memiliki gigi kelinci,

"boleh deh.." sahut kael singkat, tangannya meminta mahiya turun, tapi gadis itu menolak, dia menggeleng.

"dimulai dari sekarang pak, bapak bukain pintu buat saya"

Kael tersentak, dia mendelik protes, tapi mahiya tetap menggeleng dengan tangan bersidekap.

Kael menggerutu kesal, tapi mau tak mau, dia tetap turun dan memutar. Benaknya nggak habis pikir, kenapa dia mematuhi gadis cilik ini.

"terima kasih pak.."

Mahiya turun dengan senyum kemenangan, ada rasa puas bisa ngerjain direkturnya itu.

"sama-sama sayang"

Mahiya mendelik kaget, apalagi kael langsung merangkul pundaknya.

"pak, apa-ap—"

"kakak, sayang!, ingat latihan, biar terbiasa"

Mahiya kepengen protes, mata indahnya melotot gemas, tapi kael menggelengkan kepalanya, sembari melangkah dengan tanpa melepaskan rangkulannya di pundak mahiya.

Bersambung..

1
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!