NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sera Hamil

Sera memegang pelipisnya yang berdenyut sakit, dia ingat terakhir kali Bibi Yuni membopongnya ke dalam mobil dan seorang supir di perintahkan Bibi Yuni untuk mengantarkan mereka kerumah sakit, selepas itu, Sera tak ingat apapun.

"Auh..." lenguh Sera kemudian menatap kearah samping melihat Bibi Yuni duduk di kursi yang tepat di sebelah ranjangnya.

Bibi Yuni terbangun dan kaget mendengar suara lenguhan Sera, "Nyonya, Anda sudah bangun," ujarnya dengan gembira.

"Aku dimana Bi?"tanya Sera penasaran, karena jelas ini bukan kediaman Ashford.

"Ini di rumah sakit Nyonya, saya yang mengantar Anda. Bukan kah Anda mengatakan untuk tidak mendatangkan dokter kerumah," kata Bibi Yuni sembari mengelus tangan Sera dengan lembut agar perempuan itu tenang.

Sera nampak mengangguk kan kepala dengan perlahan meskipun kepala masih terasa berdenyut sakit, dia masih mencoba menyesuikan diri dengan cahaya kamar yang menyilaukan matanya, "Ya Bi... Aku ingat," ujar Sera menghela nafas.

Kamudian, dia menyentuh pelipis yang masih terasa sakit, "Sudah berapa lama aku pingsan, Bi?"

"Sudah hampir lima jam, Nyonya. Dokter memeriksa Anda berkali-kali," jawab Bibi Yuni nampak menunduk lesu, "Dokter mengatakan pada Bibi kondisi Anda sudah mulai membaik, tapi perlu beristirahat dan setelah ini harus lebih menjaga kesehatan. Karena Anda bukan hanya membawa diri Anda tapi orang lain,"

Tatapan Bibi Yuni tertuju pada perut Sera membuat perempuan itu kebingungan dengan penjelesan Bibi Yuni. Kening Sera mulai berkerut dan memikirkan sebuah spekulasi yang datang dengan tiba-tiba.

"Bi... Dokter mengatakan apa?" tanya Sera mulai terpikirkan tentang malam bersama Dominic.

Bibi Yuni menarik nafas dalam, lalu memegang tangan Sera dengan lembut, "Nyonya Anda sedang hamil, sekitar empat minggu. Dokter mengatakan, karena Anda terlalu banyak mengalami stres dan kurang merawat diri, membuat tubuh Anda menjadi lemah dan pingsan,"

Sera terdiam tidak menyangka bahwa di dalam tubuh terdapat seorang janin, keluarga satu-satunya dalam hidup ini. Mengingat dia hanya anak yatim-piatu yang di pungut keluarga Gunawan untuk menjadi pancingkan untuk mendapatkan seorang penerus. Kemudian, di buang untuk menikah CEO Ashford yang tidak bisa lepas dari cinta pertama dan tak pernah menganggap keberadaanya.

Sera nampak tersenyum dan mengelus perutnya, "Akhirnya, aku memiliki keluarga,"

"Tapi, apakah Dominic akan membiarkan anak ini lahir, sedangkan dia memiliki kekasih, dia pasti ingin memiliki anak bersama wanita yang dia cintai," gumamnya dengan jelas dan tak sengaja terdengar oleh telinga Bibi Yuni.

"Apakah ini anak, Tuan? Bagaimana bisa?" tanya Bibi Yuni kaget dibuatnya.

Sera langsung menatap Bibi Yuni dengan ketakutan, dia sadar ada Bibi Yuni saat mengucapkannya, "Bibi, saya mohon jangan katakan pada Dominic, saya tidak ingin di minta menggugurkan anak saya atau di ambil paksa dari tangan saya, Bi," keluh Sera sembari mengenggam tangan Bibi Yuni dan menunjukkan wajah yang sedih.

"Tapi, Nyonya tetap saja ini anak Tuan, Tuan harus tau,"

"Bagaimana jika Dominic menyangkalnya dan mencoba menghilangkan anak ini," ungkapnya dengan lirih dan tak di duga oleh Bibi Yuni air mata Sera mulai turun hingga membasahi pipinya membuat hati Bibi Yuni luluh.

Bibi Yuni nampak menganggukkan kepalanya, raut wajahnya terlihat sedih, kemudian mengelus perlahan pundak Sera, "Baiklah, Nyonya jika itu keputusan Anda. Bibi janji akan merahasiakan nya dari Tuan,"

"Terima kasih Bi," ujar Sera sembari tersenyum gembira, mengenggam tangan Bibi Yuni dengan erat.

Sera perlahan melepaskan tangan Bibi Yuni dan mulai menghayalkan sesuatu yang tentu saja tidak akan di beberkan pada Bibi Yuni. Sera ingin pergi, ya, dia ingin kabur dari rumah itu. Lagipula Dominic tidak akan perduli dengan dirinya, karena dia memiliki Celesta di hatinya.

"Aku sudah mengumpulkan beberapa uang dari hasil membuat software pada perusahaan asing, aku bisa membawa anak pergi dari rumah itu..”

"...Memang tidak terlalu banyak jika ingin hidup bermewah-mewahan tapi cukup untuk bertahan hidup bersama Anak-anak nanti. Dan aku bisa menjual banyak cip dan software dengan beberapa perusahaan," gumamnya dalam hati sembari menerawang kearah langit-langit kamar ruang inap itu.

Bibi Yuni nampak penasaran dengan apa yang di lamunkan oleh Sera, dia meletakkan mangkuk bubur di sebelah Sera, "Nyonya apa yang Anda fikirkan? apa ada perasaan yang tidak nyaman?" tanya Bibi Yuni khawatir.

Sera yang sedang melamun sontak saja menoleh ke arah Bibi Yuni, "Ah.. tidak Bi, aku hanya senang saja, aku punya bayi," ujar Sera mencoba memberikan jawaban yang logis.

Bibi Yuni tersenyum, "Oh, begitu rupanya, ... Oh ya ini ada bubur yang di berikan perawatan, Nyonya harus makan biar bayi nya sehat,"

Sera menatap mangkuk bubur itu, aroma harum menyeruak ke hidungnya, namun bau itu mendekat tenggorokan nya.

Sera merasa tak berselera tetapi demi anak di dalam perutnya dia harus memakan sesuatu karena benar kata Bibi Yuni, 'Sera sekarang membawa orang lain di tubuhnya,'

Bibi Yuni melihat ekspresi Sera yang nampak mengerutkan kening seperti tak berselera pada bubur di atas nakas. Dia menyadari ekspresi itu seperti saat Bibi Yuni hamil anak pertama, Dia juga mengalami mual seperti Sera.

Dengan cekatan Bibi Yuni mengambil mangkuk bubur itu, dan mengaduknya sebentar, "Nyonya, biar saya bantu supkan,"

"Ti-tidak usah, Bi, biar Sera saja," ujarnya menolak dan ingin mengambil mangkuk itu.

Namun, Bibi Yuni tidak mendengarkannya, "Tidak papanya Nyonya, saya tau perasaan Anda," ujar Bibi Yuni membuat Sera akhirnya pasrah.

Setelah beberapa suapan, Sera mengangkat tangannya tanda di ingin berhenti dan menolak suapan selanjutnya, "Sudah Bi, Sera tak sanggup lagi, mual Bi,"

Bibi Yuni kemudian meletakkan sendok untuk menyuapi Sera kedalam mangkuk, lalu meletakkan mangkuk itu ke atas nakas dan mengambil air minum yang berada di sebelah nya.

"Nyonya, minum lah dulu, untuk menetralkan rasanya," ujar Bibi Yuni memberikan gelas air minum itu pada Sera.

Sera kemudian meminumnya, perlahan tenggorokan terisi dengan air hangat yang menenangkan tenggorokan nya terasa kering dan rasa mual yang menganjal dadanya.

Selepas menegak semuanya, Sera mengembalikan gelas itu pada Bibi Yuni, "Terimakasih, Bi," ujar Sera dengan tersenyum tulus.

"Sama-sama Nyonya, beristirahat lah, Bibi akan menemani Nyonya disini," jawabnya sembari meletakkan gelas yang di pegang di atas nakas.

Sedangkan, Sera mencoba berbaring kembali di atas ranjang itu, mata nya kembali menerawang di langit-langit kamar. Memikirkan rencana untuk kabur selepas pulang dari rumah sakit.

"Nyonya, Anda jangan terlalu banyak pikiran," ujar Bibi Yuni lagi ketika melihat Sera masih melamunkan sesuatu.

"Iya, aku tau Bi," jawabnya kemudian mencoba memejamkan matanya.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Kas Mi
🙏thor msih bnyk thipo..ngetik.y jng terburu2 biar hsil.y bgus🥰
Rere Lumiere: Oke makasih
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Rere Lumiere: Tunggu ya 👍
total 1 replies
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!