NovelToon NovelToon
LUNARA

LUNARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Maya Asviana

Judul : LUNARA

Genre : Romantic/Comedy

Sedari kecil selalu dikelilingi oleh empat orang pria yang sangat menyayangi dan melindunginya, ternyata tak membuat kisah cintanya seberuntung itu.

Kisah cinta pertamanya, berakhir bahkan sebelum dimulai. Kisah cinta selanjutnya dan seterusnya, penuh dengan penghianatan.

Gadis itu bernama Lunara, yang berarti Putri Bunga. Mempunyai kulit putih mulus, berparas cantik dan berhati baik. Bisa diibaratkan Lunara seperti malaikat. Kekayaan orangtua yang melimpah, tidak membuatnya tumbuh menjadi gadis angkuh dan sombong.

Lunara gadis yang selalu terlihat ceria dimata dunia, namun memendam banyak luka.

© 2020, Maya Asviana

Kisah ini merupakan lanjutan dari Novel saya sebelumnya yang berjudul Paman Yoo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdebar Gak Sih?

"Udahlah Dek, lu kuliah di Jakarta aja. Jangan buat semua orang khawatir dengan keputusan lu!" ucap Junior meluapkan rasa kesalnya, karena mendengar pilihan Lunara tadi.

"Memikirkan lu akan naik Bus Trans Jakarta aja, gue udah pusing!"

"Bang! yang punya impian bukan lu doang. Gue juga punya impian!" ucap Lunara tegas. Junior seketika terdiam dan tidak mampu membalas pernyataan Lunara.

"Kalau sekarang impian lu kuliah di Oxford bersama Cecilia, impian gue masih sama Bang, dari dulu belum berubah, gue akan kuliah di Sydney. Lu yang paling tau apa impian gue kan, Bang?!" Cecar Lunara.

Setiap orang yang kini berada di ruang keluarga itu, menatap Lunara dengan tatapan tidak percaya. Untuk pertama kalinya Lunara berdebat dengan Junior.

Lunara pun menghela napasnya perlahan, "mungkin impian kita gak lagi sama seperti dulu, Bang. Tapi apa gak bisa, kalau kita saling support?" ucap Lunara yang kini sudah menurunkan nada bicaranya.

Junior hanya bisa terdiam dan menatap sendu pada Lunara.

"Bang ... Abang mau kan mendukung keputusan Luna, seperti Luna mendukung pilihan Abang?"

"Kamu mau menikah muda, Dek?" tanya Junior lirih.

Lunara menggeleng, "Luna gak akan menikah muda Bang. Luna hanya akan menikah, kalau Luna sudah bisa memberikan kontribusi Luna di perusahaan daddy. Abang tau itu kan?" Junior pun sedikit menganggukkan kepalanya, menjawab pertanyaan Lunara.

"Luna butuh support Abang, agar Luna bisa melalui masa percobaan enam bulan yang diberikan daddy. Abang mau kan?"

"Iya Dek." Junior pun langsung berdiri dan hendak berjalan keluar.

"Abang mau kemana?" ucap Lunara menarik ujung baju Junior.

"Cari udara segar," jawab Junior datar dan langsung beranjak pergi.

Keitaro hendak menyusul abangnya itu, namun dilarang oleh Chicko.

"Biarkan dia sendiri Kei, biar dia bisa berpikir jernih," ucap Chicko.

"Buat support Luna aja abang sampai butuh udara segar. Memangnya Luna segitu mengkhawatirkannya ya? Jadi semua orang gak bisa percaya kalau Luna mampu," ucap Lunara sambil mendengus.

"Bukan gitu ... kita hanya gak terbiasa aja melihat lu menjadi dewasa, Kak."

"Kak! lu panggil gue kakak, Kei? gue gak salah dengar kan, Kei? ayo bilang kakak lagi!" ucap Lunara antusias.

"Lu sudah terlihat sedikit dewasa dan ... bijak. Jadi gue akan belajar untuk memanggil lu dengan sebutan kakak. Kak Luna ...," ucap Keitaro sambil memandang lembut netra kecoklatan Lunara yang kini berkilau.

"Aaah ... Keitaro ... Keitaro adikku. Gue udah menanti ucapan itu dari sejak lu SD dan berhenti memanggil gue dengan sebutan kakak," ucap Lunara yang kini tengah memeluk riang adiknya itu.

"Gue akan selalu support apapun keputusan Kak Luna." Dua pasang orang tua di hadapan mereka tersenyum sumringah dan menatap haru pada dua adik kakak itu.

"Udah, udah ... jangan cium-cium gue! Geli gue ah!" ucap Keitaro sambil mendorong Lunara yang tadi mencium pipinya.

"Gue kan lagi senang Kei. Setelah ribuan gerhana, akhirnya lu panggil gue dengan sebutan kakak lagi," ucap Lunara sumringah.

"Seharusnya ribuan purnama, bukan ribuan gerhana!" ucap Mikayla kesal, karena dialog dari film kesukaan sewaktu dia remaja dulu, diganti seenaknya oleh Lunara.

"Apa sih Mika, lu ganggu kemesraan Luna dan Kei aja," ucap Gea kesal.

"Gue panggil lu kakak, kalau gue ingat aja ya. Jadi jangan berharap lebih," ucap Keitaro.

"Iya Keitaro ... adikku sayang, sesekali juga gak apa-apa kok. Yang penting lu ada niat buat panggil gue dengan sebutan kakak," ucap Lunara riang.

"Iya ... Kak Luna," ucap Keitaro seraya mengacak kecil rambut Lunara. Lunara pun langsung bergelayut manja kepada Keitaro.

"Panggilannya sih udah berubah, tapi perlakuannya ke Luna, masih tetap seperti perlakuan abang ke adiknya," bisikan Yohan kepada istrinya, Mikayla. Mikayla pun tersenyum lebar, menanggapi ocehan suaminya itu.

...*...

Sementara itu, Junior kini tengah menyusuri jalan setapak menuju rumahnya. Potongan-potongan adegan kebersamaannya dengan Lunara dari semenjak kecil bermunculan di kepalanya.

Abang akan selalu jagain Adek, kita akan bersama-sama melanjutkan pendidikan ke Sydney. Kita akan kuliah di tempat yang sama dengan daddy Yoo dan papa Chicko. Kita akan bersama-sama memberikan kontribusi untuk lebih mengembangkan Yohan Corp.

Janji ya Bang!

Iya ... Abang janji!

Junior pun mendengus mengingat janjinya kepada gadis yang dicintainya itu. "Maafin abang, Lun. Abang sudah ingkar janji. Kamu harus melewati syarat dari daddy karena abang sudah ingkar janji." Junior berjalan sambil melayangkan kakinya, menendang udara.

Junior pun terus berjalan hingga dia tiba di rumahnya, dan merebahkan dirinya pada sofa yang terdapat di teras rumah.

...* *...

"Ma, abang kemana ya? Kok sudah dua jam belum balik juga?" tanya Lunara yang kini tengah bergelayut manja kepada Gea, ibunya Junior.

"Gak tau tuh anak, lagi galau pasti dia karena memikirkan Luna," ucap Gea seraya menghubungi Junior, anaknya dan membelai rambut Lunara.

Ya, Lunara memang sudah terbiasa bermanja dengan Gea. Sejak Gea kehilangan anak keduanya, Lunara sudah dianggap seperti anak yang dilahirkannya sendiri.

"Apa abang segitu gak percayanya dengan Luna? Kalau Mama bagaimana? Mama percaya kan, kalau Luna bisa melewati tes dari daddy?"

"Mau mama percaya ataupun tidak, kamu harus bisa melewati tes itu. Mama akan selalu mendoakannya, karena mama gak mau melihat kamu menikah diusia muda. Apalagi menikahi pria yang tidak kamu sukai," cecar Gea. Dirinya masih kesal, dengan syarat yang diajukan oleh ayah kandung Lunara tadi.

"Tau tuh daddy, aneh-aneh aja!" ucap Lunara seraya mengerucutkan bibirnya.

Gea yang sedang menghubungi Junior, menjadi bertambah kesal. Karena sedari tadi, anaknya itu tidak menjawab panggilan telepon darinya.

"Coba Luna yang hubungi abang deh, mama hubungi Jun dari tadi tapi gak dijawab. Kalau Luna yang menghubungi pasti dijawab Bang Jun."

Lunara mengangguk dan beranjak kedalam kamarnya, untuk mengambil ponsel dan menghubungi Junior.

Benar saja, begitu dihubungi Lunara, Junior langsung menjawab panggilan telepon itu.

"Abang di mana? Kenapa mama hubungi dari tadi tapi gak dijawab?" ucap Lunara setelah panggilan telepon itu tersambung kepada Junior.

"Di rumah Dek, lagi tiduran di teras," jawab Jun sekenanya.

Junior langsung terperanjat, ketika Lunara memutuskan panggilan telepon itu sepihak.

Lunara mengambil tas, kemudian menyampirkan di pundak kanannya. Gadis itu pun membuka aplikasi ojek online, lalu memesannya. Lunara bergegas turun ke bawah dan berpamitan kepada keempat orang tuanya.

"Luna mau nemuin babang Yuyun dulu," ucapnya ketika semua orang menanyakan dirinya hendak pergi ke mana.

Keitaro yang ingin mengantarkan pun, langsung ditolak oleh Lunara dengan alasan dirinya sudah memesan ojek online. Seakan berkomplot, pengemudi ojek online itu tiba disaat Lunara menolak tawaran Keitaro.

Dengan menaiki ojek online, Lunara pun tiba di rumah Junior. Saat memasuki gerbang, Lunara melihat Junior yang tengah berbaring pada sofa di teras rumahnya.

"Babang Yuyun, hehe ...."

Lunara berdiri dihadapan Junior sambil melambaikan satu batang coklat yang ada ditangannya.

"Luna ... sama mama papa?" ucap Junior kemudian beranjak dari tidurnya.

Lunara menggelengkan kepalanya, "Luna sendirian aja naik ojek online," ucap Lunara sambil mendudukkan dirinya tepat di sebelah Junior.

"Kata mama, Abang lagi galau. Nih makan coklat. Luna kalau lagi galau juga makan coklat," ucap Lunara kemudian menyodorkan coklat yang tadi dibelinya, saat perjalanan menuju rumah Junior.

"Bocah kecil galau apa sih? Kecil-kecil udah galau," ucap Junior yang kini langsung memeluk Lunara dari samping, dan meyandarkan kepalanya di pundak Lunara.

"Bang! Usia kita hanya terpaut satu tahun. Kalau Luna bocah, Abang juga bocah. Enak aja!" ucap Lunara kesal.

"Lepas iihh, Abang! kita itu udah gede, jangan peluk-peluk orang sembarangan," ucap Lunara sambil berusaha mendorong agar Junior melepaskan pelukannya.

"Dasar Beo! Itu kan kata-kata abang buat Adek dulu," ucap Junior sambil melepaskan pelukannya.

"Oh, masih ingat, kirain sudah lupa dengan kata-kata sendiri," sindir Lunara.

"Abang masih ingat semua perkataan abang ke Luna," ucap Junior sambil mencubit gemas pipi Lunara.

"Berarti ingat juga dong, janji Abang ingin menemani Luna kuliah Sydney."

"Dek ... Abang kan sudah minta maaf kalau soal itu," ucap Junior sambil menggenggam tangan Lunara dan menatap dalam netra kecoklatan itu.

Lunara pun membalas tatapan Junior, "Luna sudah maafkan kok, Bang. Tapi Abang janji ya, Abang akan selalu support Luna," ucapnya.

"Kan tadi di rumah kamu sudah abang jawab iya," ucap Junior sambil memakan coklat yang diberikan Lunara tadi. Dia juga menyuapi gadis itu.

"Jawab iya, tapi galau," ucap Lunara menerima coklat yang disuapi oleh Junior itu.

"Kamu gak akan mengerti apa yang abang rasakan, Dek."

"Luna tau Bang. Mungkin ... perasaan yang Abang rasakan sekarang, sama dengan yang Luna rasakan saat Abang mengatakan, kalau Abang akan kuliah ke Oxford bersama Cecilia." Junior terdiam sejenak mendengar ucapan Lunara itu.

"Jadi kita galau bersama nih?" ucap Junior, Lunara pun menjawab dengan mengangguk sambil tertawa.

"Besok abang temani Luna naik Bus Trans Jakarta," ucap Junior sambil memilin rambut Lunara.

"Jangan ah! Nanti nilai Luna dikurangi daddy."

"Jangan sampai daddy tau, abang hanya temani kamu di awal-awal aja kok, mungkin dua hari atau tiga hari. Biar hati Abang tenang."

"Caile ... Babang Tamvanku. Pakai bawa-bawa hati," ucap Lunara sambil mencolak-colek dagu Junior. Junior yang merasa terganggu dengan perlakuan Lunara, langsung menangkap dan menggenggam jemari gadis itu.

"Lunara Erlangga punya tempat tersendiri di hati Junior Faresta."

"Wah ... kalau hatinya Luna, malah hanya ada Junior Faresta," ucap Lunara santai. Namun berhasil membuat mata Junior melebar mendengarnya.

"Eh, se ... se - rius Dek?" ucap Junior terbata.

"Iya, setelah Yohan Erlangga dan Chicko Faresta. Junior Faresta menduduki peringkat ke tiga, Keitaro Erlangga, malah peringkat ke empat."

Junior langsung berkali-kali mengusap kasar wajahnya, mendengar ucapan Lunara. Setelah itu terbahak dan memeluk erat Lunara.

"Jangan peluk-peluk sembarangan deh, Bang!" protes Lunara. Tapi penolakan itu hanya ucapan saja. Nyatanya Lunara malah membalas pelukan Junior. Hal itu membuat Junior semakin terkekeh melihat perlakuan Lunara.

"Lun ... berdebar gak sih, kalau dipeluk abang begini?" tanya Junior disela tawanya.

"Berdebar dong, kalau gak berdebar berarti Abang lagi memeluk zombi, hehe ...."

"Bener juga lu!" balas Junior semakin mengeratkan pelukannya.

Lunara pun mendongakkan kepalanya, menatap Junior, "Bang ... nanti, kalau sudah di luar negeri jangan sombong-sombong sama Luna ya, nanti Luna sedih," pinta Lunara.

"Gak akan Dek."

 

...Terimakasih sudah membaca 💕...

...Jangan lupa untuk selalu tekan LIKE, tuliskan KOMENTAR kamu dan beri VOTE yaaa ......

...Jangan lupa juga untuk memberikan RATE...

...⭐⭐⭐⭐⭐ di sampul halaman depan...

1
Sarina Hendri
Biasa
Sarina Hendri
Kecewa
Wi
👍
Mamak_A: Terima kasih 🥰
total 1 replies
Didi Icha
bosan bacanya,terlalu mutar2 ceritanya. ga jelas gimana akhirnya perasaan si jun dan luna. 🤔🤔🤔
Mamak_A: Semoga dibaca sampai tamat, ya 🥰
total 1 replies
iYind Dewi
hahaha
"SAYANGKU"😘
masih ingin tertawa saja aku bambang Yuyun.
Mamak_A: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Matchiatoo61
kasihan junnnn
Masdayani Sidauruk
muter2 kayak gasing yA,,,, pusing pala barbie
Masdayani Sidauruk
setuju sama rein ja
Masdayani Sidauruk
jun lebay dan lelet..,. oleng sanA oleng sini. tak punya pendirian
Ida Rubaedah
dek mau kmn de... (A)
mau ke laundry bang (L)
😂😂😂
Ida Rubaedah
dasar keluarga gesrek.. 😂😂😂
Ida Rubaedah
kurang hot ahh author😂😂💪💪
Mamak_A: waduh 🙈
total 1 replies
Ida Rubaedah
dasar anak somplak.. 😂😂😂
Ida Rubaedah
saya suka alur cerita nya berwarna...
tdk monoton ke dalam romantisan saja...
lanjut author💪💪💪
Mamak_A: Terima kasih sudah membaca Lunara
lanjut baca kisah Keitaro ya 🙏
Judulnya Dia Carissa
total 1 replies
Ida Rubaedah
memang c lydia itu mesti dpt ganjaran..
ntar keenakan dia bikin kacau ditempat kerja.. 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ida Rubaedah
nah gitu jun... jangan jual mahal...
Ida Rubaedah
apa salahnya sih Yun.. ngaku cinta ma luna .
kalau gk boleh dekat ma orang lain....
jangan muna. weww.. 😁😁
Maya Sari
mudah bgt Luna d ciuman bibir dgn rein secara d lubuk hati terdalam nya Luna sebenarnya cinta k Jun biasanya kan klo dah cium bibir gtu Krn mang dah saling cinta klo ini kan cuma rein doang yg cinta Luna masih abu2
Maya Sari
aku tetep gong Yoo tp klo Park Soo juen mau gkpp lah Thor aku gk nolak 😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!