Sekuel Simpanan Om-om
18+
Sinopsis :
Viola Arindi Prakasa adalah seorang gadis berusia 18 tahun dengan segala tingkah tengilnya. Tidak ada yang tau ternyata dia mengalami sindrom patah hati akibat kejadian 5 tahun yang lalu. Di sisi lain ada Juna Riandra Alvino, seorang pria arogan berusia 34 tahun yang tidak mudah terbuai akan sentuhan para wanita, namun dia selalu kalah kalau berhadapan dengan Viola.
Viola dan Juna tidak pernah menyadari ternyata mereka dimasa lalu saling mencintai satu sama lain. Kejadian masa lampau membuat mereka bagai orang asing. Mereka lalu di paksa keadaan untuk menikah. Setelah menikah banyak hal yang berubah. Cerita misteri masa lalu perlahan terkuak. Penyebab mereka hilang ingatan, penyebab Juna bertikai dengan Tantra mantan sekretarisnya, serta penyebab Ratasha meninggal. Natasha lah yang memegang kartu As segala jawaban itu. Cerita itu ada hubungannya dengan Juna dan Viola.
Apa yang telah terjadi 5 tahun yang lalu?
Ada apa di balik kematian Ratasha?
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Juna dan Viola?
Ikuti terus cerita lengkapnya dalam novel ini !
Tokoh Utama :
1. Viola Arindi Prakasa
2. Juna Riandra Alvino
Tokoh Pendamping :
1. Ratasha Larisa Putri
2. Tantra Kezio Prabowo
3. Khanza Sazmita
4. Jonas Tirta Alvino
5. Naina Alexandra
6. Tiara Aurora
7. Dirgantara Putra
8. Dimas Prabowo
9. Dewi Maharani
10. Beni Yaksa
11. Jessica
Jangan lupa dukung karya Author ya dengan cara kasih like, komentar dan vote !!
Terima kasih, salam hangat Author untuk pembaca semua !
Novel ini adalah lanjutan revisi dari novel Istri Muda Om Tampan, akun Author yang lama lupa kata sandi nya dan HP Author rusak, jadi novel ini Author lanjutkan di sini saja mengulang dari awal dengan judul baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita September, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Viola berusaha mengontrol kondisinya sekarang, ia menarik nafasnya dalam-dalam, ia memberanikan diri menatap Juna lagi. “Aku memang cantik sejak lahir,” ucap Viola dengan percaya diri.
“Benarkah ? kirain habis operasi plastik,” Juna tersenyum kearah Viola, Juna langsung mengelus kepala Viola.
“Wih, anak kecil ini sudah seperti angsa cantik ternyata, hahaha…” kata Juna lagi.
Deg
Deg
Deg
Jantung Viola berdebar lagi.
“Ini gak boleh terjadi ! jika aku ingin aman aku harus menjauh darinya ! aku gak ingin ketahuan punya penyakit sindrom patah hati, aku takut gak bisa mengontrol detak jantungku,” batin Viola. Viola membuang pandangannya lagi, ia tidak berani menatap mata Juna.
“Kok kamu aneh ? kamu gak papa kan ?” Juna terlihat kwatir melihat Viola terdiam dan tidak memandangnya.
“Aku gak papa om, om aku lupa kalau aku sibuk, aku harus beli pernak pernik buat datang ke konser Justin Pattision nanti malam ! aku gak jadi jalan sama om, aku duluan om ?” Viola langsung mengambil tas kecilnya di sofa, ia masih tidak berani menatap mata Juna. Ia langsung kabur seribu langkah.
“Dasar cewek aneh, kenapa aku selalu gak bisa menebak jalan pikirannya, menyebalkan !” Juna terlihat kesal.
“Padahalkan aku pengen jalan sama dia, astaga ! kenapa aku begini, harusnya aku senang dong terbebas dari dia ? kok aku sedih dia pergi, otak ku kayanya gak beres ?” Juna mencoba tidak memperdulikan situasi ini.
“Daripada aku sibuk mikirin dia mendingan aku ke kantor pak William mengurus kontrak itu bersama Natasha, aku kan bukan pengangguran yang selalu punya waktu untuk jadi babunya !” Juna mencoba menepis perasaannya. Ia juga pergi dari salon kecantikan itu.
Terlihat di luar Viola berjalan dengan sangat cepat sehingga tidak memperhatikan arah depan, ia tampak berkaca-kaca.
“Aku ingin sembuh ! tapi aku gak berani mengikuti saran dokter-dokter itu ! apa yang harus kulakukan ? bagaimana mungkin aku melakukan saran itu saat melihat mata itu saja sudah membuat aku tersiksa karena gairah ini membuat aku takut ?” Viola benar-benar kacau.
Viola manghentikan langkahnya di zebra cros, ia seperti tidak punya semangat, orang-orang sudah mulai menyebrang jalan namun ia hanya berdiri saja tanpa melakukan apapun. Viola tidak menyadari kalau dari tadi ada mobil yang tengah mengikuti. Mobil hitam itu berhenti tidak jauh dari tempat Viola berdiri. Pemilik mobil itu adalah Natasha. Natasha dari tadi mengawasi Viola dan Juna.
“Meskipun mereka berdua tidak saling mengingat tapi perasaan mereka ternyata tidak bisa di bohongi ?” Natasha masih mengawasi Viola. Dia menyunggingkan senyum penuh kelicikan.
“Yang satunya hilang ingatan sampai terkena sindrom patah hati dan yang satunya lagi amnesia total seperti orang bodoh, dan yang lebih penting lagi, si pahlawan sudah mati terbakar di gudang serta tidak meninggalkan jejak sedikitpun, saudara kembarku ! jika kamu tidak sok pahlawan malam itu maka kamu pasti masih hidup sampai sekarang,” Natasha sangat senang karena dua orang yang ia awasi ini tidak menyadari bahwa dialah yang membuat hidup mereka kacau.
“Sepertinya aku tidak perlu kwatir lagi ? dua sejoli yang saling mencintai kini bagai orang asing yang tidak mungkin bersatu,” ucap Natasha lagi.
Ting
Juna mengirim pesan ke HP Natasha.
From Presdir
Urusanku dengan si tengil rese itu sudah selesai, aku akan bersamamu menemui tuan William siang ini !
Setelah membaca pesan Juna, Natasha pun membalasnya.
From Natasha
Baik Presdir, saya sudah siapkan semuanya, setengah jam lagi saya akan menjemput Presdir di hotel.
Setelah membalas pesan Juna, Natasha pun melajukan mobilnya.
Sementara itu di Indonesia sekarang sedang tengah malam, namun Jonas dan Naina masih belum tidur juga di ranjang mereka. Karena tak kunjung mengantuk Jonas tiba-tiba memikirkan sesuatu.
“Sayang ?”
“Ada apa mas ?” jawab Naina.
“Apa kamu ingat setelah Juna kecelakaan 5 tahun yang lalu ?”
“Tentu saja mas, karena kecelakaan itu dia amnesia total, sejak amnesia dia jadi aneh dan suka tidur sama cewek jadi-jadian, menyebalkan,” decak kesal Naina.
“Mas masih penasaran sayang, apa benar Juna cuma kecelakaan tunggal ?”
“Kenapa mas ? kita kan sudah sama-sama tau gara-gara kadar alkohol dalam tubuh Juna tinggi makanya dia menabrak pohon besar di pinggir jalan itu sampai tumbang, aku juga tidak menyangka ternyata malam itu Juna mabuk-mabukan sambil menyetir mobil,” Naina tidak curiga sedikitpun tapi entahlah kenapa di dalam hati Jonas masih ada yang mengganjal.
“Benar juga sih sayang, oh ya sayang apa kamu sadar kalau selama Juna amnesia dia sudah tidak dekat lagi dengan Viola ? dulu mas ingat sekali kalau Viola paling senang ke rumah kita buat gangguin Juna tapi Juna malah senang atas kedatangan Viola, sampai-sampai mas dulu berpikir kalau mas akan berbesanan dengan Micko, hahaha…”
“Aku masih ingat mas, Viola juga sering minta aku ngajarin dia masak, bahkan aku sering dengar dari mulut Viola kalau dia benar-benar pengen cepat besar buat jadi istri Juna, Viola benar-benar mengingatkan aku dengan diriku dulu, kami benar-benar sama, tapi sayangnya…”
“Kenapa sayang ?”
“Mas ?”
“Ya sayang ?”
“Di malam Juna kecelakaan, apa mas juga ingat kalau di malam itu juga Ratasha meninggal akibat kebakaran gudang ? sampai sekarang penyebab kebakaran gudang itu belum di temukan, bahkan polisi juga belum tau kenapa Ratasha bisa berada di sana, dan lebih aneh lagi Viola di temukan tidak sadarkan diri di taman yang agak jauh dari gudang, kok bisa ya mas Viola dan Juna sama-sama hilang ingatan di malam yang sama pula ? semenjak mereka hilang ingatan, mereka sudah tidak akrab lagi,” Naina memang merasa ada kejanggalan tapi Naina tidak pernah menyadari peristiwa tragis yang sebenarnya. Meskipun Jonas dan Naina mengira Juna dan Viola tidak akrab lagi tapi mereka tidak tau saja kalau Juna dan Viola sering jalan-jalan saat di luar negeri.
Tidak ada orang yang tau mengenai Juna yang amnesia total karena Jonas tidak ingin kelemahan Juna ini di manfaatkan oleh orang lain. Hanya Jonas dan Naina yang tau kondisi Juna.
“Mas sebenarnya merasa aneh akan peristiwa malam itu tapi itu cuma dugaan mas aja, bahkan polisi pun masih belum bisa menyimpulkan hasil penyelidikannya,” Jonas menghela nafas pelan.
“Sudahlah mas, dari pada kita memikirkan hal yang tidak-tidak sebaiknya kita tidur saja yuk mas, sudah tengah malam nih !” ajak Naina.
“Ayo sayang !” Jonas lalu memeluk Naina erat, mereka mencoba menutup mata lalu tertidur lelap.
karyamu hebat🙏🙏
buat lebih gregetan lagi /Scream//Scream/
bakalan tantra gak bisa dapat bukti.
sia2
ntah lah gimna
merinding aku bacanya
terlalu monoton..ngulang inimah cerita bpk nya