NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:727.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rena Risma

Cerita untuk 17+ ya..

Chika terpaksa harus menerima sebuah perjodohan dari orangtuanya. Perjodohan yang membuat Chika menolaknya mentah-mentah, bagaimana tidak? Dia harus menerima pernikahan tanpa cinta dari kakak pacarnya sendiri.

Kok bisa? Chika berpacaran dengan Ardi tapi dinikahkan dengan kakaknya Ardi yang bernama Bara. Seperti apa kelanjutan pernikahan tanpa cinta dari perjodohan ini? Mampukah Bara menakhlukan hati Chika? Lanjut baca Kak..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rena Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Bara berpamitan dengan semua anggota keluarganya, dia menarik tanganku agar mengantarnya keluar rumah. Sampai didepan rumah Bara berbalik kearah ku, tangannya mengusap rambutku lembut.

"Jaga dirimu baik-baik, jangan pernah beri kesempatan pada adikku Ardi untuk mendekatimu. Aku mencintaimu, " senyum Bara sambil masuk kedalam mobilnya.

Aku tersenyum menatap Bara yang melambaikan tangan kepadaku. Setelah Bara pergi, aku masuk kembali kedalam rumah itu.

Ibu tersenyum mendekat ke arahku, membawa sebuah dokumen ditangan kanannya.

"Chika, tolong Ibu nak! Antar kan dokumen penting ini ke kantor Bara, ini dokumen yang akan digunakan Bara untuk meeting hari ini." senyum ramah Ibu.

Aku diam sejenak, mematung ditempat tanpa pergerakan sedikit pun. Kenapa bisa sampai ketinggalan? Apa Bara benar-benar meninggalkan dokumen penting itu? Atau ini hanya caranya agar aku menemuinya di kantor?

Aku mengambil dokumen ditangan Ibu, sambil berjalan menuju kamar. Aku mengganti bajuku, dengan kemeja putih lengan pendek dan celana bahan hitam.

Tapi, tiba-tiba Ibu masuk kedalam kamar memberikan baju lain kepadaku.

"Pakai baju yang ini Chika, " kata Ibu sambil tersenyum.

"Tidak Ibu, baju ini terlalu mewah untuk aku pakai." Aku menatap sekilas dress cantik yang dibawa Ibu Bara.

"Pakailah, aku mau Bara terkesima menatapmu nanti, " tawa Ibu sambil mendorongku masuk kedalam kamar mandi.

Tak lama aku keluar dari kamar mandi, aku menatap diriku di cermin. Ibu Bara langsung berdiri, membantuku merias wajah.

"Sudah selesai, kau cantik sekali Chika!" tawa Ibu sambil menata rambutku. Aku berjalan keluar kamar, disusul Ibu dibelakang.

"Ingat Chika, berikan yang terbaik untuk Bara!" senyum Ibu sambil meminta seorang supir mengantarku ke kantor Bara.

Sepanjang perjalanan aku menatap jalan raya yang cukup ramai, sampai tiba-tiba ponselku berdering.

"Halo.."

"Sayang, dokumen penting ku tertinggal dimeja makan tadi. Bisa kau antar ke kantorku segera?" ucap Bara ditelepon.

"Aku sudah dijalan, tadi Ibu yang memintaku mengantarnya, " kataku.

"Ibu? " tiba-tiba Bara tertawa.

"Kenapa? Apa ini lucu?" kataku kesal.

"Ini ulah Ibuku! Tadi pagi Ibu meminjam dokumen itu tidak tahu untuk apa, lalu aku lupa membawanya." kata Bara.

"Mungkin ini rencana Ibu, agar kau selalu ada bersamaku, " tawanya terdengar sangat senang.

"Sudah ya, aku sudah sampai didepan kantormu, " ucapku sambil mematikan sambungan telepon.

Aku keluar dari mobil, lalu masuk kedalam kantor itu. Aku menatap ke sekeliling kantor itu, terlihat para karyawan yang sedang bekerja. Aku benar-benar bingung saat itu, sampai seorang satpam menyapaku dengan sopan.

"Maaf mbak, mbak ini cari siapa? Kok kelihatan bingung sekali? " tanya satpam.

"Saya mau mengantarkan dokumen ini untuk mas Bara. Eh, maksud saya Bapak Bara, " senyumku.

"Oh, Pak Bara. Mbak ini siapanya Pak Bara?" tanya satpam.

Kenapa harus bertanya sedetail itu sih? Masa aku harus menjelaskan kepada satpam kalau aku ini istrinya Bara. Tidak, aku malu!

"Saya pelayan Pak Bara!" kataku sambil tersenyum.

"Pelayan? Masa sih mbak? Mbak ini lebih cocok jadi istrinya Pak Bara daripada jadi pelayannya, " tawa satpam itu.

"Tapi saya benar-benar pelayannya Pak, saya titip dokumen ini untuk Pak Bara, " ucapku.

"Mbak gak mau temuin langsung orangnya?" tanya satpam.

"Tidak usah."

"Kenapa? Pak Bara sudah ada dibelakang mbak itu, " tunjuk satpam.

Aku menoleh kebelakang, sepasang mataku melotot menatap keberadaan Bara yang tepat di wajahku. Dia tersenyum manis padaku, tangannya menarik tubuhku mengarah berhadapan dengannya.

Degup jantung ku sangat keras saat itu, apa dia dengar apa yang ku katakan pada satpam tadi?

Bara masih diam menatap ke arahku, aku bahkan tidak bisa membaca tatapan matanya itu. Apa dia marah padaku? Apa dia akan memukulku, karena aku malu mengakui kalau dia suamiku?

"Pelayan macam apa yang berani melakukan hubungan liar bersama tuannya? " bisik Bara sambil memainkan tangannya di wajahku. Senyumnya benar-benar membuat aliran darahku berhenti seketika. Semua karyawan menatap kearah kami, Bara memeluk tubuhku erat.

"Satpam, apa yang tadi nona ini katakan padamu?" tanya Bara diiringi dengan senyum.

"Nona ini hanya menitipkan dokumen untuk Bapak. " kata satpam itu.

"Bukan itu, yang lain!" pinta Bara.

"Mbak ini bilang kalau dia pelayan di rumah Pak Bara." kata satpam itu.

"Lalu? Apa kau percaya?"

"Tentu tidak Pak. Mbak ini lebih cocok jadi istrinya Pak Bara daripada jadi pelayan." tawa satpam.

Bara kembali tersenyum menatap kembali kearah ku, aku benar-benar takut Bara memarahiku didepan karyawannya. Bara memeluk tubuhku sambil berbisik di telingaku.

"Aku mau kau menjelaskan statusmu yang sebenarnya pada mereka." bisik Bara.

"Apa? Tidak mas, aku malu!" bisikku.

Bara melepaskan pelukannya, lalu mendekat kearah satpam tadi.

"Tadi dia bilang apa? Coba kau ulangi, " kata Bara, membuat semua mata tertuju pada mereka.

"Mbak ini bilang kalau dia pelayan mu Pak!" kata satpam sambil menundukkan kepalanya.

"Pelayan malam ku. Tepatnya, wanita ini istriku!" senyum Bara, membuat wajahku seketika memerah.

Para karyawan mulai berbisik mengenai hubungan kami, entahlah apa yang dibicarakan mereka tentangku.

"Maaf Pak, Bu, saya benar-benar tidak tahu." kata satpam.

"Bukan salahmu, istriku ini memang sangat pemalu, " senyum Bara sambil menarik tanganku masuk kedalam kantor itu.

Aku berjalan pelan menuju ruang kerja Bara, aku menatap sekeliling ruangan mewah itu.

"Aku pulang ya!" pintaku pada Bara.

"Aku mau kau disini menemaniku, " katanya.

"Tapi.."

Bara mendekat kearah ku, lalu meletakkan jarinya ke bibirku.

"Kenapa kau tidak mau mengakui aku sebagai suamimu? Apa kau malu, karena aku bukan laki-laki yang kau cintai?" tanya Bara dengan suara lembut.

"Bukan, tapi.."

"Tapi apa?"

"Aku takut mereka tidak percaya padaku, jika aku katakan hal yang sebenarnya."

"Kenapa?"

"Karena kau itu tampan, aku malu takut mereka mengira aku mengada-ada!"

Seketika wajah Bara mendekat kearah wajahku, bibir merah itu lagi-lagi membuat aku bernafsu memburunya. Tidak Chika, ini kantor! Kendalikan dirimu, tutup matamu agar kau tidak perlu melihat bibir manisnya itu.

"Kenapa kau memejamkan mata? Apa kau tidak ingin menatap wajahku?" tanya Bara.

Aku langsung membuka mataku, tersenyum menatap kearah Bara. Andaikan saja kau tahu, aku sangat takut sekali menatapmu. Takut jika aku tidak bisa mengendalikan diriku bila menatap bibir manis mu itu.

"Kenapa? Apa arti senyum itu? Apa kau sedang menggodaku sayang, " kata Bara diiringi tawa.

"Hah, tidak! " aku sontak kaget mendengar kata-kata dari bibir Bara.

"Kenapa wajahmu jadi panik? Sayang, jangan takut! Aku sudah bilang, aku tidak akan melakukan apapun tanpa izin darimu, apalagi ini di kantor. Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu takut sayang!" kata Bara.

Tiba-tiba pintu diketuk, Raina masuk kedalam ruangan Bara. Bara masih pokus menatapku tanpa perduli dengan kehadiran wanita itu.

"Sebenarnya apa yang membuatmu sangat tertarik menatap wajahku, sampai kau menatapku seperti itu?" tanyaku pelan. Raina yang ada di ruangan itu ikut mendengarkan percakapan kami.

"Karena kau istimewa, wanita pertama yang mengenalkan aku dengan cinta." senyumnya.

Aku sangat bahagia mendengar itu, tapi bahagiaku cukup ku sembunyikan didalam hati saja.

"Ehem, " suara Raina membuat Bara menatap kearahnya.

"Ada apa?" tanya Bara.

"Maaf Pak, semua sudah menunggu Bapak diruang meeting, " kata Raina sambil tersenyum.

Tapi wanita itu hanya tersenyum pada Bara, lain halnya dengan ku. Setiap menatap kearah ku, dia selalu pasang wajah sangar. Kenapa? Apa dia benar-benar menyukai Bara?

"Sayang, tunggu sebentar disini!" kata Bara.

"Tidak, aku mau pulang," kataku.

"Disini sebentar, biar Raina yang menemanimu!" ucap Bara memohon.

Aku hanya mengangguk, menatap Bara yang meninggalkan aku bersama wanita itu. Wanita itu tersenyum sinis kearahku, matanya menatapku dari atas sampai ujung kaki. Apa sih yang sedang dilihatnya?

"Kau pasti bahagia dicintai oleh Pak Bara," wanita itu angkat bicara.

"Tentu. "

"Apa yang kau lakukan, hingga Pak Bara menikahi mu? Apa kau memberikan tubuhmu, atau kau menjebaknya dengan cara licik?" tawa Raina begitu merendahkan aku.

Aku hanya diam, menatap kearah wanita itu tanpa bicara. Wanita itu tertawa keras, sambil menepuk tangannya berkali-kali.

"Hebat! Kau benar-benar hebat. Setidaknya kini kau sudah menjadi istri Pak Bara. Dasar wanita murahan!" ucapnya lagi.

Aku benar-benar tidak perduli dengan ucapan wanita itu, biarkan saja! Biar dia lelah sendiri, biar bibirnya kering karena terlalu banyak bergosip.

"Kenapa kau diam? Apa semua kata-kataku itu benar? Kau menjebak Pak Bara agar menikah denganmu, " kata Raina sambil menatap tajam kearah ku.

Aku tersenyum sambil duduk di sofa, wajahku beralih menatap wanita itu.

"Dasar wanita penggoda, wanita murahan!" wanita itu terus memakiku dengan kata-kata yang sangat menyakitkan.

"Kenapa? Apa kau menyukai suamiku?" satu kata yang mampu membungkam mulut wanita itu.

"Tidak, aku hanya.." kata Raina gugup.

"Tidak usah dijelaskan, aku bisa lihat dari caramu menatap suamiku. Kau cinta padanya kan?" ucapku terdengar tegas.

"Benar-benar sangat mencintainya." jawab jujur bibir Raina.

"Harusnya kau tidak hadir dalam kehidupan Bara, harusnya aku yang memiliki Bara. Bukan kau!" wanita itu menunjuk wajahku dengan jarinya.

"Bodoh, yang kau cintai itu suamiku!" kataku dengan santai.

"Dia milikku, hanya akan menjadi milikku!" teriak wanita itu.

Aku cukup geram dengan wanita itu, aku memilih pergi meninggalkan kantor Bara. Aku pulang ke rumah Bara naik taksi, setidaknya aku bisa menghindar dari wanita bernama Raina itu.

Tetap beri dukungan untuk author ya,🙏

Tinggalkan jejak Komen, Like atau Jempol, Vote sebanyak-banyaknya, dukung author agar terus lanjutkan cerita.

Terimakasih ❤️❤️❤️

1
Mari Anah
masa istri sah takut sma pelakor yg cmn jdi sekertaris sih🙄🙄
Mari Anah
chika jg oneng,d srh diem d kamar mlh keluar,udh tau d situ jg ada ardi🤦‍♀️kejadian perkosaan bkln keulang lgi klo g pindah rmh,,trs itu ibu sma bp y kmna dah pas kejadian itu,masa ardi d gebukin sma bara smp g kedengeran gtu🤦‍♀️🤦‍♀️
Mari Anah
yaaaahh gtu ajah udh ngeperrrr duluan,hajar tuh si reina,bibit pelakor
Mari Anah
lagian si bara,apa engga kepikiran gtu bwt tinggal d apertemen gtu misal y,soal y klo msh bareng udh pasti bkln ketemu ardi tiap hari,mlh bikin g tenang jg kan
Ita Lestari
sumpah ini cerita model apa si baru x baca novel begini ya x bercinta dengan kakak dan adiknya jg kesel bgt
Ita Lestari
Cemen bgt jd bini lawan dong segitu doang nyalinya apa masih berharap sama masa lalu
Kamti Rohali
udah tak kasih hadiahnya ya kak voters (❁´◡`❁)(❁´◡`❁)
0316 Toiyibah,S,Pd.
tak ada yg tak mungkin kalau allah berkehendak
Anonymous
Kesel ama tingkah Chika dia merelakan dipeluk dicium dan selingkuh ama Ardi tp ga pernah bsa menerima bara salah sedikitpun.
Rhojak Jhi
ko ceritanya menguras emosi dan air mata,cikako gitu plimplan
Rika Maksum
aaah pingin yg ky bara😍😍
jihan silvia
disini janggal bgt ceritanya. tau fia mandul. tau utu jebakan tp kena tipu juga kan tingal.minta test DNA
Dian Lestari
setres saya bacanya ada yg pembantu yg cara bicaranya kurang sopan sama majikan
Dania
💜💜💜💛💛💛💚💚♥️💕💕💕💝🖤🖤🖤❤️❤️💙💗💗🌷💖💖🖤🖤❤️❤️💙🖤🖤💗💗🌷💖🖤🖤🖤♥️♥️💛🖤🖤🖤🖤🖤💜💛💛💚💚🖤🖤🖤🖤🖤🖤❤️💙💙🖤🖤🖤🖤💖💖🌷🌷💗🌷💖💖🖤🖤🖤
Dania
💜💜💜💜🖤🖤🖤🖤🖤💛💛💛💛❤️❤️❤️❤️💙💙💙💙💝💝💝💚💚💚♥️♥️💕💕🌷🌷🌷🌷💖💖💖💗💗🖤🖤💛💛💛💛💖💖💖🌷🌷💗💗💗💗💜🖤💛💙💙💝💝❤️❤️💛💛🖤🖤💚💚♥️♥️♥️💕💕💝💙❤️🖤🖤🖤❤️💙
Dania
🖤🖤🖤💜💕💛💛❤️❤️💙💝💝♥️♥️💚💚♥️♥️💝💙❤️💛💕💜🖤🌷💖💗💗💚♥️💝💙❤️🖤🖤🖤💜💕💕💛❤️♥️♥️♥️💚💚💝💙❤️💛💛🖤🖤🖤💜
Dania
💜💜💜💜💕💕💕💛💛💛💕🖤🖤🖤🖤❤️💙💙❤️💗💖💖🌷🖤🖤🖤💝💝💚💚🖤🖤🖤♥️♥️💝🖤🖤🖤❤️💙💙❤️🖤🖤💛💛💕💜🖤🖤🖤🖤
Dania
Aku juga ga mau dijodohin
Pokoknya aku ga mau .............................

Tapi Kalo Ganteng, Baik, keren 👍👍👍 Aku mau 😂😂😂
Rena Karisma: 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ndung
d tunggu season 2,
Farsdik Wind
Baperrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!