Yosa sanjaya, dia selalu pergi tanpa memberitahukan elena, yosa senang keluar rumah dan bersenang-senang dengan teman-temannya .walaupun dia baru saja pulang dari kantor.
Elena merasa dirinya adalah wanita yang sangat menyedihkan, Laki-laki yang menikahinya tidak sama sekali mencintainya. elena tahu mereka tidak menikah karena didasari oleh cinta tapi keinginan orangtua mereka.
Dringg.
"Ada apa kau menelpon, aku sibuk jangan menggangguku.
Belum sempat elena berbicara, yosa sudah menutup telponnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa Sardin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Santoso Gunawan
Santoso, berfikir dengan keras untuk mencari jalan bagaimana menyelamatkan perusahaannya yang sedang diambang kehancuran. dia tidak berfikir perusahaan yang dia kelolah selama 3 tahun, akan hancur semudah ini. Sambil memegang kepalanya yang ingin ikut pecah karena memikirkan Perusahaannya. Sekretarisnya hanya ikut mengamati bosnya yang lagi berfikir karena dia sudah menyampaikan apa yang telah terjadi kepada perusahaan ini.
Dia juga tidak tahu, harus melakukan apa jika perusahaan sudah terbilang ingin hancur.
Tiba-tiba ponsel, sekretarisnya berbunyi.
"Halo, Apa kenapa harus begitu. kata sekretaris pak santoso. dia sangat terkejut.
"Kenapa, Siapa itu menelpon ? kata pak santoso.
"Ini pak, sekretaris pak burhan. sambil mematikan telponnya, lalu kembali berbicara pada Bosnya.
"Dia bilang apa. kata pak santoso penasaran
"Dia bilang, dia akan membantu perusahaan kita, jika anda menikahkahkan putri anda denganya.
"Apa dia tahu aku mempunyai seorang putri, dari mana, aku tidak pernah membicarakan putriku didepannya lalu dia tahu bahwa perusahanku mempunyai masalah. pak santoso heran.
"Saya juga tidak tahu pak, selama ini kan kita selalu menutupi tentang putri anda, dan tidak pernah memberanika diri membahas putri atau keluarga anda pak. kata sekretaris itu kepada pak santoso
Pak santoso, memang tidak pernah membahas keluarganya, walaupun itu teman kepercayaan atau dengan rekan-rekan kerjanya. apalagi putrinya, dia sangat keras kepada putrinya, pak santoso melakukannya supaya putrinya aman. karena pak santoso mempunyai banyak orang yang tidak suka kepadanya semenjak dia mendirikan sebuah perusahaan. Dan takut itu akan berdampak buruk kepada keluarganya.
"Lalu kita harus bagaimana pak, pak burhan tahu masalah perusahaan kita. Dan kita tahu pak burhan orangnya sangat licik. Yang selalu ingin membuat bapak jatuh. kata sekretaris itu kepada pak santoso.
"Ada jalan, yang bisa membebaskan kita dari manusia licik itu. Aku tidak rela putriku jatuh ditangannya, menikahkan dia dengan putriku, menjadika anakku istri mudanya apa dia tidak malu anaknya juga berumur sama seperti anakku. Dan akupun tidak akan membiarkan dia berani ikut campur diperusahanku. kata pak santoso dengan wajah yang sangat marah.
Lalu Santoso dengan raut marah, melangkahkan kakinya keluar dari ruangnya. sekretaris itu mengikutinya dari belakang. dengan fikiran bertanya-tanya.
Apa yang akan dia lakukan, jalan keluar apa yang dia ingin lakukan.
Sekretaris itu, membukakan pintu mobil untuk pak santoso mengarahkannya masuk kedalam mobil. pak kemalpun juga ikut masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraannya.
Pak santoso, menghembuskan sedikit nafasnya berharap bahwa ini adalah jalan terbaik untuk keluarganya.
"Selamat siang pak, apa anda sudah punya janji dengan tuan kami. kata seseorang itu dengan nada bertanya, dia pengawal dirumah ini.
Rumah Tuan Sanjaya Dermawan.
"Aku belum buat janji dengan tuanmu, tapi aku sangat ingin bertemu dengan Tuan Dermawan. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan. kata pak santoso
"Maaf kalau begitu pak, silahkan anda tunggu ditempat duduk disana. Saya akan masuk untuk memberitahukan Tuan Sanjaya. kata pengawal itu sambil menunjukkan santoso tempat duduk.
Lalu pengawal itu masuk, tidak lama pengawal ini keluar.
"Mari pak saya antar, tuan mengizinkan anda menemuinya. kata pengawal itu.
Santosopun masuk dengan hati yang sudah cukup matang bahwa apa yang akan dia lakukan bisa berjalan dengan baik.
Dia baru ingin menujuk ketempat duduk, Tuan sanjaya pun sudah muncul lalu tersenyum.
Sanjaya Dermawan, dia orang sangat kaya dan terkenal dikota ini, begitupun dinegara-negara lain. tapi dia selalu terlihat ramah dan baik kesemua orang, dia tidak pernah melihat derajat seseorang jika ingin berbicara. menghormatinya seperti juga orang sangat menghormatinya.
"Apa kabar, pak santoso. sudah lama kita tidak bertemu. dia langsung menyapa pak santoso lalu tersenyum mengulurkan tangannya ke pak santoso.
"Saya baik, Tuan. Bagaimana dengan tuan sendiri ? sambil tersenyum lalu mengulurkan tangannya juga kepada tuan sanjaya.
"Beginilah yang anda lihat, aku kesepian anak-anak ku semua sibuk, berkerja dan sekolah. sambil tertawa.
Istri, Tuan sanjaya sudah lama meninggal dikarenakan sakit keras. dia terkena kanker otak. tapi semenjak istrinya meninggal dia tidak berfikir menikah lagi, dia sangat mencintai istrinya .
"Kau kenapa baru kesini, semenjak kau memutuskan keluar dari perusahaan ku dan memilih membangun perusahaan sendiri. kata tuan sanjaya heran.
"Perusahaanku sekarang diambang kehancuran tuan, dan aku tidak tahu harus bagaimana lagi, kalau bukan ketuan sanjaya. aku sangat memikirkan keluargaku bagaimana mereka akan hidup kedepannya, sementara anak-anakku masih sekolah. kata pak santoso dengan raut wajah yang sangat sedih.
"Kenapa perusahaanmu begitu cepat hancur, apa kau tidak mengurusnya dengan baik, akukan dulu sudah bilang aku akan berkerja sama dengan perusahanmu. tapi kau malah menolakku dengan alasan kau ingin mandiri. kau itu adalah orang kepercayaanku, kau sudah aku anggap saudaraku sendiri.
Pak santoso, meneteskan air matanya. dia tahu begitu berjasanya tuan sanjaya baginya.
"Aku juga tidak tahu, tuan aku sudah berkerja keras untuk perusahaanku. Dan tiba-tiba saja perusahaanku akan hancur.
"Sudahlah, kau tidak usah menangis seperti anak kecil, yang merengek meminta permen kepada kakaknya. Tuan sanjaya menepuk bahu pak santoso untuk memenangkannya .
Santoso, hanya terdiam sambil menepiskan air matanya, dia sangat malu sudah menangis didepan tuan sanjaya.
"Bagaimana kabar anak dan istrimu ? kata Tuan sanjaya mengalihkan pembicaraan.
"Mereka baik-baik saja, Tuan. sekarang putriku kuliah disalah satu fakultas dijakarta ini. Dan anak laki-laki ku juga sudah bersekolah, disekolah smp unggulan. sambil menatap tuan sanjaya.
"Wah tidak terasa anak-anakmu sudah besar, putrimu pasti sangat cantik, kau tidak ingat kalau aku kerumahmu aku akan bermain dulu dengan putrimu. dia sangat lucu waktu itu dan pasti sekarang dia besar dengan kebanggaan, karena melihat ayahnya yang hebat ini. sambil tersenyum kepada santoso
"Minumlah, kau pasti haus sudah menangis. kau membuang air matamu sia-sia, kau harus menjaganya . itu adalah air mata yang sangat berharga. kau harus tetap menjaganya dengan baik. Hidupmu tidak akan berakhir dengan menyedihkan, kau harus percaya itu.
Tuan sanjaya, selalu memberikan pak santoso semangat. itu karena dia sudah menganggap pak santoso seperti adiknya sendiri.
Minuman yang dari tadi diantarkan oleh pelayan, dan serta kue. pak santoso dan tuan sanjaya . mereka mempunyai selera yang sama. mungkin karena pak santoso sering makan bersama dulunya. lalu menyukai makanan yang sama dengan tuan sanjaya sukai.
salam dari "Ketemu Jodoh Siswa Ibu Kos".
"Hubungan Jarak Jauh"
jika berkenan mampir ya.... ditunggu