Demi balas budi atas kebaikan kakak tirinya dan juga pengorbanan ibu tirinya yang sudah merawat dia selama ini.Cahaya terpaksa menikah dengan kakak iparnya yang berbuka dua yang sangat menyiksa hatinya
Apakah masih ada harapan Cahaya bisa keluar dari pernikahan yang menyiksa hatinya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7 Datang ke pesta ulang tahun ibu mertua
Sejak pulang dari rumah sakit, Cahaya mengurung diri di kamar.Sementara Ratna sudah berpenampilan rapi dengan gaun mewah yang ia gunakan untuk pergi ke pesta ulang tahun ibu mertuanya.Ia akan menemui Cahaya dengan mendorong kursi rodanya untuk sampai ke kamar Cahaya yang tak jauh dari kamarnya.
Tok....
Tok....
Tok....
Mendengar suara ketukan pintu, Cahaya langsung bangkit dari ranjang lalu memastikan siapa yang ada di luar.
"Siapa?"
"Buka pintunya! Ini, kakak," sahut Ratna menunggu Cahaya membuka pintu.
Kemudian Cahaya berjalan ke arah pintu lalu membukanya." Ada apa, kak?" tanya Cahaya dengan wajah yang sembab karena sudah banyak air mata yang di keluarkan.
"Ibu mertua kita mengadakan pesta ulang tahun.Ia ingin kamu hadir di pesta ulang tahunnya," ucap Ratna sambil menatap Cahaya." Kau habis menangis, ya?"
"Tidak."
"Jangan bohong! Kau habis menangis karena memikirkan, Hans, bukan?" tanya Ratna dengan penuh penekanan.
"Bukan Kak, aku hanya ----"
Seketika itu suasana jadi hening saat Cahaya melihat Reyhan masuk ke kamarnya.Sementara Ratna tertuju pada kotak segi empat berwarna kuning yang ada di tangan suaminya.
"Apa yang kamu bawa itu,Mas?" tanya Ratna dengan rasa penasaran.
"Oh..ini gaun.Ibu memberikan untuk Cahaya supaya memakai gaun ini," jelasnya dengan menyodorkan kotak yang berisi gaun mewah kearah Cahaya.
Sementara Ratna yang mengetahui gaun itu dari ibu mertuanya tentu saja ia cemburu pada adik tirinya itu.Ia sudah lama menikah dengan Reyhan, tapi tidak pernah tuh mendapat gaun dari ibu mertuanya.
Sebenarnya Cahaya ingin menolak gaun tersebut hanya ia tidak bisa melakukan itu karena gaun itu pemberian ibu mertuanya.Ia sangat menghargai ibunda dari Reyhan yang begitu baik selama ini pada dirinya.
"Mas, kita tunggu Cahaya di ruang tamu saja.Biarkan ia berganti pakaian," Ratna mengajak suaminya keluar dari kamar Cahaya.
Padahal Reyhan masih ingin berada di kamar Cahaya.Tapi pria itu tidak bisa menolak acakan Ratna.Oleh sebab itu ia mendorong kursi roda istrinya keluar dari kamar tersebut lalu masuk ke dalam lift menuju ke lantai paling bawah.Itulah salah satu keistimewaan rumah pria itu karena memiliki lift di dalam rumah hingga ia tidak perlu bersusah payah untuk melewati anak tangga yang akan menyusahkan ia sendiri karena kondisi Ratna lagi lumpuh.
Setelah mareka berdua pergi, Cahaya berganti pakaian dengan menggunakan gaun pemberian ibu mertua yang membuat ia terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna putih bling-bling yang melekat di tubuhnya.Ia semakin anggun dan cantik dengan bentuk tubuh yang seksi.
Setelah berdandan,Cahaya segera turun ke bawah menemui Reyhan dan Ratna melewati anak tangga.
Hingga Reyhan menatap Cahaya turun dari tangga sampai pria itu tidak mengedipkan matanya sama sekali karena terpesona dengan kecantikan Cahaya membuat hatinya semakin tak karuan.
Ratna yang duduk di kursi roda menatap ke arah suaminya.
"Apa segitu cantiknya Cahaya, Mas? Sampai kamu menatap dia seperti." Gumam Ratna yang lagi cemburu.
"Ahemm...." Ratna sengaja deheman agar suaminya itu tidak selalu memandangi Cahaya.
Seakan Reyhan melupakan kalau Ratna sekarang ada di sampingnya karena terlalu fokus ke arah Cahaya.
"Mas! Mas Reyhan!" panggil Ratna pada suaminya yang terus menatap Cahaya.
"Iya,apa kamu memanggilku?" ucap Reyhan spontan.
"Jika Mas terus menatap Cahaya.Kapan kita pergi ke pesta ibu? tegur Ratna yang lagi kesal.Entah kenapa ia cemburu melihat suaminya menatap Cahaya begitu dalam.
"Siapa bilang aku menatap ,Cahaya? Aku itu menatap Bi Inah yang lagi ngepel lantai," jelas Reyhan yang sudah ketahuan oleh Ratna tapi masih saja ngeles.
"Sudahlah, Mas.Ayo kita berangkat!" Ratna tidak ingin berdebat dengan suaminya yang akan membuat nanti ia terlambat datang ke pesta ulang tahun ibu mertuanya.
Sementara Cahaya hanya diam, ia tidak ingin tahu kenapa Reyhan menatap dirinya.Ia masih kesal pada suaminya itu yang telah mengambil kesuciannya secara paksa.
Sampai akhirnya mareka tiba di pesta ulang tahun ibu mertuanya yang di adakan di gedung bintang.
Soya yang melihat Cahaya langsung mendekat." Aduh...cantik sekali menantu ibu ini," sanjung Soya kepada Cahaya di depan Ratna.
" Terima kasih atas gaun yang ibu berikan," ucap Cahaya yang sangat bersyukur masih ada yang peduli terhadap dirinya.
Sementara Ratna mendorong kursi rodanya lalu mendekati sang mertua lebih dekat.
"Ini kado untuk mu, Bu!" Ratna mengulurkan tangannya lalu memberikan kado itu pada ibu mertuanya.
Bukannya menerima kado itu dari Ratna,Soya justru mengajak Cahaya pergi." Cahaya, Ibu mau kenalin kamu pada teman ibu.Biar mareka pada tahu kalau kamu itu menantu ibu yang paling cantik," singgung Soya dengan sengaja di depan Ratna.
Cahaya tidak enak hati pada saudara tirinya itu hingga wanita itu menatap arah pada Ratna berulang kali.Namun, tangannya terus di tarik hingga tidak bisa berbuat apa selain pergi dari hadapan Ratna.
"Sayang, ibu emang sedikit cuek terhadap kamu.Tapi sebenarnya dia sayang sama kamu sebagai menantunya," Reyhan mencoba berikan pengertian pada Ratna supaya tidak bersedih.
"Aku ngerti kok, Mas.Kenapa ibu bersikap seperti itu? Karena aku lumpuh." Pikir Ratna padahal nyatanya tidak seperti itu.
Soya bersikap tidak suka pada Ratna karena tidak bisa hamil, bukan karena dia lumpuh.
"Bukan seperti apa yang kamu----"
Saat ingin mengatakan sesuatu pada Ratna.Seorang pria datang menghampiri mereka membuat Reyhan tidak bisa melanjutkan perkataan ia di depan pria itu."
"Apa kabar,Pak Reyhan?" Sapa kolega bisnis Reyhan yang datang ke pesta ulang tahun ibunya.
"Baik!"
Ratna membiarkan mereka berbincang.Ia memilih pergi dari hadapan Reyhan lalu mendekati pelayan yang bertugas di pesta ulang tahun ibu mertuanya.
"Mbak, tolong berikan aku minuman Anggur merah itu!" pinta Ratna pada pelayan.
"Jangan Nyonya! Ini minuman mengandung alkohol," ucap sang pelayan.
"Tugas kamu hanya pelayan di sini.Cepat berikan minuman itu pada ku!" Ratna sampai mendesak pelayan itu untuk di berikan minuman Anggur merah itu padanya.
Pelayan terpaksa mengikuti keinginan Ratna karena ia tahu wanita itu adalah menantu dari Soya yang punya acara.
"Ini Nyonya." Pelayan itu memberikan minuman itu pada wanita itu dengan sedikit ragu.
"Gitu dong dari tadi."
Ratna pun mengambil tanpa ragu lalu mencoba menuangkan Anggur merah itu ke dalam mulutnya.Namun, seorang pria datang lalu menarik minuman itu dari tangan Ratna sehingga minuman itu jatuh.
Bruk...
Mendengar suara pecahan, Cahaya segera mencari keberadaan Ratna begitu pula dengan Reyhan.
"Kondisi kakak ini sedang lumpuh, tidak boleh minum minuman yang mengandung alkohol." tegur pria itu yang ternyata adalah Hans yang juga datang ke pesta ulang tahun Soya.
Reyhan melihat Ratna di marahi oleh seorang pria, ia pun segera mendekat."Ada apa ini? Kenapa anda memarahi istri ku, hah..?" Bentak Reyhan yang kesal karena pria itu bertindak kasar pada istrinya.
" Justru Hans peduli terhadap aku, Mas!" Ratna membela pria itu di depan suaminya.
"Hans!
Cahaya terkejut melihat Hans ada di pesta ulang tahun ibu mertuanya.Apalagi pria itu sedang berhadapan dengan Reyhan.Bagaimana kalau Reyhan sampai tahu kalau Hans adalah mantan kekasihnya.
"Cahaya,kamu juga di sini?" Hans tidak menyangka Cahaya akan datang ke pesta ulang tahun teman ayahnya.
" Tunggu dulu! Kalian berdua mengenal pria ini?" tanya Reyhan yang kini penasaran dengan pria itu.
Namun,Cahaya dan Ratna tidak merespon ucapan suaminya.Ia hanya saling bertatapan mata satu sama lain.
"Kenapa kalian diam? Bicaralah!" Reyhan kembali bertanya kepada istrinya.Tapi Cahaya dan Ratna masih memilih diam.
sudah setuju juga menikah meski dipaksa.
Lagian klo kamu beneran sayang kamu gak akan keberatan melihat sdh begitu jauh kamu berbuat baik sampe ninggalin kulaih.
Kakakmu bukqn sebatqng kara ada ibu kandungnya dan ada suaminya yg harusnya bertanggungjawab penuh pd istrinya,
besarnya sayangmu itu salah karena sampe mengabaikan diri sendiri.