NovelToon NovelToon
Mendadak Khitbah

Mendadak Khitbah

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Ulsyah Musyarofah

Ardan, seorang dosen tampan yang menjadi penerus keluarga Adinata sedang menatap pada seorang gadis yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya.

Gaun yang dikenakan olehnya menunjukkan bahu dan leher jenjang milik Sasha, membuat jiwa lelaki Ardan meronta. Namun ia harus menahan segala hasrat yang sedang mencapai puncaknya, karena mengingat akan kontrak pernikahan yang membatasi sentuhan fisik diantara mereka.

Pernikahan mereka yang akan berlangsung dalam beberapa hari tersebut diakibatkan kebohongan yang dilakukan Ardan dan membuat seluruh keluarganya percaya bahwa Sasha adalah kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka dimulai?

Happy reading guys

follow ig author
@kak.ofa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Ulsyah Musyarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-Gara Pesanan Kue

Paradise Residence, sesaat setelah Ardan dan Sasha keluar dari rumah mewah Komplek Bangau - Paradise Residence.

Semua orang tertegun melihat Ardan menggandeng Sasha. Bahkan Bu Selvi saja belum tahu jika Ardan dan Sasha saling mengenal. Mona, wanita yang hendak dikenalkan Bu Selvi pada adik sepupunya nampak menahan malu dan tak suka pada Sasha. Namun ia harus menahan diri dan tak boleh menunjukkan rasa tak sukanya.

"Apa mereka jadian ketika di kampus?" Tanya Mona pada Selvi.

Siapapun yang ada disitu tak menjawab.

"Mona sayang, kami sama sekali tidak tahu jika Ardan sudah memiliki pacar. Tapi biasanya, Ardan itu hanya mengaku-ngaku. Dan itu sudah terjadi sejak dulu, jadi mungkin Sasha hanya dibayar Ardan untuk menjadi pacarnya, saya harap kamu tidak membenci mereka ya" ungkap Nyonya Nasyilla berharap.

Memang benar apa yang dikatakan Nasyila, sudah beberapa kali Ardan membayar perempuan untuk menjadi pacar sewaannya agar dapat menghindar dari perjodohan.

"Karena Ardannya pergi, gimana kalo kamu jalan-jalan ke danau bangau sama aku aja!" ucap Selvi pada rekannya, bagaimanapun juga ia yang mengajak Mona kemari jadi ia merasa tak enak pada rekannya.

"Ah gausah sel, aku pulang aja" tolak Mona.

"Ah kalau begitu, biar supir yang mengantar kamu ya, tante jadi ga enak" tawar Nasyila selaku tuan rumah sekaligus orang tua Ardan.

"Iya gapapa tante, saya juga kesini sebenarnya untuk sekalian bersilaturahmi pada keluarganya Selvi, masalah Ardan, mungkin dia masih belum mengenal saya..."kata Mona "...anterin gue ke depan dong sel!" sambungnya.

Setelah Mona pergi, Selvi menghampiri Nasyila.

"Tante apa gak aneh dengan Ardan?" Tanya Selvi.

"Ya, aneh! Kalo emang punya pacar kenapa baru ngomong sekarang, apa emang bener guru les Abi cuma bayaran?" Ungkap Nasyila heran.

"Gini tante! Pertama, Ardan baru sekitar seminggu disini, dia pasti baru kenal dengan Sasha. Kedua, pacar bayaran Ardan itu biasanya orang terkenal, artis, model, lah ini, Sasha itu anak kecil baru umur 19 tahun dan dia cuma orang biasa" jelas Selvi.

Nasyila hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

"Tapi Sasha orang Indonesia, Sel. Kultur wanita Indonesia berbeda dengan pacar bayaran Ardan yang bukan orang Asia. Aku tau cara yang pas untuk menguji kesungguhan Ardan" Ucap Nasyila sambil tersenyum penuh semangat.

Selvi mengernyitkan dahi tak mengerti dengan maksud tantenya.

"Tante butuh bantuan kamu untuk menjalankan rencana tante" ucap Nasyila lagi.

"Apa yang bisa kulakukan tante?" Tanya Selvi.

"Kamu mengenal Sasha dan keluarganya?" Tanya Nasyila balik.

"Dia anak yang baik, dia mudah sekali untuk dekat dengan Abi, aku punya CV nya yang diberikan dari yayasan penyalur guru privat. Selain itu, aku tidak pernah mencari tahu" jelas Selvi.

"Suruh orang mencari tahu informasi tentang Sasha sedetail mungkin, melihat dari perilakunya, sepertinya dia anak baik-baik. Tapi kita tetap harus menyelidikinya" pinta Nasyila.

"Baik tante!" Selvi langsung pergi dan menghubungi orang kepercayaan untuk mencari informasi tentang Sasha.

*****

Ardan yang baru tiba di rumahnya, langsung menuju ke kamarnya. "Assalamu'ala'ikum, Ardan pulang ma!" Sahut Ardan saat ia melihat Nasyila di ruang tengah, namun Ardan tak berniat menghampiri mamanya untuk memberi penjelasan.

"Sepertinya kamu pandai memilih calon istri ya Ardan! Setelah mama mencari tau, ternyata Sasha begitu berbeda dengan para perempuan yang kamu bawa dulu" ucap Nasyila pada anaknya. Ia tahu meskipun Ardan hanya melewatinya, namun Ardan pasti tetap mendengar perkataannya.

Ardan tertegun menghentikan langkahnya, namun ia tak berbalik menemui mamanya.

"Papa pasti senang jika mendengar berita ini, mama suruh papa cepat pulang karena mama tak sabar membahas kelanjutan hubunganmu dengan Sasha " Sambung Nasyila.

Ardan yang mendengar perkataan ibunya kali ini langsung berbalik, dan berpura-pura memasang wajah bahagia.

"Ardan senang jika mama bisa menyukai Sasha, tapi biar Ardan dan Sasha sendiri yang menentukan bagaimana hubungan kita ke depannya" jawab Ardan dengan lembut namun dia seakan mencegah mamanya agar tidak mengambil tindakan mengenai hubungannya dengan Sasha.

"Apa kamu tidak suka jika mama memberi tahu papa?" Selidik Nasyila.

"Buka begitu ma, silakan mama memberi tahu papa, keluarga yang lain, bahkan seluruh dunia pun. Ardan akan senang jika banyak orang juga menyukai Sasha menjadi pasangan Ardan seperti mama, tapi tolong jangan bahas apapun tentang kelanjutan hubungan kita, karena..."

"Karena?"Tanya Nasyila

"Karena... Karena Ardan sudah punya rencana sendiri untuk Sasha" Jelas Ardan gugup.

"Oh... begitu! Baguslah" jawab Nasyila singkat. Ia yakin ada yang janggal mengenai Ardan. Namun ia yakin, rencana yang ia lakukan kali ini, akan membuat Ardan tak mampu berbohong lagi tentang hubungannya dengan seorang perempuan.

*****

Perumahan Wijaya Kusuma

Sasha masih tidak bisa memejamkan matanya, setelah menyelesaikan pesanan kue, ia memutuskan untuk beristirahat.

Namun sialnya, pada pengiriman kue terakhir yang ia kirim untuk Tsabiya di rumah Dosennya, Darius. Ia malah harus bertemu kembali dengan Ardan.

Sasha tidak mau mengambil hati akan perkataan Ardan yang mengaku sebagai pacarnya di depan keluarga Ardan. Ia berusaha untuk menyadari akan posisi dan status dirinya.

Namun entah mengapa, saat melihat Ardan di rumah Darius tadi, jantungnya berdegup kencang tak beraturan. Perasaannya seakan menuntut Ardan untuk memberi penjalasan. Hanya saja ia menyadari, bahwa ia tak punya kuasa untuk melakukan itu.

Kini ia hanya bisa memikirkan bagaimana caranya nanti saat ia harus berhadapan dengan Ardan di kampus. Apalagi ia merupakan koordinator stand kewirausahaan yang akan sering berinteraksi dengan dosen kewirausahaan yang tak lain adalah Ardan.

Sasha berbaring sambil menatap layar handphone nya, dia membuka aplikasi whysapp dan melihat nomor whysapp milik Ardan. Tanpa sengaja dia mengetuk poto profil Ardan dan melihatnya, dan tak ia sadari wajahnya menjadi bersemu merah hanya karena melihat poto dosennya tersebut. Saat ia menyadari apa yang ia lakukan, ia langsung menutup handphone nya dan menyimpannya di atas nakas di samping kasurnya.

Sasha mencoba berbalik dan memeluk guling, dan tiba-tiba suara pesan masuk pada ponselnya membuatnya buru-buru berbalik dan mengambilnya.

'Assalamualaikum, Sha. Tsabiya mau chese cake buatanmu. Tolong besok pagi kamu buatkan ya! Saya akan ambil sebelum berangkat ke kampus'

"Hmm, pak Darius" gumam Sasha. Entah apa yang ia harapkan dari pesan yang datang itu, namun ia nampak kecewa.

Tak seperti biasanya, Sasha akan bersemangat setiap kali mendapat pesanan dari Darius, walaupun duda namun tak bisa dipungkiri Darius cukup tampan untuk menjadi populer dan digandrungi para gadis. Namun entah mengapa, kali ini Sasha tak merasa sesenang itu mendapat pesanan dari Darius.

'Waalaikumsalam. iya pak'

Sasha membalas pesan singkat tersebut.

*****

Keesokan harinya

Seperti biasa Sasha melakukan rutinitas paginya, dan kali ini ditambah membuat pesanan chese cake milik Tsabiya. Sebelum jam 6, Sasha sudah selesai mengerjakan semuanya. Dan kini ia tinggal bersiap untuk pergi ke kampus seperti biasa.

"Assalamu'alaikum" Terdengar salam dari luar rumah.

"Waalaikumsalam" jawab Yati, ibu tiri Sasha.

"Sasha nya ada bu?" Tanya orang tersebut.

Mendengar namanya disebut Sasha langsung lari dari kamarnya, karena ia sedang berdandan untuk pergi ke kampus.

"Pak Darius ya?..." Sasha berteriak sambil berlari membawa sekotak kue "... padahal saya baru mau berangkat pak, bapak tidak perlu mengambilnya kemari" lanjut Sasha.

"Ini kuenya pak" kata Sasha saat ia memberikan kuenya pada Darius.

"Kamu mau berangkat ke kampus Sha?" Tanya Darius.

"Iya pak, ini udah siap kok. Makanya tadi bilang sekalian mau anter kue ke tempat bapak!" Jawab Sasha.

"Ada Tsabiya nunggu di mobil, sepertinya dia akan senang jika kamu berangkat bersama kami" tawar Darius pada Sasha.

"Aah, saya naik sepeda saja pak!" Tolak Sasha karena merasa sungkan.

"Kak Sasha, naik mobil bareng kita ya" tanpa disadari, gadis kecil yang sedari tadi bosan menunggu papanya dalam mobil pun turun.

"Tsabiya kok turun?" Tanya Darius.

"Pengen nyusul papa" jawab Tsabiya dengan polosnya.

"Kak Sasha bareng ya" pinta Tsabiya kembali.

"Kami tidak memaksa, tapi saya harap kamu jangan merasa sungkan pada kita, Sha" ucap Darius sambil tersenyum.

"Oh, ya! Ini uang untuk kuenya!" Darius memberikan sejumlah uang untuk membayar kue.

"Kak Sasha ikut ya!" Pinta Tsabiya lagi, kali ini ia menghampiri Sasha sambil menggelayut di tangannya.

"Jadi Sasha, mau berangkat dengan kita? Hari sudah semakin siang" kata Darius mengingatkan.

Akhirnya Sasha tak bisa menolak dan berangkat bersama Darius untuk pergi ke kampus.

*****

Bersambung...

1
Indriyani_ Indry
jln ceritanya bgs,singkat,padat,dan jelas.
penokohannya jg pas.
walaupun ini karya perdana sang author,tp novel ini bgs menurut sy.
semoga utk ke depannya KK author lebih sukses lg dgn menghasilkan karya2 trbaiknya.
Yunerty Blessa
𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗸 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗻𝘆𝗮..
𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..
Yunerty Blessa
𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮..
Fuji Yana
bagus bnget...
Yunerty Blessa
bagi kesempatan Sasha..
Yunerty Blessa
sedihnya..
Yunerty Blessa
makanya jadi suami tegas sedikit Ardan..
Yunerty Blessa
pasti karna Sania makanya seperti itu
Yunerty Blessa
teman suami seperti pelakor
Yunerty Blessa
Sania lagi..
Yunerty Blessa
buat kacau saja c delivery..
Yunerty Blessa
lanjut
Yunerty Blessa
seperti nya pak.ardan juga memang suka sama Sasha cuma malu mengakui..
Yunerty Blessa
jika kau mencintai Sasha darius.. lepaskan lah biarkanlah Sasha bahagia bersama Ardan..
Yunerty Blessa
kalau kau masih cintakan Sania Ardan baik kau lepaskan Sasha..kasian dia.
Yunerty Blessa
jika kau tak mencintai Sasha lepaskan dia... jangan buat dia tergantung tanpa tali..
Yunerty Blessa
seperti nya kedua nya punya perasaan tapi sulit mengutarakan
Yunerty Blessa
kalo memang Ardan tidak mencintai Sasha..ya lepaskan saja biarkan Darius yang membahagiakan nya
Yunerty Blessa
sakit nya seperti diabaikan..
Yunerty Blessa
sabar Darius..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!