Ternyata 8 tahun bersama tidak menjamin cintanya bisa berpaling padaku, Aku tetaplah kalah dengan cinta pertamanya.
Maafkan Aku yang memilih menyerah, bukan karena aku tidak mencintaimu tapi aku lelah, lelah berjuang sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bekerja
Jemima sudah menginjakkan kakinya di kantor megah milik bos PH Felix Entertainment.
“Gak usah kagum begitu, kamu kan tahu sendiri dari kecil aku memang sudah kaya raya” Kian kembali menyombongkan dirinya.
Jemima menggerutu dalam hati. Kian memang suka membanggakan diri seperti ini. Tapi Jemima sangat yakin dan percaya kalau Kian adalah orang yang baik.
“Kamu tahu alasan kenapa aku memilihmu?” tanya Kian kemudian. Wajahnya nampak serius tidak slengean seperti tadi.
“Bukannya kamu bilang karena pengikutku lumayan?” sahut Jemima.
Kian menggelengkan kepala.
“Bukan, 5 kandidat lain juga pengikutnya sangat banyak. Bahkan ada yang sudah dari artis terkenal” jawab Kian.
“Lalu?” Jemima juga penasaran kenapa tiba-tiba dia ditawarkan ini.
“Karena aku perlu wajah baru” jawab Kian sambil membuka pintu ruangannya. Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan ruangan kerja Kian.
Jemima pun menganggukkan kepala.
“Anggap saja kantor sendiri” ucap Kian dan meminta Jemima untuk duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
Jemima menurut, dia duduk sambil mengedarkan pandangan. Menilai betapa mewahnya ruangan tersebut. Kian menuju meja kerjanya dan mengambil paperbag yang memang sudah ada disana.
“Ini, pakai” pinta Kian sambil memberikan paper bag pada sahabatnya itu.
“Kita akan latihan pengambilan gambar dulu, kamu ganti dengan ini” ucap Kian pula.
“Ayo ke lokasi” ajak Kian.
“Katanya ganti baju?” Jemima bingung karena Kian seperti tidak fokus.
“Maksudku ganti di lokasi, kamu bawa aja dulu bajunya. Oonya dari dulu gak berubah” Kian geleng-geleng kepala.
“Makanya bicara yang jelas” protes Jemima.
Kian kembali tertawa. Senang sekali rasanya melihat Jemima kesal.
….
Jemima sudah mengganti baju dan didandani oleh MUA yang memang bekerja khusus untuk Felix Entertainment. MUA yang juga seorang konten kreator dan Jemima sangat mengidolakannya.
“Kian, bolehkan kalau aku memvideokan proses makeup ini?” Jemima bertanya pada Kian yang setia menemaninya di sana.
Apa dia tidak sibuk? Batin Jemima.
“Boleh” jawab Kian dengan tersenyum.
Mua yang bernama Jessy itu mendandani Jemima dengan lihainya. Duo J itu tampak akrab padahal ini merupakan pertemuan pertama mereka. Mungkin karena sama-sama terjun menjadi influencer.
“Boss pintar memilih Talent, kamu cantik banget. Body mu oke. Sangat-sangat menjuallah” puji Jessy.
“Terima kasih Kak Jes, tapi itu berlebihan sekali” Jemima malu karena dipuji seperti itu. Tapi memang Jemima sebenarnya cantik. Wajahnya ada gen campurannya karena Ibunya memang berasal dari luar negeri. Warna bola matanya biru, Rambutnya coklat alami dan juga lekuk tubuhnya begitu indah. Walau sudah pernah melahirkan tapi dia tetap terlihat langsing.Tapi begitu melihat Inez, Jemima akan merasa minder karena kenyataannya Agam lebih dulu menyukai Inez daripada dirinya.
“Kamu tahu sendiri pilihanku selalu bagus kan Jessy” Kian kembali membanggakan dirinya.
“Iya benar boss” Jessy menimpali.
Tak berapa lama Jessy pun selesai merias Jemima. Jemima disulap berkali-kali lipat lebih cantik. Mirip seperti barbie hidup. Kian pun sampai tidak bisa berkedip. Dia tidak menyangka kalau Jessy bisa menyulap Jemima seperti ini.
Gaya makeup dengan wajah Jemima sangat cocok. Tak heran kalau pengikut Jessy sangat banyak, dia memang sangat pintar merias wajah orang.
Fotografer dan kameramen sudah siap dengan tugasnya. Mereka akan mengambil gambar untuk iklan guna mempromosikan projek terbaru ini. Untung saja Jemima memang sudah terbiasa berada di depan Kamera jadi dia bisa terlihat natural.
Dari tempatnya Kian memperhatikan dengan tersenyum.
“Kamu memang cantik sekali. Sayang sudah menjadi milik orang” gumamnya dalam hati.
….
Jemima baru selesai shooting jam 7 malam. Padahal rencananya tadi hanya meeting, tak tahunya malah langsung shooting promo. Bahkan tadi dia meminta tolong Papanya untuk menjemput Carel di sekolah sehingga Kian mengantar Jemima ke rumah orang tuanya.
“Kian, terima kasih ya sudah repot-repot mengantar” ucap Jemima saat mereka sudah sampai di depan rumah orang tua Jemima.
“Iya sama-sama, rumahku yang baru kan di dekat rumahmu. Aku tidak ditawari masuk?”.
Jemima tertawa. Temannya ini memang sedikit tidak tahu malu.
“Ini bukan rumahku lagi, sana pulang” Jemima mengusir sambil tertawa.
“Kurang asem, sudah diantar sekarang di usir pula” ucap Kian pura-pura merajuk.
Jemima hanya tertawa saja.
“Sana pulang” bukannya merasa bersalah dia malah mengusir sekali lagi temannya itu.
“Lho kok Kiannya di usir?” Felicia, Ibu dari Jemima datang.
Kian langsung menghampiri dan mencium punggung tangan wanita yang sudah dianggap seperti Ibunya sendiri.
“Lihat lah tante kelakuan putri tante, sudah diantar jemput sekarang diusir” ucap Kian mengadu.
Jemima sendiri hanya tertawa.
“Dasar tukang ngadu” ucap Jemima.
“Jangan di dengarkan nak, Ayo masuk” ucap Felicia sambil merangkul Kian untuk masuk ke dalam rumah. Kian menjulurkan lidah pada Jemima dan dibalas dengan delikan mata olehnya.
Jemima tidak ikut masuk, dia lebih dulu menghubungi Agam dan mengabari kalau hari ini dia akan pulang terlambat. Untungnya Agam tidak marah dan menerima alasan Jemima.
Tidak lama Jemima di rumah orang tuanya, Dia tidak ingin Agam merasa kesepian di rumah. Tapi Kian malah menawarkan tumpangan lagi dengan alasan rumahnya yang searah. Tak ada alasan juga untuk dia menolak maka malam itu Jemima dan Carel diantar pulang oleh Kian.
Saat sampai di depan rumahnya, bertepatan dengan Agam yang baru saja tiba.
“Terima kasih karena sudah repot-repot mengantar, mau mampir dulu?” tawar Agam.
“Tidak, aku masih ada urusan” tolak Kian.
“Kian terima kasih ya” ucap Jemima dengan tersenyum manis. Dia masih memakai pakaian saat dia shooting. Walau langit sudah gelap tapi pantulan kecantikan Jemima masih terlihat jelas. Kian tidak bisa menutupi rasa kagumnya. Dia terdiam ketika Jemima mengucapkan terima kasih.
“Ayo bilang terima kasih sama , Om” Agam memberi tahu putranya.
“Thank You Om, Kian” ucap Carel.
Mendengar ucapan terima kasih dari Carel menyadarkan Kian dari kekagumannya.
“Sama-sama, Pamit dulu semuanya” balas Kian lalu meninggalkan rumah itu. Agam menggendong putranya memasuki rumah, sedangkan Jemima mengikuti dari belakang.
“Padahal aku sudah cantik begini, kenapa Papa tidak terpesona sedikitpun?” gumam Jemima dalam hati. Dia sengaja tidak menghapus riasan agar Agam memujinya tapi ternyata Agam tidak merespon sama sekali. Dia bahkan terlihat biasa-biasa saja.
Jemima hanya bisa menghela nafas panjang.
“Memang susah mempunyai suami yang tidak romantis”.
Carel langsung beristirahat karena tadi di rumah Oma Opanya dia sudah makan. Jemima dan Agam sendiri langsung mandi bersama. Sebenarnya Agam yang lebih dulu di kamar mandi, tapi karena Jemima tidak tahan kebelet pipis, dia pun ikut masuk ke dalam kamar mandi. Padahal masih ada kamar mandi lain. Sebenarnya itu hanya alasan Jemima agar bisa mandi bersama sang suami.
Bersambung...
ini pendapat ku 🙂