NovelToon NovelToon
Terpaksa Jatuh Cinta Lagi

Terpaksa Jatuh Cinta Lagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pelakor / Beda Usia / POV Pelakor / Pihak Ketiga / Keluarga & Kasih Sayang / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 5
Nama Author: Arkayna

Ani Atmodjo (57th) adalah konglomerat terkemuka pemilik Permata Group. Memberikan tugas khusus untuk Nayla Wibowo (21th) mahasiswi yang terpaksa cuti kuliah karena ingin membantu ibunya terlepas dari lilitan hutang.

Tugas khusus Nayla adalah menjadi pelakor di pernikahan Zayyan Atmodjo (33th) dan isterinya Tamara (32th). Zayyan adalah putera tunggal Ani Atmodjo.
Dan Nayla juga harus menjauh dari Yoga Atmodjo (33th) saudara sepupu Zayyan.

Tamara tidak tinggal diam ketika mengetahui ada pelakor yang di tugaskan mertuanya untuk menghancurkan pernikahannya dengan Zayyan. Berbagai cara di gunakan untuk menjauhkan Zayyan dari Nayla.

Sebenarnya Zayyan sudah mengetahui dari awal tujuan kehadiran Nayla menjadi salah satu sekretaris nya. Awalnya dia sangat murka namun berubah menjadi suka.
Kehadiran Nayla membuat Zayyan kembali mengingat bayangan-bayangan masa lalu yang terlupakan olehnya, hingga akhirnya dia jadi sangat membenci Tamara dan mencari cinta sejati yang sesungguhnya.

Namun ketika Zayyan menemukan cinta sejatinya, dia harus merelakannya kembali pergi.
Dan terpaksa jatuh cinta lagi...

Follow IG : ar_kayna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkayna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa dia

“Wow...wow..wow. Ada apa ini?, sepertinya seru sekali.” Ucap seseorang mengejutkan ku dan Zayyan.

Zayyan langsung melepaskan tangannya dariku. Dan aku sangat bersyukur Tuhan segera menjawab doaku dengan mengirimkan seorang pria yang juga cukup tampan ini.

“ Mau ngapain lo?.” Tanya Zayyan kesal kepada pria itu. Sepertinya hubungan mereka kurang baik.

“ Lah gue mah beneran kerja, habis ambil data audit marketing di ruangan audit komisaris tadi. Bukannya habis bermain-main dengan wanita cantik...” ucap pria itu sambil melirik kearahku penasaran.

“ Hai cantik, sepertinya kita belum pernah bertemu ya?. Apa kamu karyawan baru disini?.” Tanya pria itu kepadaku.

“ Cantik...cantik, masih aja lo gak bisa jaga sikap di depan karyawan.” Ucap Zayyan kesal melarangku menjawab pertanyaan pria itu dengan kembali menarik tanganku.

Pria itu malah tertawa lepas melihat kelakuan Zayyan.

“ Hahaha, bagaimana kabar Tamara?.” Tanya pria itu dan Zayyan langsung melepas tangannya lagi.

“ Dia baik-baik saja, kenapa?.” Tanya Zayyan balik.

“ Oh syukurlah, sebenarnya baru semalam sih gue ketemu sama dia juga di star club.” Ucap pria itu mengejutkan Zayyan.

Zayyan langsung menarik tanganku lagi masuk kedalam lift. Segera meninggalkan pria tersebut.

Sebenarnya aku masih sangat penasaran siapa pria itu. Dia mampu mengimbangkan keangkuhan Zayyan dengan sikap santainya.

“ Pak Zayyan.” Panggilku pelan. Ketika kami sudah sampai di lantai 21.

Zayyan tidak menjawab panggilan ku, dia malah berjalan keluar dari lift menuju ruangan kami. Dengan tangannya yang masih memegang tanganku.

Aku sadar seluruh mata karyawan di lantai khusus direksi ini menatap kami. Ingin rasanya aku menarik tanganku dari Zayyan. Tapi genggamannya begitu kuat. Dia masih menarik tanganku untuk mengikuti langkahnya.

Hingga kami masuk kedalam ruangan direksi utama. Didalam ruangan ini ada meja kerja ku dan Shinta dengan sofa dan meja untuk tamu menunggu dan beberapa lemari dokumen yang besar-besar. Setelah itu baru didalamnya lagi ruangan kerja direktur utama.

Zayyan masih memegang tanganku dan Shinta juga bingung melihat kami. Zayyan masih menarikku masuk kedalam ruangannya juga.

Kemudian melepaskannya ketika dia memutuskan untuk duduk di kursinya sambil merebahkan sedikit kepalanya kesandaran kursi kerjanya yang besar.

Dia memegang kepalanya beberapa kali seperti sedang menahan rasa sakit.

“ Maaf pak, apakah bapak baik-baik saja?.” Tanyaku jadi khawatir dengan keadaan Zayyan.

“ Keluar dari sini.” Perintah Zayyan tidak menjawab pertanyaanku.

“ Tapi pak...”

“Keluar!!!” Teriak nya keras dan aku langsung meletakkan jas nya di gantungan kemudia lekas berjalan cepat meninggalkan nya sendiri di dalam ruangan.

“ Dasar aneh.” Gerutuku ketika berhasil keluar dari ruangan angker tadi.

Shinta melihatku dan tertawa pelan.

“ Apa memang seperti itu kelakuannya.?” Tanyaku penasaran kepada Shinta.

“ Hahaha, nanti juga lama-lama kamu terbiasa.” Ucap Shinta kemudian merapikan beberapa dokumen dan laptonya.

“ Hmm, kakak mau kemana?.” Tanyaku penasaran.

“ Siap-siap. Sebentar lagi kita meeting laporan bulanan dewan direksi di ruangan meeting utama komisaris.” Beritahu Shinta.

“ Aku bagaimana kak? Tidak ikut kan...” tanyaku lagi. Karena ini hari pertamaku masuk, dan aku tidak tahu harus melakukan apa di ruangan meeting nanti.

“ Ikut Nay, kamu duduk disamping ku saja.” Beritahu Shinta sedikit membuatku lega.

Pikiranku kembali teringat akan pria tadi. Siapa dia, dan kenapa ketika dia menyebut habis bertemu dengan isterinya Zayyan di Star Club kemudian Zayyan langsung menghindar darinya. Aku tahu Zayyan sedang memendam kemarahannya. Entah kepada siapa, apakah kepada pria tadi atau isterinya, Tamara.

Seketika aku langsung kepo googling di hp ku tentang star club. Tempat seperti apa itu.

Baru saja membuka google di hp ku suara telpon di meja kerja ku berbunyi.

Aku bingung dan Shinta memberikan ku kode untuk segera mengangkatnya.

Siapa yang menghubungiku...Jangan Zayyan.

Aku pun mengangkat gagang telpon tersebut dan terdengar suara berat Zayyan dari sana.

Deg...

“ Kemari.” Perintah Zayyan dan langsung menutup telponnya.

Aku kembali menatap Shinta, mau apa lagi pria galak itu memanggilku masuk keruangan angker nya itu.

**

Zayyan Pov

Aku masih penasaran dengan sosok Nayla. Sebenarnya siapa gadis cantik itu, kenapa ibu begitu memperlakukannya dengan special. Ibu tidak pernah seperti itu sebelumnya.

Aku harus bertanya kepadanya apa tujuannya bekerja di sini sebagai sekretarisku. Semoga dia mengatakan semua dengan jujur.

Pintu ruangan ku terbuka. Dan gadis itu masuk kedalam ruangan ku dengan sikap gugup nya lagi.

Kadang dia terlihat gugup seperti itu tapi kadang juga terlihat tegas kepadaku. Namun berada di samping nya seperti aku merasakan sesuatu yang aneh, membuatku semakin penasaran apakah dahulunya kami pernah saling kenal.

Nayla sudah berdiri di depan kursiku.

“ Duduk.” Pintaku kepadanya dan dia langsung duduk di sofa.

“ Masih ada waktu 15 menit. Jelaskan kepada saya...bagaimana kamu bisa masuk kerja di perusahaan ini?.” Tanyaku dan Nayla terlihat terkejut. Dia kembali menatapku. Entah apa yang di pikirkan nya. Tatatapan matanya itu cukup membuat jantungku sedikit berdebar. Entah kenapa aku jadi ingin terus menatapnya lagi dan lagi.

“ Maafkan saya pak, mungkin saya hanya berlebihan. Tetapi saya memang sangat membutuhkan pekerjaan ini. Saya hanya meminta tolong kepada bu Ani untuk memberikan saya pekerjaan. Dan ibu Ani memberikan pekerjaan ini untuk saya. Untuk membalas kebaikan bu Ani, saya berjanji akan bekerja dengan sungguh-sungguh agar tidak mengecewakan beliau juga.” Jawab Nayla sambil melihat jam dinding yang cukup besar di ruanganku.

Dia sedang menghitung waktu sepertinya.

“ Kenapa kamu butuh pekerjaan?” Tanya ku lagi cukup penasaran.

“ Saya harus mengembalikan semangat ibu saya untuk melanjutkan hidupnya. Karena kehidupannya adalah kehidupanku saya juga. Kami sedang terpuruk dalam segi ekonomi. Itulah salah satu sebab kenapa saya terpaksa cuti kuliah.” Jawab Nayla lagi dengan mata yang berkaca-kaca.

“ Ibu mu pernah kehilangan semangat untuk hidup?.” Tanyaku lagi.

“ Iya pak, beliau pernah berusaha bunuh diri.” Jawab Nayla kembali tertunduk.

“ Lalu bagaimana dengan ayah mu?.” Aku jadi penasaran dengan kehidupan pribadi Nayla.

“ Ayahku masih ada, tapi entah ada dimana. Dia sudah sangat lama meninggalkan kami.” Jawab Nayla lagi berusaha membalas tatapan mataku sebentar kemudian kembali tertunduk.

Sepertinya dia berkata jujur. Dan entah kenapa aku jadi ikut terharu karena cukup lama menatap mata nya dan mendengarkan ceritanya.

Aku melihat jam tanganku. Oke cukup sampai sini dulu.

“ Baik kalau begitu, silahkan balik. Dan siapkan semua materi dengan baik untuk meeting nanti.” Perintahku dan Nayla langsung berdiri sambil menundukan kepalanya ke padaku.

“ Baik pak, terima kasih.” Ucapnya dan berlaku pergi meninggalkan ruangan ku.

Siapa dia sebenarnya?, dan perasaan aneh ini pun kembali muncul.

1
Anjas Badat
maju salah mundur salah inimah
Anjas Badat
kok aq yang deg deg an yaaa
Anjas Badat
keren ih novelnya .. alur ceritanya gak bisa di tebak , jadi deg deg an tiap baca partnya ..
Nafi' thook
pelakor galau
Nafi' thook
Kasihan yoga.
Nafi' thook
Nayla, kamu harus banyak berlatih untuk jadi pelakor
Nafi' thook
dari penasaran jadi cinta beneran
Nafi' thook
waow, rencana yang matang
zha syalfa
hua.h .. luar biasa author ini... selalu ada kisah dibalik kisah...
penuh teka-teki
zha syalfa
bakat play boy tersalurkan dengan baik 😅
zha syalfa
eh. .. ada tamara?
zha syalfa
malah jadi lebih mudah untuk Zay dongs 😆
zha syalfa
ini kok Yoga bisa selalu muncul sih.. luar biasaa 😍
zha syalfa
nasiieeb naseeeeb
zha syalfa
wuih yg dilempar gelas loh, bukan isi gelas..
luar biasa author ini... gua suka gaya elooh
zha syalfa
Reza kok mendadak muncul thor?
Zakia
cerita yg penuh dengan tantangan,,,,, ternyata masalah itu ada karena ada alasan,,,, entah alasan baik atau buruk,,,,, yang didapat
zha syalfa
suka aja kl baca cerita dari sudut pandang lain...
ini kisah tentang pelakor, padahal biasanya kan reader request.. jangan ada pelakor diantara kita ya thor
😉
Nafi' thook
keren banget ceritanya
Nafi' thook
lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!