"Ini semua bukan kemauan aku kan, aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi, hanya saja kesalahan ku dalam memilih pasangan membuat aku terpaksa menerima perjodohan ini,...." Yunda menundukkan kepala nya berusaha menyembunyikan air mata nya yang hampir menetes,
Yuda yang duduk didepan nya hanya memutar bola mata malas, ia sangat benci melihat wanita menangis...
"Ingat Yunda, aku menyetujui pernikahan ini karna papaku, jadi jangan pernah berharap lebih dari hubungan ini,..."Ujar Yuda dengan tegas kemudian berdiri lalu meninggalkan Yunda yang hanya menunduk diam...
Akankah pernikahan kedua adik kakak ini berjalan mulus tanpa hambatan, atau malah akan hancur berantakan karna tidak ada nya cinta antara kedua nya???....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7) Dihina
Yunda terbangun dari tidurnya kala mendengar pintu kamar nya diketuk, lantas ia pun bangun dan membuka pintu, terlihat seorang wanita yang cukup berumur sedang berdiri didepan pintu kamar nya...
"Neng Yunda pak Irfan memanggil Neng Yunda untuk makan siang...."Ujar wanita paruh baya itu dengan sopan...
"Ohh iya katakan pada om Irfan, Maksud ku pada papa mertua aku akan datang sebentar lagi...."wanita yang bernama Marni itu pun mengangguk kemudian berlalu pergi kala Yunda menutup pintu kamar nya....
Yunda masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka dan berkumur-kumur menghilangkan bau mulut sehabis bangun tidur kemudian keluar kamar dan turun kelantai satu untuk ikut makan siang bersama kedua mertua nya...
"Aduh malang sekali nasib putra ku dapat istri yang tau nya hanya diam didalam kamar bermalas-malasan, mau jadi apa nanti rumah tangga nya...."Ujar mama Laras menyindir saat Yunda duduk dikursi berhadapan dengan nya....
"Ma, jaga ucapan kamu, Yunda itu baru disini jangan kamu hina terus papa ngak suka,...."tegur papa Irfan pada istri nya, Yunda diam saja menahan sesak didada nya, ia hanya bisa memaksakan senyum nya kala papa mertua nya memandang sendu padanya....
"Maaf ya ma tadi Yunda ketiduran, Yunda janji kok akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kak Yuda dan akan berusaha juga menjadi menantu yang baik untuk mama sama papa...."Ujar Yunda kala melihat tatapan penuh kebencian dari mama Laras, andai saja Yunda tidak mengingat jika bukan keluarga Om Irfan yang membantu keluarga nya keluar dari rasa malu karna gagal nya pernikahan dia dengan Marko mungkin saja saat ini Yunda telah mengetuk kepala mama Laras dengan sendok...
"Pemalas selama nya akan jadi pemalas...."ujar Mama Laras terus menerus memojokkan Yunda.....
"Ma sudah donk, kamu itu kenapa sih, kamu itu sudah tua seharusnya kamu bisa bersikap baik pada Menantu mu, bagaimana pun Yunda ini telah menikah dengan Putra mu berarti dia juga anakmu...."papa Irfan yang tidak suka dengan sikap istri nya itu segera menegur mama Laras....
"Belain saja terus menantu kesayangan kamu ini mas, tapi ingat sampai kapan pun aku tidak akan pernah menerima dia sebagai menantu ku, aku tidak sudi memiliki menantu yang derajatnya beda jauh dengan kita...."Mama Laras berdiri kemudian meninggalkan meja makan, wanita itu terlihat sangat tidak suka dengan kehadiran Yunda di sana....
"Maafkan mama mu ya nak, jangan dengarkan ucapannya, dia memang seperti itu, asal bicara saja..."Papa Irfan terlihat tidak enak pada Yunda karna perkataan sang istri, Yunda yang tidak ingin membuat ayah mertua nya mengetahui kekesalan dihatinya pun hanya mengangguk pelan dan tersenyum, tipis....
Usai makan siang, Yunda kembali ke kamar, mengambil laptop nya dan mencari lowongan kerja, bertanya pada teman-teman sekitarnya ada tempat kerja yang kosong dikantor mereka....
"Susah juga mencari pekerjaan, sepertinya aku harus lebih giat lagi, aku tidak tau sampai kapan hubungan ku dan kak Yuda bertahan, sebelum aku berpisah dengan nya aku harus memiliki pekerjaan agar nantinya hidup ku tidak terlalu susah...."ujar Yunda penuh semangat,....
Setelah cukup lama mengutak-atik laptopnya, Yunda memilih untuk jalan-jalan dipekarangan, daripada tinggal didalam kamar terus mertua nya mengomel lagi lebih baik Yunda pergi jalan-jalan pikir nya......
"Ehh menantu nya pak Irfan ya, yang kemarin baru menikah?...."seorang ibu yang seumuran dengan mama nya menyapa dengan ramah, Yunda mengangguk dan tersenyum....
"Cantik sekali, beruntung nak Yuda mendapatkan wanita secantik kamu, mari duduk disini kita mengobrol dulu!!..."ibu-ibu yang berjumlah 3 orang itu pun dengan ramah memberikan tempat pada Yunda untuk duduk, Yunda ya tidak ingin dianggap tidak sopan pun ikut duduk dan mengobrol santai dengan ibu-ibu itu......
Hingga jam menunjukkan pukul 3 sore, Yunda pun memutuskan untuk pamit karna takut mama mertua nya akan marah dan menghina nya lagi....
"Besok kesini lagi ya neng, seru kalau neng Yunda juga ikut bergabung,..."
"Insya Allah ya ibu-ibu, saya tidak bisa memastikan nya...."Selepas pamitan, dengan buru-buru Yunda pun pulang....
"Wah belum sehari disini udah keluyuran aja, ngak ingat apa kalau kamu itu banyak yang harus dikerjakan, misalnya membuat Bi Marni untuk memasak supaya kamu ada guna nya tinggal disini...."Yunda menghela napas panjang kala baru saja menginjak teras rumah mama mertua nya keluar dan memarahi nya....
"Kalau Tante ngak suka dengan kehadiran aku disini mending Tante bujuk papa Irfan dan menyuruh Kak Yuda untuk segera menceraikan aku, aku juga ngak Ingin menjadi istri nya kak Yuda kok...."mama Laras terlihat geram kala mendapatkan perlawanan dari Yunda....
"Kamu itu menantu kurang ajar ya, pantas calon suami kamu lari dari pernikahan kalian ternyata sifat kamu enggak bener....."Mama Laras tidak mau kalah, ia terus memaki Yunda yang terlihat emosi...
"Terserah Tante mau bilang apa, Yunda engak perduli, kalau Tante engak suka dengan kehadiran Yunda disini tinggal bujuk papa Irfan untuk memulangkan ku kerumah orang tuaku aku juga tak nyaman tinggal disini...."Yunda memilih masuk kedalam rumah meninggalkan Mama mertua nya yang mengomel pada nya, Yunda tak ingin terpancing emosi yang bisa membuat nya berbuat kasar pada mama mertua nya....
Sesungguhnya Yunda bukanlah orang yang suka melawan atau membangkang tetapi dia dia juga tidak suka jika terus dimaki, Yunda tidak ingin menjadi menantu yang mau ditindas oleh mama mertua nya....
"Aku harus mencari cara agar wanita itu secepatnya keluar dari sini bagaimana pun caranya, bisa-bisa dia mengambil semua harta kami....."Mama Laras tentu sangat geram dengan sikap Yunda padanya....
Yunda menjatuhkan tubuhnya diatas sofa rasanya ingin berlari kembali ke rumah orang tua nya dan menangis keras tapi apalah daya Yunda tak ingin membuat kedua orang tua nya khawatir dan kecewa pada papa mertua nya....
"Sabar Yun, sabar semua akan berlalu dengan cepat jangan cepat menyerah kamu wanita kuat...."Yunda mencoba menguatkan diri nya menghapus air matanya yang menetes kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum ia membantu Bi Marni untuk memasak makan malam....
Yunda tak ingin dianggap sebagai wanita pemalas dan istri yang tak berguna, tentu dia pun sadar diri jika hanya papa mertua nya yang menganggap dia ada dirumah ini maka dari itu Yunda juga harus tau diri, papa mertua nya tak akan selalu ada untuk membela nya di setiap saat maka dari itu Yunda pun harus sadar diri, pikir Yunda.....