Di Novel kali ini Aku membuat 3cerita sekaligus, Namun jangan sawah dulu ya, walaupun ada tiga Cerita di satu Novel namun cerita mereka pendek-pendek ko..
S1. Menceritakan tentang Rumah tangga yang hancur karena suaminya Ternyata selingkuh dengan adik tirinya.
S2. Menceritakan tentang Anak pertama dari Ayu dan juga Bima yang bernama Bayu harus di asingkan kesebuah Desa karena kesalahannya sendiri, namun siapa sangka Di desa itulah Bayu mendapatkan Jodohnya...
S3. Menceritakan tentang Adik Bayu yang bernama Yuma. Cerita Yuma juga tidak akan kalah seru dari cerita Ibu dan juga Kakak nya.
.
.
.
.
Yuk simak cerita mereka..... 🥰♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HATI YANG TERSAKITI
Setelah pertemuan nya dengan Rahmah tadi, Kirana pulang dengan membawa sejumlah Paper bag. Hari ini Kirana belanja Cuma-cuma karena Rahman yang membayar semuanya.
" Ibu " panggil Kirana ketika ia Samapi di rumah. Wajahnya sangat berseri-seri
" Kamu ini kalo pulang ke biasaan pasti teriak-teriak " Tegur ibu
" Hehehe Maaf Bu " Kirana bergelayut manja di lengan sang ibu
" Ada apa dengan wajah mu itu Nak, ko sepertinya terlihat sangat Bahagia sekali " Tanya Ibu
Kirana melepaskan Rangkulannya lalu ia memperlihatkan Paper bag yang ia bawa " Lihat nih Bu. Aku tadi habis belanja dan semua ini aku dapatkan Gratis " seru Kirana dengan semangat menceritakan semaunya kepada sang ibu
Namun Sang Ibu malah memasang wajah Yang heran " Memang nya ada ya, Pria baik di jaman sekarang Nak "
" adalah Bu, ini buktinya aku di belanjain sama Pria itu padahal Aku baru bertemu dengan nya tadi siang, Tidak hanya itu Dia juga juga mengajak Aku Makan siang Di salah satu Restoran mahal Bu " Kirana sangat menggebu-gebu bercerita kepada sang ibu namun ia tidak memberitahukan siapa pria itu kalo Kirana jujur kepada Ibunya Siapa pria yang baik hati itu bisa-bisanya dirinya di gantung di pohon toge oleh sang ibu
" Syukurlah kalo masih ada pria yang baik, Tapi ingat jangan mentang-mentang ia baik lalu kamu bisa memberikan apa saja kepada dirinya " ucap Ibu
" Siap ibu " jawab Kirana " Kalo gitu Kirana ke kamar dulu ya Bu " Pamit Kirana yang langsung pergi ke dalam kamar sambil membawa paper bag.
Ibu yang melihat itu hanya tersenyum " sepertinya sebentar lagi aku akan memiliki mantu baru " Gumam Ibu
~ DI RUMAH
Ayu baru saja pulang dari kantor rasanya sangat lelah apa lagi dari jalan raya ke rumah ibu mertuanya itu cukup jauh " Assalamualaikum Mah.. " Ucap Ayu
" Wa'alaikumsalam.. " Jawab Ibu Astuti " Kamu sudah pulang Ayu "
Ayu mencium punggung tangan sang ibu mertua " Iya Mah. tadi di jalanan macet benget " Keluh Ayu sambil mengusap keningnya
" Segeralah Mandi sebelum Suamimu datang, Jangan Samapi Suamimu bosan hanya karena melihat kamu yang bau " Ucap Ibu Astuti tanpa melirik ke arah Ayu
" Iyah Mah. kalo begitu Ayu permisi ke dalam dulu " Kata Ayu yang di balas anggukan oleh Bu Astuti
" Punya menantu kon kaya gitu, bagai mana Rahman bisa mau Deket dengannya " Keluh Bu Astuti sambil membuang napas nya pelan.
Sedangkan Di kamar Ayu langsung menaruh tas dan juga Handphone miliknya dia tas meja lalu ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak butuh waktu lama untuk Ayu mandi, setelah beres mandi Ayu langsung mengeringkan rambutnya dengan pengering rambut tidak lupa Ayu juga mempercantik diri untuk menyambut sang suami pulang " Mudah-mudahan Mas Rahman seneng dengan penampilan ku " Batin Ayu yang menatap wajahnya di pantulan cermin
Jam sudah menunjukan jam Lima sore Ayu Langsung duduk di depan Pintu ruang tamu untuk menyambut sang suami. Wajah ayu langsung berbinar ketika mendengar suara mobil yang masuk ke pekarangan rumah " Itu pasti Mas Rahman " Gumam Ayu yang langsung berdiri dan membuka pintu
" Mas sudah pulang " Sapa Ayu dengan lembut
" Kelihatannya bagai mana " jawab Ketus Rahman yang langsung memberikan tas kerja kepada Ayu
Ayu mengikuti langkah sang suami " Mas mau mandi sekarang atau nanti? " tanya Ayu
" Apa yang seperti itu saja harus aku jawab, seharusnya kamu mengerti apa yang biasa ku lakukan " Kesal Rahman
" Ada apa ini, kenapa kalian ribut-ribut ". Tanya Bu Astuti yang keluar dari dapur
Rahman mendaratkan bokongnya di sopa " Ini loh mah, Masa ia dia belum tau kebiasaan aku Jika aku pulang kerja padahal pernikahan kita sudah satu Minggu " Adunya kepada sang ibu
Bu Astuti langsung melirik kearah Ayu yang sudah menunduk " Benar yang di ucapkan Rahman barusan? " tanya Bu Astuti
" Maaf mah " Lirih Ayu
" kamu ini menjadi seorang istri saja tidak becus bagai mana suamimu bisa betah di rumah jika baru pulang kerja kamu sudah membuat ulah " Kini Giliran Bu Astuti yang memarahi Ayu padahal Ini hanya hal sepele.
" Ini yang bikin aku gak betah di rumah Mah, Dia gak becus jadi istri. Coba saja jika mamah tidak memintaku untuk menikahinya mungkin hidupku akan tenang "
" Mamah juga tidak tau kalo wanita ini tidak becus jadi seorang istri lagian Awalnya kan mamah meminta adiknya bukan dia " kesal Bu Astuti menatap sinis ke arah Ayu
Deg..
Hati Ayu merasa sakit Kenapa baru sekarang mereka menunjukan sipat asli mereka, Sedangkan kemarin Mereka sangat lembut bahkan Bu Astuti berubah menjadi galak
" Maaf mah, Mas. jika aku bukanlah wanita yang baik untuk di jadikan seorang istri kenapa Mas dan Mamah tidak menolak ku dari awal? " tanya Ayu
" Karena kami kasian kepadamu. Kalo bukan anakku yang menikahi mu lalu siapa lagi " jawab Bu Astuti dengan memutarkan kedua bola mata nya
" Sudahlah mah. Biarkan saja dia, aku mau mandi dulu " Ucap Rahman yang langsung pergi ke dalam kamar nya
" Tinggu apa lagi. Sana ikuti suamimu yang akan mandi " Perintah Ibu Astuti dengan tatapan yang tajam
Ayu tidak menjawab ia langsung pergi ke kamar, rasanya sakit sekali hatinya dengan ucapan sang ibu mertua nya itu " Kamu pasti bisa Ayu. jangan Cengeng " Kata ayu kepada dirinya sendiri
Ayu masuk kedalam kamar ia sudah tidak melihat suaminya berada di dalam kamar mungkin sedang mandi pikir Ayu. ayu langsung pergi ke lemari ia mengambil pakaian untuk Rahman dan menaruhnya di atas tempat tidur.
Sambil menunggu Rahman keluar dari kamar mandi, ayu membereskan pakaian yang berserakan bekas Pakaian Rahman. dengan telaten Ayu memasukan pakaian kotor milik Rahman ke tempat pakaian kotor dan menata sepatu milik Rahman di rak sepatu.
" Mas sudah aku siapkan pakaiannya " kata Ayu
" heum " jawab Rahman Ketus namun ia tetap memakai pakaian yang di siapkan oleh ayu
" Mas "
" Ada apa? " tanya nya cuek
Ayu membuang napas pelan " Aku berniat ingin membeli motor bekas untuk kendaraan ku jika mau berangkat kerja " kata Ayu " Perjalanan dari rumah Ke halte bis Luamyan cukup jauh jadi aku berinisiatif untuk membeli Motor bekas "
Rahman langsung melihat ke arah Ayu " Uang nya dari mana hah!! kamu pikir cari uang itu gampang hah!!! " Bentak Rahman " Jika kamu ingin membeli motor gunakan saja uang milikmu sendiri " kata Rahman yang langsung pergi keluar
Brug...
Ayu langsung kaget mendengar pintu yang tertutup dengan keras " " Astaghfirullah.. "
Mampir kesini yuk " I love You Mbak "