gadis cantik dari keluarga sederhana bernama Ayunda Maharani harus mengalami kenyataan pahit dalam hidupnya saat Ayunda menolak ungkapan cinta dari ayah sahabatnya bahkan gadis itu sampai di keluarkan dari sekolah.
Alfin Bastian laki-laki duda yang sangat terobsesi dengan Ayunda sehingga melakukan berbagai cara untuk mendapatkan Ayunda namun sayang cintanya tetap tak terbalas oleh Ayunda membuat Alfin marah dan gelap mata. dia memperkosa Ayunda dan mengarang cerita seolah-olah Ayunda yang merayunya.
bagaimana nasib Ayunda setelah malam kelam itu? akankah ada keadilan untuknya? yuk kepoin ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyun Wanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7_cuman mimpi
Alfin terus menghujam inti Ayunda dengan cepat bahkan sesekali dia meremas mangga punya Ayunda
Tok,Tok,Tok
"Ded....Dedy"panggil Vina dari luar
seakan tak memperdulikan panggilan anaknya Alfin masih terus melakukan pergulatan di atas ranjang
"Ded..... Deddy"panggil Vina lagi
"sayang udah itu ada Vina"
"bentar lagi sayang tanggung ini"ucap Alfin dengan memaju mundurkan perkututnya dengan cepat
"aghhhhh sayang aku mau keluar"
"kita sama-sama keluar sayang"
"aghhhh" keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan bersama
Alfin langsung mencabut perkututnya dan berbaring di sebelah Ayunda dengan tersenyum puas
Tok Tok Tok
"Ded..... Deddy bangun"panggil Vina cukup keras
Alfin terbangun dan menoleh ke samping tak ada Ayunda dan ia mendapati celananya sudah basah
"s***! jadi itu hanya mimpi"ucapnya dengan mengusap wajahnya kasar
"Ded.... Deddy bangun"
"iya sayang Deddy dah bangun, Deddy mau mandi dulu "
Alfin bergegas menuju kamar mandi menyalakan shower dan berdiri di bawah shower
"bisa-bisanya aku mimpi begituan sama Ayunda, tapi tadi rasanya seperti nyata. andaikan dia sudah jadi kekasih ku pasti langsung ku nikahi dan ku ajak begituan. mungkin ini juga karena efek dari aku yang tak pernah lagi melakukan hal itu selama 17tahun.nasib jadi duda"gumamnya sambil mandi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah berganti pakaian Alfin ke luar dari kamar dan akan menuju dapur namun berpapasan dengan Ayunda
"om mau kemana?tanya Ayunda dengan membawa nampan berisi minuman
"mau ke dapur bikin minum ay"
"nggak usah om kebetulan udah aku buatin, kita duduk di teras saja yuk nunggu Vina selesai mandi"
"baiklah"
mereka berjalan beriringan menuju teras dan duduk di kursi depan
"di minum om, aku buatkan kopi"
"ya terimakasih"
sambil menikmati keindahan laut mereka Minun dan makan roti untuk sarapan pagi
"ini kopinya kok persis dengan yang saya suka ay?"
"iya om tadi sebelum buat aku tanya Vina minuman kesukaan om di pagi hari apa"
"oh terimakasih... ternyata kamu perhatian juga ma saya"
"ya kan om sudah baik ma aku jadi sekedar balas Budi apa susahnya membuat minuman untuk om"
"berarti kalau saya selalu baik ma kamu nanti kamu bisa donk jadi kekasih saya"
"hah Maksud ok?"
"nggak ada cuma bercanda"
"om ini ada-ada saja deh, kalau bercanda jangan begitu Napa om nanti kalau aku baper gimana"
"ya nggak gimana-gimana tinggal jalani aja ay mungkin itu bisa buat kita bahagia"
"udah ah om jangan bahas itu, aku ke dalam dulu om mau lihat Vina kenapa lama sekali"ucap Ayunda berdiri dari duduknya menuju ke dalam rumah
"iya"
Alfin memandang ke depan melihat ke laut lepas yang begitu indah
"seandainya saja kamu tahu perasaan ku ay, aku cinta kamu dan selalu mikirin kamu apalagi di tambah mimpi laknat itu aku terus terbayang-bayang dengan pergulatan kita dan hal itu sangat menyiksaku"
"huff" membuang nafas kasar karena pikirannya sedikit kacau
"pa Ayuk kita jalan-jalan mengelilingi pulau ini"
"baiklah "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
berjalan bertiga menyusuri jalanan di pulau yang di kelilingi oleh bunga.
Vina dan Ayunda sangat senang, Alfin yang melihat itu juga tersenyum melihat putrinya bahagia.
"ay naik sepeda yuk kebetulan tuh ada sepeda"
"oke"
mereka mengelilingi pulau dengan sepedanya, kalau Alfin duduk di bangku taman dengan mengecek email yang masuk ke ponselnya.
Vina membawa sepeda lumayan kencang karena tak fokus ia menyenggol sepeda Ayunda dan membuat sepeda Ayunda oleng dan terjatuh
"auhhh" Ayunda terjatuh dan kakinya seperti keseleo
Vina berhenti meninggalkan sepedanya berlari menghampiri Ayunda
"ay kamu baik-baik saja kan"
"iya vin aku nggak papa"
Ayunda mencoba berdiri namun kakinya terasa sakit
"aduhh"keluh Ayunda
"sakit ya ay"
"iya sepertinya kakiku keseleo"
"Ded... Deddy" teriakan Vina cukup keras
mendengar putrinya berteriak Alfin menutup ponselnya dan menghampiri sang putri
"ada apa"
"Ayunda terjatuh Ded gara-gara aku dan sekarang kakinya sakit"
"coba Deddy lihat"
Alfin melihat kaki Ayunda dan mulai memijitnya perlahan, sesekali Ayunda meringis merasakan sakit kakinya saat di pijat.
Alfin jongkok di depan Ayunda
"naiklah ke punggung biar aku gendong sampai villa"
"nggak usah om"
"sudah naiklah"
"iya ay naik biar kita kembali ke villa "
"baiklah"
sepanjang perjalanan Ayunda di gendong oleh Alfin dan Vina berjalan di samping Alfin dan sesekali meminta maaf karena kecerobohannya membuat Ayunda sakit.
dalam hati Alfin cukup senang karena ia dapat mengendong sang pujaan hati
hingga akhirnya meninggakan Jim dan elena dgn mengunci ruangan dari luar.
cakep nih ceritanya 😀👍
makin seru ceritanya jangan lama-lama ya buat updatenya
semangat ya thor.